by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 222

-Debroo-61 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 222. Serial Mahaputra Antv Episode 222 dimulai dengan Phool yang tampak marah kepada Ajabde, “Aku pikir kau adalah sahabatku, tetapi kau malah menghianatiku. Dapatkah kau mengatakan bahwa ini adalah salah, Pangeran Mahaputra mempunyai perasaan sepertimu dan kau juga menyukainya. Aku tidak akan mendengarkan semua alasanmu lagi, jadi, pergilah dari sini. Aku menyadari, jika kaulah yang sudah memberi Pangeran Mahaputra untukku. Sekarang Aku bisa hidup tanpamu, Ajabde.”

Sinopsis Mahaputra Episode 222
Sinopsis Mahaputra Episode 222

Phool semakin mengeluarkan kemarahanya pada Ajabde, dengan diiringi tangis air mata yang berlinang dan Ajabde langsung mengatakan, “tenanglah Phool, aku akan pergi dari sini.” Ajabde segera pergi dari kamar phool juga dengan linangan air mata. Phool langsung terduduk meratapi kesedihanya.

Sementara itu Haji khan, Lalal, dan Bharaim Khan sudah sampai dibenteng Ajmer dan memanggil tentara Ajmer untuk menyuruhnya menyampaikan pesan pada Rajanya kalau ia ingin bertemu dengan Raja Pathan.

Tampak Pangeran Mahaputra tengah menunggang kudanya ditengah hutan. Namun kuda Pangeran Mahaputra menjadi gelisah, dan iapun berusaha menenangkan kudanya, namun Pangeran Mahaputra tidak berhasil menenangkan kuda tersebut, Pangeran Mahaputra pun memutuskan untuk beristirahat didekat pohon dan saat itulah teman-temannya datang menghampiri Pangeran Mahaputra.

Sinopsis Mahaputra Episode 222. Cakrapani menanyakan apakah Pangeran Mahaputra akan menikah dengan Ajabde?. Pangeran Mahaputra mengatakan “aku akan menikah dengan Phool.” Teman-teman Pangeran Mahaputra tampak kaget mendengar ucapanya. “Tapi pangeran, bukankah kau menyukai Ajabde?”

Namun Pangeran Mahaputra segera memotong ucapan Cakrapani dan tidak ingin membahasnya lagi. “Mari ikutlah denganku, kita akan mengundang rana kheta ji.” Ucap Pangeran Mahaputra mengajak ketiga temanya untuk pergi bersamanya menuju tempat guru Kheta. Pangeran Mahaputra mengalihkan pandangannya pada kuda yang dinaikinya tadi, dan menanyakan kondisi kuda itu pada benidas.

Diistana, tampak Ajabde berjalan sendiri sambil mengingat pertengkaranya tadi bersama Phool dengan linangan air mata. Sesampainya Ajabde dikamar, dia tampak heran melihat keluarga Phool berada disana. Dimana uma devi sudah mengemas barang-barang Ajabde. dan ram singh ji mengatakan, “aku akan mengatur palki dan aku sudah menyediakan pengawal untuk mengawal kepulanganmu.”

Tetapi maldev ji (kakek Phool) datang menghampiri mereka dan mengatakan, “dia akan pergi hanya dengan beberapa pengawal saja”. dan Maldev ji masih menghina Ajabde dengan kata-kata pedasnya. Ajabde mengatakan, “Baiklah, aku akan pergi dengan pengawal yang sudah anda persiapkan”. Sebelum melangkah pergi Ajabde mengatupkan kedua tangannya untuk pamit kepada keluarga Phool.

Dilain sisi, tampak Ratu Sajja berdiri didepan pintu Ratu Jaywanta yang dikunci dari dalam karena Ratu Jaywanta mengurung dirinya dikamar. kemudian Ratu sajja mengatakan kepada dayang yang membawa makanan untuk Ratu Jaywanta, “cobalah dilain waktu.” Dayang itu mengangguk dan segera pergi meninggalkan Ratu Sajja sendirian. Saat itulah Ajabde datang menghampiri Ratu Sajja, Ajabde tampak menyedihkan dimata Ratu Sajja dan langsung memeluknya dengan berlinangan air mata.

Setelah melepaskan pelukanya, Ajabde menanyakan keberadaan Ratu Jaywanta, “aku ingin bertemu dengan Ranima.” Ratu Sajja menjawab kalau Ratu Jaywanta saat ini mengurung dirinya dikamar. Ratu Jaywanta yang berada dikamarnya tampak melamun sambil memikirkan Ajabde dan lamunan Ratu Jaywanta buyar ketika ia mendengar suara Ajabde yang memanggilnya, “Ajabde” lirih. Ratu Jaywanta segera berjalan menuju pintu tapi dia tidak jadi membuka pintu.

Sinopsis Mahaputra Episode 222. Ratu Jaywanta mengingat sumpah Raja Uday singh ji Untuk dirinya. Dari luar tampak ajabde meletakkan kepalanya dipintu dengan perasaan sedih. Ajabde mengatakan, “Aku akan pulang ke bijolia Ranima, aku akan selalu menghormati Anda, aku tahu sekarang aku tidak akan bisa bertemu dengan Anda.”

Setelah itu Ajabde berlutut dan meletakkan tangannya dilantai sambil mengambil berkah pada Ratu Jaywanta yang berada dibalik pintu. Ajabde segera pergi meninggalkan kamar Ratu Jaywanta. Setelah Ajabde pergi, barulah Ratu Jaywanta membuka pintu kamarnya sambil memanggil nama Ajabde dengan lirih.

Ratu Sajja yang masih berada disana segera mendekati Ratu Jaywanta sambil mengatakan, “Anda benar-benar kuat kakak.” Ratu Jaywanta segera memeluk Sajja, mereka tampak menangis sesegukan.

Jalal sudah berada didalam istana ajmer dengan haji khan dan Bahram khan. Beberapa menit kemudian Ratan singh ji datang menghampiri mereka dan haji khan mengatakan, “aku datang dengan pathan untuk perdagangan marmer” dan ia memperkenalkan jalal padanya. Ratan singh ji tampak belum mengerti maksud kedatangan Jalal yang ingin menguasai bentengnya karena kelompok jalal menyamar sebagai seorang pedagang.

Dilain sisi, tampak Pangeran Mahaputra dan ketiga temanya sedang menemui guruji sambil memberikan sebuah surat undangan untuknya. Guru ji mengatakan, “aku pasti akan datang, Pangeran Mahaputra.” Pangeran Mahaputra dengan senang hati langsung mengucapkan terimakasih pada guruji.

Saat itulah rana kheta ji (Raja suku pedalaman) datang menghampiri mereka dan Pangeran Mahaputra tampak senang melihat kedatangan Rana kheta ji bersama pasukanya, Pangeran Mahaputra juga mengundangnya. Mereka tampak bekerja sama untuk sebuah rencana.

Sinopsis Mahaputra Episode 222. Kembali kechitor, dimana Ajabde hendak naik ketandu yang akan mengantarkanya pulang ke bijolia. Sebelum ia naik ketandu, Ajabde berbalik kearah istana dan ia melihat Raja Uday yang berdiri diatas balkon istana.

Ajabdepun mengatup kedua tanganya seraya pamit pada Raja Uday yang mengangguk menerima salam Ajabde. dan pandangan Ajabde beralih kesisi lainya dimana ia melihat Phool tengah berdiri diatas istana sambil melirik Ajabde yang berada dibawah.

Ajabde memandangnya namun Phool segera berbalik, seakan tidak ingin ditatap oleh Ajabde. Dengan perasaan sedih Ajabde segera naik keatas tandunya dan pergi meninggalkan benteng Cittor. Setelah Ajabde pergi, barulah Phool membalikkan tubuhnya melihat kepergian Ajabde. Tampak Ratu Bathiyani tersenyum senang melihat kepergian Ajabde.

Sementara itu Pangeran Mahaputra dan ketiga temannya tampak berjalan menuju ke chitor. Mereka tengah asik mengobrol sambil bercanda dan temannya mengatakan kepada Pangeran Mahaputra kalau dia beruntung karena phool benar-benar berani dengan tindakanya.

Namun Pangeran Mahaputra tidak suka mendengar ucapan temannya itu. Tidak jauh dari mereka, tampak Ajabde berada ditandunya dengan dikawal oleh 4 prajurit dan satu dayang, Ajabde melihat Pangeran Mahaputra dan memerintahkan kepada Pengawalnya agar mempercepat langkah mereka, karena Ajabde tidak ingin Pangeran Mahaputra menyadari kehadiranya. Dimana saat itu Pangeran Mahaputra dan teman-temannya berjalan membelakangi Ajabde.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *