by

Tara Basro Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2015

-Debroo-35 views

Debroo.com. Tara Basro Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2015. Berkat aktingnya dalam film A Copy of My Mind garapan Joko Anwar Tara basro berhasil meraih Penghargaan paling bergengsi untuk sineas Indonesia, yakni Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2015.

Untuk diketahui, perjalanan Tara Basro di dunia akting selama kurang lebih 4 tahun, bisa dikatakan sebuah “kecelakaan”. Tara sendiri tak pernah memiliki mimpi untuk menjadi bintang film.

Perjalanan Tara Basro menjadi Artis
Memasuki dunia hiburan yang glamour, mungkin banyak diimpikan oleh banyak orang, namun tidak bagi Tara Basro, perkenalannya dengan dunia layar lebar, disebut Tara sebagai sesuatu yang tak direncanakan sebelumnya.
meskipun Tara menyukai dunia seni panggung mengikuti audisi untuk sebuah pertunjukan musikal.

“Begitu bertemu casting director-nya, aku malah disuruh ikut casting film “Catatan Harian Si Boy”. Setelah dicoba, ternyata dapat (peran), deh. Jadi ibaratnya saya ini tercemplung. Tapi sampai sekarang, it’s been my favourite job ever,” tutur Tara sembari tertawa.

Akting Tara sebagai Putri, adik Satrio (Ario Bayu), di film itu sukses mencuri perhatian penonton. Ia pun masuk sebagai nominasi Pendatang Baru Wanita terbaik Indonesia Movie Awards (IMA) 2012.

Langkah Tara menapaki karier di dunia seni peran makin mulus dan lancar. Beberapa film layar lebar langsung ia bintangi seperti Histeria, Rumah dan Musim Hujan, Make Money, The Killers, The Right One, Pendekar Tongkat Emas, dan A Copy of Mind.

Awalnya kedua orangtua Tara keberatan dan mreragukan keinginan Tara untuk serius menekuni karier sebagai aktris, karena latar belakang keluarganya memang tak ada yang bekerja di industri hiburan.

“Papa yang sempat bilang, ‘Ngapain kamu (main film), sekolah saja!’ Tapi lama-kelamaan Papa akhirnya bilang, ‘Ya, sudahlah, kalau memang itu bikin kamu senang,” kata lulusan NSW Technical and Further Education Commission Australia itu.

Tara Basro Jadi Pendekar

Sepak terjang Tara sudah dianggap layak diperhitungkan, sejak berkecimpung di industri perfilman, dalam kariernya yang baru beberapa tahun, Tara sudah menjajal berbagai macam genre film seperti drama (Catatan Harian Si Boy, The Right One), komedi (Make Money), dan thriller psikologi (The Killers).

Tara juga terlibat dalam produksi film bergenre action, di film berjudul Pendekar Tongkat Emas, Tara berperan sebagai tokoh antagonis. Sesuai dengan genrenya, artis kelahiran 11 Juni 1990 ini, harus menguasai seni bela diri.

Tara harus berlatih wushu dan silat. Untuk film yang diproduseri Mira Lesmana dan Riri Riza ini, Tara dilatih langsung oleh fighting director asal Hongkong.

Tara mengaku siap menjadi sorotan kamera infotainment. Meski menurutnya, dirinya tak terlalu suka dengan ketenaran dan sorotan kamera itu. Tara pun mengaku siap menghadapi gosip.

“Sebisa mungkin aku enggak mau mengekspos kehidupan pribadiku. Meskipun artis ibaratnya sudah milik publik, tapi setidaknya ada sesuatu yang cuma aku sendiri yang boleh tahu,” ujarnya.

Berpacaran dengan sesama pelaku industri hiburan, diakui Tara seperti menjilat ludah sendiri. Pasalnya, ia sempat berjanji tak mau berpacaran dengan sesama artis.

Tara sempat menjalin hubungan dengan aktor Arifin Putra selama dua tahun sebelum akhirnya putus. Tak lama setelah putus, ia menuai gosip karena foto mesranya dengan aktor Nicholas Saputra yang sama-sama bermain di film Pendekar Tongkat Emas.

Soal jodoh, Tara memang tidak punya target segera menikah. Ia mengaku sempat pengin banget menikah di usia 21 tahun. Namun, sejak banyak yang ingin dia wujudkan, ia baru berharap menikah di usia 30 tahun.

Tara Basro Memiliki Eksotis

Soal penampilan, Tara mengaku sangat bangga memiliki kulit eksotis atau hitam manis. Dulu, ia memang sempat berusaha keras agar kulitnya bisa lebih terang. Namun seiring semakin dewasa usianya, Tara memilih untuk lebih menghargai dirinya sendiri dan menerima apa yang sudah Tuhan beri untuknya.

“Ya, aku senang dengan warna kulitku. Dulu aku sangat mencoba berbagai cara biar kulitku bisa lebih terang. Semua produk kecantikan, aku coba. Tapi setelah semakin dewasa, aku lebih berusaha menerima diri aku seperti apa adanya dan tried to embrace it. Menurutku, semua wanita juga cantik, kok. Mau kulitnya hitam atau putih,” tandasnya

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *