by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 256

-Debroo-76 views

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 256. Ratu Jaywanta ingin berbicara dengan Bathiani yang setuju memberi jawaban dengan syarat Veer Bai harus pergi dari sana. VeerBaai yang mendengar itu, segera pergi dari sana.

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 256
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 256

Setelah itu Ratu Bathiani mencoba untuk meyakinkan Ratu Jaywanta tentang keuntungan pernikahan antara Phool dan Pangeran Mahaputra. Jaywanta tidak cenderung dengan idenya itu. “Ajabde adalah gadis yang sederhana, bodoh dan emosional.

Saya tahu bahwa Pangeran Mahaputra terlalu banyak memikirkan hatinya. Apakah Anda tidak ingin pasangannya untuk menjadi kuat dan cerdas ketika ia merasa lemah? Phool cukup kuat. Anda melihat apa yang dia lakukan ketika dia harus tahu tentang perasaan Ajabde dan Pangeran Mahaputra.

Phool memutuskan hubungan dia dengan sahabatnya. Ajabde mengambil semua kesalahan dan dibiarkan pulang ke Bijolia. bahkan dia tidak mencoba sama sekali untuk mendapatkan cinta dalam hidupnya. Saya juga memahami bahwa suatu hari Pangeran Mahaputra pasti akan memerintah Mewar satu.

Dia perlu Mangalya Bal untuk keamanannya (seperti yang diceritakan oleh tetua mereka). Dia akan mendapatkannya dari Phool. Sebuah hubungan dengan kerajaan yang kuat seperti Marwar hanya bisa mengamankan masa depannya. Kita bisa bertarung sebanyak yang kita inginkan tapi kita seharusnya tidak terpengaruh oleh hal-hal ini ketika datang untuk menemukan pasangan untuk pangeran masa depan Mewar.” Ucap Bathiani yang mencoba menjelaskan semuanya Pada Jaywanta.

Ratu Jaywanta tidak mau berbicara dengan Bathiani mengenai topik ini dan ia segera pergi meninggalkan Bathiani sendirian. Di Bijolia, Chakrapani menyarankan pada Pangeran Mahaputra untuk memberi makanan padanya hari ini. Pangeran Mahaputra menanyakan mengapa.

Chakrapani menjawab kalau ia juga melakukan hal yang sama ketika Pangeran Mahaputra sakit. Pangeran Mahaputra beralasan bahwa karena Cakrapani dan Saubhagyawati sudah menikah. Chakrapani terdiam tidak bisa berbuat apa2 lagi. Pangeran Mahaputra segera pergi dari sana.

dan Saubhagyawati datang untuk berbicara dengan Chakrapani yang masih berdiri disana. “Keduanya mencoba untuk menjauh satu sama lain.” Ucap Saubhagyawati pada Chakrapani. Malam Harinya, Pangeran Mahaputra gelisah dalam tidurnya saat ia teringat Ajabde kesakitan oleh gigitan Kelabang berbisa. Dia tidak tahan dengan semua bayangan itu. Hingga Chakrapani datang mengetuk pintu yang ingin berbicara dengannya.

Dan kini Cakrapani sudah masuk kedalam Kamar Pangeran Mahaputra, Cakrapani ingin mengatakan pada Pangeran Mahaputra kalau ia merasa demam dan juga merasa dingin. “Dapatkan kamu memberi saya beberapa obat-obatan.?” Tanya Chakrapani, Pangeran Mahaputra bertanya apakah dia terlihat seperti Vaid ji dihadapanya.

Chakrapani menunjukkan bahwa ia telah membuat begitu banyak obat-obatan untuk Ajabde. Pangeran Mahaputra menyebutnya hal yang berbeda. Lukanya sangat serius bahwa ia harus dirawat secepatnya. Chakrapani berhenti saat dia mencoba untuk berbicara kepada Pangeran Mahaputra tentang Vaid ji.

“Ada begitu banyak orang lain juga untuk merawatnya, tapi mengapa Anda membuat obat-obatan untuknya sendiri. Mengapa kamu tetap berada disisinya untuk sepanjang malam?” Tanya Ckrapani menjebak, dan Pangeran Mahaputra langsung tidak ingin berbicara tentang topik ini.

Dikamar lain, terlihat Ajabde sedang memeriksa obat yang dibuat Pangeran Mahaputra sambil mengingatnya terluka saat membuat obat itu. Saubhagyawati yang ada dikamar Ajabde, bertanya padanya apakah obat ini berbeda. Ajabde segera membantahnya, dan Saubhagyawati mengatakan Pangeran Mahaputra yang membuat obat itu.

Kembali kekamar Pangeran Mahaputra, dimana Pangeran Mahaputra memeriksa Chakrapani yang sama sekali tidak sakit. dan Cakrapani menjawab kalau sebenarnya dia tidak sakit, dan Pangeran Mahaputra akhirnya tahu tujuan Cakrapani. “Kamu datang ke sini hanya untuk menanyakan semua pertanyaan tentang Ajabde pada jam segini? Aku tidak seperti itu sama sekali. Biarkan aku tidur.” Ucap Pangeran Mahaputra.

dan Chakrapani langsung duduk diatas kasur Pangeran Mahaputra ia ingin tahu terlebih dulu jawaban dari Pangeran Mahaputra. “Mengapa kalian berdua tiba2 berperilaku begitu ganjil?” Tanya Cakrapani pada Pangeran Mahaputra yang terdiam mendengarnya.

Dikamar Ajabde, Ajabde mengatakan pada Saubhagyawati bahwa dia tidak peduli siapa yang telah membuat obatnya. Saubhagyawati mencoba mengatakan, “Pangeran Mahaputra terus memberikan instruksi kepada dayang, saat mereka mencampur semua bahan untuk membuat obatmu.” Jelas Saubhagyawati,

Ajabde merasa bahagia dan terjebak dengan ucapan Saubhagyawati, namun Ajabde segera tersadar dan menjadi salah tingkah. Kembali pada Pangeran Mahaputra, dimana Chakrapani mencoba mengatakan pada Pangeran Mahaputra, “Pangeran, kamu harus melupakan masa lalumu. Lihatlah kedepan.

Ajabde mencoba untuk menjauh sehingga Phool tidak terluka.” Jelas Chakrapani Pada Pangeran Mahaputra yang hanya diam saja mendengarnya. Begitu juga dengan Saubhagyawati yang merasa bahwa Phool akan lupa segalanya sekarang. Sekilas Ajabde mengingat tentang Phool yang marah padanya.

“Kamu menghindari Pangeran Mahaputra dengan cara bermain menjadi seorang gadis lugu di depannya.” Tutur Saubhagyawati, “baik Phool atau Pangeran Mahaputra tidak akan pernah senang dengan satu sama lain. Bagaimana Anda akan melakukan sesuatu untuk Phool,pikirkan semua ini? Sinopsis Mahaputra Episode 256

Keputusanmu untuk menjauh dari Pangeran Mahaputra telah menyakiti semua orang dan akan terus melukai bagi kehidupannya.” Tutur Sabhagyawati pada Ajabde. Sedangkan Pangeran Mahaputra langsung mengatakan cukup pada Cakrapani agar tidak berbicara lagi, ia akan setuju untuk berbagi perasaannya dengan Ajabde, Cakrapani senang mendengarnya, dan keduanya langsung berpelukan.

Sedangkan Saubhagyawati masih mencoba untuk meyakinkan Ajabde agar membagi perasaannya dengan Pangeran Mahaputra. dan dia akhirnya setuju untuk memberitahu kepadanya besok pagi.

Sinopsis Mahaputra Episode 256. Di Marwar, Phool melihat semua tulisanya didalam surat yang ia buat, sementara itu ia teringat dengan kata-kata neneknya. Kemudian Ajabde menyuruh daayangnya untuk menyampaikan suratnya kepada Ajabde, Datang itu mengambil suratnya dan segera pergi melaksanakan perintah Phool.

Pagi Harinya, Ajabde sedang berdiri dibalkon kamarnya, ketika ia melirik kebawah, Ajabde langsung melihat Pangeran Mahaputra. dan keduanya merasa gugup karena melihat satu sama lain, Ajabde berusaha mengelak walaupun berkali2 tatapan mata mereka saling bertemu. dan setelah itu keduanya mulai melakukan Puja untuk kekuatan mereka, keduanya menuangkan Air secara bersamaan dengan jarak yang cukup jauh.

Setelah selesai melakukan Puja, Mereka berdua melihat satu sama lain sekali lagi. Keduanya saling melontarkan senyuman diwajah mereka. Hingga akhirnya Ajabde kembali masuk kedalam. Keduanya saling berjalan disisi yang berbeda. dan Ajabde bertemu ibunya saat di tengah jalan.

Hansa Bai menatap wajah putrinya, tak lama setelah itu Pangeran Mahaputra juga sampai disana. dan Hansa Bai mengatakan pada Ajabde kalau ia bisa merasakan warna pada wajah Ajabde, Ajabde menjawab bahwa dia tidak pernah merasa lebih baik. Hansa Bai pun akhirnya pergi dari sana.

Setelah kepergian Hansa Bai, perlahan Pangeran Mahaputra hendak mendekati Ajabde namun Seorang Prajurit datang membawakan info untuk Pangeran Mahaputra saat itu juga. Kala Rana ji ingin bertemu denganya. Ajabde dan Pangeran Mahaputra melihat satu sama lain untuk sementara waktu, dan setelah itu Pangeran Mahaputra segera meninggalkan Ajabde untuk memenuhi panggilan ayahnya.

Ajabde merasa sedih. Dia berbalik untuk pergi ke kamarnya. Di Hutan, Bairam Khan menghentikan Akbar dari mengambil rute tertentu saat melintasi dari Rajputana. Namun Akbar ingin pergi dari rute ini saat lewat dari Ajmer dan Alwar.

Bairam Khan mencoba untuk mengalihkannya. Akbar bertanya-tanya jika tentara yang ditunjuk oleh dia di Ajmer dan Alwar tidak mampu melakukan tugasnya. dan Bairam Khan mencoba untuk menyembunyikannya dari Jalal. Bairam Khan setuju dengan enggan.

Dia khawatir jika Jalal telah mendapat keraguan pada dirinya. dan akhirnya, Akbar memutuskan untuk menginap di dekat danau favoritnya malam ini. Jalal kembali melanjuntukan perjalanannya, sedangkan Bhairam Khan berdo’a atas kekhawatirannya.

Sinopsis Mahaputra Episode 256. Kembali ke Bijolia, Terlihat Hansa Bai dan Mamrat Ji berjalan bersamaan. Hansa Bai meminta Mamrat ji untuk berbicara dengan Raja Uday sekali lagi tentang perasaan Ajabde dan Pangeran Mahaputra untuk satu sama lain.

Mamrat mencoba menjelaskan kalau ia lebih memilih membahas beberapa isu penting dari pada mengenai ini. Mamrat Ji tidak bisa bicara tentang masalah pribadi ini kepada Raja Udai. Namun Hansa Bai mencoba menegaskannya sehingga Mamrat Ji setuju untuk mencoba membicarakan Hal ini kepada Raja Uday, Mamrat Ji segera pergi dengan tatapan lega dari Hansa Bai.

Dipintu masuk Pangeran Mahaputra dan Mamrat ji saling bertemu pada waktu yang sama. Setelah keduanya saling memberi salam, akhirnya mereka masuk secara bersamaan untuk menemui Raja Uday. Uday Singh yang melihat kedatangan putranya langsung mengatakan pada Pangeran Mahaputra tentang surat yang dikirim oleh Ratu Bathiani. Ratu Bathiani juga telah mengirimkan pesan dari Raja Maldev.

Raja Uday membaca keras-keras suratnya untuk mereka. Surat itu berisi tentang persiapan pernikahan antara Pangeran Mahaputra dan Phool. Ketiganya terkejut setelah mengetahui isi surat itu, terutama Mamrat ji yang sangat terkejut mengetahui hal ini.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *