by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 259

-Debroo-82 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 259. Pangeran Mahaputra keluar dari istana dengan wajah yang sedih, semuanya yang ada diluar hanya diam menatap kearah Pangeran Mahaputra. Raja Uday menanyakan apa yang terjadi padanya

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 259
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 259

Pangeran Mahaputra mengatakan tidak ada apa2 dan mengajak ayahnya untuk segera berangkat. Kemudian Pangeran Mahaputra dan Raja Uday pamit pada Mamrat Ji dan Hansa Bai. Ajabde yang berada dibalkon istananya tampak menangis saat melihat mereka akan pergi.

Ajabde teringat saat-saat kenangan yang menyenangkan antara mereka berdua dan begitu pula undangan pernikahan Pangeran Mahaputra yang diberikan untuknya. Pangeran Mahaputra melirik ke atas balkon mencari2 sosok Ajabde yang tidak bisa ia lihat, dan Raja Uday menyadari itu dan memahami situasinya.

Raja Uday terus mengingatkan kepada Pangeran Mahaputra bahwa mereka harus meninggalkan Bojolia secepat mungkin, keduanya langsung menuju kuda mereka. Ajabde semakin menangis karena mereka akhirnya berangkat dari Bijolia.

Saat Pangeran Mahaputra sudah berada diatas kuda, ia kembali melirik kearah balkon kamar Ajabde, dan Raja Uday kembali memanggilnya berkali2, hingga akhirnya mereka mulai berjalan meninggalkan Bijolia.

Melihat itu, Ajabde langsung terduduk dan menyandarkan dirinya ketempat tidur. Ajabde menangis terisak2, Hansa Bai datang menghampirinya dan Ajabde langsung memeluk ibunya. Hansa Bai menyeka air mata putrinya.

“Ma, aku sangatlah bodoh dan emosional. Aku berpikir setelah ini aku akan mendapatkan ketenangan emosi dan pikiranku. tetapi ini tidak seperti itu. Setelah begitu banyak mempelajarinya dan bahkan setelah ini kepercayaanku tidak bisa mengendalikannya sendiri. Aku tahu bahwa Kunwar Pangeran Mahaputra dan aku tidak akan pernah bisa bersama-sama. Setiap kali dia datang di depanku, aku mulai melihat mimpi yang tidak pernah bisa menjadi kenyataan, tapi hatiku tidak siap untuk memahaminya. Kadang-kadang, aku ingin mimpi ini menjadi kenyataan. Sebagai kecil Aku ingin dia menikah dengan Phool agar mimpi ini akan berhenti. Aku dan ibu mimpi itu berhenti dikemudian hari.” Isak Ajabde didepan ibunya dengan berlinangan air mata.

Hansa Bai merasa sedih mendengar penuturan Putrinya itu, kemudian ia mencium dahi Ajabde dengan lembut.

“Semua orang bisa bermimpi. Kau tidak harus menyalahkan diri sendiri untuk itu. itu adalah permainan takdir tapi kali ini aku merasa bahwa keputusan terakhir telah diambil. Tidak tahu apa nasib selanjutnya yang akan diberikan untuk kita.” Jelas Hansa Bai pada Ajabde, dan Ajabde langsung memeluk ibunya dalam isak tangisnya. Saat itulah, Terlihat Surat Phool masih tergeletak dilantai.

Di Marwar, Uma Devi manarik Phool, karena ia ingin menunjukkan pada Phool semua persiapan yang telah ia lakukan untuk pernikahannya, Phool menanyakan untuk apa semuanya. “Aku akan mengirim ini semua ke tempat mertua kamu.” Tutur Uma Devi Pada Phool.

Dia telah menyiapkan pakaian khusus untuk semua orang kecuali VeerBaai. “Aku ingin mereka (Rani Mewar) semua menjadi bahagia bersama kamu.” Jelas Uma Devi sambil menarik Phool, kemudian Dia juga menunjukkan perhiasan2 yang telah ia persiapkan. Phool langsung menghentikan neneknya itu. “Dadaji,kenapa kau melakukan semua ini?” Tanya Phool pada Uma Devi.

Uma Devi menjelaskan padanya tentang pernikahannya dengan Pangeran Mahaputra. Phool mengatakan pada Uma Devi untuk tidak mengirimkannya ke Mewar. “Saya ingin kau menunggu untuk sementara waktu karena aku sedang menunggu jawaban dari seseorang.” Jawab Phool pada uma Devi, Phool teringat suratnya yang ia kasih kepada Ajabde. Uma Devi merasa bingung dengan ucapan Phool, kemudian Phool mencoba memberinya alasan lain.

Kedatangan Raja Uday dan Pangeran Mahaputra disambut di istana Mewar oleh Rawat ji. VeerBai terlihat senang bahwa Raja Uday selamat. Kilas balik kemenangan Pangeran Mahaputra ditampilkan saat mengambil Alwar dan Ajmer dari tangan Mughal.

Setelah flashback berakhir, Raja Uday dan Pangeran Mahaputra melangkah menghampiri Ratu2 mewar yang juga ikut menyambut kedatangan mereka. Sesampainya di depan Ratu Jaywanta, Pangeran Mahaputra langsung mengambil berkah dari ibunya, kemudian ia juga mengambil berkah ke semua Ratu Mewar.

Ratu Jaywanta melakukan aarti pada Raja Uday. Ratu Jaywanta terlihat senang melihat Raja Uday baik2 saja. Jaywanta mengatakan kepada Raja Uday bahwa semua kebahagiaannya saling berhubungan dengan kebahagiaan dia. Ratu Bathiani ikut berbicara dan langsung membahas tentang periapan untuk pernikahan Pangeran Mahaputra.

Suasana pun menjadi tegang. Raja Uday berusaha mengalihkan topik dan menyuruh Pangeran Mahaputra untuk menceritakan kemenangannya pada Ratu Jaywanta. Sinopsis Mahaputra Episode 259

Pangeran Mahaputra menghampiri ibunya dan mengatakan pada Jaywanta. “Rani Ma, sebenarnya aku mendapat dua peluang untuk membunuh Raja Mughal tapi itu semua hilang di antara kesempatanku.” Jelas Pangeran Mahaputra pada ibunya. Ratu Jaywanta senang mendengarnya, Jaywanta mengatakan kalau Pangeran Mahaputra telah mengikuti dharmanya.

“Kau dapat meninggalkan musuhmu 100 kali, jika kau harus berpikir tentang dharmamu.” Jelas Jaywanta pada putranya itu.

Pangeran Mahaputra mengangguk mengetahui sepenuhnya dengan baik. Ratu Jaywanta ingin memberkati Pangeran Mahaputra dengan tilak, tapi dia tidak melakukan tilak itu hari ini dan memberinya sebuah kejutan. Ratu Jaywanta ingin VeerBaai melakukan tilak kali ini.

Ratu Bathiani terlihat tidak begitu bahagia, tetapi ia berusaha menyembunyikan itu. “dia adalah bagian dari keluarga kita juga.” Jelas Bathiani dengan pura2 bahagia dihadapan Raja Uday. VeerBaai pun melakukan tilak dan Aarti pada Pangeran Mahaputra.

Setelah itu Bathiani kembali membicarakan tentang persiapan pada Pangeran Mahaputra, dan dia juga mengatakan bahwa dia telah melakukan persiapan itu untuk Pangeran Mahaputra.

Saat mereka sudah berada didalam istana, Raja Uday dan Pangeran Mahaputra terkejut ketika melihat ada emas di atas timbangan, Rawat Ji langsung menjelaskan bahwa itu semua adalah hadiah dari Maldev ji. Pangeran Mahaputra terkejut mendengarnya, dan Rawat Ji kembali menjelaskan,

“Maldev Ji ingin mengucapkan terima kasih untuk ajmer dan Alwar dengan emas ini.” Mendengar itu Pangeran Mahaputra langsung menjelaskan pada ayahnya, “Saya tidak memberikan Ajmer kepada Marwar untuk dibalas kembali dengan sesuatu. Saya melakukan apa yang seharusnya dilakukan.” Jelas Pangeran Mahaputra pada Raja Uday.

Ratu Bathiani meminta Pangeran Mahaputra untuk mempertimbangkan perasaan Maldev ji, karena dia akan menjadi marah jika hadiah itu tidak diterima.kemudian Uday Sing mengatakan pada Pangeran Mahaputra untuk duduk di timbangan itu.

Pangeran Mahaputra menuruti perintah Ayahnya, setelah proses penimbangan itu selesai, Pangeran Mahaputra langsung memberitahu Rawat ji untuk mendistribusikan emas itu kepada Rakyat mereka. Rawat ji mengangguk dan berteriak memberi pujian pada Pangeran Mahaputra, semua orang tampak senang dengan hal tersebut. Sinopsis Mahaputra Episode 259

Kini terlihat Ratu Jaywanta sedang membersihkan kaki Raja Uday dengan air mawar. Bathiani yang juga ada disana langsung mengungkapkan pemikirannya pada Raja Uday. “Sepertinya saya membuat kesalahan dengan berbicara tentang pernikahan Pangeran Mahaputra di depan anda diwaktu yang tidak tepat, tapi saya ingin mendengar jawaban yang benar.

Saya harus mengirim undangan ke seluruh negara Rajputana. Saya harus membuat daftar untuk segalanya.” Jelas Bathiani. Raja Uday hanya diam saja, dan beralih pada Ratu Jaywanta yang sedang mengelap kakinya. Raja Uday menjelaskan pada Jaywata Bai bahwa dia terkejut mengetahui bahwa Jaywanta setuju untuk aliansi ini dengan begitu cepat.

“itu sangat bermanfaat untuk seluruh Rajputana. Bagaimana saya bisa melawan Rajputana?” Jelas Jaywanta pada Raja Uday, kemudian Jaywata segera pergi dari sana dengan ekspresi yang kaku.

Ratu Bathiani ingin berbicara lagi tentang undangan itu tapi Udai Singh langsungmenyela pembicaraannya. “Saya senang melihat kegembiraan anda, tetapi sekarang saya ingin beristirahat.” Bathiani mengangguk mendengar ucapan Raja Uday.

Kemudian Raja Uday segera pergi meninggalkan Ratu Bathiani. Dia tampak khawatir tentang reaksi Raja Uday. “seharusnya Rana Ji senang dengan aliansi ini, tetapi kenapa dia tidak terlihat senang.” Gumam Bathiani atas ekspresi Raja Uday yang mencoba mengelak mengenai pernikahan Pangeran Mahaputra.

Di perbatasan Mughal, terlihat pasukan Mughal berada di atas bukit. Bairam Khan menunjukkan kepada Jalal tentang pemberontakan mereka. Jalal ingin membuktikan kemampuannya di sini dan mengambil Gujarat sebanyak yang ia bisa.

“Hal ini akan membantu saya dalam mendapatkan maksimum Rajputana. Ini akan memberikan pelajaran bagi semua orang Rajputana yang telah mendukung Mewar.” Ucap Jalal dengan geramnya, dan Bairam Khan terlihat berpikir atas ucapan Jalal itu.

“Saya tidak tahu bahwa Anda punya rencana besar.”Jelas Bhairam Bingung pada Jalal. dan Jalal menjelaskan semuanya. “Ini adalah perencanaan yang besar ketika datang untuk menang atas Rajputana. Saya keluar untuk berburu singa, maka saya harus mengurus seluruh keluarganya juga. Saya tidak akan menyisakan siapa pu!” Jelas Jalal dengan bangga. dan Bairam Khan mulai membimbing Jalal untuk memulai formasi mereka. Sinopsis Mahaputra Episode 259

Dimewar, terlihat Pangeran Mahaputra sedang mempertajam pedangnya dengan menggunakan batu, sambil mengingat kejadian baru-baru ini di Bijolia. Pangeran Mahaputra semakin membolak balik pedangnya diatas batu itu dengan penuh emosi

Hingga akhirnya Pangeran Mahaputra menghentikan kegiatannya itu dan berbalik kebelakang, memandang Hadiah dari Ajabde yang terletak dia atas kasur. Pangeran Mahaputra menghampirinya dan mengambil hadiah Ajabde itu. Ketika ia akan melepaskan Tali yang mengikat pembungkus itu

Pangeran Mahaputra segera berhenti di tengah jalan karena ia ingat kata-kata Ajabde tentang bagaimana kedekatan mereka telah mempengaruhi hubungan orang lain yang akan tersakiti. Pangeran Mahaputra bertanya-tanya dalam diam tentang masalah / dilemanya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *