by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 241

-Debroo-39 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 241. Jalal ingin melihat lambang mughalnya. Beberapa prajurit membungkuk untuk mengikuti perintahnya. Jalal ingin melihat itu dan ia ingin meletakkan lambangnya pada titik paling atas istana ini.

Sinopsis Mahaputra Episode 241
Sinopsis Mahaputra Episode 241

Teman Pangeran Mahaputra terlihat cemas pada satu sama lain saat mereka melihat Jalal dan Bairam Khan mendekati kotak itu. Jalal memerintahkan prajuritnya untuk membuka kain yang menutup lambang Mughalnya. Saat kain itu sudah terbuka, teman-teman Pangeran Mahaputra merasa lega karena keduanya tidak ada lagi bersembunyi didalam kotak itu.

Sedangkan Pangeran Mahaputra dan Rawat ji sudah pindah dan bersembunyi pada jarak yang tidak jauh dari sana, mereka bersembunyi di beberapa tong. Flashback ditunjukkan di mana teman-temannya pertama kali membuka pintu disisi lainnya yang membantu mereka keluar dengan aman.

Bairam Khan setuju untuk tetap meletakkan lambang mereka ketempat yang selayaknya. “Anda harus pergi dan beristirahat sekarang karena kita harus berangkat ke Agra besok.” Saran Bhairam Khan pada Jalal, namun Jalal merasa bahwa ia tampak khawatir untuk beberapa alasan.

Bairam Khan mengerti kekhawatir Jalal itu karena ia telah memainkan sebuah lelucon buruk dengan ibu Pangeran Mahaputra. Jalal tidak ingin menanggapinya kemudian ia segera meninggalkan Bhairam Khan menuju ke kamarnya.

Sementara itu Pangeran Mahaputra bersiap2 hendak pergi dari tempat persembunyiannya, namun ia segera menutup kembali tong itu ketika Bhairam Khan sekilas melirik kearahnya. Bairam Khan menanyakan pada prajuritnya tentang tong (Pangeran Mahaputra dan Rawat ji berada di dalamnya).

Prajurit itu mengatakan tong itu adalah wadah untuk menyimpan biji-bijian yang akan pergi ke Agra dengan Raja. Bhairam Khan tidak suka mendengarnya dan memerintahkan mereka untuk memindahkan tong itu sejauh2nya. “Aku bahkan tidak bisa melihat apakah ada yang bersembunyi di balik itu. Aku ingin pengaturan keamanan yang tinggi hingga bahkan burung tidak bisa datang ke sini.” Bentak Bhairam Khan memerintahkan prajuritnya untuk memindah tong itu.

kemudian Teman-teman Pangeran Mahaputra berjalan untuk membantu memindahkan tong itu, saat itulah Pangeran Mahaputra dan Rawat ji keluar dari tong.

Sedangkan disisi lain Mamrak dan Uday Singh masih berjalan menuju istana Alwar dengan pasukan kecil mereka. Mereka terkejut menemukan beberapa prajurit Mewar di depan candi. Mamrak ji akan turun untuk memeriksa.

Di Kerajaan Alwar, dimana Pangeran Mahaputra ingin pergi menemui Jalal sekarang atau akan menjadi sulit bagi mereka untuk melacaknya setelah itu. Rawat ji memberitahu dia menunggu untuk sementara waktu tapi Pangeran Mahaputra tidak ingin mereka berdua pergi bersama-sama karena ada lebih banyak kesempatan untuk ditangkap jika mereka berdua.

“Ditambah jika kita kehilangan dia sekarang maka kita harus menemukan Haji Khan terlebih dulu dan kemudian mencoba untuk mencari Jalal.” Ucap Pangeran Mahaputra pada Rawat ji dan Pangeran Mahaputra tetap pergi meskipun Rawat ji mencoba untuk menghentikan Pangeran Mahaputra.

Salah seorang prajurit menyuruhnya untuk beristirahat namun Bairam Khan tidak berminat untuk beristirahat sampai mereka kembali ke Agra. “Kita harus meninggalkan tempat ini.” Bhairam Khan menginstruksikan prajuritnya untuk memindahkan lambang Mughal ke dalam. Mereka mematuhinya, Tapi saat Bhairam Khan melirik kekotak tadi, ia melihat beberapa tanah yang membuatnya curiga.

Didalam istana, Jalal berjalan dengan diikuti oleh dua anak buahnya. Pangeran Mahaputra mengikutinya dari kejauhan. Jalal seperti merasakan sesuatu dan mencoba untuk melirik kesana kemari. Sedangkan Pangeran Mahaputra masih mengikutinya dari belakang,

Jalal kembali memeriksa kebelakang apakah memang ada seseorang yang mengikutinya atau tidak. Prajurit itu bertanya pada Jalal apakah ada sesuatu? Jalal meyakinkan mereka kalau tidak ada apa2, kemudian mereka kembali berjalan. Dari balik tiang ternyata Rawat ji berusaha untuk memegang Pangeran Mahaputra agar tidak bertindak bodoh.

“Pangeran, Berpikirlah sebelum bertindak. Aku tahu dia telah menghina Rani Ma Anda, tapi jangan bertindak bodoh untuk melawan dia sendiran seperti ini. Setiap sudut istana ini dipantau oleh penjaga.” Jelas Rawat ji Pada Pangeran Mahaputra,

ia ingin Pangeran Mahaputra untuk menemukan cara lain untuk pergi ke kamar Jalal yang kurang berbahaya baginya. “Saya pikir rencana Anda sebelumnya sempurna untuk itu. Pertama kita harus menemukan Haji Khan dan kemudian baru ke kamar Jalal dengan info yang diberikan oleh Haji Khan.”

Jelas Rawat ji kembali, dan akhirnya Pangeran Mahaputra setuju untuk pergi denganya. Tapi sebelum itu, Rawat ji ingin menemukan semua teman-temannya. Rawat ji segera keluar untuk melakukan misi ini. Sinopsis Mahaputra Episode 241

Diluar istna, Bairam Khan menemukan beberapa pasir di dilambang Mughali. “Saat itu ditutupi lalu bagaimana bisa ada pasir di atasnya?” Tanya Bhairam khan pada salah satu Prajurit, mereka tidak tahu akan hal itu. “Saya telah melihat ketakutan di mata pasha yang mengelola tampuk gerbong ini.” Bentak Bhairam Khan yang mengingat ekspresi ketakutan prajurit yang bernama Pasha yaitu prajurit yang telah membantu rombongan Pangeran Mahaputra untuk masuk kedalam istana.

Sementara itu, Uday Singh terkejut setelah mengetahui kalau Ratu mewar berada di candi yang ada dihadapannya. dan ia juga melihat Para tentara yang mengawasi dari luar. Mamrak ji memberitahu pada Uday bahwa candi itu adalah tempat Kuldevi.

“Saya pikir Ratu dari Mewar telah bergabung dengan Ratu dari Marwar untuk berdoa bagi kesejahteraan semua orang.” Jelas Mamrat ji pada Uday singh. Uday Singh memberi pujian untuk semua para wanita. “Kita mengambil begitu banyak waktu untuk membuat perdamaian dan wanita-wanita ini, mereka di sini telah melakukan banyak hal sebelum itu.” Jelas Uday singh dengan ekspresi bahagianya, kemudia Dia masuk ke dalam.

Sesampainya didalam Uday Singh memanggil Ratu Jaywanta. Semua Ratu berbalik dan melihatnya dengan perasaan lega . Ratu Bathiani ingin pergi menghampiri Raja Uday tapi Ratu Jaywanta mendahuluinya dan langsung memeluk Raja Uday dengan perasaan bahagia.

Semua Ratu melihat keduanya berpelukan dan Bathiani terlihat tidak suka dengan hal tersebut. Setelah melepaskan pelukan mereka, Jaywanta mengatakan kekhawatirnya kepada Raja Uday. Ratu Jaywanta memintanya untuk menghentikan Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra telah pergi menuju keistana Alwar. Raja uday meyakinkan Jaywanta kalau ia akan mengejar Pangeran Mahaputra. Sinopsis Mahaputra Episode 241

Saat itulah Ratu Jaywanta terkejut ketika ia melihat Mamrak ji datang menghampiri mereka. Jaywanta teringat semua apa yang terjadi di istana mereka dan mengatupkan tangannya untuk meminta maaf kepada Mamrat ji. Mamrat ji menjawab kalau ia hanya peduli tentang keselamatan Pangeran Mahaputra ini.

Raja Uday langsung mengatakan pada semua Ratu, “Kalian semua harus segera pergi ke Chittor, karena jika kalian tinggal di sini dalam keadaan seperti ini tidak lah aman untuk kalian.” Ucap Raja Uday dihadapan semua Ratu Mewar dan Marwar

kemudian Raja uday kembali mengatakan kepada mereka bahwa perang antara Mewar dan Marwar telah berakhir. “kami telah bergabung untuk memerangi orang-orang Mughal.” Jelas Raja Uday pada semua Ratu, raja uday juga mengatakan pada Ratu dari Marwar untuk meninggalkan tempat itu dengan tentara mereka.

Kemudian Raja Uday berbalik untuk pergi tapi VeerBaai menghentikannya dan berjalan mendekati Raja Uday dengan ditatap oleh semua Ratu. Veerbai memberi Raja Uday kumkum Devi Ma(bubuk berwarna merah). “Anda akan melawan musuh besar dan saya memiliki keyakinan penuh bahwa kumkum ini akan melindungi Anda sepanjang waktu.” Jelas Veerbai pada Raja Uday.

Veerbai hendak meletakkan kumkum itu dikening Raja Uday Namun Ratu Bathiani segera menghentikannya, semua orang langsung melirik kearah Bathiani dan Ratu Jaywanta memperingati bathiani untuk tidak mengganggu tilak. Bathiani menjelaskan Ratu utamalah yang harus melakukannya.

Ratu Jaywanya menjawab kalau Tilak itu tidak selalu Ratu Utama yang melakukanya, Veerbai sedih mendengarnya. dan Ratu Jaywanta mengatakan kepada Veerbai untuk melakukan tilaknya. “Veerbai sangat membantu ketika Aku tak sadarkan diri, Dia membawa saya kembali ke akal saya.” Jelas Jaywanta dihadapan Raja Uday.

Uday singh melirik Veerbai saat Veerbai melakukan tilak pada Uday Singh. Setelah mengatupkan tangannya dihadapan Veerbai, Raja Uday segera pergi dengan Mamrak ji.

Di Alwar, beberapa Prajurit menghampiri satu Pasha yang membawa kreta tadi. Prajurit itu mengatakan padanya kalau ia dipanggil oleh Bairam Khan. Pasha akan pergi dengan dalih ingin memberi air untuk kudanya terlebih dulu. Sambil membawa kudanya,

Pasha terlihat sangat khawatir, ia berpikir bagaimana jika ia ketahuan tentang segala sesuatu yang terjadi dalam perjalanan menuju ke sini. Kemudian saat pasha mengikat tali kudanya ia melihat Rawat ji dan mengatakan kalau dia akan pergi menemui Jalal untuk melaporkan segalnya pada Rajanya namun Rawatji segera menangkapnya dan membunuhnya karena Rawat ji tidak ingin mereka terkena imbasnya apabila prajurit itu nanti melaporkan semuanya Pada Jalal.
Sinopsis Mahaputra Episode 241

Rawat ji segera menyembunyikan tubuh pasha, namun salah seorang prajurit yang lainnya seperti melihat tubuh prajurit itu ditarik dari balik jerami. Saat itulah Bairam Khan datang ke sana dan mengatakan kepada tentaranya untuk melihat-lihat sekitar.

Semua Prajurit mulai menyebar untuk melihat2 apakah ada penyusup atau tidak, bhairam memerintahkan satu Prajurit yang masih berdiri dihadapannya untuk melihat dibalik jerami, Prajurit itu mulai berjalan menuju tumpukan jerami itu dan ia menemukan tubuh prajurit yang dibunuh oleh Rawat ji tadi.

Bairam Khan marah pada sistem keamanan mereka. Dia ingin memperketat keamanan di sekitar ruangan Jalal dan di setiap sudut istana. Disisi lain Pangeran Mahaputra telah memutuskan rencana mereka. Rawat ji mengatakan kepada Pangeran Mahaputra kalau dia telah membunuh Pasha.

Setelah mendengar kabar itu Pangeran Mahaputra langsung mengatakan kalau dia tidak bisa berhenti sekarang. “Kita harus masuk ke dalam sebelum Bairam Khan mendapat kabar apa-apa.” Ucap Pangeran Mahaputra pada semua temannya. Pangeran Mahaputra memandu semuanya, ia mengatakan pada temannya apa yang seharusnya mereka lakukan.

Sedangkan Bairam Khan datang ke sana dan menemukan sudut yang kosong. dan ia mengatakan pada prajuritnya, “Siapapun bisa datang dari sini. Saya ingin keamanan penuh di sudut ini atau siapa pun harus mengawasinya secara penuh.”Perintah Bhairam pada prajuritnya. dan Rawat ji menyadari bahwa mereka tidak dapat bergerak kembali atau bergerak maju sekarang karena Bhairam Khan sudah memerintahkan Prajuritnya untuk mengetatkan keamanan. Pangeran Mahaputra dan teman-temannya terjebak.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *