by

Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 262 Bagian 2 – Persiapan Pernikahan Mahaputra

-Debroo-70 views

Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 262 Bagian 2 – Persiapan Pernikahan Mahaputra. Pangeran Mahaputra benar benar tidak percaya begitu mendengar ucapan Ajabde “Bagaimana bisa kamu menikah dengan orang lain, Ajabde?

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 262 Bagian 2 - Persiapan Pernikahan Mahaputra.
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 262 Bagian 2 – Persiapan Pernikahan Mahaputra.

Jangan pikirkan apa yang akan terjadi padaku tapi pikirkanlah tentang dirimu sendiri, kamu akan menangis terus sepanjang hidupmu, apakah kamu ingin menghabiskan seluruh kehidupanmu seperti itu?” ujar Pangeran Mahaputra cemas

“Pangeran Mahaputra, lebih baik kamu mengontrol dirimu sendiri” namun Pangeran Mahaputra menolak permintaan Ajabde “Aku tidak kekurangan apapun, aku adalah Pangeran Mahaputra Singh yang mendapatkan penghargaan tertinggi di seluruh negeri Rajputana, ibuku mengatakan padaku kalau aku ini adalah keturunan dari Maharaja Ram, bahkan kedua orang tuamu, Raja Mamrak Ji dan Ratu Hansa Bai berfikir kalau aku ini memiliki nilai yang sangat bagus, kamu lihat kan dalam pemujaan Gandharv? dimana banyak para putri raja yang mengantri dibelakangku untuk menikah denganku tapi aku tidak menyukai salah satu diantara mereka seperti aku menyukai kamu, jadi kenapa kamu dengan mudahnya mau saja menikah dengan orang lain? Aku tidak mau mendengarkan kamu, Ajabde! Aku telah memutuskan untuk menikah denganmu, sekarang aku hanya akan menikah denganmu saja!”

Tepat pada saat itu Ratu Uma Devi dan Ratu Bhatyani menghampiri mereka, kedua ratu culas ini tidak suka melihat kebersamaan Pangeran Mahaputra dan Ajabde, ketika kedua ratu culas ini bertanya tentang kebersamaan mereka berdua, Ajabde berbohong pada mereka dengan berkata “Kami baru saja sampai disini, Maharani”,

“Ajabde, pangeran Toranmal ingin melihat pantulan wajahmu di air, pergilah kesana” Ajabde menuruti perintah Ratu Uma Devi, Pangeran Mahaputra juga ingin ikut menemani Ajabde “Aku ikut, aku juga ingin melihat siapa laki laki yang beruntung ini”

kedua ratu culas itu menyetujuinya dan membiarkan mereka pergi berdua seraya berkata “Selama ini dia kan temanmu juga, jadi kamu bisa menemaninya” dengan bahasa tubuhnya Pangeran Mahaputra mempersilahkan Ajabde untuk berjalan terlebih dulu,

Ajabde langsung berjalan meninggalkan kedua ratu culas itu, Pangeran Mahaputra mengekornya di belakang, sepeninggal mereka berdua, Ratu Bhatyani merasa heran “Kakak, kenapa kamu mengijinkan mereka pergi bersama sama?” tanya Ratu Bhatyani cemas sambil memperhatikan kepergian Ajabde dan Pangeran Mahaputra yang berjalan saling bersisian “Segalanya akan terjadi menurut harapanku sekarang, Bhatyani, aku mengirimkan mereka berdua kesana bersama sama karena inilah saatnya untuk membalas airmata Phool yang telah keluar selama ini” ujar Ratu Uma Devi

Raja Mamrak Ji mengajak pangeran Toranmal pergi ke suatu ruangan dimana di ruangan itu nanti dia bisa melihat pantulan wajah Ajabde, Raja Mamrak Ji menyuruh Toranmal untuk menunggu kedatangan Ajabde, kemudian Raja Mamrak Ji berlalu meninggalkan ruangan tersebut, sementara Toranmal menunggu kedatangan Ajabde dengan harap harap cemas.

Di sepanjang koridor istana, Ajabde dan Pangeran Mahaputra sedang berjalan bersama sama bersisian, tiba tiba Pangeran Mahaputra menghentikan langkah Ajabde, Ajabde bingung “Kenapa kamu berhenti, pangeran? Jendelanya ada disana” ujar Ajabde cemas

“Laki laki itu tidak boleh melihat Ajabde jadi aku ingin melihat laki laki itu lebih dekat, aku bahkan salah mengeja namanya namun akan aku perbaiki“ bathin Pangeran Mahaputra dalam hati, sementara itu Ajabde sangat gugup dan sangat terkejut dengan perhatian Pangeran Mahaputra yang ingin bertemu dengan Toranmal

“Kamu ini sangat percaya diri tadi tapi kenapa sekarang sangat gugup?” Ajabde menolak anggapan Pangeran Mahaputra yang mengira dirinya gugup “kamu bisa pergi kemanapun kamu ingin pergi” ujar Pangeran Mahaputra kemudian meninggalkan Ajabde disana,

Ajabde terus menerus melihat kepergian Pangeran Mahaputra dengan tatapan nanar yang kemudian menghilang dari pandangan matanya, salah satu pelayan mengabarkan pada Ajabde “Putri Ajabde, kamu harus melanjuntukan berjalan seperti yang di tunjukkan ke jendela tertentu” kemudian Ajabde berjalan lagi menuju ke jendela yang dimaksud,

Di dalam ruangan, Toranmal masih terus menunggu Ajabde dengan perasaan gelisah, dari arah luar, Pangeran Mahaputra bisa melihat wajah Toranmal dari lubang lubang jendela, ketika Ajabde hampir saja melewati jendela itu, Pangeran Mahaputra segera melemparkan batu kerikil ke arah bejana yang berisi air sehingga membuat gelombang yang membuyarkan pantulan wajah Ajabde,

Toranmal tidak bisa melihat dengan jelas wajah Ajabde, ketika Toranmal mendongak ke atas hendak melihat ke arah jendela, Ajabde sudah berlalu dari sana, Toranmal segera meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal dan marah, tak lama kemudian Ajabde kembali lagi ke dekat jendela namun Toranmal tidak sempat melihatnya,

Pangeran Mahaputra malah menghampiri Ajabde sambil tersenyum senang dan melihat pantulan wajah Ajabde di wadah kecil yang berisi air, Ajabde terkejut ketika menyadari apa yang telah Pangeran Mahaputra lakukan, Ajabde memuji tujuan Pangeran Mahaputra “Pangeran, aku harap kamu bisa mengerti keadaannya, ini adalah persoalan yang sangat serius”

Pangeran Mahaputra malah tertawa terbahak bahak melihat keseriusan di wajah Ajabde “Aku bisa melihat ke dalam kedua bola matamu dan aku juga bisa membaca hatimu itu, kamu itu bukan pembohong yang baik, namaku adalah Pangeran Mahaputra Singh” ujar Pangeran Mahaputra geli sambil menaruh wadah air itu

“Pangeran Mahaputra, aku telah memutuskan untuk melanjuntkan pernikahan ini, aku sangat berharap padamu untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi, hal ini tidak cocok buat kamu” namun Pangeran Mahaputra tidak siap untuk mengalah “Kamu pikir aku tidak bisa melihat sinar harapan terakhirmu di kedua bola matamu itu tentang pernikahan kita?

Mata Ajabde langsung tertunduk kemudian mereka berdua bertengkar dengan lucunya “Aku ingin tahu kenapa kamu setuju untuk membiarkan aku ikut denganmu?” tanya Pangeran Mahaputra penasaran “Karena aku berjanji untuk tidak akan membiarkan kamu memiliki keragu raguan mulai dari sekarang” ujar Ajabde kesal,

Pangeran Mahaputra mungkin memang bisa menyembunyikan penderitaannya tapi dia tidak bisa mengontrol keinginannya untuk tertawa terpingkal pingkal “Kamu ini bicara seolah olah akan pergi menjauh dariku tapi pada kenyataannya kamu masih berada disini” ujar Pangeran Mahaputra sambil terus tertawa,

ketika Ajabde hendak pergi meninggalkan Pangeran Mahaputra tiba tiba berbalik dan menanyakan hal itu “Kenapa kamu datang ke depanku dan tidak ada jalan disekitarnya bagimu, pangeran” Pangeran Mahaputra kemudian berjanji pada Ajabde “Suatu saat nanti, ketika kita menikah, kamu tidak akan pernah menyuruhku pergi menjauhi kamu”,

“Hal itu tidak akan pernah terjadi, pangeran!” namun Pangeran Mahaputra sangat berharap hal itu akan terjadi, kemudian Pangeran Mahaputra melayangkan sebuah koin diudara dan memberikannya pada Ajabde “Ini buat pangeran Toranmal-mu itu kemudian Pangeran Mahaputra memberikan beberapa kerikil yang dibawanya dan diberikannya pula ke Ajabde, kemudian pergi dari sana, Ajabde berharap kalau tamu tamunya itu akan aman dari sifat nakalnya Pangeran Mahaputra. Sinopsis Mahaputra Episode 262 Part 2

Ratu Uma Devi dan Ratu Bhatyani sedang berjalan di sepanjang koridor dan dari kejauhan mereka melihat Pangeran Mahaputra sedang keluar dari tempat Ajabde berada, Pangeran Mahaputra langsung menghentikan langkahnya ketika mereka berpapasan di jalan,

Pangeran Mahaputra memberikan salam pada kedua ratu culas itu kemudian pergi meninggalkan mereka berdua “Aku yakin hubungan tali pernikahan ini bisa saja batal jika Toranmal tahu tentang Ajabde yang mempunyai perasaan suka pada Pangeran Mahaputra, begitu pula sebaliknya,

Pangeran Mahaputra juga menyukai Ajabde, aku telah melihat sebagian besar orang orang yang kuat langsung melarikan diri dari medan pertempuran begitu melihat Pangeran Mahaputra, calon pengantin priamu itu tidak begitu special, kak” ujar Ratu Bhatyani cemas namun Ratu Uma Devi mencoba meyakinkan adiknya itu “Tenang saja, Bhatyani, aku yakin tidak akan ada yang berjalan keliru sekarang, aku akan memastikan itu” ujar Ratu Uma Devi sambil tersenyum licik

Chakrapani ingin tahu bagaimana caranya Pangeran Mahaputra akan menghentikan pernikahan Ajabde dengan laki laki lain “Aku yakin aku akan menemukan caranya, Chakrapani, berita baiknya, laki laki itu belum melihat seperti apa wajah Ajabde, hari pertunangan tidak bisa di konfirmasi sampai hal ini terjadi” ujar Pangeran Mahaputra yang saat itu telah tiba di ruang pertemuan dimana para orang tua sedang berkumpul disana,

Raja Mamrak Ji bertanya pada Toranmal “Pangeran Toranmal, apakah kamu menyukai Ajabde?” Toranmal bingung apa yang harus dia katakan karena dia tidak bisa melihat Ajabde dengan jelas, Toranmal teringat insiden di ruangan itu ketika dirinya menunggu Ajabde lewat, dari kejauhan Pangeran Mahaputra sangat pecaya diri bahwa Toranmal akan mengatakan tidak

namun tiba tiba Pangeran Mahaputra terkejut karena ternyata Toranmal memuji Ajabde, Raja Uday dan Ratu Jaywanta nampak tidak bahagia sementara Raja Mamrak Ji dan Ratu Hansa Bai memeluk kerabat baru mereka yaitu calon besan, sedangkan Chakrapani yang melihatnya bersama Pangeran Mahaputra merasa geram, Chakrapani ingin menghardik Toranmal saat itu juga namun Pangeran Mahaputra mencegahnya “Aku tahu apa yang harus aku lakukan, Chakrapani” ujar Pangeran Mahaputra sambil berlalu dari sana.

Dan akhirnya pertunangan Ajabde dan Toranmal di tetapkan dua hari lagi, Raja Uday dan Ratu Jaywanta memberikan selamat pada para orang tua yang berbahagia itu, kemudian Ratu Jaywanta segera meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Ratu Veer Bai dan Raja Uday yang mengejutkan Ratu Hansa Bai.

Di kamarnya, Ajabde teringat lamaran Pangeran Mahaputra padanya, Ajabde tahu kalau Pangeran Mahaputra menderita setelah mengetahui tentang hubungan pernikahannya yang segera dilaksanakan, Ratu Uma Devi datang menemui Ajabde, Ratu Uma Devi nampak tidak suka ketika melihat Ajabde tanpa make up dan perhiasan

“Ajabde, bagaimana jika mertuamu melihat kamu seperti ini? Kamu seharusnya mengenakan semuanya sekarang, aku akan melakukannya untuk kamu” sambil membantu Ajabde berdandan, Ratu Uma Devi bercerita pada Ajabde tentang betapa bersemangatnya Phool yang akan menikah dengan Pangeran Mahaputra

“Dia juga mendapatkan banyak sekali pakaian yang indah indah, perhiasan, sama seperti kamu, aku senang kalian berdua telah melupakan apapun yang telah terjadi di masa lalu dan memulai hidup baru dengan pilihan pria yang tepat untuk diri kalian sendiri, kamu terlihat sangat cantik, Ajabde, aku akan memanggilmu sekali lagi kalau semua persiapan telah selesai” Ajabde hanya terdiam sambil melihat dirinya di kaca rias dengan perasaan khawatir yang tergambar di wajahnya yang polos begitu mendengar ucapan Ratu Uma Devi.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *