by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 276

-Debroo-182 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 276. Di kerajaan Mewar, Pangeran Mahaputra sedang bersiap-siap. Dia merasa kehadiran seseorang dan memegang belati nya.

Sinopsis Mahaputra Episode 276
Sinopsis Mahaputra Episode 276

Ia melihat seseorang di luar jendela. Ini adalah wanita (Ajabde). Dia menutupi wajahnya dengan selendang dan melangkah masuk ke dalam ruangan Pangeran Mahaputra lewat dari jendela.

Dia mengatakan padanya untuk berhenti dan ingin tahu siapa dia. Dia terkejut melihat Ajabde sambil melepaskan syalnya. Dia berpikir bahwa ia sudah bersiap saat seseorang mencoba untuk menyerang nya lagi. ia menutup jendela dan bertanya apa yang dia lakukan di sini. Dia ingat bagaimana Phool telah mengatakan kepadanya tentang serangan itu.

Ajabde segera pergi dari sana karena dia ingin melihat apakah dia baik-baik saja atau tidak. Phool mengingatkan nya bahwa salah untuk menemui pengantin pria mu setelah Haldi mu dilakukan. Ajabde mengingatkan dia tentang apa yang dia katakan padanya. tidak ada yang disebut keberuntungan atau menguntungkan. kamu harus menanganinya. Phool khawatir tapi Ajabde telah memutuskan agar dia datang ke sini untuk melihatnya.

Phool terus berbicara dalam ruang kosong dan berpura-pura berbicara dengan Ajabde. Hansa mengetuk pintu. Ajabde harus pergi mandi. Phool terus berbicara dengan bayangan Ajabde. Uma Devi menemukan sesuatu yang mencurigakan dan pergi dari sana. Phool mengatakan Hansa Massi yang Ajabde takut.

Uma Devi mengintip dari jendela dan tahu bahwa AJabde tidak ada di dalam ruangan. Dia senang pada RATU BHATYANI karena melakukannya dengan cemerlang.

RATU BHATYANI mengintip dari jendela dan memberitahu Ajabde ada di kamar Pangeran Mahaputra. Dia senang bahwa kali ini rencananya berhasil.

Hansa meminta Ajabde untuk keluar. Sudah saatnya sekarang. Uma Devi berkata pada Hansa bahwa Ajabde tidak di dalam. Dia meminta Phool untuk membuka pintu. phool membuka pintu sedih.

Ajabde merasa lebih baik sekarang bahwa dia telah melihatnya. Aku akan pergi sekarang. Dia meyakinkan bahwa semua cedera ini adalah normal. Mereka akan baik-baik saja segera jangan khawatir. RATU BHATYANI telah membawa RATU JAYWANTA bersama dengan nya karena ia tahu RATU JAYWANTA tidak percaya padanya. RATU BHATYANI membuka pintu , Ajabde dan Pangeran Mahaputra melihat mereka shock.

Ratu Jaywanta terkejut ketika melihat Ajabde berada di kamar Pangeran Mahaputra, sementara Ratu Bhatyani tersenyum sinis, Ratu Jaywanta bertanya pada Ajabde “Ajabde, apa yang kamu lakukan disini?”

Pangeran Mahaputra mencoba untuk menjelaskan pada ibunya tapi ibunya meminta Pangeran Mahaputra untuk diam, Ratu Jaywanta ingin tahu apa alasan Ajabde, Ajabde hanya bergumam sambil kebingungan “Ibu tidak ingin mendengar alasan atau permintaan maaf apapun atau juga penjelasan dari Ajabde karena dia ini sangat tahu dengan tradisi kita yaitu calon pengantin laki laki dilarang untuk melihat wajah pengantin perempuannya setelah ritual Haldi (pasta kunyit), hal ini dianggap tabu dan tidak menguntungkan” ujar Ratu Jaywanta,

Ratu Bhatyani segera pergi keluar dari kamar Pangeran Mahaputra, Ajabde meminta maaf pada calon ibu mertuanya ini “Aku masih bisa pergi tanpa pemberitahuan siapapun, Rani Ma, mohon maafkan aku” namun Ratu Jaywanta menolaknya “Kamu seharusnya tahu, Ajabde, kalau semuanya tidak bisa diabaikan atau disembunyikan seperti ini” ketika Ratu Jaywanta memanggil Ratu Bhatyani, Ratu Bhatyani sudah tidak berdiri dibelakangnya, Ratu Jaywanta sedikit terkejut, tiba tiba Ratu Bhatyani muncul dengan Raja Uday Singh yang menatap ke arah Ajabde dengan marah
Sinopsis Mahaputra Episode 276

Di istana Senthi, Ratu Hansa Bai bertanya pada Phool apakah apa yang dikatakan oleh Ratu Uma Devi itu benar atau tidak? “Apakah betul, Phool, kalau Ajabde pergi menemui Pangeran Mahaputra?” Phool membenarkan ucapan neneknya kalau Ajabde pergi ke kamar Pangeran Mahaputra, Ratu Hansa Bai sangat kecewa pada Ajabde “Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini?”,

“Kamu ini seharusnya bertanya pada anakmu sendiri, bukannya marah pada Phool, cucuku, apalagi Ajabde sangat tahu tentang adat istiadat dengan baik tapi dia tetap saja pergi ke sana tanpa memberitahu siapapun, kenapa kamu jadi menyalahkan cucuku?”

Phool tidak suka dengan ucapan neneknya, Phool meminta agar neneknya tidak membuat suasana jadi semakin keruh tanpa alasan apapun, Ratu Hansa Bai setuju kalau Ajabde telah membuat sebuah kesalahan, Ratu Uma Devi menyebutnya sebagai tindakan kriminal, Ratu Hansa Bai sangat mengkhawatirkan Ajabde “Kenapa dia melakukan hal ini?”

Phool menjelaskan pada Ratu Hansa Bai bagaimana Ajabde sangat mengkhawatirkan Pangeran Mahaputra “Dia itu melakukan hal ini tidak disengaja, kamu tahu kan bagaimana dia, ini bukan kebiasaannya melanggar peraturan dan tradisi yang ada” Raja Mamrak Ji mendengar pembicaraan mereka dan mulai penasaran “Apa yang terjadi pada Ajabde kali ini?” tanya Raja Mamrak Ji heran

Di kerajaan Mewar, di kamar Pangeran Mahaputra, Ratu Bhatyani merasa menang bisa mempermalukan Ajabde di depan semua orang dengan berkata kalau apa yang dilakukan oleh Ajabde itu adalah sebuah tindakan kejahatan, Ratu Bhatyani mencoba bertanya pada Ajabde tentang tradisi mereka

“Apakah kamu mempermainkan peraturan dan tradisi kita yang sudah turun temurun, Ajabde? Kamu memasuki kamar Pangeran Mahaputra seperti seorang pencuri melalui sebuah jendela, kenapa?” Ajabde hanya bisa berdiri dan terdiam disana dengan wajah tertunduk

“Bagaimana kak Jaywanta, apakah aku terlalu berlebih lebihan sekarang? Kamu adalah seorang Maharani utama di istana ini, kamu tidak pernah mengabaikan ritual apapun sampai hari ini atau bahkan melanggar peraturan apapun, rasanya sangat sulit untukmu yang selalu mengikuti tugasmu dengan rajin tapi ternyata Ajabde membuktikannya kalau dia itu tidak mempunyai norma norma pada tradisi kita sama sekali, semua itu sepertinya tidak masalah untuknya sama sekali”

Ratu Bhatyani mulai mengejek Ratu Jaywanta dengan kata kata pedasnya “Kita mempunyai sebuah contoh untuk orang orang kita melalui tingkah laku kita, mau jadi apa harga diri kita didepan mereka? Apakah kita akan menyembunyikan tindakan kejahatan ini sebaik mungkin karena perasaan kita telah melekat pada gadis ini, Rana Ji?”

Pangeran Mahaputra mencoba menyela ucapan Ratu Bhatyani tapi Ratu Jaywanta memintanya untuk tidak ikut campur dengan masalah ini “Bagaimana pendapatmu tentang insiden ini, Rana Ji?” Ratu Bhatyani mencoba mendesak suaminya untuk memberikan pendapat,

Ratu Bhatyani mencoba mengungkit soal dharma “Hal ini sangat bertentangan dengan dharma kita dan kamu sangat tahu itu, Rana Ji” Raja Uday Singh hanya terdiam mendengarkan ucapan Ratu Bhatyani “Menjadi salah satu istrimu adalah tugasku untuk menginformasikannya ke kamu tentang hal ini, jika kamu tetap memilih untuk diam maka aku juga akan ikut diam dan aku akan berfikir kalau tidak ada norma norma tradisi kita atau dharma kita lagi di dalam keluarga kita”

Raja Uday Singh segera menyangkal ucapan istrinya itu “Aku akan menganggap masalah ini serius” Raja Uday Singh segera memanggil pelayannya untuk mengabarkan pada kedua orang tua Ajabde agar datang ke istana Chittor, Ratu Bhatyani nampak sangat senang mendengarnya, akhirnya rencananya berhasil.

Di istana Senthi, Phool meminta agar jangan menyalahkan Ajabde tapi salahkanlah dirinya “Dia tidak melakukan apa apa, aku tahu tentang pesan itu yang ditujukan untuk kamu dari Chittor tentang serangan pada Pangeran Mahaputra, aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri dan menceritakan pada Ajabde tentang semuanya,

Ajabde benar benar khawatir ketika dia mendengar tentang serangan itu, itulah mengapa dia bergegas memutuskan untuk melihatnya dengan mata kepalanya sendiri” Raja Mamrak Ji sangat kaget

“Apakah dia tidak mengatakan pada salah satu diantara kita sebelum dia melakukan sesuatu yang memalukan? Apakah dia tidak tahu kalau dia itu sebentar lagi akan menikah? Dia itu pergi ke rumah sebuah keluarga dimana dia harus menentukan setiap langkahnya dengan sangat hati hati, beberapa orang bahkan telah mencoba untuk menghancurkan hubungan ini, mereka ingin sekali agar Ajabde melakukan beberapa kesalahan dan menemukan sebuah alasan yang kuat yang bisa menentangnya, apakah dia tidak mengetahui hal itu?” Sinopsis Mahaputra Episode 276

Raja Mamrak Ji juga marah pada Ratu Hansa Bai karena tidak bisa mencegah Ajabde “Kita tidak bisa melakukan apa apa lagi sekarang, kita hanya bisa berdoa semoga dia bisa pulang dengan selamat, tapi bagaimana kalau ada seseorang yang mengetahuinya?”

Ratu Uma Devi mencoba meyakinkan Raja Mamrak Ji kalau dirinya tidak akan menceritakan pada siapapun tentang hal ini tepat pada saat itu salah seorang pelayan menemui mereka membawa pesan dari Raja Uday Singh untuk mereka, kedua orang tua Ajabde dan Phool sangat terkejut, sementara Ratu Uma Devi sangat senang mendengarnya

“Mungkin bisa jadi semua orang telah tahu tentang Ajabde yang telah membuat sebuah kesalahan yang sangat besar, kalian harus memikirkan beberapa jawaban mulai dari sekarang” ejek Ratu Uma Devi pada kedua orangtua Ajabde

Di kerajaan Mewar, semua orang kali ini berkumpul di ruang keluarga, para orangtua nampak tegang, Raja Uday Singh juga gelisah sambil berjalan mondar mandir, sedangkan Ajabde berdiri ketakutan bersama Pangeran Mahaputra, Ajabde meminta maaf pada Pangeran Mahaputra yang sama sekali tidak marah padanya untuk hal apapun yang dia lakukan

“Kamu selalu melakukan sesuatu hal yang kamu yakini” ujar Pangeran Mahaputra namun Ajabde merasa ketakutan, Pangeran Mahaputra meyakinkan Ajabde kalau dirinya akan selalu bersamanya, tiba tiba mereka berdua langsung terdiam begitu Raja Uday Singh menatap tajam ke arah mereka dan tak lama kemudian Raja Mamrak Ji, Ratu Hansa Bai, Ratu Uma Devi dan Phool memasuki ruangan tersebut dan memberikan salam pada mereka,

Raja Uday Singh sekeluarga membalasnya, Phool segera berdiri di sebelah Ajabde sambil memegang tangan Ajabde untuk memberikannya dukungan, sedangkan para orang tua berdiri di sebrang mereka, Ratu Uma Devi saling tersenyum sinis penuh arti dengan Ratu Bhatyani satu sama lain

Raja Uday Singh menceritakan semuanya ke ayah Ajabde, Raja Mamrak Ji tentang kesalahan Ajabde “Raja Mamrak Ji, hal ini sungguh tidak beralasan dan tindakannya ini sangat tidak dapat diterima, apakah kamu punya saran untuk hal ini?”

Raja Mamrak Ji merasa malu, kecewa dan sedih karena perlakuan Ajabde “Maharana Uday Singh, aku ini adalah Samantmu sebelumnya dan kamu adalah Rajaku, aku akan mematuhi semua keinginanmu dan keputusanmu karena aku tahu hal ini berdasarkan pada dharma kita” ujar Raja Mamrak Ji sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada sebagai tanda meminta maaf dan penyesalan yang mendalam, melihat hal ini Raja Uday Singh pun sedikit melunak

“Maharana Uday Singh, Ajabde melakukan hal ini karena dia itu khawatir terhadap Pangeran Mahaputra setelah mengetahui tentang serangan yang ditujukan padanya, dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, hanya itu kesalahan Ajadbe” Raja Mamrak Ji langsung menghentikan ucapan istrinya yang mencoba menjelaskan ke Raja Uday Singh sekeluarga

“Ajabde seharusnya tidak melakukan hal itu, leluhur kita telah membuat beberapa batasan yang tidak boleh dilanggar, peraturan adalah merupakan cara tertinggi dari pada perasaan dan keinginan seseorang, Ajabde menjadi sangat emosional dan melupakan semuanya, dia melupakan etika dalam rasa khawatirnya untuk Pangeran Mahaputra, jangan katakan kalau Ajabde hanya melakukan hal ini atau hal itu, dia telah berkomitmen melakukan sebuah tindakan kriminal” Ratu Bhatyani memuji perasaan yang seimbang diantara kedua orang tua Ajabde dengan nada mengejek

“Bagus sekali, yang satu membela terdakwa sementara yang lainnya menentangnya sehingga kita bisa melihat dengan jelas motif yang tersembunyi dibelakangnya, mereka berdua telah menjaga anaknya dari dua sisi dengan indahnya, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa menentang kalian berdua, Ajabde tidak bisa disalahkan, kedua orangtuanyalah yang seharusnya disalahkan untuk hal ini karena mereka tidak memberikan pengasuhan yang tepat sehingga Ajabde memiliki keberanian untuk melawan mereka atau melanggar peraturan yang ada dan ritual yang berlaku di negeri kita” Raja Mamrak Ji dan Ratu Hansa Bai hanya bisa terdiam mendengar ocehan si ratu culas

“Aku jadi berfikir dari mana seorang anak Samant ini mendapatkan keberanian itu? Sekarang aku tahu jawabannya” Pangeran Mahaputra langsung menyela ejekan ibu tirinya ini

“Choti Ma, aku harap pikirkan terlebih dulu sebelum berbicara yang tidak tidak” Ratu Hansa Bai segera mencegah Pangeran Mahaputra untuk tidak menyela pembicaraan para orang tua atau mereka akan di salahkan karena memanjakan perlakuannya

“Pangeran Mahaputra memang tidak memikirkan siapapun atau apapun, yang dipikirkannya hanya Ajabde, saatnya sudah tidak jauh lagi ketika dengan mudahnya Pangeran Mahaputra akan mengikuti apapun yang Ajabde ucapkan” Ratu Jaywanta yang sedari tadi diam, mulai tidak suka dengan sindiran Ratu Bhatyani yang terus menerus mencerca mereka

“Cukup, Rani Bhatyani!” bentak Ratu Jaywanta “Semuanya ada batasnya, aku tahu kalau Ajabde telah melakukan sebuah kesalahan tapi apa yang kamu lakukan ini tidak bisa di toleransi, kamu tidak boleh merendahkan setiap orang dengan cara seperti ini”

Ratu Bhatyani mencoba membela dirinya dengan mengatakan kalau yang dia katakan itu adalah kenyataan yang sebenarnya yang memang selalu pahit bila didengarkan “Kita selalu lupa kalau saat ini kita sedang membahas ketidak disiplinan anak perempuan Samant ini, jika kita membiarkannya maka suatu hari nanti rakyat kita akan membuat sebuah gurauan tentang kita karena hal ini, sejarah tidak akan dilupakan, begitu pula kita, apalagi Rana Ji selalu memikirkan Samantnya yaitu Rao Mamrak Ji karena dia adalah saudaranya tapi dia tidak memberikan balasan yang setimpal, kamu telah memberikan kami, Ajabde dimana Rana Ji harus menanggung malu lagi dan lagi” ejek Ratu Bhatyani sinis

“Cukup, Choti Ma!” Ajabde yang sedari tadi hanya terdiam mulai kehilangan kontrolnya setelah mendengar ejekan Ratu Bhatyani yang merendahkan harga diri ayahnya, semua orang terkejut dan menatap kearah Ajabde dengan tatapan tidak percaya.

Ajabde kehilangan kontrolnya setelah mendengar ejekan Ratu Bhatyani, Ajabde tidak tahan mendengar ibu tiri Pangeran Mahaputra yang culas itu merendahkan harga diri ayahnya “Hentikan, Choti Ma!” semua orang langsung menatap kearahnya dengan tatapan tidak percaya dan terkejut terutama Pangeran Mahaputra

“Aku tidak bisa melihat kalau orangtuaku di hina terus seperti ini! Memangnya kenapa kalau dia itu seorang Samant? Tapi dia selalu memberikan aku pendidikan yang baik!” Ratu Bhatyani mengingatkan Ajabde karena dia telah berkata kata kasar pada Ratu Bhatyani,

Ratu Hansa Bai berusaha mencegah Ajabde tapi dirinya tidak bisa melakukannya ketika ada seseorang yang menuding kearahnya tentang etika, pendidikan dan norma norma kehidupan “Sekarang aku akan mengungkapkan semuanya! Apapun yang aku lakukan, aku melakukannya karena aku mengkhawatirkan Pangeran Mahaputra, aku tidak ingin mempermainkan apapun disini” Ajabde mulai membuka suara,

Ratu Bhatyani penasaran “Aku ingin tahu mengapa kamu begitu merasa khawatir ketika prajurit Pangeran Mahaputra ada disini mengurusnya dengan baik, alasan kamu itu sia sia saja” sindir Ratu Bhatyani “Itu harus dilakukan, Choti Ma karena para prajurit Pangeran Mahaputra hanya bisa menghalau serangan mereka dari luar, sedangkan Pangeran Mahaputra harus bisa menjaga dirinya sendiri, yang aku khawatirkan adalah musuh musuh yang berada didalam istana”
Sinopsis Mahaputra Episode 276

Ratu Uma Devi langsung terkejut begitu mendengar ucapan Ajabde sementara yang lainnya juga sama terkejutnya “Ajabde, jelaskan padaku, apa maksudmu?” ketika Raja Uday Singh meminta penjelasan dari Ajabde, Raja Mamrak Ji dan Ratu Hansa Bai malah meminta Ajabde untuk diam karena permasalahan ini sudah diluar kendali mereka,

sedangkan Ajabde tidak bisa menerima penghinaan ini ketika kedua orangtuanya di hina di depan orang banyak “Bicaralah, Ajabde ,,, apa maksud dari perkataanmu?” Ratu Bhatyani dan Ratu Uma Devi saling menatap satu sama lain dengan wajah tegang dan cemas mereka

“Phool, aku minta maaf karena aku tidak memiliki pilihan lainnya” Ajabde meminta maaf pada Phool sambil mengatupkan kedua tangannya, Phool pun tidak keberatan dengan permintaan Ajabde “Aku juga akan melakukan hal yang sama, Ajabde ,,, jika aku berada di tempatmu, aku seharusnya melakukan hal ini sejak lama” ujar Phool sedih Ajabde mulai menceritakan semuanya pada keluarga besarnya

“Ada beberapa orang disini yang tidak menginginkan pernikahan ini terjadi” Ratu Uma Devi dan Ratu Bhatyani saling memandang satu sama lain dengan perasaan khawatir dan cemas sementara Ajabde terus berbicara

“Mereka bahkan telah melakukan cara ini sejak lama untuk memisahkan hubungan ini, ayahku telah membawa sebuah pedang emas untuk ritual tilak dan aku juga telah mengadakan pemujaannya tapi tiba-tiba pedang emas itu menghilang begitu saja begitu sampai disini, apakah ada seseorang yang mencoba mencari tahu bagaimana pedang emas itu bisa menghilang dari istana ini dimana penjagaannya begitu ketat? Jadi pedang emas itu bukannya hilang tapi benar benar di curi” mereka semua yang hadir disana menatap kearahnya dengan wajah penasaran,

Ratu Uma Devi yang merasa terpojok langsung membuka suaranya “Jadi kamu menyalahkan aku tanpa alasan apapun!” Ajabde tersenyum melihat tingkah Ratu Uma Devi yang panik “Aku tidak menyebut nama siapapun lalu kenapa kamu merasa kalau aku menyalahkan kamu untuk hal ini? Apa yang menjadi alasan dibalik reaksimu itu, Maharani Uma Devi?” semua orang langsung melihat kearah Ratu Uma Devi.

Ratu Uma Devi langsung mengeluh pada Raja Uday Singh “Lihat kan Maharana Uday Singh, bagaimana dia menjadi tidak hormat pada orang yang lebih tua di istanamu, kamu tahu kan siapa aku ini!” Ajabde langsung menyela ucapan Ratu Uma Devi

“Kamu adalah Maharani Marwar, mengapa kamu tidak menginginkan Pangeran Mahaputra menikahi aku? Kamu telah berusaha untuk menghentikan aku sekarang, dengan begitu hubungan ini akan terpisah” semua insiden masa lalu terlihat ketika Ratu Uma Devi berusaha menghentikannya atau menunjukkan kemarahannya dihadapan Ajabde,

Ratu Jaywanta meminta Ajabde untuk tenang, kedua orang tuanya juga meminta Ajabde untuk menghentikan ucapannya “Apa buktinya?” Ratu Uma Devi menantang Ajabde, Ajabde setuju kalau dirinya tidak mempunyai bukti apapun “Tapi ketika kamu tidak bisa mencapai misimu setelah insiden tersebut maka kamu memilih untuk melukai Pangeran Mahaputra” semua orang kembali terkejut begitu Ajabde mengungkapkan tentang Haldi yang beracun “Kamu ini benar benar membuat sebuah tuduhan yang sangat serius, Ajabde” Ajabde menyetujui ucapan Pangeran Mahaputra “Aku tahu itu dan kali ini aku telah memiliki saksinya juga” Sinopsis Mahaputra Episode 276

Phool menatap kearah neneknya, Ratu Uma Devi tajam, Phool teringat pada ancamannya sendiri pada neneknya itu, akhirnya Phool mengangguk dan menyetujui ucapan Ajabde “Haldi yang dikirimkan oleh nenekku itulah yang beracun, untungnya kami bisa mengetahuinya tepat waktu dan langsung mengganti mangkok Haldi tersebut”

Pangeran Mahaputra dan Ratu Jaywanta teringat pada insiden Haldi tersebut dan Ratu Bhatyani terlihat semakin tegang dan terguncang “Waktu itu aku mencoba untuk mengatakannya pada semua orang tapi Ajabde mencegahnya karena Ajabde tidak ingin ada keributan dalam pernikahannya ini” Ratu Uma Devi dan berpura pura menangis

“Rana Ji, jangan percaya pada ucapan mereka, mereka berdua ini telah menjadi gila dalam persahabatan mereka itu, mereka tidak bisa pergi untuk menyalahkan orang yang tidak bersalah tanpa alasan apapun” Ratu Jaywanta langsung menyela ucapan Ratu Uma Devi

“Apa yang ingin kamu katakan padaku, Maharani Uma Devi? Aku tidak tergila gila, aku setuju kalau Ajabde telah membuat sebuah kesalahan dengan datang kemari tapi aku juga tahu kalau dia itu berkata benar tentang Haldi tersebut, aku juga tahu kalau mangkok Haldi itu telah ditukar”

Raja Uday Singh sangat ingin tahu kenapa semuanya telah menyembunyikan semua permasalahan ini di belakangnya “Aku hanya menyembunyikan apa yang menuruntuku bisa aku atasi sendiri, Rana Ji” Ratu Jaywanta mencoba menjelaskan pada suaminya, Raja Uday Singh merasa kesal dengannya untuk hal ini,

tiba-tiba Ratu Bhatyani yang sedari tadi terdiam cemas mulai buka suara untuk menyelamatkan dirinya sendiri “Aku telah membuat sebuah kesalahan dengan mempercayai kakakku sendiri, aku tidak bisa melihatnya dengan rencana jahatnya” Ratu Uma Devi kaget begitu mendengar ucapan adiknya

“Bagaimana semua orang disini telah menghormati kamu setelah apa yang telah terjadi diantara Rana Ji dan Maharana Maldev Ji dan kamu melakukan semua ini untuk menyakiti Pangeran Mahaputra? Aku benar benar merasa malu menyebut kamu sebagai kakakku, aku merasa kesal dengan diriku sendiri, aku telah menghina Raja Mamrak Ji dan Ratu Hansa Bai gara gara kamu, aku mohon dengan amat sangat padamu untuk meninggalkan aku dan keluargaku” ujar Ratu Bhatyani sambil mengatupkan kedua tangannya,

Ratu Uma Devi berusaha untuk menceritakan yang sebenarnya pada Raja Uday Singh namun saat itu Raja Uday Singh sedang tidak ingin mendengarkannya, Raja Uday Singh meminta Ratu Uma Devi untuk pergi dari istananya saat itu juga “Aku berjanji padamu, Maharani Uma Devi ,,, jika kamu meninggalkan istanaku ini secara diam diam maka permasalahan ini akan tetap bertahan didalam keempat dinding ruanganku ini tapi jika kamu tetap bersikeras bertahan untuk membuktikannya maka aku akan melupakan batasanku, hal ini akan baik baik saja jika kamu meninggalkan istanaku ini” ujar Raja Uday Singh sambil mengatupkan kedua tangannya ke arah Ratu Uma Devi,

Ratu Uma Devi menatap kearah Ratu Bhatyani dengan tatapan marah kemudian segera berlalu meningalkan ruangan itu sambil menahan amarahnya Phool meminta maaf pada setiap orang karena perlakuan neneknya “Nenek tidak pernah memikirkan tentang Pangeran Mahaputra dan pernikahannya ini dengan baik, aku tidak ingin anggota keluarga siapapun berada dipihakku disini, aku juga harus pergi dari sini” ketika Phool hendak pergi dari sana, Pangeran Mahaputra segera menghentikannya

“Kamu tidak di salahkan untuk itu, Phool ,,, tapi kamu telah menentang keluargamu sendiri untuk mendukung dharmamu dan kenyataan yang ada” Ratu Jaywanta menyetujui ucapan Pangeran Mahaputra “Kamu datang kesini sebagai tamu kami tapi lama kelamaan kamu telah menjadi bagian dari keluarga kami yang tidak terpisahkan sekarang, hal ini akan menjadi baik jika kamu tetap tinggal disini sampai pernikahan kami”

Ratu Bhatyani mencoba membuka suara lagi berpura pura mendukung pernikahan Ajabde “Aku sangat senang kalau akhirnya kakakku pergi juga, aku telah membawanya kesini untuk membuatnya menjadi bagian dari kebahagiaan kita, maafkanlah aku ketika dia menciptakan begitu banyak masalah untuk kalian berdua”

Ajabde nampak tidak suka dengan ucapan Ratu Bhatyani “Tapi apakah masalahnya sudah benar benar selesai sekarang?” Ratu Jaywanta bisa mengetahui apa maksud dibalik ucapan Ajabde sementara orang lain yang hadir disana kembali terkejut dan menatap ke arah Ajabde dan Ratu Bhatyani dengan bingung.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *