by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 223

-Debroo-47 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 223. Serial Mahaputra Antv Episode 222 dimulai dengan Raja Uday singh ji yang sedang berunding dengan Maldev Ji (kakek Phool).

Sinopsis Mahaputra Episode 223
Sinopsis Mahaputra Episode 223

Raja Uday singh ji mengatakan, “apa yang akan terjadi jika jalal melakukan penyerangan terhadap mewar.” Maldev ji menjawab, “aku akan bergabung dengan Anda dan berjuang dengan anda.”

Saat mereka tengah asik berbicara satu sama lain, tiba-tiba salah seorang Prajurit datang dan memberikan surat kherwa itu pada Maldev Ji. Raja Uday menanyakan informasi apa yang ia dapatkan, Maldev Ji menjawab dengan geram kalau tentara mewar melakukan pekerjaan misterius. Maldev ji memberi peringatan kepada Raja Uday singh bahwa ia akan mentolerir perbuatanya tersebut.

Raja Uday tampak bingung mendengarnya karena ia tidak memerintahkan apapun pada prajuritnya dan Raja Uday singh ji menjawab, aku akan pergi kesana dan melihat apa yang terjadi disana?” Maldev Ji mencoba untuk mengerti dan Raja Uday mengangguk mendengarnya.

Kini Raja Uday sudah berdiri didepan Ratu Jaywanta. Dimana Ratu Jaywanta tengah memberi Arti pada Raja Uday. Ratu Jaywanta tampak memberi semangat pada Raja Uday untuk melaksanakan tugasnya. dan setelah mereka selesai mengobrol, Raja Uday segera pergi dengan diikuti oleh kedua prajuritnya.

Jalal dan Bharaim Khan masih berada didalam istana ajmer, saat mereka minum-minum, jalal langsung memberi peringatan kepada Samant ajmer agar waspada terhadapnya.

Dimewar, tampak raja Uday sedang berbicara dengan keluarga sobhagyawati. Keluarga Sobhgyawati tampak tegang setelah membaca surat yang diberikan oleh Raja Uday.

Dimana surat itu Maldev ji lah yang mengirim suratnya dan surat itu berisi bahwa ia akan menikah dengan kakaknya sobhagyawati. Kakak Sobhgyawati yaitu Veera Bai tampak sedih mendengarnya dan memohon pada ayahnya agar tidak melakukanya namun sang ayah tak mau mendengar dan langsung pergi begitu saja. Sang kakak berusaha memberi pengertian pada adiknya, dan mereka tampak berpelukan disela isak tangisnya.

Di Ajmer, tampak Jalal menyerang tentara ajmer sendirian dan membunuh mereka satu persatu.

Sobhagyawati tampak gelisah dikamarnya. Ia ketakutan mengingat pesan maldev ji dan dia bilang, “aku tidak akan menikah dengan maldev ji.” Dia memutuskan melarikan diri dari istana namun ia tak sengaja menyenggol vas bunga dan membuat prajurit mengejarnya. Wanita itu berhasil bersembunyi ditenda Raja Uday yang terletak diluar istana. Sinopsis Mahaputra Episode 223

Diluar tenda, tampak beberapa Prajurit mewar tengah melakukan pekerjaan misterius untuk melawan Marwar. kemudian Raja Uday datang menghampiri mereka. Salah seorang pemimpin prajurit itu menyampaikan maksudnya pada Raja uday kalau ia akan melakukan penyerangan terhadap mawar.

Dengan emosinya, Raja Uday berusaha memperingati prajuritnya dan mengatakan, “jika kita akan melawan marwar maka bagaimana kita akan melawan pasukan Mughal nantinya. Setelah mendengar semua peringatan Dari Raja Uday, pemimpin itu langsung meminta maaf pada Raja Uday. dan Raja Uday memberi slogan pada prajuritnya, seluruhnya langsung bersorak dengan slogan mereka. “Hidup Jaypur.”

Di ajmer, jalal sudah berdiri dibenteng Ajmer. Jalal menjatuhkan bendera Ajmer dan menggantikanya dengan bendera Mughal. Sloganpun mulai terdengar untuk Jalal.

Veera bai kakak dari sobhgyawati yang masih bersembunyi dibawah tempat tidur Raja Uday, berusaha untuk menyingkir dari tenda tetapi tentara membuat kebisingan untuk mencarinya, Veera Bai tampak panik dan langsung jatuh pingsan.

Paginya, Pangeran Mahaputra sudah tiba dibenteng mewar. Pangeran Mahaputra menanyakan keberadaan ibunya, kepada Ratu Bathiyani. dan Cakrapani mulai membisikan ketelinga Pangeran Mahaputra agar sebaiknya ia menemui Ajabde terlebih dahulu.

Pangeran Mahaputra menuruti ucapan cakrapani, sesampainya dikamar Ajabde, Pangeran Mahaputra tidak melihat keberadaan Ajabde, Pangeran Mahaputra mencari-carinya kesetiap ruangan. Saat Pangeran Mahaputra menanyakan pada salah satu dayang, Phool datang dan langsung menginformasikan kepadanya kalau Ajabde sudah tidak ada disini.

Pangeran Mahaputra tampak heran, dan menanyakan maksud ucapan Phool, dan Phool menjawab “dia sudah pergi ke bijolia .” Pangeran Mahaputra mengatakan, “bagaimana dia bisa pergi? Aku pergi untuk mengundang temanku dan belakang ketiadaanku, kau malah mengirimnya pulang.” Sinopsis Mahaputra Episode 223

Dengan emosi, Phool mengatakan, “dia hanya seorang putri Samant.” Pangeran Mahaputra mengatakan, “jika ada diskriminasi dalam persahabatan kalian, maka aku merasa sangat sedih akan hal ini.”

Saat pertengkaran mereka semaikin memanas, tiba-tiba saja terdengar suara uma devi. dan Pangeran Mahaputra membalikkan badannya, Pangeran Mahaputra melihat Uma Devi dan Ratu Bathiyani datang menghampiri mereka. Uma Devi langsung mengejek Ajabde yang hanya seorang putri Samant, dan Pangeran Mahaputra tidak menyukai ejekan Uma devi terhadap Ajabde.

Ratu bathiyani, mengatakan “Lupakanlah dia dan kau harus melangkah ke depan.” Dengan kesal Pangeran Mahaputra mengatakan, “tidak Chotima, bagaimana Anda bisa mengatakan seprti ini kepada aku.” Pangeran Mahaputra segera pergi meninggalkan Ratu Bathiyani.

Di Binteng Ajmer, tampak Raja Ajmer sedang duduk sendirian. Tiba-tiba saja seorang prajurit datang menginformasikan pada Raja Ajmer kalau saat ini benteng mereka telah dikuasai. Namun belom sempat mengatakan lebih lanjut, tentara itu sudah tewas terbunuh. Tampaklah jalal datang menghampiri Raja Ajmer dan menginformasikan kalau Benteng Ajmer sudah menjadi dibawah kekuasaanya. Raja Ajmer tercengang mendengarnya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *