by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 257

-Debroo-66 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 257. Raja uday menjelaskan tentang surat itu pada keduanya, “Ini adalah surat dari Ratu Bhatiyani di mana dia telah meminta saya untuk setuju dengan aliansi ini.” Jelas Raja Uday.

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 257
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 257

Mamrat ji menyembunyikan rasa kecewanya. Kemudian Mamrat Ji juga berbicara tentang manfaat hungungan ini, ini akan membawa keuntungan seluruh Rajputana kita.” Jelas Mamrat Ji pada Raja Uday. Sedangkan Pangeran Mahaputra merasa sedih mendengarnya dan segera pergi dari sana, Raja Uday dan Mamrat hanya terdiam menatap kepergian Pangeran Mahaputra.

Sesampainya dikamar, Pangeran Mahaputra langsung mengungkapkan kekesalannya pada Cakrapani. “Cakrapani, Aku tidak bisa mengerti apa yg harus dilakukan.” Jelas Pangeran Mahaputra pada temanya itu. Chakrapani memberitahu dia untuk mengikuti hatinya. “lagian kau telah mengalahkan Mughal.” Jelas Cakrapani. “Tapi mereka masih hidup. Rajputana harus bersatu sehingga menjauhkannya dari kita.” Jawab Pangeran Mahaputra.

Dan Chakrapani ingin Pangeran Mahaputra berpikir, “Kau harus benar-benar memikirkan Mewar dan Marwar dengan membentuk hubungan berdasarkan pernikahan antara dirimu dan Phool.” Jelas Cakrapani. “Aku memikirkan tentang perasaan Phool. Dia mengambil begitu banyak kesulitan untuk menyelamatkan saya dari Murga Khan.” Jelas Pangeran Mahaputra

dan Chakrapani memberitahu dia untuk berpikir lagi, itu adalah sebuah bantuan dari teman baik. Ikuti kata hatimu. Bahkan Phool tahu tentang perasaanmu untuk Ajabde. Kau hanya perlu berbicara dengan Ajabde sekali.” Pangeran Mahaputra terdiam mendengar penjelasan dari Cakrapani.

Sedangkan Ajabde sendiri terlihat memikirkan Pangeran Mahaputra didalam kamarnya, ia teringat Pangeran Mahaputra yg selalu menemaninya disaat ia sakit. Saat itulah seorang dayang datang membawa surat untuknya dari Phool. Ajabde menjadi gembira dan segera meraih surat itu.

tapi kebahagiaannya memudar ketika Dayang menebak bahwa itu berita tentang pernikahan Phool dengan Pangeran Mahaputra saja. Dayang itu juga bercerita tentang surat dan hadiah dari Marwar yg telah diberikan untuk Rana ji. Ajabde sedih mendengarnya dan menolak membaca surat itu, Dayang itu segera meninggalkan Ajabde.

Ajabde ingat pengakuan Phool dan reaksinya ketika Phool tahu tentang perasaan Ajabde dan Pangeran Mahaputra untuk satu sama lain. Ajabde menjatuhkan surat itu tanpa membacanya.

Saat itulah Pangeran Mahaputra datang untuk berbicara dengan Ajabde tapi dia berbicara tentang pernikahanya dan Phool. Ajabde tidak membiarkan dia bicara dan berharap dia baik2 saja. Ia bertanya pada Pangeran Mahaputra apakah ini adalah apa yg ingin dia katakan kepadanya. Pangeran Mahaputra mengangguk.

Kemudian Ajabde mengingatkan Pangeran Mahaputra tentang apa yg terjadi ketika dia mengaku perasaannya untuk Ajabde di depan semua orang. Pangeran Mahaputra ingat semua yg telah terjadi setelah itu dan mengangguk mendengar ucapan Ajabde. Kemudian Ajabde mengucapkan selamat kepadanya untuk pernikahannya.

Rasa sakitnya terlihat jelas di matanya.Mereka berdua berbagi Rasa dengan tatapan mata. Hingga akhirnya mereka berdua melipat tangan satu sama lain dan berpisah. Mereka berdua meneteskan air mata saat mereka berbalik untuk melihat satu sama lain sekali lagi. Sinopsis Mahaputra Episode 257

Pangeran Mahaputra ingin menghampiri ajabde lagi, namun Ajabde segera berbalik tidak ingin melihat Pangeran Mahaputra. Dengan perasaan kecewa dan sedih, akhirnya Pangeran Mahaputra pergi dari sana.

Ajabde duduk di tempat tidurnya, ia terlihat patah hati. Surat Phool terbuka karena tertiup angin. Didalam surat itu, Phool berbicara tentang bagaimana perasaannya yg egois, mereka harus menikah dengan orang yg mencintainya. Ajabde harus menikah dengan Pangeran Mahaputra karena keduanya saling mencintai.

Sementara itu dikamar lain, terlihat Uday singh mondar mandir saat ia membaca surat itu sekali lagi. Hingga seorang Prajurit datang menanyakan pada Uday singh, tentang shagun Thaal, apa harus merekaa simpan didalam keretanya? Uday Singh menjawab bahwa mereka dapat menyimpannya di mana saja.

Raja Uday tampak Tidak peduli dengan hal itu. Dia menunggu Pangeran Mahaputra yg datang ke sana saat itu juga. Raja Uday ingin berbicara dengan Pangeran Mahaputra tentang pernikahannya. Pangeran Mahaputra menyela Ucapan Ayahnya. “Aku pikir kita tidak harus menunda itu. Kita berdua tahu yg sebenarnya.

Kita harus berpikir tentang keuntungan. Kita harus segera berangkat ke Chittor dan membuat persiapan untuk pernikahan.” Uday Singh kaget mendengar Ucapan Pangeran Mahaputra. “Apakah kau benar-benar menginginkan ini, Pangeran Mahaputra? Pangeran Mahaputra langsung teringat dengan ucapan Hansa Bai yg bercerita tentang usaha baru Ajabde; cintanya dan bagaimana Hansa Bai berbicara dengan Pangeran Mahaputra tentang Ajabde yg mengorbankan cintanya dan tanahnya.

Setelah mengingat semuanya, Pangeran Mahaputra mengangguk dan menjelaskan alasannya sendiri sehingga ia dapat membuat persiapan untuk perjalanan mereka kembali kerumah. Kemudian Pangeran Mahaputra pergi dari sana dengan perasaan sedih, Raja Uday hanya terdiam menatap kepergian Pangeran Mahaputra.

Disisi lain, Ajabde sedang menyalakan lampu lampu di depan Kanha ji. Dia meminta maaf kepadanya karena sudah membuat kesalahan. “Saya berpikir bahwa perasaan Phool ini mungkin telah berubah tapi aku salah. Silakan memberkati pasangan itu. Mereka adalah saya sendiri. Silahkan mengisi hidup mereka dengan kebahagiaan dan cinta.” Ucap Ajabde sambil melakukan pemujaan.

Surat Phool bergerak menjauh karena tertiup angin. Di sisi lain, Mamrat ji memberitahukan istrinya tentang surat yg dikirim oleh Marwar. Dia berbicara tentang perasaan yg telah berbagi antara Ajabde dan Pangeran Mahaputra. Bahkan Rana ji akan diamati dedikasi dan cinta untuk mereka berdua.

Hansa Bai tampak sedih mendengarnya, “Apakah itu hanya dalih untuk Pangeran Mahaputra? Mereka berdua saling menyukai. Tidak ada yg mengubahnya, bahkan Raja Uday tidak bisa merubah itu. Mengapa hal ini bisa terjadi?” Tanya Hansa Bai dengan sedihnya.

“Raja Uday akan meminta kepada Ajabde hanya jika dewa bertanya kepadanya tentang hal itu, tapi kita semua harus fokus pada masalah yg lebih besar. sekarang lupakanlah semua tentang perasaan kita. Tidak ada yg lebih besar dari keuntungan tanah kita dan nilai-nilai kita. Kita harus menghormati keputusannya dan tidak menyulitkan situasi.

Jaga dirimu, kau hanya perlu mengurus Ajabde. Rana ji dan Pangeran Mahaputra akan pulang hari ini.” Hansa Bai segera menyeka air matanya, dan mengangguk menuruti ucapan Mamrat Ji. Sinopsis Mahaputra Episode 257

Dan kini Hansa Bai sudah berada dihadapan Ajabde, ia berbicara kepada Ajabde tentang kejadian baru-baru ini.
“Jika Pangeran Mahaputra dan Phool menikah, Kita tidak tahu apakah Pangeran Mahaputra akan datang ke Bijolia lagi atau tidak. rao Ji ingin Bidai ini menjadi kenangan bagi kita.” Jelas Hansa Bai pada Ajabde.

dan Ajabde berusaha untuk tersenyum, ia setuju untuk membantu ibunya. Namun hansa Bai terkejut dengan reaksi positif putrinya. Ajabde berbicara tentang tugas-tugas mereka. Keduanya menghapus air mata dipipi mereka “Mari kita fokus pada dharma kita, Ma.” Ucap Ajabde berusaha tersenyum, dan Hansa Bai mengangguk setuju.

DiMewar, Ratu Bhatiyani tampak senang, dimana ia sedang menginstruksikan dayang2nya tentang hal-hal yg mereka butuhkan untuk dikirimkan ke Marwar. Bahkan Ratu Jaywanta telah menyetujuinya dengan enggan. Ratu Bhatiyani mengatakan pada Ratu Jaywanta,

“Rana Ji telah setuju untuk itu. Dia akan segera menuju ke Chittor setelah ia mendapat suratnya, itu berarti Rana Ji juga menginginkan pernikahan ini.” Jelas Bhatiyani, dan Ratu Jaywanta terlihat setuju. Ratu Bhatiyani pun segera memberi pakaian pengantin yg dibawanya pada Jaywanta.

“Anda harus mengirimkan pakaian ini.” Ratu Jaywanta mengambil pakaian itu, sedangkan Bhatiyani segera pergi dari sana. Ratu Jaywanta membelai kain itu dengan perasaan sedih. Ia teringat akan kenangan disaat Pangeran Mahaputra dan Ajabde berada diatas panggung dulu, Jaywanta juga teringat dengan Logika Bhatiyani mengenai Ajabde. Ratu Jaywanta merasa sedih setelah mengingat semuanya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *