by

Serial Drama India : Sinopsis Beintehaa Episode 123

-Debroo-82 views

Debroo.com – Usman dibawa ke rumah sakit dengan darah yang begitu banyak di seluruh tubuhnya, seluruh keluarganya mengikutinya, Dokter membawanya ke ruang operasi sementara keluarganya menunggu di luar.

Sinopsis Beintehaa Episode 123

Dikantor Usman terjebak didalam Lift yang mati dan tiba-tiba liftnya jatuh, Usman kemudian terjatuh dan pingsan Didalam Lift tersebut Usman tidak sadarkan diri. di rumah Zain berteriak memanggil “Ayah” lalu dia berlari, Aaliya mengikutinya. Diluar, Aaliya bertanya pada Zain “apa yang telah terjadi Zain?” Zain mengatakan “aku merasa ada sesuatu yg terjadi pada ayah” pada saat itu juga, dirumah Zain mendapat telepon dari fahad, Aaliya menjawab teleponnya dan Aaliya kaget mendengar kabar tentang Usman yang ternyata menelpon itu adalah Fahad, kemudian Fahad memberitahu Surayya tentang kecelakaan Usman, Surayya kaget mendengarnya, dia mulai menangis & berteriak “Usman”.

Usman dibawa ke rumah sakit dengan darah yang begitu banyak di seluruh tubuhnya, seluruh keluarganya mengikutinya, Dokter membawanya ke ruang operasi sementara keluarganya menunggu di luar, Surayya teringat di saat-saat bersama Usman, Fahad & anggota keluarga yang lain juga teringat di saat-saat bersama Usman.

Perawat meminta Fahad untuk mengambil 6 kantong darah untuk Usman lalu Fahad berjalan untuk mengambilnya, Zain yang merasa sedih duduk di kursi dia hanya terdiam dan Aaliya mencoba menghiburnya, Aaliya meminta Zain untuk sabar & tabah dengan kejadian yang menimpa Usman, Zain melihat Aaliya menangis, dia menghapus air matanya dan mengatakan “paman akan baik-baik saja karena dia adalah seorang pria yang kuat” kemudian Zain meminta Aaliya untuk pergi dan menenangkan Surayya, Aaliya mencoba untuk menghibur Surayya, Aaliya memintanya untuk percaya pada Tuhan, Surayya tidak menoleh pada Aaliya, kemudian Shaziya menghampiri mereka dan mengatakan “ayah adalah suami dari ibu, jelas ibu akan khawatir tentang suaminya” Zain mengatakan “kita harus kuat dan tabah karena Aaliya yg telah mengajariku”.

Ditempat lain di rumah Aroob, Sana, dan Saif bertanya pada Nafisa “apakah kakek akan segera sembuh” Nafisa mengatakan “kakek pasti akan sembuh, kemudian Sana bertanya “apakah kita harus berdo’a pada Tuhan” Nafisa mengatakan “kita harus berdoa dan Tuhan pasti akan mendengarkan do’a-do’a kita, lalu mereka berdoa bersama untuk kesembuhan kakek.

Kembali kerumah sakit, Pintu ruang operasi akhirnya terbuka, kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut, dan Zain bertanya kepada dokter tersebut, Dokter menjelaskan bahwa “kondisinya saat ini kritis karena terjatuh, korban mengalami patah tulang belakang dan kita hanya bisa menunggu selama 24 jam untuk melihat kondisi tersebut. Dan Dokter pun melarang siapapun untuk menjenguknya, lalu Shaziya mengatakan “seandainya saja ayah tidak pergi ke kantor, kecelakaan ini tidak akan terjadi, kita akan merasa bersalah jika ada sesuatu terjadi pada ayah. mendengar itu, Surayya teringat ketika Aaliya memaksa Usman untuk pergi ke kantor, kemudian Shaziya mencoba untuk mempengaruhi Surayya, dan menuduh Aaliya merupakan penyebab kecelakaan Usman. Surayya mengatakan “jika sesuatu terjadi pada Usmaan, aku akan……… Fahad yang mendengar tuduhan itu memintanya untuk berhenti menyalahkan Aaliya, karena Usman pasti tidak akan menyukainya. Surayya mengatakan “Usman adalah suamiku, aku tidak sedang berpura-pura sedih” Fahad meminta Surayya agar berdoa untuk Usman, lalu Surayya merasa marah dan pergi menjauh.

Ditempat lain Zain melihat seorang anak perempuan berada dalam ruangan yang mengucapkan selamat hari ayah kepada ayahnya yang sedang sakit dan anak itu juga memeluknya. Zain tersenyum melihatnya, dia teringat ketika dokter mengatakan kalau Usman sedang berada diruang ICU, kemudian dia pergi.

Disisi lain Fahad & Aaliya sedang berdoa untuk Usman, Surayya yang ada disana bertanya pada Shaziya “Zain berada dimana?” ditempat lain, Zain berusaha naik dari pipa untuk masuk melalui jendela, dia memasuki ruangan ICU tempat Usman dirawat, dia melihat Usman yang tidak sadarkan diri, Zain mengatakan “orang-orang mengatakan buruk tentang ayah, tapi mereka tidak tahu seberapa hebat ayah” “Ayah, aku belum tumbuh, aku belum bisa berjalan sendiri, aku masih membutuhkan ayah untuk membantuku berjalan” Zain memegang tangan Usman dan menangis. Zain mengatakan “aku sangat mencintai dirimu, ayah” Aaliya selalu mengatakan kalau aku adalah seorang yang paling hebat, tapi menurutku orang hebat yang sesunguhnya adalah ayah, ayah adalah pahlawanku”. “Dokter mengatakan 12 jam kedepan adalah kondisi kritis bagi ayah, tapi aku tidak percaya pada mereka”. Aaliya memintaku berdoa untuk kesembuhan ayah. Kemudian Zain meletakkan sebuah kertas yang ditulis Aaliya di letakkan dekat Usman, dan Zain mulai membacanya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *