by

Serial Drama India : Sinopsis Mahaputra Episode 250

-Debroo-94 views

Serial Drama India : Sinopsis Mahaputra Episode 250. Pasukan Mewar masih berada diperjalanan. Raja Uday bertanya pada Pangeran Mahaputra, “apa kamu ikut dengan kami?

Sinopsis Mahaputra Episode 250
Sinopsis Mahaputra Episode 250

Namun Pangeran Mahaputra tidak mendengar ucapan ayahnya, dan akhirnya Pangeran Mahaputra tersadar ketika Raja Uday memanggilnya untuk kedua kalinya. Raja Uday dan mamratji bergerak menuju bijolia. Sedangkan Ajabde yang sedang melakukan pemujaan tampak gugup dan tidak sengaja menyenggol nampan yang ada dihadapanya.

Di Chittor, Veerbai tampak bahagia hendak menyambut kedatangan Uday singhji dengan nampan arti ditanganya. Namun Ratu Bathiyani datang untuk menghentikanya lalu mengejeknya, “saya mendengar kalau Anda sedang melakukan tilak pada Raja.” Ejek Ratu Bathiyani pada Veerbaiji. “saya hanya ingin melakukan tilak pada Pangeran Mahaputra.” Jawab veerbaiji tersenyum senang.

Namun Ratu Bathiyani kembali mengejeknya hingga senyuman Veerbaiji pudar diwajahnya. “saya berkuasa di hati rana ji dan Pangeran Mahaputra akan selalu menginginkan Tilak dari saya.” Veer baiji menangis mendengar ucapan Ratu Bathiyani dan memberikan nampan arti ke Ratu Bathiyani

Saat Veerbaiji hendak pergi, Ratu Bathiyani kembali memeanggilnya dan mencoba untuk memperingati Veerbaiji. “jangan mencoba untuk mengambil keuntungan, mengerti?” Ancam Ratu Bathiyani pada Veerbaiji.

Kemudian Ratu Bathiyani segera pergi menuju keluar istana dengan membawa nampan arti dengan ditatap sendu oleh Veerbaiji. Saat Ratu Bathiyani sudah berada diluar, Prajurit memberi selogan untuk Pangeran Mahaputra. Namun Ratu Bathiyani tampak heran tidak melihat keberadaan Pangeran Mahaputra dan Raja Uday. Veerbai datang setelah Ratu Bathiyani dan juga melihat situasi.

Ratu Jaywanta juga datang dan bertanya pada veer Baiji “Anda mengatakan kepada saya kalau Anda akan melakukan tilak pada Pangeran Mahaputra dan ranaji. Veerbaiji menjawab kalau ia tidak diperbolehkan untuk melakukan tilak, karena Ratu Bathiyanilah yang berhak melakukannya.

Ratu Jaywanta memandang tidak suka kearah Ratu Bathiyani. Saat itulah Rawal ji datang, ketiga Ratu Mewar melihat kedatangan Rawat ji yang sudah turun dari kudanya. Rawat ji memberi memberi salam pada Ratu Jaywanta dan Ratu Bathiyani menanyakan keberadaan Raja Uday dan Pangeran Mahaputra.

“Raja Uday dan Pangeran Mahaputra pergi ke bijolia dengan mamrat.” Lapor Rawat ji pada ketiga Ratu Mewar itu. Ratu Bathiyani kaget mendengarnya, sedangkan Ratu Jaywanta dan Ratu Veerbai tampak tersenyum. Kemudian Ratu Jaywanta beralih mengejek Ratu Bathiyani.

Ratu Jaywanta tersenyum menceritakan kalau hubungan antara mewar dan Bijolia sudah membaik. Ratu Jaywanta terus menceritakan hal itu pada Ratu Bathiyani dimana ia tampak tidak suka mendengarnya.

Dibijolia, terlihat Ajabde masih berada diruang pemujaan. Tiba-tiba saja seorang Pelayan datang menginformasikan ke Ajabde tentang Pangeran Mahaputra yang datang kebijolia, Ajabde tampak tersenyum bahagia. satu persatu ia mengingat semua kenangan manisnya bersama Pangeran Mahaputra dulu.

Namun Senyuman Ajabde hilang ketika ia mengingat ucapan Pangeran Mahaputra yang menyedihkan. “Berhenti mengatakan itu, saya tidak ingin mendengarnya.” Teriak Ajabde pada pelayan itu. Kini Ajabde sudah berada dikamarnya dan segera mengemasi pakaiannya.

“Saya akan pergi ke tempat lain. Anda Hanya memberitahu saya ketika mereka akan datang.” Perintah Ajabde pada pelayannya dan mereka menunduk menuruti perintahnya. Hansa mosi datang memanggilnya hingga membuat Ajabde menjadi gugup, dengan cepat Ajabde segera membereskan pakaiannya pada kain panjang pink tersebut. Hansa bai tampak heran melihat Ajabde. Sinopsis Mahaputra Episode 250

“Ajabde, kamu akan pergi kemana? Jangan pergi, kamu tahukan jika Pangeran Mahaputra dan Raja Uday datang.” Tanya Ibunya dengan heran. Saat Hansabai hendak menyentuh barang-barangnya, Ajabde segera meraih tangan ibunya. “saya akan ke kuil untuk memenuhi pandit ji.” Jawab Ajabde berusaha menghindar.

“tapi pandit ji sudah memberitahu ibu semua hal yang diperlukan.” Ketika Hansa hendak memeriksa kembali barang2nya, lagi-lagi Ajabde kembali menahan tangan ibunya, dan membuat ibunya semakin heran dengan sikap putrinya. ‘Sekarang kamu harus meninggalkan segala sesuatu dan pergi dengan ibu, kamu harus membantu ibu untuk penyambutan mereka.” Ajak hansa mosi pada Ajabde.

“Ibu pergi saja dulu, aku akan mengikuti ibu nanti.” Ucap Ajabde gugup. Akhirnya Ratu Hansa menuruti ucapan Ajabde, dan segera keluar dari kamarnya. Sedangkan Ajabde tampak menangis dan mengingat semua kenangan yang begitu menyedihkan baginya.

Ketika ia berbicara dengan Pangeran Mahaputra dan Ajabde juga teringat peringatan Ratu Bathiyani pada dirinya saat berada di Chittor dulu.

“Tidak…tidak…! sekarang bagaimana saya akan mempertahankan sumpah saya.” Ucap Ajabde panik, dan ia semakin panik melihat kedatangan pelayan yang menandakan kalau Pangeran Mahaputra sudah datang.

Pangeran Mahaputra dan Raja Uday akhirnya sampai ke bijolia dengan mamrat ji. Ratu hansa tampak bahagia menyambut kedatangan Pangeran Mahaputra dan Pangeran Mahaputra segera mengambil berkah dari hansa mosi. hansa mosi melakukan tilak dari Pangeran Mahaputra dan juga menyambut Raja Uday. Kemudian ia kembali pada Pangeran Mahaputra dan mencium keningnya dengan lembut. Hansa mosi mengajak mereka untuk masuk.

Terlihat Ajabde menyiapkan dirinya untuk kabur dengan menggunakan selendang panjang yang berwarna Pink. Sedangkan didalam istana Pangeran Mahaputra dan Raja Uday disambut dengan makanan. Hansa mosi datang menghampiri Pangeran Mahaputra sambil menyuapinya ladu kemulut Pangeran Mahaputra, ia memberikan pujian untuk Pangeran Mahaputra untuk menang melawan Mughal.

Hansa mosi teringat akan larangnya pada Pangeran Mahaputra dulu untuk tidak masuk kedalam istananya. Pangeran Mahaputra melihat perubahan pada raut wajah Ratu Hansa, “apa yang terjadi hansa mosi ji?” Tanya Pangeran Mahaputra heran.

“saya benar-benar menyesal atas perilaku saya sebelumnya.” Sesal Ratu Hansa pada Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra segera berdiri dari duduknya dan menatap langsung kearah Ratu Hansa dengan senyumannya.
Sinopsis Mahaputra Episode 250

“ibu saya mengatakan untuk melupakan masa lalu jadi Anda hanya perlu melupakan insiden yang telah terakhir.” Ucap Pangeran Mahaputra lembut, Namun Ratu Hansa masih menyesali atas sikapnya pada Pangeran Mahaputra, saat itulah, Raja Uday mencoba menjelaskan kepada hansa mosi,

“Saya akan mengatakan alasannya mengapa Pangeran Mahaputra datang ke sini, dia datang untuk bertemu dengan Anda. Pangeran Mahaputra juga datang untuk mencari seseorang.” Semua orang tampak tersenyum mendengar ucapan Raja Uday, kemudian hansa mosi melihat Pangeran Mahaputra yang menoleh2 mencari2 seseorang, dan Hansa bertanya, “apa yang kamu cari? Ajab !! Dia akan datang.” Ucap Ratu Hansa sedikit menggoda.

Sedangkan Ajabde sendiri, masih mempersiapkan aksi kaburnya dengan mengikatkan selendang ketiang kamarnya. Ajabde berteriak pada pelayan untuk menunggunya sebentar lagi. Sinopsis Mahaputra Episode 250

Kembali keruangan keluarga, saat Raja Uday hendak menanyakan siapa yang dicari Pangeran Mahaputra, dengan gugup Pangeran Mahaputra menjawab pertanyaan ayahnya. “saya ingin pergi untuk bertemu laxmi.” Raja Uday dan mamrat ji tentu heran mendengarnya, sedangkan Ratu Hansa hanya tersenyum dan membiarkan Pangeran Mahaputra untuk pergi menemui Laxmi.

kemudian Pangeran Mahaputra segera pergi ketempat Laxmi. dan Ajabde sudah bersiap2 untuk turun dari benteng, Tidak jauh dari sana tampak Pangeran Mahaputra sudah berjalan diluar istana dan melihat2 situasi. Ajabde berusaha untuk turun, tapi sayangnya ikatan selendang pada tiang tidak mampu menahan beban dari tubuh Ajabde, Akhirnya ikatan itu terlepas dari tiang dan Ajabde jatuh tepat mendarat kepangkuan Pangeran Mahaputra.
Sinopsis Mahaputra Episode 250

Tatapan mata mereka saling bertemu, mereka menatap cukup dalam. dan selendang yang dibawa Ajabde untuk kabur tertiup keudara dan mendarat tepat diatas kepala mereka berdua, suasana tampak romantis antara Pangeran Mahaputra dan Ajabde, dimana tatapan diantara keduanya semakin dalam!!!!! Kemudian Ajabde dan Pangeran Mahaputra masuk ke kilas balik kenangan manis diantara keduanya.

Setelah cukup lama mereka saling menatap, Ajabde tersadar dan segera turun dari pangkuan Pangeran Mahaputra. Ia tampak gugup dan kembali menatap satu sama lain kenangan mereka mulai muncul dipikiran keduanya. “Aku pikir kamu mengambil makanan untuk waktu yang begitu lama, aku berada dalam perang yang melelahkan, kenapa kamu tidak mengambil makanan untukku.” Tanya Pangeran Mahaputra yang memecahkan keheningan diantara mereka.

“Tidak, kamu menjadi begitu kuat ketika mengangkat saya.” Ucap Ajabde gugup hingga membuat Pangeran Mahaputra salah tingkah. “Kamu selalu menghindar disetiap ucapanku.” Sela Pangeran Mahaputra pada Ajabde. Ajabde berusaha untuk menjelaskan kalau ia tidak seperti apa yang dipikirkan Pangeran Mahaputra.

“Baiklah, aku akan jelaskan sekarang. Aku pikir kamu menyembunyikan diri dan lari dari benteng ini.” Selidik Pangeran Mahaputra pada Ajabde, kini giliran Ajabde menjadi Gugup.

Ajabde segera berbalik untuk menahan kegugupanya. “mengapa aku akan menyembunyikan diri dan mengapa aku akan lari dari benteng ini?” Teriak Ajabde pada Pangeran Mahaputra. “Aku sudah melihatnya, dan aku membuktikannya kalau kamu ingin lari dari benteng ini menggunakan selendang ini.” Ejek Pangeran Mahaputra sambil memamerkan selandang Ajabde tadi, refleks Ajabde segera mengambil selendang itu dari tangan Pangeran Mahaputra. “Kamu harus meninggalkanku sendirian disini, ceritakan apa yang kamu lakukan di sekitar kamarku?” Teriak Ajabde penuh selidik.

Dan Pangeran Mahaputra kembali menjadi salah tingkah dengan alasan konyolnya. Ajabde pun mengejeknya, hingga Pangeran Mahaputra tidak bisa menjawab alasanya karena gugup. Saat itulah Ajabde mendengar teriakan Ratu Hansa yang memanggilnya, Ajabde tampak panik mendengarnya.
Sinopsis Mahaputra Episode 250

“tolong bantu aku dari ibuku!!!” Ucap Ajabde gugup yang meminta bantuan pada Pangeran Mahaputra. Akhirnya dengan liciknya Pangeran Mahaputra menanyakan alasan Ajabde. “pertama-tama kamu harus memberitahu saya kalau kamu memang ingin keluar dari benteng ini.”

Awalnya Ajabde tidak ingin mengakuinya, Pangeran Mahaputra berulang-ulang kali meminta Ajabde untuk mengakuinya dan Ajabde juga berulang-ulang mengatakan tidak. Hingga mereka mendengar teriakan Ratu Hansa untuk kedua kalinya, Pangeran Mahaputra mencoba untuk mengancam Ajabde kalau ia akan memberitahu hal ini pada Ratu Hansa.

Dengan panik akhirnya Ajabde mau mengakuinya. Tentu hal tersebut membuat Pangeran Mahaputra senang dan dengan gerakan cepat Pangeran Mahaputra segera melempar selendang dan pakaian Ajabde keluar dari pagar.

Pangeran Mahaputra kembali menatap Ajabde dengan ekspresi yang menyindir. “Aku juga bisa melakukan hal ini.” Ucap Ajabde percaya diri. “Baiklah,kalau begitu aku akan membawa pakaianmu kembali maka kamu harus mencoba yang barusan aku lakukan.” Ajabde tampak kaget, dan Pangeran Mahaputra melangkahkan kakinya hendak mengambil pakaian Ajabde tadi.

namun langkah Pangeran Mahaputra terhenti ketika mereka mendengar panggilan Ratu hansa untuk yang ketiga kalinya. dan kali ini Ratu Hansa datang menghampiri keduanya “Mari kita masuk kedalam istana, semua orang sudah menunggumu.” Ucap Ratu Hansa yang mengajak keduanya untuk masuk kedalam istana, keduanya sempat saling menatap. Hingga Ajabde melangkah duluan mengikuti ibunya, dari belakang Pangeran Mahaputra menatap punggung Ajabde penuh senyuman yang mengembang diwajahnya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *