by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 254

-Debroo-115 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 254. Hansa Bai sedang memberikan obat di punggung Ajabde. Pangeran Mahaputra menutup matanya merasakan rasa sakit Ajabde, Karena Dia tidak bisa melihat Ajabde menderita seperti itu lagi

Sinopsis Mahaputra Episode 254
Sinopsis Mahaputra Episode 254

akhirnya Pangeran Mahaputra pamit pergi kepada Hansa Bai. Diperjalanan Pangeran Mahaputra bertemu dengan Uday Singh. Sekilas Pangeran Mahaputra berhenti menatap Raja Uday, kemudian Ia kembali melangkahkan kakinya hendak pergi tapi Uday Singh langsung menghentikan langkahnya.

“Kemana kamu pergi, Pangeran Mahaputra?” Tanya Uday Singh. “Saya sudah merasa bersalah, dan saya berpikir kalau saya tidak akan bisa melihat rasa sakit yang besar maupun yang kecil. Saya telah terbukti salah. Saya tidak bisa melihat Ajabde kesakitan.” Ucap Pangeran Mahaputra dengan lirihnya.

Pangeran Mahaputra hendak pergi lagi namun Uday Singh menghentikannya kembali. “Tunggu Pangeran Mahaputra, ini bukan waktu untuk lari. kamu berpikir, mental pada dirimu menjadi lemah. Ini adalah waktu untuk mencari memahaminya. Masuklah ke dalam dan lihatlah Ajabde menggeliat kesakitan. Dia melakukan itu semua untukmu. Jika kamu tidak melihatnya maka kamu tidak akan mampu memahami atau menghormatinya. Ajabde adalah contoh hidup dari seseorang yang mengorbankan sesuatu atau yang lain untuk orang yang mereka cintai.” Ucap Raja Uday pada Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra menuruti Ucapan Ayahnya dan kembali masuk kedalam kamar Ajabde. Dimughal, Saat ini ia sedang berdiri di Balkon istananya. Jalal mengingatkan semua saat-saat Pangeran Mahaputra telah memenangkan semua pertarungan melawannya;

Saat Pangeran Mahaputra memenangkan kompetisi, saat Pangeran Mahaputra memperingatinya untuk tidak mendekati tanahnya hingga Jalal juga mengingat tentaranya sendiri memuji Pangeran Mahaputra dan bagaimana dia telah membunuh mereka dalam kemarahan.

Jalal benar-benar terganggu dengan Hal tersebut. Sedangkan didalam istana terlihat Bairam Khan menghentikan prajurit yang akan membawa pesan untuk Jalal, dan mengambil surat itu dari tangan Prajuritnya dengan secara paksa.

Dari atas balkon Jalal melihat Bhairam Khan mengambil surat itu dari Prajuritnya dan Jalal langsung menghampiri Bhairam Khan. Jalal menanyakan apa yang telah diambil olehnya dan Bhairam mencoba untuk memberi alasan dengan gugupnya. Jalal langsung mengambil surat itu dari Khan Baba.

“Saya ingin seseorang membacakan surat ini untukku. Saya punya perasaan bahwa kamu menyembunyikan sesuatu dari saya.” Ucap Jalal dengan geram. Kemudian Jalal hendak pergi namun Bairam Khan segera menghentikannya. “beberapa prajurit telah memberontak terhadap Mughal di perbatasan Gujarat.” Jelas Bhairam Khan pada Jalal.

Jalal tampak emosi setelah mendengar informasi tersebut, dan Jalal memutuskan ia akan pergi sendirian kesana dan membunuh mereka semua. Bairam Khan menyarankan dia untuk tidak pergi. Bhairam Khan akan mengurusnya tapi Akbar tetap pada pendiriannya.

“Saya akan pergi dan saya akan melihat situasi dengan jelas dimatsaya sendiri. Mereka berpikir saya menjadi lemah hanya karena saya tidak bisa menang atas Chittor! Tidak, Akbar bukanlah seorang yang lemah. Sekarang saya harus memberitahu ini kepada mereka menggunakan pedang saya. Saya harus memberitahu semua orang bahwa saya telah memenangkan lebih dari Ajmer dan Alwar. Saya telah menempatkan lambang mughal di Alwar. Para prajurit ini berpikir bahwa saya lemah? Segera persiapkan semuanya untuk keberangkatan saya.” Ucap Jalal dengan lantang.

Bairam Khan terlihat khawatir, ia secepatnya harus memikirkan cara untuk menghentikan Jalal. dan dari balik jendela, Rukaiyya Bi telah mendengar semuanya. Kemudian Rukaiyya segera menyuruh kaneez untuk memberikan salam pada Tansen. “Saya belum bertemu dia beberapa waktu ini.”

Kaneez mengangguk melaksanakan perintah Rukaiyya. Sedangkan Di Bijolia. Hansa Bai mencoba untuk membangunkan Ajabde kembali. Dia terus berbicara dengan putrinya agar menjadi kuat. Obatnya cukup lama berefek pada Ajabde. Pangeran Mahaputra yang juga berada disana menayakan pada Hansa Bai,

“apakah anda membuat beberapa kesalahan dalam mencampur jamu. Saya ingin berkonsultasi pada Vaid ji sekali lagi.” Ucap Pangeran Mahaputra dengan Khawatir, dia hendak pergi untuk menemui Vaid Ji tapi Hansa Bai langsung menghentikannya, “jangan Pangeran Mahaputra, saya telah mengganggunya tiga kali.” Ucap Hansa Bai dengan sedih. Pangeran Mahaputra merasa khawatir dengan Ajabde. Sinopsis Mahaputra Episode 254

Hansa ji menjelaskan pada Pangeran Mahaputra, “Kalau ada beberapa rasa sakit yang begitu mendalam menyebar ke seluruh tubuh akan jauh lebih dalam dari luka biasa. Kita akan menunggu waktu lama untuk menyembuhkannya.” Mendengar penjelasan seperti itu dari Hansa Bai.

Pangeran Mahaputra langsung mengingat perlsayaan kasar yang Ajabde terima saat berada di Mewar dan Pangeran Mahaputra merasa sedih mengingat semuanya. Hansa Bai melihat kearah Ajabde yang sudah merasa tenang dan tidak mengeluarkan keringat dingin lagi, dengan senangnya Hansa Bai langsung mengatakan pada Pangeran Mahaputra kalau kondisi Ajabde Sudah mulai membaik.

Kemudian Hansa Bai menyuruh Pangeran Mahaputra untuk pergi dan beristirahat untuk sementara waktu. “Tidak bibik, saya tidak merasa lelah, saya ingin menjaga Ajabde.” Hansa Bai setuju mendengar ucapan Pangeran Mahaputra, kemudia hansa Bai segera pergi untuk membuat ramuan obat yang banyak dan Pangeran Mahaputra menyuruh Chakrapani untuk pergi beristirahat juga.

Chakrapani meninggalkan Pangeran Mahaputra dengan enggan. Setelah kepergian Cakrapani, Pangeran Mahaputra memutuskan untuk duduk di samping Ajabde. Pangeran Mahaputra hendak membelai kepala Ajabde, namun langsung diurungkan niatnya itu. Sinopsis Mahaputra Episode 254

Pangeran Mahaputra hanya bisa menatap Ajabde dengan Dalam. Di Mughal, Akbar sedang bersiap-siap dengan pakaian perangnya untuk berangkat ke perbatasan Gujarat. Sedangkan diruangan lain, Mahamanga memberitahu pada ibu Akbar dan Bairam Khan kalau Akbar akan segera mengetahui bahwa Pangeran Mahaputra telah memenangkan Alwar dan Ajmer sekali lagi.

“Saya telah mengatakan kepada Anda untuk tidak menyembunyikannya dari Raja saat itu.”Ucap Mahamanga yang memperingati keduanya. Tapi Bairam Khan tidak senang mendengarnya, “Sebaiknya kamu tidak mengulangi masalah tetapi memikirkan solusinya.” Ujar Bhairam Khan kesal.

Dan Ibu Akbar juga merasa khawatir dengan anaknya yang belum tidur sejak dia kembali dari Rajputana. “Saya berpikir kalau Jalal akan merasa tenang setelah Rukaiyya Begum datang ke sini.”

Saat ibu Jalal masih menjelaskan kondisi Jalal, tiba2 saja Mereka terkejut ketika mendengar suara Tansen yang mengalungi musik dengan suara merdunya. Bahkan Jalal juga mendengarnya, ia langsung teringat pada Pangeran Mahaputra.

Dengan geram Jalal segera berangkat menuju keperbatasannya, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara merdu Rukaiyya Bi yang sedang berlatih dengan Tansen. Jalal terpesona mendengar suara merdu Rukaiyya. Bairam Khan dan ibu Jalal yang masih mendengar suara itu tampak memujinya.

Jalal tampak benar-benar terpesona dengan alunan merdu dari suara Rukaiyya dan melepaskan kembali topi perangnya, perlahan Dia berjalan menuju ruangan tempat Rukaiyya dan Tensen berlatih. Sedangkan Maham anga terlihat tidak terlalu senang dengan hal tersebut. Akbar masih berjalanan menuju ketempat Rukaiyya bernyanyi, ia teringat waktu ketika ia pergi untuk melihat Meera Ma bersama Pangeran Mahaputra dulu.

Kini Jalal sudah sampai ke tempat Rukaiyya Bi bernyanyi. Tansen tersenyum saat ia melihat Jalal. Tansen hendak pergi dari sana tapi sebelum itu ia menunduk sambil memberi salam pada Jalal dan kemudian barulah ia pergi meninggalkan tempat itu, sementara Rukaiyya Bi terus bernyanyi dengan matanya yang tertutup. Sementara itu, Pangeran Mahaputra terus duduk di samping Ajabde sepanjang malam. Sinopsis Mahaputra Episode 254

Kembali ke Jalal, dimana ia masih mendengarkan Rukaiyya Bi bernyanyi dengan terpesona. Jalal akhirnya jatuh tertidur di sofa. Rukaiyya Bi akhirnya selesai menyanyi dan ketika ia membuka matanya Rukaiyya tersenyum senang melihat Jalal sudah tertidur lelap.

Rukaiyya menghampiri Jalal, menyesuaikan posisi Jalal dengan benar di sofa dan menutupi Jalal dengan selimut. Saat ia menatap Jalal dengan dalam, saat itu jugalah Jalal langsung bangun dari tidurnya. Dia melempar selimut dan pergi dengan marah.

“Saya telah mengatakan kepadamu untuk tidak menyeberang batasmu.” Bentak Jalal dengan amarahnya, Rukaiyya terlihat khawatir padanya. “Kamu belum tidur sejak lama. Jangan menghukum diri sendiri. Kamu perlu istirahat. Kamu juga dapat pergi bersok untuk melawan musuhmu.” Ucap Rukaiyya menenangkan Jalal,

Namun Jalal semakin emosi mendengarnya, dia membentak Rukaiyya dan setelah itu ia segera pergi dari sana dengan emosi. Ditengah jalan, Jalal bertemu dengan Prajuritnya dan mengatakan kepada mereka untuk menginformasikan kepada Khan Baba bahwa ia akan berangkat ke Gujarat besok pagi.

Keesokan Paginya, Bairam Khan sedang bersiap2 ingin meninggalkan istana sebelum Jalal bangun. Bhairam Khan menghampiri prajuritnya, “Katakan padanya bahwa saya tidak ingin mengganggu dia dan katakan juga alasannya mengapa saya meninggalkanny dan pergi duluan” Ucap Bhairam Khan pada prajurit itu,

Saat itulah kedatangan Jalal diumumkan. Jalal tampak senang dengan keberangkatannya. Namun Bairam Khan mencoba untuk menghentikannya tetapi Jalal tidak mau mengalah. “Tubuhku bisa beristirahat untuk sementara waktu, tapi pikiranku tidak bisa tenang karena tidur.

Saya pasti akan pergi ke Gujarat. Dengan cara ini saya akan melewati Rajputana sekali lagi. Siapa yang tahu apa yang terjadi setelah itu.” Ucap Jalal pada Bhairam Khan, kemudian Jalal segera naik ke atas kudanya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *