by

Serial Drama India : Sinopsis Beintehaa Episode 124

-Debroo-58 views

Debroo.com – Dipagi hari, Zain yang tertidur dikursi ruang ICU, tiba-tiba dia melihat kalau Usman telah membuka matanya, dia senang melihatnya. pada saat itu, Usman merasa kesakitan, Zain berteriak memanggil dokter, kemudian Dokter datang dan memberikan injeksi pada Usman, lalu dokter memberitahu pada Zain kalau Usman masih hidup.

Sinopsis Beintehaa Episode 124

Diluar, Fahad & Aaliya telah selesai berdoa, Aaliya bertanya pada Fahad “dimana Zain”? Fahad berkata “aku juga tidak tahu, Aaliya berkata “aku akan mencarinya” lalu dia pergi untuk mencari Zain, tidak lama kemudian Aaliya melihat kalau Zain sedang berada diruang ICU bersama dengan Usman, melihat kondisi itu Aaliya berdoa untuk keselamatan Usman. Sesaat kemudian, dokter datang mereka melihat Zain ada disana, Suster yang bersama dengan dokter itu meminta Zain keluar, tapi dokter menghentikannya kemudian doktern dan suster tersebut pergi.

Dipagi hari, Zain yang tertidur dikursi ruang ICU, tiba-tiba dia melihat kalau Usman telah membuka matanya, dia senang melihatnya. pada saat itu, Usman merasa kesakitan, Zain berteriak memanggil dokter, kemudian Dokter datang dan memberikan injeksi pada Usman, lalu dokter memberitahu pada Zain kalau Usman masih hidup, tapi karena kerusakan pada sumsum tulang belakang, dokter  mengatakan kalau Usman akan lumpuh, Dokter berkata “aku akan membawa Usman ke ruangan lain dan kalian bisa melihatnya di sana” seluruh anggota keluarga terkejut mendengarnya.

Usman sudah dipindahkan ke ruangan lain, semua keluarganya berkumpul di sekelilingnya. Surayya menangis, melihat itu Zain mengatakan “Ibu, aku mohon jangan menangis, seharusnya kita berterima kasih kepada Tuhan karena ayah telah kembali kepada kita, Tuhan telah memberikan satu persen harapan kepada kita, sekarang tugas kita untuk mengubahnya menjadi seratus persen.

Dilain hari Usman dibawa pulang kerumah dengan kursi roda karena dia lumpuh, Surayya sedih melihatnya, dia melepas kancing baju Usman, dia teringat ketika dia membantu Usman memakaikan bajunya, Surayya berkata “aku akan menunggu sampai kau dapat memakai ini sendiri” kemudian Zain berkata “aku tidak tahu apakah ayah bisa mendengarkan aku, aku sangat mencintai ayah” Zain teringat kembali akan kata-kata Usman. kemudian Zain berjanji kalau dia tidak akan membiarkan kehidupan ayahnya berhenti.

Cucu-cucu Usman datang, mereka mengucapkan selamat hari ayah dengan memberikan kartu ucapan buatan tangan mereka, Zain & Fahad juga mengucapkannya lalu mereka menangis, Zain berkata “anak-anak selalu meminta kasih sayang kepada orang tua mereka, tetapi hari ini ayah mengingatkan kalau kita sangat mencintai ayah, Surayya berkata “mari kita membawa Usman ke kamarnya” Zain meminta tolong kepada Aaliya untuk mendorong kursi roda Usman, melihat itu Surayya menjadi marah dan berkata “wanita ini tidak boleh membawa ayahmu, lalu dia meminta Fahad & Zain untuk membawa Usman ke kamarnya.

Ghulam & Shabana datang, mereka terkejut melihat kondisi Usman dalam keadaan lumpuh dan tidak sadar berada di kursi roda, lalu Zubair & ibunya juga datang, Zubair berkata “ketika aku mendengar tentang kecelakaan paman, aku membawa paman dan bibi kesini, Shabana memegang saudaranya itu dengan terharu dan menangis, tapi Surayya tidak senang melihat mereka, kemudian dia meminta Fahad untuk membawa Usman dari sana, dan meminta Zain untuk berbicara dengan mertuanya.

Aaliya mencoba untuk menghibur Shabana, Aaliya berkata “kita harus percaya kepada Tuhan” Badi Phuphi tanya pada Zain “Zain, sepertinya Surayya marah pada kami, ada apa?” Zain berkata “bukan seperti itu, ibu hanya sedang sedih dengan kejadian ini. kemudian Aaliya meminta mereka untuk beristirahat, Aaliya berkata “ Zain akan segera kekantor karena dia harus menangani beberapa pekerjaan penting, kemudian mereka pergi. Zubair menemui Zain & Aaliya dan berkata “aku tidak memberitahu ibu ku kalau bibi telah menampar aku, kalian juga harus berjanji kalau kalian tidak akan menceritakannya pada ibuku, dan mereka berdua setuju. Zain melihat luka di tangan Zubair, Zain tanya “bagaimana kau terluka? Zubair berkata “tanganku, terjepit saat aku akan masuk kereta, lalu Zain & Aaliya pergi.

Surayya yang sedang bersama dengan Usman di kama, tiba-tiba Shaziya datang dan mencoba mempengaruhi Surayya dengan berkata “keluarga Shabana memang tidak tau malu, mereka datang lagi bahkan setelah dihina, Zain malah menolong mereka bukan ayahnya sendiri.

Dilain tempat, Zain menjelaskan pada Aaliya tentang obat-obatan Usman dan makannya, Aaliya berkata “Zain, kamu adalah obat yang sebenarnya, kamu yang harusnya mengurus paman, Zain sedih mendengarnya, dia menatap Aaliya dan tidur di pangkuannya, Zain tanya “apakah kamu akan selalu dengan aku dan selalu membimbingku, Aaliya berkata “bahkan jika kau tidak suka sekalipun terhadapku, aku akan selalu didekat kamu.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *