by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 260

-Debroo-122 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 260. Pangeran Mahaputra mengambil hadiah Ajabde dari tempat tidurnya. Pangeran Mahaputra membuka tali yang mengikat pembungkus hadiah itu, tapi ia berhenti karena Pangeran Mahaputra teringat kata-kata Ajabde tentang bagaimana kedekatan mereka telah mempengaruhi orang lain yang akan tersakiti.

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 260
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 260

Pangeran Mahaputra tidak jadi membuka hadiah itu, dan meletakkannya lagi ke tempat tidur. Saat itulah Ratu Bathiani datang untuk berbicara dengan Pangeran Mahaputra dan Pangeran Mahaputra segera menyembunyikan hadiah itu. Ratu Bathiani bertanya apa yang dia sembunyikan. tapi Pangeran Mahaputra mencoba untuk mengalihkan itu. Bathiani menebak hadiah itu pasti dari Ajabde.

Pangeran Mahaputra mengangguk menjawab pertanyaan bathiani.”Kau adalah masa depan Mewar, bahkan seluruh India. Jika kau terjebak di masa lalu seperti ini maka kemajuanmu akan terhambat. Dharma kamu terhadap bangsamu akan mengambil tahta di kemudian hari.” Jelas Bathiani pada Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra menjawab kalau dia tahu bahwa Bathiani mengatakan hal yang benar. Bathiani mengambil tangan Pangeran Mahaputra dan menggenggamnya. “Phool mencintaimu dan cukup baik untuk kamu. Ini akan menjadi ketidakadilan padanya jika kau akan terus berpikir tentang masa lalumu. Sejauh yang saya tahu tentangmu, kau tidak dapat melakukan ketidakadilan kepada siapa pun.” Jelas Bathiani dan Pangeran Mahaputra setuju untuk mengingat ucapan Bathiani selamanya.

Chakrapani datang kesana sehingga Ratu Bathiani memutuskan untuk keluar dari kamar Pangeran Mahaputra. Setelah Bathiani pergi, Cakrapani langsung mendekati Pangeran Mahaputra dan ia ingin mengatakan sesuatu namun Pangeran Mahaputra menghentikannya untuk tidak mengatakan apa-apa lagi mengenai Ajabde.

Cakrapani melihat hadiah Ajabde yang terletak ditempat tidur. “Perasaan Anda tidak akan pergi jika Anda tidak membukanya.” Jelas Cakrapani hingga Pangeran Mahaputra akhirnya setuju untuk melihatnya.

Diruangan lain, terlihat Ratu Jaywanta sedang mengawasi beberapa pekerja istana, Ratu Jaywanta menyuruh para pekerja untuk mengirim barang sebagai shagun kepada Marwar. Raja Uday menghampirinya dan seluruh Pekerja langsung pergi membiarkan mereka berbicara berdua.

Uday Sing ingin berbicara mengenai perubahan mendadak Jaywanta yang setuju untuk menikahkan Pangeran Mahaputra dan Phool. “Saya menyadari bahwa ada sesuatu yang salah ketika saya menerima surat Bathiani ketika saya berada di Bijolia. Bagaimana kau begitu tiba-tiba berubah?” Tanya Uday Singh pada Jaywanta. Ratu Jaywanta menjawab “Saya menghargai Phool.”.

“Tapi saya mengetahui kau lebih menyukai Ajabde?” Tanya Raja Uday kembali. “Ajabde juga melakukannya demi Rajputana. Jalal masih musuh kuat kita. Dalam situasi ini menjadi tugas kita untuk membuat Mewar ini menjadi sekuat yang kita bisa. Anda pasti juga mengingkan hal ini?” Jelas Ratu Jaywanta dan Raja Uday menegaskan hal itu.

“Jaywanta baji, Dulu aku berpikir seperti ini juga. dan kau juga merasakannya sekarang?” Ucap Raja Uday yang menegaskannya. dan Ratu Jaywanta berbicara tentang pertukaran shagun antara Marwar dan Mewar. Ini berarti bahwa semua orang senang dengan aliansi ini.

Raja Uday menanyakan pada Jaywanta apakah ia ingin mengambil rencana ini? Ratu Jaywanta hanya mengangguk sebagai jawabannya. Setelah mendengar jawaban Ratu Jaywanta, Raja Uday memutuskan untu pergi, namun Jaywanta langsung menghentikan langkahnya.

Ratu Jaywanta ingin mengirim beberapa perhiasan untuk Phool dan dia Ingin Raja Uday meminta Rawat ji untuk mengirim perhiasan mereka itu pada Marwar. Raja Uday menyetujuinya dan segera pergi dari sana. Disisi lain, terlihat Ratu Bathiani sedang melihat perhiasan dan pakaian untuk dirinya sendiri. Ratu Jaywanta yang juga berada disana meminta VeerBaai untuk memilih sesuatu juga untuk dirinya sendiri.

VeerBai merasa senang mendengarnya. Sedangkan Ratu Bathiani sudah memilih satu gaun dan meminta persetujuan dari Ratu Jaywanta. Ratu Jaywanta menjawab kalau mereka bisa memilih semua apa yang diinginkan. Saat itulah Raja Uday lewat disekitar sana dan mengamatinya dari kejauhan, ia tampak tidak senang dengan hal tersebut.

Raja Uday mengatakan pada Rawat, “Rawat Ji, saya akan datang untuk puja Ekadashi setiap bulan. anda pergilah dulu, saya akan bertemu Anda nanti.” Perintah Raja Uday dan Rawat ji menuruti perintahnya. VeerBaai menghampiri kedua Ratu Mewar itu dan mengatakan penilaiannya bahwa warna baju pada pilihan Bathiani sedikit cerah untuk Phool.

Bathiani setuju dengan pendapatnya, tapi ia menambahkan bahwa orang-orang seperti mereka tidak harus selalu mengenakan pakaian berwarna sangat terang. Bathiani sedikit merendahkan Veerbaai, “Kau hanyalah gadis seorang Samant. Jika anda tinggal dengan saya, maka Anda akan mengerti segalanya.” Jelas Bathiani pada Veerbai dengan geramnya.

VeerBaai mencoba menjelaskannya. “mungkin bagi kakak itu adalah hal yang benar tapi warna pakaian mencerahkan tergantung pada orang yang memakainya, dan bukan karena latar belakang mereka. Saya menemukan warna ini sedikit cerah untuk gadis yang cerdas seperti Phool.” Jelas Veerbai yang mengeluarkan pendapatnya.

Ratu Jaywanta tersenyum atas ketidak nyamanan Bathiani. Saat itulah Uday Singh yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka, langsung menyela mereka. Sinopsis Mahaputra Episode 260

Uday singh mengatakan keputusan semua ini dilakukan oleh pengantin pria, yaitu Pangeran Mahaputra sendirilah yang menentukannya. Sedangkan Pangeran Mahaputra yang berada dikamarnya sudah membuka hadiah dari Ajabde yang berupa kertas, dan Pangeran Mahaputra merasa takjub dengan surat itu yang berisikan sebuah panchang dari 100 tahun yang lalu.

Chakrapani menambahkan bahwa Pangeran Mahaputra akan dapat memutuskan dasar dari panchang ini. “Anda juga dapat memilih hari terbaik untuk sesuatu seperti perang, puja, pernikahan dan anak-anak, apa pun itu. Ini akan memandu Anda untuk hal-hal baik dan buruk dalam hidup Anda.

Ajabde melakukannya dengan presisi utama. Anda beruntung bahwa dia berpikir banyak untuk Anda.” Jelas Cakrapani yang memuji pemikiran Ajabde menginai hadiahnya itu. Sesaat Pangeran Mahaputra teringat ucapan Bathiani, bahwa ia tidak harus terjebak di masa lalunya karena akan menghambat pertumbuhan dan pemikirannya. Senyuman Pangeran Mahaputra pudar setelah mengingat semua Ucapan Bathiani.

Pangeran Mahaputra tidak setuju dengan ucapan Cakrapani. “Bagaimana mungkin seseorang bisa membuatnya untuk 100 tahun?” Tanya Pangeran Mahaputra dengan bingung. dan Chakrapani mencoba menjelaskan kepadanya tentang semua yang telah Ajabde lakukan untuk membuat semuanya.

Pangeran Mahaputra menyadari bahwa Cakrapani telah membuat itu dengan Ajabde. “Apakah semua ini adalah kau yang membuatnya bersama Ajabde?” Selidik Pangeran Mahaputra penuh curiga. Chakrapani langsung menyangkalnya. “Aku tidak bisa melakukannya untuk Anda.

Ajabde telah memanggil para guru yang terbaik dengan bantuan yang dia buat untuk Anda. Itu semua idenya.” Jelas Cakrapani yang mencoba meyakinkan Pangeran Mahaputra. dan Pangeran Mahaputra langsung memujinya. “Wah..bagaimana dia bisa berpikir tentang semua ini? Ditambah lagi, dia bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat. Aku sangat kagum mendengarnya.” Puji Pangeran Mahaputra.

dan Chakrapani mencoba mengingatkan Pangeran Mahaputra tentang mereka yang saling merawat satu sama lain disaat keduanya sakit. Pangeran Mahaputra menegaskan Cakrapani untuk tidak membahas itu lagi dan menyuruhnya pergi. “Kenapa kau terus mengulangi hal yang sama berulang-ulang?” Tanya Pangeran Mahaputra tidak suka.

“Bajirat, Ini belum terlambat. Anda harus memberitahu keluarga Anda bagaimana perasaan Anda tentang semuanya. Kalian berdua ditakdirkan untuk bersama. Mengapa Anda lari dari kebenaran ini?” Tanya Cakrapani pada Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra langsung menyangkalnya, “aku hanya ingin mengikuti dharma sekarang. itu mengisyaratkan terhadap saya dan pernikahan saya dengan Phool. Saya akan melakukan itu saja.” Jelas Pangeran Mahaputra dengan mata yang berbinar.

Saat itulah mereka terkejut dengan kedatangan Raja Uday, Raja Uday menghampiri keduanya dan mengungkapkan kebahagiaannya atas panchang tersebut, ia meminta panchang itu dan Pangeran Mahaputra memberikan Panchang itu kepada Ayahnya.

Raja Uday tampak senang melihat pancang itu. “Cakrapani, apa kau yang telah membuatnya? Aku sangat menghargai usaha mu. Ini tidak tersedia di mana saja dan benar-benar sulit untuk membuatnya.” Puji Raja Uday dengan bangganya. Chakrapani memberikan penjelasan kalau itu adalah buatan Ajabde, Raja Uday terkejut mendengarnya.

dan Cakrapani masih menjelaskan “Ajabde telah mengatur untuk segala sesuatu yang diperlukan untuk menempatkan ini ke dalam gambar.” Jelas Cakrapani pada Raja Uday. Pangeran Mahaputra hanya diam saja dan tertunduk sedih akan hal itu. Sinopsis Mahaputra Episode 260

Uday Singh menyadarinya, ia melihat raut sedih di wajah Pangeran Mahaputra. “Pangeran Mahaputra, pergilah. Kau harus membantu Rani Ma menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk pernikahan mu.” Perintah Raja Uday, dan Pangeran Mahaputra segera pergi dari sana dengan perasaan sedih.

sementara itu Uday Singh tampak berpikir mengenai semuanya. Diperbatasan, pasukan Mughal tampak menyerang sebuah perkampungan. Jalal memperingatkan pemberontakan untuk menundukkan kepala mereka di hadapannya. tentara Jalal menyerang mereka tanpa ampun. Mereka menantang pasukan Mughal untuk bertarung. “Kami tidak akan menyerah sampai kami masih hidup. Kami akan bertarung dengan Anda.”

Teriak salah satu masyarakat disana yang menentang perintah Jalal, salah satu Prajurit Mughal menyuruhnya untuk berlutut didepan Jalal sambil mengacungkan pedang dilehernya, namun dia tetap menolak untuk berlutut di depan Jalal. Jalal sangat geram mendengarnya dan segera turun dari kudanya. Jalal meminta orang itu untuk berlutut padanya, tapi orang itu menolaknya.

Jalal tampak geram mendengar penolakan dari orang itu dan Jalal mulai memukulinya tanpa ampun. Kemudian Jalal menarik lehernya, “kau tidak bisa menghentikan saya untuk mengambil alih Rajputana ini. Tidak ada yang bisa menentang seorang Jalaludin M Jalal.” Teriak Jalal sambil memukul orang itu berkali2.

Bairam Khan mencoba untuk menghentikan Jalal yang masih memukul orang itu dimana wajahnya sudah berlumuran darah, tetapi usaha Bhairam Khan itu hanyalah sia-sia. Bhairam akhirnya harus menggendong Jalal, hingga Jalal menjatuhkan tubuh orang itu yang terlihat sudah tidak bergerak lagi, mati. Dengan geram Jalal mengatakan kalau ia ingin melakukan hal yang sama dengan Pangeran Mahaputra suatu hari nanti.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *