by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 225

-Debroo-74 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 225. Serial TV Mahaputra Episode 225 dimulai dengan Raja uday singh yang terlibat pertengkaran dengan maldev ji, dan berkata, “bagaimana berani kau berbicara seperti ini dengan istriku?”

Sinopsis Mahaputra Episode 225
Sinopsis Mahaputra Episode 225

Raja Uday singh ji dan maldev ji membuka pedangnya semua orang yang ada disana tampak tegang melihat kemarahan diantara kedua Raja tersebut. Bhairam singh (Ayah Phool) berusaha menenangkan Raja Maldev, namun Maldev ji tidak ingin mendengarnya, ketika Rana Ji dan Maldev Ji bersitegang,

Pangeran Mahaputra ingin mencegahnya memohon agar tidak berkata seperti itu. Maldev ji mengatakan,”sekarang tidak akan ada persahabatan lagi dengan mewar. Hanya perang yang akan terjadi.” Semua Ratu kaget mendengar pernyataan perang dari Raja Maldev, Phool menangis dan kemudian maldev ji mengatakan pada cucunya, “Kau jangan menangis, kau beruntung, karena tidak tinggal disini.

Air mata Phool semakin berlinang dan Uma Devi segera menarik lengan Phool. Phool berteriak pada Pangeran Mahaputra agar menghentikan peperangan ini, Pangeran Mahaputra ingin mengejar Phool. Namun Raja Uday langsung menghentikan langkah Pangeran Mahaputra.

Seluruh keluarga Phool pergi meninggalkan mewar, namun Phool tetap memanggil-manggil nama Pangeran Mahaputra dengan berlinangan air mata. Setelah semuanya pergi, kini tinggalah Pangeran Mahaputra, dan Pangeran Mahaputra memandang kearah Veera bai yang tengah menangis.

Sedangkan diistana tampak Uday singh ji mengejar ketiga Ratunya yang tampak marah dengan Raja Uday. Dengan mata yang memerah, Ratu Bathiyani mengatakan, “mengapa Anda melakukan ini? Apakah Anda jatuh cinta dengan gadis itu.” Raja Uday singh ji menjawab, “aku benar-benar tidak melakukan dengan pilihanku.”

Raja Uday singh ji mencoba meyakinkan istrinya tapi dia tidak berhasil meyakinkan mereka. Saat Ratu Bathiyani masih mengungkapkan kecewaannya pada Raja Uday sing ji, Pangeran Mahaputra datang menghampiri mereka. Dengan kecewa Ratu Bathiyani segera pergi meninggalkan Raja Uday.

Raja Uday beralih pada Ratu Sajja mencoba untuk menjelaskan peristiwa yang sebenarnya pada Ratu Sajja. Ratu Sajja juga mengungkapkan kekecewaanya pada Raja Uday. Sedangkan Ratu Jaywanta hanya diam dan segera pergi meninggalkan mereka. Raja Uday mencoba memanggil Ratu Jaywanta, namun ia tidak dihiraukan oleh Ratu Jaywanta.

Dan saat Raja Uday berbalik kebelakang, ia melihat Pangeran Mahaputra. Raja Uday menghampiri putranya dengan penyesalan dan mengatakan, “aku sudah mengecewakanmu. Aku menyuruhmu melupakan Ajabde untuk mewar dan memberimu sebuah hubungan untuk marwar.

“Apa kau dapat memaafkan ayahmu ini? Bisakah kau percaya bahwa itu adalah sebuah insiden. Pangeran Mahaputra mengatakan, “aku selalu mempercayaimu karena aku adalah putramu. Aku akan berjuang denganmu untuk segalanya.” Sinopsis Mahaputra Episode 225

Raja uday tersenyum mendengar ucapan Pangeran Mahaputra. Saat itulah Ratu Jaywanta kembali menghampiri mereka dengan membawa sebuah nampan. Pangeran Mahaputra bertanya, “apa yang kau lakukan rani maa?” Ratu Jaywanta menjawab, “aku ingin menyambut ibu barumu.”

Ratu Jaywanta segera pergi keluar istana, Ratu Jaywanta menyambut Baiji veer dan memberikan berkat untuknya. Veer Baiji mengambil berkah dengan dewa. Setelah selesai Veera Bai mengambil berkat dari Ratu Jaywanta, dan setelah itu veera bai pergi meninggalkan Ratu Jaywanta sendirian.

Tidak lama setelah itu Raja Uday singh ji datang menemui Ratu Jaywanta dan mengatakan, “kau mempercayaiku. Jadi apakah kau memaafkanku.” Ratu Jaywanta Menjawab, “aku tidak punya hak untuk memaafkan, itu adalah hak untuk semua Ratu.” Setelah itu, Ratu Jaywanta segera pergi meninggalkan Raja Uday.

Dari atas istana tampak Hukum singh memberikan sebuah pesan ke Jalal melalui burung merpati. kemudian tentara datang menghampirinya untuk mengatakan kalau Pangeran Mahaputra memangilnya keruang sidang. Hukum sing ji, langsung menghampiri Pangeran Mahaputra yang tengah berunding dengan beberapa pejabat kerajaan mewar.

Rana ji mengatakan kepada Pangeran Mahaputra, “sekarang ini adalah waktu persiapan kita karena mewar akan bertarung. Pangeran Mahaputra mengatakan, “kita akan meminta bantuan dari negara tetangga untuk membantu kita, untuk memerangi mewar dan kita akan mencoba untuk merebut kemenangan kita dan kita juga akan mencari tahu siapa pembunuh suleman. Rana ji mengatakan, “aku memerintahkan mata-mata kita untuk melakukanya, kita akan mendapatkan pembunuhnya.” Hukum singh ji tampak gugup, dan terbayang kalau dialah pembunuhnya.

Terdengar suara narasi yang mengatakan mewar dan mawar akan berperang, dan keduanya tampak meminta bantuan kenegara tetangga. Pangeran Mahaputra memerintahkan salah seorang penulis untuk menulis surat untuk meminta bantuan pada kerajaan lainya dan di sisi lain maldev juga menulis surat kepada negara-negara tetangga mereka.

Beberapa waktu kemudian Pangeran Mahaputra mendengar dari prajuritnya kalau mereka mendapat penolakan dari setiap negara tetangga, dan hakim sing ji tersenyum licik mendengar kabar penolakan tersebut. sedangkan maldev mendapat respon positif dari negara tetangganya dimana mereka mau bergabung dengan maldev dalam peperangan itu.

Jalal yang sudah mendapat pesan yang dikirim oleh hukum singh tampak tertawa bahagia. Bhairam khan bertanya, “kenapa kau tertawa?” Jalal mengatakan, “sekarang marwar dan mewar berjuang dengan satu sama lain, mereka akan berperang.” Dengan perasaan bahagianya Jalal merentangkan kedua tangannya lalu memuji dirinya sendiri dengan senyum penuh kemenangan.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *