by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 255

-Debroo-86 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 255. Hansa Bai dan Pangeran Mahaputra tertidur di samping Ajabde. Ajabde terkejut ketika melihat Pangeran Mahaputra tertidur disampingnya. Ajabde mencoba untuk bangun namun ia rasa nyeri masih ia rasakan dan hal itu membuat Pangeran Mahaputra bangun dan langsung membantunya.

Cerita Mahaputra - Sinopsis Mahaputra Episode 255
Cerita Mahaputra – Sinopsis Mahaputra Episode 255

“apakah kamu berada di sini sepanjang malam?” Tanya Ajabde dan Pangeran Mahaputra mengangguk. Ajabde kembali hendak duduk, tapi Ajabde masih belum pulih dan tenaganya masih lemah hingga Pangeran Mahaputra menyuruhnya untuk tetap berbaring.

Hansa Bai terbangun ketika mendengar suara rintihan dari Ajabde. Pangeran Mahaputra ingin memanggil Vaid ji, namun Ajabde mengatakan kekhawatiranya didepan Pangeran Mahaputra. “Kalian belum tidur karena aku. Kalian berdua harus beristirahat.” Lirih Ajabde pada keduanya. Namun Pangeran Mahaputra menyuruhnya untuk diam, Pangeran Mahaputra mengatakan kalau Ajabde butuh istirahat. Ajabde hanya diam saja mendengar ucapan Pangeran Mahaputra.

Saat itulah Cakrapani datang memanggil Pangeran Mahaputra. Cakrapani datang Bersama dengan Vaid Ji. Vaid ji segera memeriksa Ajabde. Setelah selesai memeriksa kondisi Ajabde, Vaid Ji mengatakan kepada Hansa Bai bahwa “bagian yg menyakitkan pada pemulihan Ajabde sudah lebih baik. Dia akan benar-benar fit dalam beberapa hari.”

Hansa Bai merasa senang setelah mendengar penjelasan Vaid Ji, kemudian ia mencium putrinya meskipun Pangeran Mahaputra menyembunyikan emosinya dengan membelakangi mereka semua, kemudian Ajabde bisa merasakan apa yg dirasakan oleh Pangeran Mahaputra, Ajabde terus menatap Punggung Pangeran Mahaputra. Ajabde juga melihat Pangeran Mahaputra menyeka air matanya. Kemudian barulah Pangeran Mahaputra berbalik kearah Ajabde dengan memberinya senyuman.

Dihutan, Akbar sedang dalam perjalanan menuju ke Gujarat. Mereka harus mengambil jalan memutar karena rute langsung tidak dapat diakses karena hujan lebat. Bairam Khan mencoba lagi untuk mengubah pikiran Jalal tapi itu hanyalah sia-sia. “Aku tidak ingin mengambil hal-hal ringan. Aku harus menyebarkan pesan ini pada semua kerajaan di sini, tidak ada yg dapat melawan saya. jika tidak maka ini disebut sebuah pemberontakan kecil. dan orang tidak akan takut padaku. Aku ingin pergi dari rute lama yg akan membawaku ke negara Rajputana.” Ucap Jalal dengan lantangnya, dan mereka kembali melanjuntukan perjalanan menuju keperbatasan.

Dibijolia, Pangeran Mahaputra ingin membuat obat sendiri. Dia memerintahkan semua dayang untuk pergi dan beristirahat. Dia akan membuat semua bahan obat2an sebagai penebus di balik situasi pada Ajabde. Pangeran Mahaputra tengah menggiling obat itu dengan sepenuh hati, tatapannya fokus pada Ajabde, hingga ia tidak sadar menyakiti Jarinya sendiri,

Pangeran Mahaputra meringis kesakitan, Pangeran Mahaputra berusaha menahan rasa sakit pada tanganya. Ajabde sudah melihat semuanya dan khawatir padanya. Dengan gugup Pangeran Mahaputra kembali memberikan obat itu pada dayang untuk melanjuntukan gilinganya tersebut.

Kemudian Pangeran Mahaputra beralih pada Ajabde dan bertanya tentang kesehatannya. Ajabde menjawab baik. Dayang itupun sudah siap meracik Obat untuk Ajabde, ketika Dayang itu hendak mengobati Ajabde Pangeran Mahaputra langsung menghentikannya dan mengambil obat itu dari tangan dayang.

Pangeran Mahaputra ingin ialah yg akan meletakkannya dan meminta. Ajabde untuk berbalik sedikit. Namun Ajabde langsung menolaknya, “Saya memiliki begitu banyak dayang di sini. Saya akan menghubungimu jika saya sangat membutuhkanmu di sini.” Tolak Ajabde pada niat Pangeran Mahaputra yg ingin mengobatinya.

Pangeran Mahaputra merasa sedih mendengar penolakan itu, dan ia segera pergi dari sana dengan enggan. Ajabde meletakkan obat itu kepunggungnya sendiri. Ajabde khawatir pada Pangeran Mahaputra karena ia tahu bahwa Pangeran Mahaputra terluka saat meracik obat itu untukknya, namun Ajabde sedikit tersenyum mengingat hal tersebut. Sinopsis Mahaputra Episode 255

Diluar istana, Pangeran Mahaputra terlihat marah dengan Ajabde, karena menyuruhnya keluar dari kamar itu. “Aku tidak pernah bisa mengerti dengan dirinya. Apa yg akan terjadi jika saya menerapkan obat itu?” Ucap Pangeran Mahaputra yg berbicara pada dirinya sendiri,

kemudia Pangeran Mahaputra teringat akan kata-kata Hansa Bai. Beberapa nyeri (yang terlalu dalam) akan mengambil waktu untuk menyembuhkannya. “Bibi Hansa memang benar. Saya hanya memberikan rasa sakit untuk Ajabde. Aku ingat semua saat-saat Ajabde terluka karena aku. Aku harus mengubah perilaku pada Ajabde. Dia adalah orang yg baik dan saya selalu menyulitkanya. ini tidak bagus.” Tutur Pangeran Mahaputra dengan perasaan sedihnya yg mengingat semua kenangan pahitnya yg selalu menyakiti Ajabde. Sinopsis Mahaputra Episode 255

Saat itulah Raja Uday datang datang menghampirinya. Raja Uday memegang pundaknya, hingga Pangeran Mahaputra terlonjak kaget melihat kedatangan ayahnya yg secara tiba-tiba.

“Aku tidak pernah melihat kamu seperti ini. Ketika lipan yg menggigit Ajabde dan kamu terlihat pucat ketika kamu melihat kondisi Ajabde ini. Rasanya seperti kelabang memiliki sedikit beracun, tapi racunnya sudah menyebar di tubuhmu.” Ucap Raja Uday pada Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra menjelaskan kalau ia belum pernah melihat orang terluka sebelumnya. Raja Uday menangkap kebohongannya. “Saya bisa memahami situasimu dengan sangat baik karena saya juga seperti ini. Bahkan setelah berjuang dengan pertarungan saya, Saya juga selalu merasa sedih melihat ibu mu kesakitan. Jujur saya tidak pernah bisa menanggungnya.”

Raja Uday teringat dengan kejadian dimana Ratu Jaywanta telah menjadi sakit dan ia sangat sedih melihat kondisinya. Aku duduk di samping Rani ma mu selama tiga hari / malam. Aku tidak meninggalkanya bahkan untuk satu detik.” Pangeran Mahaputra bertanya-tanya tentang tiga hari itu dibenaknya. Raja Uday tidak terkejut melihat anaknya yg khawatir karena ia juga bisa merasakan hal yg sama dengan Pangeran Mahaputra.

“Ketika orang yg kamu sayangi dalam kesulitan maka kamu juga merasakan rasa sakit itu.Rani ma kamu sudah mengatakan hal itu. Saya pikir kamu harus pergi dan bertemu dengannya sekarang.”Jelas Raja Uday pada putranya itu. Kemudian Pangeran Mahaputra meminta izin pada Raja Uday untuk pergi mandi.

Pangeran Mahaputra melihat dirinya di cermin saat ia bersiap-siap. Ia berbicara kepada dirinya yg lain dicermin itu. “Apakah perasaan saya begitu terlihat di wajah saya?” Diri Pangeran Mahaputra yg lainnya setuju. “Perasaan kamu untuk Ajabde dapat ditebak dari wajahmu kapan saja. Siapapun bisa memahami mereka. bahkan ayahmu bisa melihatnya.” Ucap bayangan Pangeran Mahaputra dicermin tersebut.

Pangeran Mahaputra memutuskan bahwa ia harus lebih berhati-hati lagi. Dirinya yg lain memberitahu Pangeran Mahaputra ” kamu harus berhati-hati agar tidak datang di depan Ajabde. Berusahalah tenang, jika kamu kebetulan bertemu dengannya. Perasaanmu akan sangat terlihat di wajahmu saat ini.

Jika kamu tertangkap kemudian saat semua perasaan kamu akan keluar di tempat terbuka.” Jelas diri Pangeran Mahaputra yg ada dicermin. Pangeran Mahaputra pun setuju dengan pendapat dirinya itu, tapi ia ingin bertemu Ajabde sekali lagi.

“Saya ingin melihat apakah dia baik-baik saja atau tidak.” Ucap Pangeran Mahaputra setelah itu ia segera meninggalkan cermin itu. sementara dirinya yg lain tersenyum di cermin.
Sinopsis Mahaputra Episode 255

Disisi lain, seorang dayang membantu Ajabde untuk duduk. Ajabde merasa sanga kesakitan. Pangeran Mahaputra yg sudah sampai disan, juga kesakitan melihat Ajabde seperti itu. sehingga Pangeran Mahaputra ingin kembali keluar, tapi ia memutuskan untuk tetap pada rencana nya.

Mamrak ji melihat itu dari kejauhan. Mereka berdua tampak saling melirik canggung. Hingga Pangeran Mahaputra akhirnya segera pergi dari sana. Di mewar, Ratu Bathiyani menulis surat untuk Raja Uday mengenai Phool dan Pangeran Mahaputra tentang aliansi pernikahan keduanya.

Namun Angin berhembus hingga surat Bathiyani terbang tertiup Angin, dan surat itu Mendarat tepat di kaki VeerBaai. Veerbai membaca surat itu, namun Ratu Bathiyani datang dan langsung menyambar surat itu dari tangan Veerbai. Bathiyani mengingatkan Veerbai tentang etika.

VeerBaai juga menjawab tentang aliansi tapi Ratu Bathiyani memperingatkannya bahwa dia akan melaporkan keluhananya itu pada Raja Uday. Dibijolia, Chakrapani dan Saubhagyawati bertemu untuk membahas tentang perasaan Pangeran Mahaputra dan Ajabde terhadap satu sama lain.

“Ajabde segera mengalihkan topik untuk sesuatu yg lain ketika dia berbicara dengan Pangeran Mahaputra.” Ucap Cakrapani pada istrinya itu. Saubhayawati juga menemukan hal aneh ketika Ajabde sadar, Pangeran Mahaputra pun tidak terlihat. Dia bahkan tidak datang untuk bertemu dengannya sekali saja.

Mendengar ucapan Saubhagyawati seperti itu, Chakrapani juga tidak bisa mengerti apa-apa. Kembali ke Mewar, dimana Ratu Jaywanta marah dengan Bathiyani setelah mengetahui Bathiyani akan mengirim surat ke Rana ji tentang aliansi anaknya tanpa konsultasi dengan nya.

Jaywanta segera pergi untuk berbicara dengan Bathiyani. Namun ditengah Jalan Ratu Jaywanta bertemu dengan Ratu Bathiyani yg masih bersama dengan Veerbai.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *