by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 220

-Debroo-93 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 220. Raja Maldev Ji (kakek Phool) datang ke kerajaan Mewar, keluarga Raja Uday Singh menyambutnya dengan penuh kegembiraan, Ratu Uma Devi (nenek Phool) memberikan penyambutan untuk suaminya dengan melakukan aarti

sinopsis mahaputra antv - episode 220
sinopsis mahaputra antv – episode 220

“Aku telah begitu lama tidak melihatmu” ujar Ratu Uma Devi “Dimana anakku?” tiba-tiba Phool berteriak dari dalam istana sambil menghambur keluar memeluk kakeknya “Kakek!” Raja Maldev Ji membalas pelukkan cucunya “Bagaimana kabarmu, sayang?”, “Kakek kelihatan sangat tua sekali sekarang” Raja Maldev hanya tersenyum “Dimana Pangeran Mahaputra?” Phool merasa penasaran ketika tidak dilihatnya Pangeran Mahaputra dimana mana

“Kakek benar benar tidak percaya kalau kau sudah besar sekarang” pada saat yang bersamaan Ajabde menghampiri mereka “Sahabatmu juga ada disini rupanya” ujar Maldev Ji “Ajabde, bawa ini semua ke kamarnya” Ratu Jaywanta segera menghentikan perintah Ratu Uma Devi “Biarkan pelayan yang melakukannya”,

“Iyaa karena Ajabde akan membantu aku untuk membuka semua hadiah hadiah ini” ujar Phool sambil menyeringai senang, pada saat yang bersamaan Pangeran Mahaputra menghampiri mereka setelah bepergian dari luar istana, Raja Maldev Ji memeluk Pangeran Mahaputra erat “Pangeran Mahaputra, kau benar benar berfikir ini sebuah impian yang besar dan setelah menikah nanti, kau akan mendapatkan impianmu”

Pangeran Mahaputra hanya diam saja ketika Raja Maldev merasa senang “Pangeran Mahaputra, kau kelihatannya tidak bahagia setelah mendapatkan restu dari Raja Maldev Ji” Ratu Uma Devi merasa aneh melihat tingkah Pangeran Mahaputra “Saat ini, aku tidak bisa melihat sebuah impian” ujar Pangeran Mahaputra sambil tersenyum masam kemudian pamit untuk masuk ke dalam kamarnya, ketika berpapasan dengan Ajabde, sejenak Pangeran Mahaputra berhenti dan melihat Ajabde sekilas,

Ajabde pun membalas tatapan Pangeran Mahaputra dengan tatapan gelisah, sedangkan dari tempatnya berdiri Raja Maldev Ji bisa melihat ketika Pangeran Mahaputra dan Ajabde saling memandang satu sama lain “Ajabde, kenapa kau begitu tegang kalau bertemu dengan Pangeran Mahaputra?” ujar Phool heran,

Ajabde hanya terdiam tidak menjawab apapun, tak lama kemudian Raja Maldev Ji memanggil Phool dan berkata “Phool, jangan bagikan apapun dengan Ajabde, kalau tidak kau bisa bisa harus berbagi perasaan cintamu dengannya”, “Tapi aku selalu berbagi apapun dengan Ajabde, kakek”

Di kamar Bhatyani, saat itu Ratu Uma Devi sedang ngobrol dengan Bhatyani “Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Pangeran Mahaputra pada Raja Maldev Ji, sehingga mereka bisa menerima hubungan ini” pada saat yang bersamaan Ratu Jaywanta ikut bergabung dengan mereka dan mengundang Ratu Uma Devi menghadiri Mahila Sangeet

Ratu Jaywanta, Ratu Sajja Bai, Phool dan Ajabde meminta Pangeran Mahaputra agar mau bermain sandiwara, awalnya Pangeran Mahaputra tidak mau tapi kemudian akhirnya menyerah dan mau ikut ambil bagian dalam sandiwara

Di Agra, Jalal sedang membuat rencana dengan Bhairam Khan untuk menyerang Ajmer, salah satu prajuritnya mengabarkan ke Jalal kalau prajurit Haji Khan telah melarikan diri “Tidak ada seorangpun yang akan menghentikan dia! Mata mataku akan menghentikan mereka di Mewar!” ujar Jalal geram

Di kerajaan Mewar, Pangeran Mahaputra, Phool dan Ajabde mulai bersandiwara, semua raja dan ratu menonton sandiwara itu dengan perasaan senang dan semuanya berjalan lancar selama mereka melakukan sandiwara itu, hingga akhirnya ketika adegan Pangeran Mahaputra dan Ajabde,

Tiba-tiba Pangeran Mahaputra melakukan dialog di luar dari skenario “Ajabde, apa yang akan kau dapatkan dari semua ini, kau juga telah melakukan banyak pengorbanan!” Ajabde hanya terdiam ketika Pangeran Mahaputra mengutarakan perasaannya sambil berlinang airmata,

Pangeran Mahaputra sedih, semua orang yang melihat sandiwara itu mulai tegang “Aku tidak akan mundur dengan hubungan ini, kalian tetap akan mendapatkan kesempatan kedua” Raja Maldev Ji mulai melihat ada yang tidak beres dengan hubungan Pangeran Mahaputra dan Phool, sementara Phool yang mendengar dari balik panggung terheran heran begitu mendengar ucapan Pangeran Mahaputra, Phool menangis tersedu sedu. Sinopsis Mahaputra Episode 220

Di dalam kamar Phool, Phool sedang menangis meratapi nasibnya, Phool teringat ucapan Pangeran Mahaputra, Phool baru menyadari kalau Pangeran Mahaputra tidak pernah mencintainya tapi mencintai Ajabde, Phool teringat semua kejadian ketika Pangeran Mahaputra begitu peduli terhadap Ajabde, ketika Pangeran Mahaputra menggandeng tangan Ajabde setelah mereka di serang oleh pasukan Afghanistan, lalu ketika Pangeran Mahaputra membantu Ajabde memanggul ember juga kejadian kejadian yang lain

Saat itu Ajabde menghampiri Phool seraya berkata “Phool, kau benar benar tetap akan menikah dengan Pangeran Mahaputra! Bertengkarlah denganku tapi jangan marah padaku” pinta Ajabde sambil menangis, Phool teringat ucapan kakeknya “Aku telah melakukan kesalahan! Aku seharusnya tidak membagikan perasaanku dengan anak seorang menteri!” ujar Phool sambil menangis, ketika Ajabde hendak memegang bahu Phool,

Phool langsung berteriak “Berhenti! Aku tidak mau lagi melihat wajahmu!” ujar Phool lantang sambil tidak melihat ke arah Ajabde, Ajabde merasa terluka sambil menangis sesenggukkan kemudian berbalik meninggalkan Phool sambil berjalan perlahan lahan,

Phool teringat bagaimana dulu dirinya berteman sangat akrab dengan Ajabde, melakukan semuanya bersama sama, bahkan Phool juga menganggap Ajabde sebagai sahabat yang sangat baik tapi saat ini semuanya telah musnah, setelah Phool tahu bagaimana perasaan Pangeran Mahaputra yang sebenarnya.

Sambil terus menangis Ajabde meninggalkan Phool yang saat itu juga sedang menangis, di lorong istana ketika Ajabde keluar dari kamar Phool, Ajabde bertemu dengan Pangeran Mahaputra di sana, Ajabde merasa tegang, mereka saling terdiam ketika berpapasan satu sama lain namun tak lama Pangeran Mahaputra menghentikan langkah Ajabde “Ajabde, berhenti!”

Ajabde menuruti perintah Pangeran Mahaputra dan berkata “Phool, sedang berada di kamarnya” ujar Ajabde kemudian bergegas pergi meninggalkan Pangeran Mahaputra, tak lama kemudian ketika Pangeran Mahaputra sedang berada di halaman istana, Pangeran Mahaputra bertemu dengan Phool dan mencoba untuk menghiburnya, tak lama setelah Pangeran Mahaputra meninggalkannya, salah seorang pelayan mengabarkan pada Phool kalau kakek dan neneknya memanggilnya

Di kamar Raja Maldev, Raja Maldev Ji, kakek Phool sangat marah pada Pangeran Mahaputra seraya berkata “Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta telah memohon di hadapanku untuk hubungan ini akan tetapi ternyata Pangeran Mahaputra mencintai orang lain” ujar Raja Maldev Ji dengan nada marah “Tenang, tenang, sabar” Ratu Uma Devi berusaha menenangkan suaminya

“Mereka telah melukai perasaan cucu kesayanganku, dia menangis sejadi jadinya” ujar Raja Maldev lagi “Kalian tahu kan kalau aku selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan, aku masih ingin menikah dengan Pangeran Mahaputra, kakek!” ujar Phool dengan gayanya yang manja

“Phool, sekali lagi nenek tegaskan padamu, kau harus memilih diantara mereka berdua, Ajabde atau Pangeran Mahaputra!” pada saat yang bersamaan Raja Maldev Ji mendapat kabar kalau ayah dan ibunya Phool telah datang dan menunggu mereka di luar halaman istana Mewar, Phool sangat senang

Di luar halaman istana Mewar, Raja Ram Singh Ji sangat berterima kasih pada Raja Uday Singh untuk penyambutan mereka, sementara itu salah satu menteri Haji Khan bertanya pada salah satu warga penduduk tentang benteng Chittor.

Sedangkan Ajabde nampak sedang berdoa pada Dewa Khrisna, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra menemuinya disana dan berkata “Ajabde, aku minta maaf, aku telah melakukan kesalahan” pinta Pangeran Mahaputra dengan mengiba “Aku tidak akan melihat wajahmu, paling tidak sampai kau menikah dengan Phool, dan lagi aku akan segera pergi dari sini’ ujar Ajabde sambil membelakangi Pangeran Mahaputra,

tepat pada saat itu Ratu Bhatyani juga menghampiri mereka dan mengabarkan kalau kedua orang tua Phool telah datang di istana Mewar, saat itu Ajabde mau meninggalkan kuil tersebut namun Ratu Bhatyani mencegatnya “Kalau begitu aku akan menemui mereka” ujar Pangeran Mahaputra sambil meninggalkan mereka, kemudian Ratu Bhatyani mencoba mengintimidasi Ajabde dengan kata katanya yang pedas

Di halaman istana Mewar, Phool langsung berlari menyambut ke dua orang tuanya, Phool sangat senang bisa melihat ayah dan ibunya, setelah meminta restu, Phool langsung menangis di pelukkan ibunya, ayah Phool heran dan bertanya tanya, Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta merasa tidak enak melihat situasi seperti ini,

kemudian Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta mengajak tamu tamunya masuk ke dalam ruang keluarga, sesampainya disana “Kau selalu bersama sama dengan Ajabde kan, Phool? Kau kelihatannya sangat kecewa, iyaa ayah tahu kenapa kau sangat kecewa, ayooo ceritakan pada ayah bagaimana keadaan Ajabde?”

Phool hanya terdiam sambil terus menangis, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra menghampiri mereka dan meminta restu dari Raja Ram Singh, Raja Ram Singh memeluk Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra meminta restu pada ibunya Phool, kemudian Raja Ram Singh bertanya tentang Ajabde pada Pangeran Mahaputra, belum juga Pangeran Mahaputra menjawab pertanyaan Raja Ram Singh,

Raja Maldev menghampiri mereka seraya berkata “Teman teman Pangeran Mahaputra tidak akan berada di pesta itu besok” Pangeran Mahaputra kemudian pamit untuk memanggil teman temannya, sepeninggal Pangeran Mahaputra, Raja Maldev meminta pada semua orang yang hadir disana “Kita seharusnya mengirimkan Ajabde pulang ke rumahnya!” semua orang terkejut mendengarnya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *