by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 232

-Debroo-55 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 232. Di kerajaan Mughal, Agra, Bhairam Khan tampak ragu-ragu di hadapan Jalal “Saat ini banyak orang Marwar yang akan terbunuh” Jalal sangat marah dan berkata “Aku telah melihat bagaimana prajuritku sangat menghormati Pangeran Mahaputra! Bukan aku! Aku tidak ingin melihat dia sebagai seorang yang terhormat!” bentak Jalal.

Sinopsis Mahaputra Episode 232
Sinopsis Mahaputra Episode 232

Sementara itu sebelum berangkat berperang, Pangeran Mahaputra yang sudah siap dengan pakaian perangnya memberikan komando pada pasukannya kalau mereka akan benar-benar menang dalam pertempuran ini, tepat pada saat itu guru Raughvendra datang menemui mereka

Pangeran Mahaputra segera memohon restu sambil menyentuh kakinya kemudian Pangeran Mahaputra membubarkan pasukannya “Sebenarnya aku juga akan menemui kamu, guru, untuk membahas soal perang”, “Aku sudah mengatakan semuanya padamu, pangeran, tentang tehnik berperang tapi aku ingin mengatakan satu hal bahwa kamu harus bertarung melawan siapapun dalam perang nanti, entah itu musuhmu atau orang yang kamu sayangi” ujar guru Raughvendra

“Aku akan bertarung dengan siapapun karena kamu ada bersamaku, guru”, “Tidak, pangeran, aku akan bertarung dengan Marwar, aku harus membayar hutangku pada leluhurku, itulah mengapa aku akan bertarung dengan Marwar” Pangeran Mahaputra sedikit tertegun “Tradisimu mengatakan, kalau kamu akan bertarung denganku dan aku memerintahkan padamu tanpa ragu ragu kamu akan bertarung denganku!”

Pangeran Mahaputra mengangguk sebagai tanda mengerti “Baiklah, guru, aku akan bertarung dengan siapapun meskipun kamu akan berada di dalam perang tersebut” kemudian Pangeran Mahaputra meminta restu pada gurunya dengan menyentuh kaki sang guru.

Di kerajaan Mewar, Ratu Jaywanta sedang berdoa dan melakukan aarti untuk Raja Uday Singh yang sudah siap dengan baju perangnya, sementara itu di kerajaan Marwar, Ratu Umma Dewi juga berdoa untuk suaminya, Raja Maldev Singh dan melakukan aarti untuknya

Ketika Ratu Umma Dewi mau memberikan tilak pada kening Raja Maldev Singh, Raja Maldev Singh segera mencegahnya dan berkata “Hal ini akan dilakukan oleh cucuku sendiri, Phool Kanwar” Phool segera mendekat pada kakeknya dan memberikan tilak di kening kakeknya

Sementara itu di kerajaan Mewar, setelah Ratu Bhatyani dan Ratu Sajja melakukan aarti untuk Raja Uday Singh, Ratu Jaywanta mengajak Ratu Veera Bai untuk melakukan aarti juga untuk Raja Uday Singh, Ratu Veera Bai berdoa pada Dewa untuk Raja Uday Singh, setelah semua selesai, Raja Uday Singh pergi ke medan perang.

Di kerajaan Marwar, Phool melakukan aarti untuk ayahnya, Raja Ram Singh, ketika Raja Ram Singh hendak berangkat pergi, Phool segera mencegahnya dan berkata “Bisakah ayah berjanji padaku kalau ayah tidak akan melukai Pangeran Mahaputra”, “Ayah akan melakukan yang terbaik, Phool” ujar Ram Singh

Di kerajaan Mughal, di Agra, Jalal sedang mengenakan baju perangnya di bantu oleh para pelayannya, Jalal sedang bersiap untuk perang ketika Bhairam Khan menemuinya dan berkata “Jalal, kenapa kamu mau pergi ke perang? Kita sudah menyiapkan sebuah rencana untuk Marwar dan Mewar yang akan bertarung satu sama lain dan menghancurkan mereka!” ujar Bhairam Khan

“Aku ingin melihat kehancuran keduanya antara Marwar dan Mewar pada saat yang bersamaan, itulah mengapa aku memilih untuk pergi ke medan pertempuran” ujar Jalal senang, sementara itu pasukan Mewar mengelu elukan slogan tanah air mereka

“Musuh kita telah memanggil kita untuk berperang! Kita harus berperang dengan siapa saja, itu bisa jadi siapa saja, temanmu, saudaramu, oleh karena itu aku akan memberikan kalian kesempatan jika ada seseorang yang berfikir kalau kita tidak akan menang maka orang itu bisa pergi sekarang juga!” namun tidak ada seorangpun yang pergi dari sana, kemudian Raja Uday Singh berteriak pada pasukannya “Ayooo sekarang kita pergi! Kita akan menunjukkan pada mereka betapa beraninya kita!” teriak Raja Uday Singh. Sinopsis Mahaputra Episode 232

Di kerajaan Mughal, Jalal sudah bersiap siap dan hendak pergi untuk melihat peperangan disana, sementara itu di kerajaan Mewar, Raja Uday Singh bertanya tentang pasukan Pangeran Mahaputra, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra datang bersama pasukannya “Pangeran Mahaputra! Katakan alasannya, kenapa kamu sangat terlambat?”,

“Prajurit kita sedang berusaha untuk mempersiapkan diri mereka sendiri untuk menghadapi perang” ujar Pangeran Mahaputra, tak lama kemudian pasukan Bheel yang tersisa mendatangi mereka dan berkata “Kita akan bertarung juga bersamamu, pangeran!” ujar pemimpin pasukan Bheel yang baru

Raja Uday Singh dan Pangeran Mahaputra saling berpandang pandangan “Baru baru saja pimpinan kalian meninggal, lalu bagaimana kalian akan berperang?” tanya Raja Uday Singh “Kami akan membalas dendam, Maharaja!” ujar pimpinan pasukan Bheel sambil menunjukkan kebolehannya dengan melesatkan anak panahnya ke udara kemudian melesatkan anak panah yang kedua yang membelah anak panah pertama, semua orang kagum padanya

Pasukan Marwar sudah sampai di medan pertempuran, pasukan Mewar juga ada disana, Pangeran Mahaputra memberikan instruksi pada pasukannya “Kita akan bertarung melawan Marwar!” sedangkan Raja Maldev Singh memperolok pasukan Mewar

“Kalian semua berasal dari pasukan Marwar yang sangat kuat, kalian bertarung untuk kita, kita akan membunuh musuh musuh kita!” kemudian Pangeran Mahaputra melesatkan anak panahnya di hadapan Raja Maldev Singh, Guru Raughvendra dan Raja Ram Singh untuk meminta restu pada mereka, Raja Ram Singh memberikan pujian pada Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, itu tidak membuat aku jadi terkesan padamu dalam perang, itu tidak akan benar benar terjadi!” teriak Raja Maldev Singh

Raja Uday Singh membalas dengan ejekan yang lain pada Raja Maldev Singh, tak lama kemudian Raja Maldev Singh menyuruh pasukan pemanahnya untuk melesatkan anak panahnya pada pasukan Mewar, Pangeran Mahaputra segera memerintahkan pasukannya untuk berbaris di depan dengan membuat pertahanan dengan perisai mereka sehingga semua anak panah yang melesat langsung bisa ditangkis oleh pasukan yang bertahan di depan,

Pada saat yang bersamaan Jalal dan pasukannya melihat pasukan Mawar dan Mewar di medan peperangan dari atas bukit “Raja Maldev Singh mempunyai kunci yang sangat jitu yaitu guru Raughvendra” ujar salah satu prajurit Jalal, Jalal tersenyum senang

Di medan peperangan, guru Raughvendra berkata “Pangeran Mahaputra telah berlatih dengan prajurit prajuritnya sangat baik jadi lebih baik kita menggunakan tehnik yang lain, kita akan menyerang mereka dengan pasukan kuda” ujar guru Raughvendra

Sedetik kemudian Raja Maldev Singh memerintahkan pasukan penunggang kuda untuk maju ke depan, kembali prajurit Pangeran Mahaputra maju ke depan dan membentuk pertahanan dengan perisai mereka dan membunuh pasukan penunggang kuda dengan tombak mereka, pasukan Mewar berteriak kegirangan mengelu elukan slogan mereka

Raja Maldev Singh kembali mengirimkan pasukan penunggang kuda, Jalal sangat senang melihat semua itu dari atas bukit bersama pasukannya, Raja Uday Singh bertanya pada Pangeran Mahaputra tentang rencana apa lagi yang akan dia lakukan, Pangeran Mahaputra mengatakan pada ayahnya tentang rencana selanjutnya

Kemudian Raja Uday Singh memerintahkan pimpinan pasukan Bheel yang baru “Pergilah ke tempat yang lain dan dimanapun para penunggang kuda itu berada bila tepat di samping kalian, maka bunuh mereka!” pasukan penunggang kuda Marwar kembali bergerak ke arah mereka

Raja Maldev Singh kembali mengolok olok pasukan Mewar, pasukan Mewar yang berada di baris paling depan segera membalikkan perisai mereka yang mereka pegang sedari tadi sehingga membuat silau mata karena pantulan sinar matahari ketika pasukan kuda mulai mendekat

Kuda mulai meringkik ketakutan karena silau dari perisai itu, sejurus kemudian pasukan Bheel mulai membunuh pasukan Marwar, Raja Maldev Singh sangat marah melihat pasukannya banyak yang terbunuh dan mulai kocar kacir “Aku tidak ingin melihat keberanian Pangeran Mahaputra! Kita akan berperang dengan Mewar!” teriak Raja Maldev Singh, semua orang langsung berteriak “Majuuuuu peraaaaanggggg!!!!!!” semua pasukan bergerak maju ke depan.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *