by

Serial Drama India : Sinopsis Beintehaa Episode 122 – Usman Tidak Sadar di Ruang ICU

-Debroo-62 views

Serial Drama India : Sinopsis Beintehaa Episode 122 –  Usman sedang bersiap-siap ke kantor, dia teringat bagaimana Surayya selalu membantunya setiap hari, tapi sekarang Surayya tidak membantunya hari ini, setelah selesai kemudian dia keluar, Surayya menghampirinya dengan membawa jus untuknya, tetapi Usman tidak memperhatikan lalu pergi.

Beintehaa Episode 122

Dipagi hari, Zain bangun dia melihat Aaliya sedang sholat subuh, pada saat yang sama Usman datang ke kamar mereka, dia duduk diam-diam dan melihat Aaliya yang sedang berdoa, Dia teringat bagaimana dia berjanji pada Ghulam kalau Zain akan menikahi Aaliya, dia juga teringat ketika Zain & Aaliya menikah, dia juga teringat bagaimana Zain mengatakan kalau dia tidak senang dengan pernikahan ini.

Setelah Aaliya selesai berdoa, dia melihat Usman ada disana, dia memberi salam padanya, mendengar itu, kemudian Zain menyadari kehadiran ayahnya, lalu dia menyambutnya, tiba-tiba Usman mendapat telepon dari kliennya, Usman mengatakan “aku tidak bisa datang, tapi Zain & Aaliya yang akan datang, lalu dia menutup teleponnya, kemudian Usman memberitahu pada Aaliya & Zain “kalian harus menghadiri pernikahan putri klien ku, mereka berdua setuju lalu Usman pergi.

Setelah Usman pergi, Aaliya bertanya pada Zain “ada apa?, Zain mengatakan “aku melihat kamu berdoa setiap pagi” mereka saling berpandangan, tiba tiba Aaliya mendapat SMS dari Zubair yg mengatakan “jangan sedih kalau aku pergi, tapi aku akan memenuhi janjiku untuk merancang kantor Zain, Aaliya merasa sedih, dia teringat bagaimana Surayya menamparnya dan memintanya untuk pergi.

Usman sedang bersiap-siap ke kantor, dia teringat bagaimana Surayya selalu membantunya setiap hari, tapi sekarang Surayya tidak membantunya hari ini, setelah selesai kemudian dia keluar, Surayya menghampirinya dengan membawa jus untuknya, tetapi Usman tidak memperhatikan lalu pergi.

Rizwan memuji Zubair yg telah merancang kantor Zain dengan begitu indah, Zubair berterima kasih padanya, dia mengatakan “aku harap paman akan menyukainya, kemudian dia mendapat telepon, lalu dia berkata pada Rizwan “aku memiliki beberapa pekerjaan penting aku harus pergi” lalu dia pergi.

Aaliya & Zain sedang berbaring di tempat tidur, Aaliya terlihat sedih, dia teringat semua kejadian itu, Aaliya mengatakan “Maafkan aku Zain” Zain mengatakan “aku juga merasa buruk ketika ibu menuduhmu berselingkuh dengan Zubair” Aaliya mengatakan “Zubair adalah sepupuku, aku bahkan tdak bisa berpikir dalam mimpi seperti itu, aku hanya mencintaimu Zain” mendengar itu, Zain mencium keningnya kemudian mereka berdua tidur dengan berpelukan.

Dikamar, Shaziya bertanya pada Surayya “mengapa ayah tidak bicara dengan ibu?” Surayya mengatakan “dia ingin aku meminta maaf pada Aaliya, tapi aku tidak akan melakukannya” tidak lama Aaliya datang ke sana dan berkata pada Usman “Paman, harus pergi ke kantor hari ini selama 15 menit setidaknya Zain membutuhkan bantuan Paman” Usman setuju lalu Surayya & Shaziya marah melihat Aaliya.

Zain & Aaliya datang ke pesta pernikahan, mereka bertemu dengan pengantin, mereka melihat penyanyi sedang mempersiapkan Qawali, tiba tiba dua orang anak menemui mereka, Zain bertanya nama mereka, mereka memperkenalkan diri mereka, Zain mengatakan “anak laki-laki akan bersaing dalam Qawali dengan anak perempuan, & anak laki-laki yang akan menang” Aaliya tidak setuju.

Zain & Aaliya mulai berkompetisi Qawwali dengan lagu tumse Milke dil ka hai Haal kya karen Mereka berdua mulai menari.

Anak-anak itu melihat seseorang, dengan senang hati mereka berlari menemuinya dan memanggilnya “Ayah” Aaliya melihat itu lalu pergi ingin menemui pria misterius itu, tapi pria itu pergi sebelum Aaliya menemuinya.

Usman sedang berada di hotel, dia ingin pergi ke atas, disisi lain, Zain & Aaliya masih menari di hotel, Usman masuk ke lift, Lift itu tiba tiba berhenti, Usman terjebak didalamnya, Usman meminta bantuan, dia memanggil nama Zain & Fahad, Zain menyadari ada sesuatu yg salah, dia memanggil “ayah, dan berlari dari sana” Aaliya mengikutinya, Usman jatuh pingsan di dalam lift.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *