by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 258

-Debroo-102 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 258. Pagi Harinya, Mamrat ji, Raja Uday, Pangeran Mahaputra dan Chakrapani datang untuk mencari berkah pada shiv ji. Sesesorang yg berada di pemujaan itu mengatakan kepada Mereka untuk menghapus ornamen (melepaskan perhiasan mereka) dan masuk ke dalam seperti orang biasa.

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 258
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 258

Raja Uday melihat Pangeran Mahaputra mencari sesuatu di sekitar candi (atau seseorang). Raja Uday bertanya pada Mamrat ji tentang Ajabde. “Mereka mengatakan bahwa Ajabde sudah tiba ke tempat ini di pagi hari dengan ibunya. Mereka datang ke kuil untuk puja.” Jelas Mamrat ji pada Raja Uday. dan Raja Uday memuji Ajabde lagi. Setelah itu, semuanya mulai melepaskan perhiasan mereka untuk memulai pemujaan.

Pangeran Mahaputra memberikan semua perhiasannya pada viadz ji, namun Kalaung terjatuh, dan Pangeran Mahaputra tidak menyadari kalung Ajabde terjatuh kelantai, setelah itu Pangeran Mahaputra pergi dengan Chakrapani.

Mamrat Ji melihat kalung itu dan mengambilnya, Raja Uday menyadarinya. Raja Uday mengakui kalau kalung itu milik Pangeran Mahaputra. Tapi Mamrat ji mengatakan kepadanya tentang kebenaran bahwa itu milik Ajabde. “Ibunya telah memberikan kalaung ini kepadanya. Saya ingat bahwa saya telah membawanya dari Kashi.” Jelas Mamrat ji.

Raja Uday kembali menjawab “Saya juga melihat Pangeran Mahaputra memakainya hingga sekarang.” Jelas Raja Uday. Mamrat ji hanya terdiam mendengarnya.

Dihutan, Jalal sedang tertidur, tapi ia terbangun saat ia mendengar Bairam Khan marah kepada prajuritnya tentang pemberontakan. Bairam Khan melihat Jalal datang menghampirinya, dan ia segera meminta maaf kepada Jalal yg telah membangunkan dia. “Aku tidak bisa mengendalikan diri setelah melihat kondisi tentara kita.” Jelas Bhairam Khan pada Jalal.

Dan Jalal juga ingin tahu siapa yg telah melakukannya. Bairam Khan menjawab dengan kebohongannya bahwa Pangeran Mahaputralah di balik itu semua. “Saya hanya mengirim beberapa prajurit sebelumnya untuk memeriksa kondisi. Sayangnya mereka tertangkap dan dipukuli.” Jelas Bhairam Khan,

dan Para prajurit setuju dengan ucapan Bhairam Khan, bahwa mereka dikirim kembali hidup oleh Pangeran Mahaputra sebagai menanamkan rasa takut dalam Prajurit mereka yg lain agar tidak menyerang lagi.

Jalal tampak marah setelah mendengar semuanya. “Saya Meminta maaf yg mulia, saya juga ingin pergi ke Gujarat melewati Ajmer tapi situasi di sana telah memburuk dan kita harus segera tiba disana.” Jalal setuju dengan ucapan Bhairam Khan, mereka akan pergi melalui rute Aravali, setelah itu Jalal kembali masuk ketendanya.

dan Bairam Khan senang mendengarnya. Ia telah merencanakan semua ini dan menyuruh tentaranya dengan imbalan beberapa koin emas, Bhairam Khan menyuruh mereka saling menyerang agar bisa mengelabui Jalal.

Di Bijolia, Hansa Bai mengundang Pangeran Mahaputra dan Cakrapani untuk memulai pemujaan. Dia dan Ajabde saling bertatapan, namun keduanya segera tersadar. dan Chakrapani membimbing Pangeran Mahaputra untuk melakukan pemujaan.

Cakrapani juga mengisyaratkan kebersamaan mereka tapi kemudian Ucapan Cakrapani terhenti ketika mendapat tatapan tajam dari Pangeran Mahaputra dan Ajabde.akhirnya Cakrapani mengubah ucapannya dengan mengatakan mereka sebagai persahabatan.

Ajabde dan Pangeran Mahaputra mulai menuangkan jal dan susu diatas shivling secara bersamaan, sementara nyanyian mantra dapat didengar di latar belakang.

Semua orang mulai menutup mata mereka untuk melakukan pemujaan. Sementara itu, pakaian Pangeran Mahaputra terbakar. Ajabde membuka matanya dan berteriak memanggilnya. Ajabde segera memadamkan api di kain Pangeran Mahaputra dengan menggunakan Air dan untungnya Pangeran Mahaputra tidak terluka.

Ajabde menanyakan kalung itu, namun Pangeran Mahaputra tidak melihat kalungnya. dan Saat itulah Raja Raja Uday datang sambil memberikan kalung itu untuknya, Pangeran Mahaputra merasa bingung. dan Mamrat ji mencoba menanyakan pada Ajabde, bukankah kalung itu sama dengan milik Ajabde, namun Ajabde hanya menggeleng kalau itu bukan kalungnya. Raja Uday tersenyum melihat tingkah Ajabde.

Namun Mamrat ji ingat dengan baik bahwa ia telah mendapatkannya dari Kashi dan kalung itu sudah diberikan pada Ajabde. Ajabde menjawab “Kalung itu memang digunakan untuk menjadi milik saya tetapi sekarang tidak lagi. Kalung Kunwar ini milik Pangeran Mahaputra sekarang. Shiv ji telah diberikan kepadanya untuk keamanannya.” Jelas Ajabde, dan Pangeran Mahaputra sangat terkejut mendengar hal itu. Pangeran Mahaputra meminta Hansa Massi untuk manjelaskannya. Hansa Bai menegaskan bahwa itu dibawa oleh Rao ji dari Kashi. Sinopsis Mahaputra Episode 258

Semua terkejut mendengarnya. “Sekarang kalung ini sudah bersama mu. Mala ini(kalung) jatuh ke sungai sudah lama dan menghampirimu. Kau memakainya dan sudah menjadi berkat Shiv ji. Hal ini sudah menjadi milikmu sejak saat itu. Kalung ini bukanlah kebetulan biasa.”

Jelas Hansa Bai pada Pangeran Mahaputra, dan pendeta juga menjelaskan pada Pangeran Mahaputra, “Dewa tahu itu yg terbaik. Dia selalu menyatukan orang-orang yg ia inginkan. Jai Shiv Shambhu!” Pendeta itu juga ikut menjelaskan semuanya pada Pangeran Mahaputra, dan Pangeran Mahaputra tampak terdiam mendengarnya.

Saat itulah Raja Uday meminta Pangeran Mahaputra untuk mengembalikan kalung itu kepada Ajabde. Namun Ajabde menolak untuk menerimanya dan berjalan keluar dari sana. Pangeran Mahaputra teringat kalung itu sudah banyak membantunya, dan ia juga teringat saat ajabde menolak menerima kalung itu.

Kini Pangeran Mahaputra sudah berjalan keluar dari kuil dengan ayahnya. Raja Uday menyuruhnya untuk menghilangkan pikiranya itu. Mereka melanjuntukan perjalanan mereka menuju istana. Sedang didalam, terlihat Ajabde sedang membersihkan kamarnya sambil mengingat apa yg telah terjadi di kuil.

Sinopsis Mahaputra Episode 258. Pangeran Mahaputra berjalan menuju kekamar Ajabde untuk mengembalikan mala (kalung) itu kepadanya. dan tanpa melihat kebelakang Ajabde bisa merasakan kehadiran Pangeran Mahaputra dari langkah kakinya saja.

Ajabde segera berbalik kearah Pangeran Mahaputra, ia tampak gugup hendak menjelaskan sesuatu pada Pangeran Mahaputra, namun Pangeran Mahaputra segera menghentikan Ucapan Ajabde. Pangeran Mahaputra memberikan kalung itu pada Ajabde.

Namun Ajabde mencoba untuk membuat Pangeran Mahaputra percaya bahwa kalung itu milik dia. Pangeran Mahaputra tidak siap untuk jatuh pada setiap logika nya. Mereka berdua khawatir untuk keselamatan masing-masing. Pangeran Mahaputra mengatakan kepada Ajabde bahwa dia aman sampai waktunya.

Dia telah mengerti mengapa Ajabde tidak siap untuk mengambil kembali kalung itu ketika Pangeran Mahaputra berpikir untuk memberikan itu padanya. Namun Ajabde menyangkalnya, Ajabde merasa senang hati karena mala itu sekarang menjadi milik Pangeran Mahaputra.

Saat itulah salah seorang dayang datang menginformasikan pada Pangeran Mahaputra bahwa Mereka telah bersiap2 untuk kmbali ke Chittor, Pangeran Mahaputra pamit pada Ajabde dan setelah itu Ajabde segera pergi meninggalkan Pangeran Mahaputra sendirian. Sedangkan Pangeran Mahaputra hanya terdiam menatap kalung itu.

Kini semua orang sudah berada diluar istana kecuali Ajabde, mereka bersiap2 hendak berangkat ke Chittor, Pangeran Mahaputra menanyakan Cakrapani pada Saubhagyawati, saat Saubhagyawati hendak menjelaskannya dengan gugup, Cakrapani pun akhirnya datang dan ia beralasan kalau mereka masih ingin tinggal disini untuk sementara waktu karena ada urusan penting yg akan mereka lakukan dengan Ajabde.

Pangeran Mahaputra ingin tahu pekerjaan apa dilakukan mereka dengan Ajabde? Cakrapani hanya menjawab bahwa ada sesuatu. Dia adalah teman saya juga.” Ucap Cakrapani., Pangeran Mahaputra tidak mempermasalahkan itu. Kemdudian Hansa Bai berbicara pada Pangeran Mahaputra kalau ia setuju untuk datang ke pesta pernikahan Pangeran Mahaputra dengan anaknya.

Pangeran Mahaputra segera bertanya tentang Ajabde. Mamrat ji menjawab, “Pangeran Mahaputra, dia pasti akan datang jika kau secara pribadi akan mengundang dia.” Jelas Mamrat ji Pada Pangeran Mahaputra, dan hansa Bai juga mendukungnya. Pangeran Mahaputra meminta izin pada ayahnya untuk pergi berbicara dengan Ajabde.

Raja Uday mengangguk. dan kini Pangeran Mahaputra sudah berdiri dihadapan Ajabde, Ajabde memiliki hadiah untuk diberikan pada Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra mengambil hadiah itu tapi kemudian Pangeran Mahaputra merasa sedih.

“Apakah kau akan datang dalam pernikahan saya?” Tanya Pangeran Mahaputra dengan lirihnya. Ajabde juga terlihat sedih dan hanya menggeleng menandakan ia tidak akan datang kepernikahan Pangeran Mahaputra.
Sinopsis Mahaputra Episode 258

Ajabde menjawab Itu tidak akan benar. Pangeran Mahaputra tahu itu, dan ingin bertanya sekali. “Aku tidak punya apa-apa untuk diberikan kepadamu.” Ucap Pangeran Mahaputra Pada Ajabde dengan perasaan sedihnya. dan Ajabde menjawab kalau ia tidak ingin apa-apa.

Dari lantai bawah seseorang berteriak pada Pangeran Mahaputra, jika mereka harus berangkat ke Chittor. Setelah itu Ajabde berharap Pangeran Mahaputra bahagia. Mereka berdua hampir menangis. Pangeran Mahaputra segera menyeka air matanya setelah berterima kasih pada Ajabde. Pangeran Mahaputra merasa sedih meninggalkan kamar Ajabde.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *