by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 224

-Debroo-73 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 224. Episode Serial Mahaputra di ANTV dimulai dengan Jalal yang bertemu dengan ajmer Samant, dan Jalal berhasil membuat syok ajmer Samant, mengingat ucapan Jalal yang harus berhati-hati padanya.

Sinopsis Mahaputra Episode 224
Sinopsis Mahaputra Episode 224

Jalal mengatakan, “Sekarang apa yang akan kau katakan ratan singh.” Ratan Singh memanggil-manggil prajuritnya, namun tidak ada satupun yang datang karena Jalal sudah membunuh semuanya. Ratan singh memandang kearah haji khan dengan geram.

“Haji khan, kau sudah melakukan kesalahan pada kami.” Bhairam Khan memerintahkan prajuritnya untuk membawa Haji khan keluar. Bhairam khan mengatakan kepada Ratan singh, “sekarang kau harus menempatkan kepalamu didepanku. ratan singh mengatakan, “tidak, kau tidak akan menempatkan kepalaku dikakimu. “Jika tidak aku akan memotong kepalamu.” Bhairam meletakkan pedangnya dileher Rathan Singh.

Jalal mengatakan, berhenti khan baba, aku ingin menempatkan kepalanya didepamu.” Ucap Jalal pada Bhairam Khan yang tersenyum mendengar ucapan Jalal.

Sementara itu, ditempat terpisah, Pangeran Mahaputra mendatangi kamar ibunya yang tertutup, ia memanggil-manggil ibunya namun Ratu Sajja langsung menghentikan Pangeran Mahaputra. Ratu sajja mengatakan kepada Pangeran Mahaputra, “berhenti Pangeran Mahaputra. Dia tidak bisa berbicara denganmu.”

Pangeran Mahaputra mengatakan, “aku akan menanyakan hal ini pada anda Rani ma, mengapa Anda tidak menghentikan Ajabde?” Ratu Sajja menceritakan semua kejadian itu dimana Ajabde mendapat hinaan dan diusir oleh keluarga Phool. Pangeran Mahaputra tampak marah dan mengatakan, “sekarang aku akan berbicara dengan maldev dan meminta tanggung jawabnya, beraninya dia berperilaku buruk dengan tamuku.”

Saat itulah Ratu Jaywanta keluar dari kamarnya “berhenti Pangeran Mahaputra.” Pangeran Mahaputra menghampiri ibunya dan menanyakan apa yang sudah terjadi pada Ajabde, “Rani ma, tidakkah Anda tahu, apa yang sudah terjadi disini. Karena Aku tidak tahu apa yang terjadi dibenteng ini.” Ratu Jaywanta menjawabnya, “Aku tidak bisa menghentikanya.

“Kau memiliki masalah dengan maldev dan jika kau bertengkar lagi dengan dia maka dia akan menyerang kita.” Pangeran Mahaputra marah hingga memukul tiang dengan penuh emosi, Ratu Jaywanta memanggil Pangeran Mahaputra agar menghentikan emosinya itu dan Pangeran Mahaputra berkata, “Aku akan pergi kebijolia. Aku akan minta maaf kepada ajabde.” Pangeran Mahaputra segera pergi meninggalkan ibunya.

Di Ajmer, Tampak Raja Ajmer sudah berganti pakaian yang putih. Jalal mengatakan kepada Ratan singh “Sebaiknya kau menjadi budakku kalau tidak aku akan menghukummu.” ratan singh mengatakan, “aku tidak akan menjadi budakmu.” Jalal memerintahkan pada Prajuritnya untuk memakamkan ratan singh dipeti mati.” Setelah itu Jalal berbicara pada Bhairam Khan, “apa yang akan terjadi jika aku memakamkan Pangeran Mahaputra dipeti mati.” Kemudian Jalal dan Bhairam khan segera meninggalkan tempat itu.

Pangeran Mahaputra berada diperjalanan menuju bijolia dengan menunggang kudanya. Sedangkan Di bijolia, tampak Ratu Hansa mengajak putra kecilnya mengobrol dan tidak lama setelah itu Ajabde datang menghampiri ibunya, Ratu Hansa terkejut melihatnya dan Ajabde langsung memeluk ibunya dengan perasaan bahagia.

Ratu Hansa bertanya, apa yang terjadi? Ajabde mengatakan, “aku sangat merindukanmu, Ma.” Ratu Hansa mengatakan, aku tahu Ratu Jaywanta ada disana dan kau tidak akan ingat aku karena dia sudah menggantikan perhatianku untukmu.” Saat keduanya membahas antara Pangeran Mahaputra dan Phool, Mamrat ji datang dengan emosi, ia mengatakan, “aku sudah mendengar semuanya dari Dayang, ia sudah dihina dimewar.” Ratu Hansa terkejut dan mencoba meminta kepastian dari Ajabde apa yang sudah terjadi pada Putrinya, karena Ratu Hansa tidak percaya Ajabde sudah diusir dari Chittor.

Ajabde mengatupkan kedua tangannya dihadapan Mamrat ji, dan memohon agar ayahnya tidak emosi. Mamrat ji mengatakan, “aku tidak akan mentolerir ini. Aku akan pergi dan bertemu dengan uday singh dan memberikan jawaban.” Melihat ayahnya pergi Ajabde ingin menghentikan Ayahnya, namun Ratu Hansa segera memegang tangan Ajabde dan agar membiarkan ayahnya pergi. Sinopsis Mahaputra Episode 224

Rana Jait singh tampak memegang sebuah gelang dan berbicara pada salah satu prajurit dari marwar. Kemudian Rana Jait mengajak prajurit itu pergi bersamanya untuk menemui Raja Uday ditendanya. Ditenda, Raja Uday baru bangun dari tidurnya karena mendengar suara bising dari luar, namun Raja Uday terkejut ketika ia melihat Veera Bai berada ditendanya.

Namun belum sempat ia bertanya pada Veera Bai, Rana Jait dan Prajurit dari mewar sudah sampai ditenda Raja Uday, mereka terkejut melihat Veera Bai berada satu tenda dengan Raja Uday. Rana Jait menanyakan pada Uday apa yang sudah dilakukan keduanya, Raja Uday menjelaskan kalau dia tidak tahu apa-apa. Veera Bai mengatakan segala kebenarannya, kalau ia kabur dari kamar dan bersembunyi ditenda Raja Uday.

Raja Uday singh mengusir Veera Bai, “pergi dengan ayahmu.” Raja Uday dan Jait singh ji tampak bersitengang karena menyuruh Raja Uday agar membunuh Putrinya saja, kemudian jait sing ji mengeluarkan pedangnya dan berkata “Lebih baik anda memotong kepalaku.” Raja Uday terdiam mendengarnya.

Dibijolia, Pangeran Mahaputra tampak tersenyum sambil berlari menuju istana bijolia. sesampainya dipintu Ratu Hansalah yang menyambut kedantanganya, Pangeran Mahaputra langsung meminta maaf pada Ratu Hansa atas perlakuan keluarganya yang berada di Chittor terhadap Ajabde.

dan Pangeran Mahaputra meminta izin agar ia dapat bertemu dengan Ajabde namun Ratu Hansa menghentikan Pangeran Mahaputra yang hendak masuk kedalam istana. dan mengatakan kepada Pangeran Mahaputra bahwa mamrat ji pergi ke mewar. Pangeran Mahaputra terkejut mendengarnya.

Namun sebelum Pangeran Mahaputra menaiki kudanya, Ratu Hansa meminta pada Pangeran Mahaputra agar tidak lagi mengunjungi Bijolia, Pangeran Mahaputra tampak sedih mendengarnya. Dari atas istana tampak Ajabde mengintip dijendela kamarnya.

Setelah Pangeran Mahaputra menaiki kudanya pandangan Pangeran Mahaputra tertuju kejendela kamar Ajabde, dan Ajabde langsung bersembunyi dibalik tirai, Pangeran Mahaputra sedih memandang kearah jendela kamar Ajabde. Begitupula dengan Ajabde yang tampak berkaca-kaca menahan kesedihanya. Setelah itu Pangeran Mahaputra segera pergi meninggalkan Bijolia.

Ditenda, suasana semakin memanas diantara Jait sing dan Raja Uday. Jait sing ji segera menarik Veera Bai, dia meminta pada Raja Uday agar menghukum Veera Bai atas kesalahanya. Jait singh juga meminta kepada Uday singh ji, agar membunuhnya.

Veera Bai segera meraih pedang yang berada ditangan ayahnya, dan mengatakan kalau dia sendiri yang akan melakukannya, saat veera bai hendak melayangkan pedangnya, saat itulah Raja Uday segera meraih pedang Veera Bai dengan tangan kosong.

Dan Raja uday singh langsung mengatakan kalau ia akan menikahi Veera bai. Raja Uday langsung melukai tangannya, dan segera meletakan darahnya pada kening Veera Bai pertanda dia sudah menjadi istrinya. Veera bai tampak berkaca-kaca memandang Raja Uday.

Uma devi menunjukkan semua persiapan untuk pernikahan Phool nanti dan juga pernikahan Maldev Ji dengan Veera Bai. Maldev ji mengatakan, “aku sangat senang karena setelah menikahkan cucuku, aku akan menikah.” Uma Devi tampak cemburu mendengarnya, Maldev Ji langsung meraih dagu istrinya.

Diluar istana, tampak Mamrat Ji sudah sampai di mewar sambil memanggil-manggil Raja Uday dengan penuh emosi. Semua Ratu melihat apa yang terjadi dari atas balkon. Saat itulah Maldev ji datang meghampiri Mamrat Ji. Mamrat ji tidak menghiraukannya dan kembali memanggil-manggil Raja Uday karena ia ingin meminta pertanggung jawaban dari Raja Uday yang telah menghina putrinya.

Kemudian maldev ji mengatakan, apa yang aku lakukan dengan putrimu adalah benar, karena putrimu hanyalah anak dari seorang samant. Saat itulah Pangeran Mahaputra datang menghampiri mereka. Setelah ia mengungkapkan kekecewaanya pada Ratu Jaywanta, Mamrat ji langsung menginformasikan pada Pangeran Mahaputra “Mulai dari sekarang dan seterusnya Bijolia tidak lagi memiliki hubungan dengan mewar.” Pangeran Mahaputra kaget mendengarnya, dan Mamrat Ji langsung pergi meninggalkan Chittor.

Saat itulah Rana Ji datang menghampiri Pangeran Mahaputra dan mengatakan, “Pangeran, aku ingin berbicara denganmu.” sedangkan diajmer, tampak salah seorang prajurit Mengibarkan bendera Mughal dibenteng Ajmer. Bhairam khan mengatakan kepada Jalal, “setelah menang, mengapa Anda mengibarkan bendera lagi di ajmer.” Tanya Bhairam Khan yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Jalal. dan Jalal pun menjawab, “jika aku mengibarkan bendera kita maka ini tersebar pada seluruh rajputana.

Dengan geram Jalal menjelaskan semua maksud tujuanya, dimana setelah seluruh Rajput berada digenggamanya maka tujuan selanjutnya adalah mewar.

Dichittor, tepatnya diluar istana tampak Rana ji menunjukkan tubuh suleman pada Pangeran Mahaputra yang sudah menjadi mayat kemudian ia memperlihatkan senjata yang berasal dari alwar. Hukum singh ji tampak tegang. kemudian Pangeran Mahaputra bertanya, “apa yang terjadi? Kenapa ada prajurit dan senjata alwar di mewar?”

Hukum sing ji semakin tegang mendengar ucapan Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra mengatakan, “Aku ingin menangkap pelakunya.” Kemudian Pangeran Mahaputra menatap kearah Hukum singji yang terlihat tegang. Pangeran Mahaputra menanyakan apa yang terjadi padanya.

Dengan gugup hukum sing ji menjawab pertanyaan Pangeran Mahaputra. Tak lama setelah itu seorang prajurit datang menginformasikan pada Pangeran Mahaputra kalau rana ji sudah pulang kemewar, Pangeran Mahaputra segera pergi. dan hukum sing ji tampak menghela nafas lega setelah lepas dari pertanyaan Pangeran Mahaputra.

Seluruh orang yang ada di istana tampak menyambut kedatangan Raja Uday. Ratu Bathiyani bertanya pada Ratu Jaywanta siapa yang berada ditandu itu, dan mereka langsung melihat Raja Uday singh ji menyambut Veer Baiji dari tandunya, semua yang melihat kedatangan Raja Uday tampak heran melihat Veera Bai yang sudah berpakaian layaknya seorang Ratu. dan Raja Uday langsung memberitahu semua orang bahwa “Veerabai adalah istriku.” Semua orang terkejut mendengar ucapan Raja Uday.

Maldev ji marah dan mengatakan, “kau telah menipuku.” Raja Uday singh ji mengatakan, tutup mulutmu, jika tidak, kau akan mendapat kemarahan anakku. “Kau telah menghina putriku. dan kau malah menikah dengan pilihanku.” Ujar Maldev. Pangeran Mahaputra langsung memohon kepada Maldev Ji, “aku dan phool akan menikah dan kita akan membuat persatuan dirajputana ini.”

Suasana diantara mewar dan Mawar semakin memanas, Maldev Ji semakin marah pada Raja Uday. Phool yang baru sampai disana, tampak tegang melihat pertengkaran antara Raja Uday dan Kakeknya. dan akhirnya Maldev ji mengatakan, “aku akan menerima hanya untuk satu kondisi, kau harus menceraikannya dan meninggalkan Veera Bai. Jika kau meninggalkan dia sekarang, maka kita akan membuat persahabatan denganmu.” Ucap Maldev pada Raja Uday

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *