by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 238

-Debroo-78 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 238. Pangeran Mahaputra dan Burga Khan bersiap-siap memulai pertarungan dengan senjata ditangan mereka. Dari barisan penonton terlihat Jalal yang tersenyum menyaksikan pertarungan itu.

Sinopsis Mahaputra Episode 238
Sinopsis Mahaputra Episode 238

Sementara itu Burga Khan mematahkan tombaknya menjadi dua bagian dan melemparkannya hingga jauh. Jalal berpikir, hanya dia yang tahu hasil dari laga ini. Pertarungan ini akan berakhir dengan kematian Pangeran Mahaputra. Ketika hasilnya adalah bagian akhir mengapa ibu Pangeran Mahaputra harus tahu setelah pertarungan ini berakhir? Ini akan menjadi seperti kecurangan.

Jalal memberi perintah pada prajuritnya untuk pergi dan menginformasikan pada ibu Pangeran Mahaputra tentang hasil dari pertarungan. Prajurit itu mengangguk melaksanakan perintah Jalal. Sementara itu Pangeran Mahaputra ingat ucapan Guru nya kalau ia harus bertarung dengan binatang ini untuk menyelamatkan diri. Saat itulah Burga Khan maju ke arah Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra mencoba untuk menyerangnya dengan cara menendang Burga Khan, namun Pangeran Mahaputra terjatuh ke lantai karena gagal menyerang burga Khan. Semua orang tampak tegang melihat Pangeran Mahaputra yang terjatuh, dan Pangeran Mahaputra kembali untuk mencoba menyerang Burga Khan menggunakan senjatanya tapi Burga Khan tetap tidak bisa dikalahkan

Dan Burga Khan langsung mematahkan senjata Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra yang tidak memiliki senjata lagi, berusaha menyerang Burga Khan dengan tangan kosong, namun lagi-lagi Pangeran Mahaputra gagal dalam upaya untuk menjatuhkan Burgha Khan hingga Pangeran Mahaputra kembali jatuh ketanah.

Pangeran Mahaputra segera berdiri, dan kembali memukul Burga Khan berkali-kali, hingga Pangeran Mahaputra ingin mendorong Burga khan dengan menggunakan kepalanya, namun Pangeran Mahaputra terpental ketanah dan meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.

Ditenda Marwar, Phool tampak gelisah memikirkan Pangeran Mahaputra. “Apa yang akan aku lakukan untuk menyelamatkan Pangeran Mahaputra, jika Ajabde menemui aku?” Phool terdiam karena sudah memikirkan Ajabde. “Mengapa aku memikirkan tentang dia sepanjang waktu ketika dia tidak ada di sini? Apakah aku menjadi terlalu bergantung padanya untuk segalanya? Tidak, tidak begitu. Aku putri Marwar. Aku tidak membutuhkannya.” Ucap Phool sambil menangis.

Saat itulah Ajabde datang menghampiri Phool. Phool semakin menangis melihat kedatanganya dan segera berdiri mendekati Ajabde. “Phool, kau bisa lari dari diri sendiri tetapi kau akan membutuhkan aku sepanjang waktu seperti yang aku lakukan.” Ucap Ajabde dihadapan Phool.

Phool penasaran bagaimana dia bisa datang ke sini. Ajabde menjawab, “aku tidak pernah pergi jauh dari hatimu. Kau akan tetap dalam dilema sampai waktu kau berpikir tentang situasi ini tentang membuat pilihan antara dua orang yang kau cintai. bukan tentang orang, tetapi tentang benar dan salah, tentang dharma dan kharma. Kakekmu sudah salah. Kau harus memihak pada keyakinan mu sendiri.” Namun Phool menjawab kalau ia tidak bisa melawan kakeknya.

Ajabde mengatakan kepadanya untuk mengingat bagaimana dia menghadapi Jalal dulu. Kau hanya akan melawan Jalal bukan kakekmu.” Ucap Ajabde yang menjelaskannya pada Phool. Phool masih dalam kebingungan. Phool terus berbicara dengan Ajabde sambil membelakanginya. Tapi saat Phool berbalik, ia menyadari kalau Ajabde hadir hanyalah imajinasinya saja. “Apa yang terjadi padaku? Aku harus menyelamatkan dia tapi bagaimana aku akan sampai ke sana?” Isak Phool dengan paniknya.

Kembali ke pertarungan, Dimana Pangeran Mahaputra masih berusaha untuk menyerang Burga Khan, namun dengan cepat Burgha Khan menahan tangannya dan melemparkan Pangeran Mahaputra hingga jatuh ketanah. Maldev Ji dan Jalal senang melihat Pangeran Mahaputra terjatuh.

Pangeran Mahaputra kembali berdiri, dan melompat ketubuh Burga Khan. Namun lagi-lagi Pangeran Mahaputra dilempar hingga tubuh Pangeran Mahaputra membentur kesebuah Vas. Raja Uday tampak Khawatir dengan keadaan Pangeran Mahaputra, dimana darah mengalir dari kepala Pangeran Mahaputra.

Namun Pangeran Mahaputra tidak menyerah dan kembali menyerang Burga Khan, hingga Pangeran Mahaputra akhirnya terjatuh tidak sadarkan diri karena terkena serangan kuat dari Burga Khan. Babak pertamapun berakhir. Burga Khan telah dinyatakan menang di babak ini. Jalal dan Raja Maldev tersenyum mendengar kemenangan mereka. Sedangkan Pangeran Mahaputra masih terbaring tak sadarkan diri di tanah.

Ditempat pemujaan, dua orang dayang menginformasikan ke semua Ratu tentang pertandingan tersebut. Ratu Jaywanta langsung menghentikan dayangnya dan menyuruh mereka untuk tetap tenang. “Hasil pertandingan belum ditentukan, sampai anak ku kembali ke istana dengan selamat.

Waktu yang tepat adalah kalian akan membawa informasi baik.” Tegur Ratu Bathiani pada ketiga dayang yang ada dihadapannya. Saat itulah Ratu Bathiani melangkah mendekati Jaywanta, Bathiani mengatakan pada Ratu Jaywanta kalau ia merasa apa yang dikatakan dayang mereka adalah benar, namun bathiani terdiam ketika ia melihat Ratu Jaywanta menatapnya dengan tajam. Bathiani segera meminta maaf.

Ditenda Marwar, Phool telah menyamar dengan berapakaian seorang pria dan ia mencari cara untuk menipu tentara agar bisa keluar dari paviliun nya.

Sinopsis Mahaputra Episode 238. Di sisi lain, Burga Khan terlihat senang atas kemenanganya begitu juga dengan Jalal. Guru Ragvendra bergumam agar Pangeran Mahaputra segera sadar. Sedangkan diluar terlihat Phool datang untuk menemui Pangeran Mahaputra dengan menunggangi kudanya, namun sesampainya didepan sebuah tenda, Phool malah terjatuh dari atas kuda.

Prajurit yang berjaga diluar langsung menghampirinya, prajurit itu menananyakan siapa dia. Phool menjawab kalau ia ingin menemui Pangeran Mahaputra, Prajurit itu mengatakan kalau Pangeran Mahaputra sudah ikut berpartisipasi dalam pertandingan tersebut. Phool menanyakan dimana tempatnya, Prajurit itu menunjukan area pertandingan itu pada Phool. Phool segera berlari menuju area pertandingan.

Didalam area, tepatnya dibarisan penonton tampak Jalal menginginkan Pangeran Mahaputra segera bangun. “Bangun Pangeran Mahaputra, Bagaimana kau bisa lemah seperti ini?” Tiba-tiba Pangeran Mahaputra membuka matanya, dan hal tersebut membuat Jalal terlonjak kaget.

Pangeran Mahaputra yang masih terbaring ditanah teringat apa yang telah ia alami dimedan perang saat melawan jalal dulu. dan Kini wasit mulai menghitung, dengan sekuat tenaga akhirnya Pangeran Mahaputra bisa bangkit kembali. Pangeran Mahaputra ingat apa yang sudah diajarkan oleh gurunya kemarin tentang mencoba untuk menemui titik kelemahan pada lawan.

Dia mulai menyerang Burga Khan di semua tempat yang mungkin letak kelemahanya. Namun pada akhirnya Pangeran Mahaputra dilempar kembali hingga jatuh ketanah, Uday Singh reflek berdiri, ia sangat mengkhawatirkan kondisi Pangeran Mahaputra.

Diluar Phool masih berlari menuju area pertandingan, walau ia merasa kelelahan hingga sendalnya terlepas, Phool tidak ingin menyerah dan terus berlari. Kembali kepertandingan, dimana Pangeran Mahaputra akhirnya menemukan titik kelemahan dari Burga Khan. dan Pangeran Mahaputra terus memukul titik kelemahan Burghan Khan, Hingga akhirnya Pangeran Mahaputra berhasil membuat Burgha Khan tidak berdaya.

Jalal dan Maldev ji sangat terkejut melihatnya. sedangkan Guru dan ayahnya terlihat senang. Babak kedua berakhir dengan hasil imbang antara kedua peserta. Sementara itu Phool masih terus berlari, Phool teringat dengan kata-kata Jalal kalau Pangeran Mahaputra adalah musuhnya.

Phool tampak menangis mengingat semua ucapan Jalal padanya dulu. Burgha Khan yang masih beristirahat, mendapat sebuah kiriman kuku beracun dari Jalal. Burga Khan langsung mengerti apa yang seharusnya ia lakukan. Putaran ketigapun diumumkan. Para peserta akan mulai bertarung sampai salah satu dari mereka meninggal saat pertempuran.

Pangeran Mahaputra terus mengelak ketika Burga Khan mencoba untuk menyerangnya. Pangeran Mahaputra mengingat teknik Guru nya tentang learning untuk mengontrol titik pusat dahinya. Saat itulah Pangeran Mahaputra mulai menyerang pundak Burga Khan berkali-kali hingga akhirnya burga Khan segera bertindak dengan cara mencakar leher Pangeran Mahaputra dengan kukunya yang beracun.

Pangeran Mahaputra merasakan pusing dan jatuh ke tanah tidak sadarkan diri. Burga Khan merayakan kemenangannya. Saat itulah Phool datang, ia kaget melihat Pangeran Mahaputra tergeletak ditanah, dan phool bergegas menghampiri Pangeran Mahaputra dengan membawa segelas air putih. Phool memberi Pangeran Mahaputra minum dan membisikan pada Pangeran Mahaputra tentang kuku beracun yang ada Pada Burga Khan.

Pangeran Mahaputra menyadari mengapa Burga Khan mencoba untuk menyerangnya menggunakan kukunya. Wasit mengatakan pada Pangeran Mahaputra, kalau ia harus bangun sampai wasit menghitung hingga lima atau Burga Khan akan dinyatakan sebagai pemenangnya.

Wasit mulai menghitung, orang-orang berusaha untuk menyemangati Pangeran Mahaputra agar cepat bangun. Sampai akhirnya Pangeran Mahaputra berhasil untuk bangkit sejenak Pangeran Mahaputra menatap Burgha khan dengan tatapan tajamnya

Pangeran Mahaputra teringat dengan kata-kata gurunya untuk menyerang lawannya dengan tangan terbuka. Pangeran Mahaputra melakukan apa yang diperintahkan oleh gurunya, Pangeran Mahaputra membuka tangannya dan dengan kekuatan penuh Pangeran Mahaputra langsung menyerang Burga Khan tepat di jantungnya.

Burgha Khan langsung tewas. Wasit pun mengumumkan Pangeran Mahaputra sebagai pemenangnya, Rawatpun langsung bersorak dengan memberi selogan untuk Pangeran Mahaputra, Raja Uday tampak bahagia atas kemenangan putranya. Sedangkan Raja Maldev dan Jalal terlihat kecewa / marah atas kekalahan mereka.

Jalal segera pergi dari sana dengan wajah geramnya. Sedangkan Raja Uday Singh mengatakan pada Maldev, “Putraku telah mengalahkan binatang seperti Burga Khan. Kita harus membahas tentang peraturan yang sudah dijanjikan sekarang.”

Pangeran Mahaputra ingin mengatakan sesuatu. Dia telah memenangkan kompetisi ini, tapi mereka harus tahu kalau aturan yang mereka janjikan belum diikuti dalam kompetisi ini.Saat itulah Raja Maldev mengatakan hal yang sebenarnya bahwa Burga Khan dikirim oleh Jalal.

Pangeran Mahaputra juga bertanya tentang kuku beracun di tangan Burga Khan. Raja Maldev terkejut mendengarnya dan Uday Singh langsung marah mengetahui hal ini. Maldev berpura-pura kalau ia tidak bersalah karena ia tidak tahu apa-apa tentang hal itu.

Uday Singh ingin penjelasan. “Aku selalu berpikir kalau itu adalah masalah pribadi kita, tapi mengapa Anda melibatkan Jalal dalam hal ini.” Teriak Raja Uday marah. Maldev mengatakan alasanya mengapa ia meminta bantuan untuk itu.

Sinopsis Mahaputra Episode 238. “Saat Raghvendra mundur. Aku hanya menerima usulan Jalal untuk membuat pertarungan Burga Khan melawan Pangeran Mahaputra. Aku benci dia, seperti yang sudah Anda lakukan pada aku . Tapi aku benar-benar tidak tahu tentang kuku beracun itu. lagian Pangeran Mahaputra telah memenangkan kompetisi ini. Aku menerima kekalahan. Marwar akan menerima aturan dari Mewar.” Jelas Raja Maldev dengan bijak, kemudian Raja Maldev mengumumkan di depan semua orang kalau dia akan meletakkan pedangnya di kaki Pangeran Mahaputra, setelah Pangeran Mahaputra memenangkan kompetisi ini.

Rawat ji memuji Pangeran Mahaputra dengan memberi selogan untuk Pangeran Mahaputra dan semua orang bergabung berteriak memuji Pangeran Mahaputra. “Aku telah banyak mengalahkan musuh besar aku dengan pedang ini. Maka Aku akan meletakkan pedang ini di kaki kau hari ini.” Ucap Raja Maldev setelah berdiri tepat dihadapan Pangeran Mahaputra,

Raja Maldev hendak menunduk namun Pangeran Mahaputra segera menghentikannya. Pangeran Mahaputra berbalik menghampiri ayahnya. “Bajirat, Apakah Anda tidak senang dengan kemenangan ini?” Tanya Pangeran Mahaputra pada Raja Uday, Raja Uday Singh mengatakan kalau ia hanya ingin mendengar kemanangan ini saja.

Lalu Dia memberi Pangeran Mahaputra hak untuk membuat keputusan terakhir. Tapi dia harus berbagi dengan semua orang. Kemudian Pangeran Mahaputra kembali berbalik pada Raja Maldev, “Raja Maldev, Mewar selalu memberikan pentingnya sebuah kebebasan dan harga diri. Kita bisa mati tapi tidak bisa membungkuk di depan siapa pun. Kami yang mencintai kebebasan begitu banyak tahu tentang orang lain. mencintai kebebasan mereka juga. Aku tidak ingin merebut kebebasan siapa pun. Aku bahkan tidak ingin memerintah negara lain. Aku hanya ingin Anda untuk hidup sebebas kami dan negara-negara lain dari Rajpuatna lakukan. Kita harus bersatu ketika kita harus melawan setiap penyerbu asing. Aku tidak ingin apa-apa lagi. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Saat anda tua nanti, maka anda harus menjaga pedang ini di depan aku . Aku berharap dari Anda kalau Marwar akan bertarung dengan Mewar terhadap penjajah asing.” Ucap Pangeran Mahaputra dihadapan Raja Maldev,

Maldev ji setuju dengan Pangeran Mahaputra kalau Marwar akan melawan Jalal dari sisi Mewar. Rawat ji memberi selogan untuk Mewar dan juga jei kling ji. Pangeran Mahaputra dan Raja Maldev saling mengatupkan kedua tangan mereka, dan Phool tampak tersenyum bahagia melihatnya. Sinopsis Mahaputra Episode 238

DiMughal, Tentara Mughal terlihat membicarakan tentang Pangeran Mahaputra, ia memuji Pangeran Mahaputra dengan cara dia bertarung dengan Burga Khan. Namun Prajurit itu langsung tewas, karena Jalal membunuh tentara itu dari belakang dengan menggunakan pedangnya. Jalal tidak bisa mentolerir siapa pun yang memuji Pangeran Mahaputra.

Bairam Khan mengingatkan kepada Jalal untuk mengendalikan amarahnya. Namun Jalal tidak bisa memahami bagaimana Pangeran Mahaputra bisa mengalahkannya. Bairam Khan mengingat Jalal kembali untuk tidak dibawa ke hatinya. “kita kehilangan Nasir dan pasukannya, kita juga kehilangan Burga Khan. maka mengapa Anda begitu marah tentang hal itu?” Teriak Jalal memperingati Jalal, “Aku adalah bahaya terdekat untuk membunuh Pangeran Mahaputra. Ini hanya akan memberikan ketenangan untuk jiwa almarhum ayahku. “Ucap Jalal geram dengan tatapan tajamnya.

Sedangkan ditenda Marwar, Phool terlihat duduk sambil menulis sebuah surat untuk Ajabde. Saat itulah Pangeran Mahaputra datang untuk bertemu dengannya. Phool terkejut melihat kehadiran Pangeran Mahaputra dan meminta maaf. Pangeran Mahaputra bingung atas permintaan maaf dari phool. Phool menjelaskan kalau dia tidak bisa berbicara untuk menentang kakeknya kalau dialah yang memberitahu tentang kuku beracun itu.

Pangeran Mahaputra menenangkan Phool, “kau tidak perlu merasa malu atas apa-apa. Kau datang menyamar untuk mengatakan yang sebenarnya. Aku datang ke sini untuk berterima kasih untuk itu saja. Jika kau tidak melakukan itu mungkin Burga Khan akan membunuh aku sekarang.” Phool segera menutup mulut Pangeran Mahaputra agar tidak melanjuntukan ucapanya itu, sejenak mereka saling bertatapan.

Namun phool segera tersadar, phool segera menarik tangannya kembali dan berbalik membelakangi Pangeran Mahaputra dengan gugup. Pangeran Mahaputra kembali menambahkan, “mungkin ada perbedaan di antara kita di masa lalu tapi aku berhutang budi padamu untuk selamanya untuk apa yang kau lakukan hari ini.” Ucap Pangeran Mahaputra dihadapan Phool yang sudah kembali menatap Pangeran Mahaputra,

setelah itu Pangeran Mahaputra berbalik untuk pergi, namun ia langsung menemukan Maldev ji sudah berdiri di hadapanya. Raja Maldev langsung menjelaskan kalau dia tidak sepenuhnya bersalah atas semua yang terjadi di antara mereka. Pangeran Mahaputra setuju. tapi Maldev kembali menambahkan kalau ia entah bagaimana malah memberi Mogul kesempatan untuk membuat keretakan di antara mereka.

Maldev menjelaskan kalau ia akan mengambil waktu untuk memahami politik. Sampai saat itu Jalal akan berpikir tentang membagi Rajput padanya sampai kemudian masalah tersebut malah muncul. “Siapa yang akan bertarung dengan kau dan harus sampai kapan? Hari ini bahaya itu karena aku dan besok bisa menjadi orang lain. Jalal adalah musuh kita dan kita harus menang atas dirinya.” Jelas maldev pada Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra mengingat semua kejadian masa lalu dan mulai berpikir.

Maldev kembali menjelaskan dengan waktu singkat Jalal akan meningkat kekuasaanya. Suatu hari ia akan berhasil menguasai mereka. Pangeran Mahaputra menegaskan kalau mereka harus menang melawan Jalal untuk membawa perdamaian di Rajputana.

Sementara itu, Beberapa tentara Mughal maju menuju Mewar. Tentara Mewar siap untuk bertarung dalam hal diperlukan setelah melihat kedatangan tentara Mughal. Tentara mughal membawa sesuatu di nampan. Mereka diam-diam pergi setelah meletakkan nampan itu di tanah. Tentara Mewar mengambil nampan itu. dan didalam istana salah satu dayang sudah membawa nampan itu untuk diberikan kepada Ratu untuk dilihat. “Maharanisa, Tentara Mughal meletakkan ini di gerbang kita. Belum ada yang melihat apa didalamnya.” Jelas dayang itu dihadapan semua Ratu. Ratu Bathiani membacakan surat (dari Jalal) yang ada dinampan itu. “Siapa pun yang mencoba untuk melawan kami, maka kami akan menjatuhkan nasib yang sama dengan benda yang kami kirim ini. Jalaludin muhammad” Ucap Bathiani setelah membaca surat tersebut.

Semua tampak tegang, “bagaimana jika itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan Rana ji kita. Kain ini benar-benar sudah dilumuri oleh darah.” Ucap Ratu Bathiani yang meragukan apa yang terkait dengan pangeran Pangeran Mahaputra. Tangan Ratu Bathiani hendak meraihnya namun ia mengurung niatnya untuk membuka kain itu.

Dimughal, Jalal yang baru sampai diistananya mendapatkan informasi kalau pesan khusus nya telah dikirim ke ibu Pangeran Mahaputra. Jalal senang mendengarnya. “Aku yakin dampaknya akan apa yang aku inginkan.” Ucap Jalal dengan senyum liciknya, kemudian Bairam Khan menjawab kalau ia yakin hal itu akan berdampak dengan kemarahan Pangeran Mahaputra.

“Anda tidak harus melakukan sesuatu dengan ibunya seperti itu.” Tegas Bhairam khan, namun Jalal menginginkan ini terjadi. “Dia akan datang untuk bertarung dengan saya, Dia pasti akan masuk ke dalam istana ini.” Jelas Jalal dengan tersenyum kemduian Jalal segera pergi masuk kedalam istana. Sedangkan Bairam Khan mengatakan kepada tentaranya untuk tidak membiarkan siapa pun masuk kedalam tanpa izin.

Semua Prajurit menuruti perintahnya dan mereka segera menutup Gerbang istana.Kembali kemewar dimana Ratu Jaywanta tampak tegang sambil memegang dadanya menatap nampan kiriman dari Jalal. Jaywanta mengatakan pada bathiani kalau hatinya masih berdetak sangat cepat. “Hal ini tidak biasa terjadi ketika sesuatu yang berhubungan dengan Pangeran Mahaputra.

Tidak ada yang bisa terjadi padanya atau hati aku tidak akan pernah mengalahkan seperti ini.” Jelas Ratu Jaywanta dengan gugupnya, kemudian dia segera membuka kain yang menutupi nampan itu, semua kaget melihatnya dan Ratu Jaywanta pun jatuh Pingsan. Semua Ratu bergegas menghampir Ratu Jaywanta, mereka tampak panik melihat kondisi Ratu Jaywanta.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *