by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 218

-Debroo-66 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 218. Bhairam Khan sedang mencambuki Haji Khan dengan keras disebuah goa, Haji Khan mengerang kesakitan sementara Jalal hanya menunggu di luar, tak lama kemudian Bhairam Khan keluar dan menemui Jalal dengan perasaan kesal

sinopsis mahaputra antv - episode 217
sinopsis mahaputra antv – episode 217

“Jalal, kau tahu dia memang kalah tapi dia tidak ingin berjabat tangan dengan kita, dia tidak mau tunduk dengan kita, Jalal!” ujar Bhairam Khan kesal “Apakah aku harus membunuhnya saja?” Jalal menolak permintaan Bhairam Khan “Jangan Khan Baba, jika kita membunuhnya maka penduduk Alwar akan mengkhianati kita dan kita tidak akan bisa mengambil alih Ajmer, biarkan dia hidup!” Bhairam Khan tersenyum sinis begitu mendengar ucapan Jalal

Sementara itu Raja Maldev Singh (kakek Phool) disambut oleh anggota keluarga kerajaan Kherba, Raja Kherba dan putrinya menyambut Raja Maldev Singh dan istri mudanya, Shobagyawati, Raja Maldev Singh tampak terpukau dengan kecantikan adik istrinya itu “Shobagyawati, lihat adikmu ternyata sudah benar benar dewasa sekarang dan tidak ada berita mengenai hal itu” ujar Raja Maldev Singh dengan tatapannya yang liar ke arah adik Ratu Shobagyawati.

Pangeran Mahaputra, Phool dan Ajabde meminta restu pada Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta yang saat itu hendak pergi ke tempat Raja Maldev Singh untuk mengajukan lamaran untuk Phool Kanwar “Pangeran Mahaputra, kau harus menjaga perbatasan kita, kami akan segera kembali” ujar Raja Uday Singh

Tak lama kemudian Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta pergi meninggalkan kerajaan Mewar, semua anggota keluarga kerajaan pun memasuki istana “Pangeran Mahaputra, aku akan beristirahat sebentar kemudian menghabiskan waktuku dengan nenekku” ujar Phool kemudian berlalu memasuki istana

Ketika Ajabde juga hendak berbalik masuk ke istana tiba tiba Pangeran Mahaputra memanggilnya “Tunggu, Ajabde!” Ajabde berbalik menatap ke Pangeran Mahaputra “Ada apa, Pangeran Mahaputra?”, “Maukah kau melayani tamu kami?” Ajabde menyanggupi permintaan Pangeran Mahaputra kemudian masuk ke dalam istana, begitu memasuki istana ketika Ajabde sedang berjalan di sepanjang koridor, tiba tiba Ajabde mendengar pembicaraan Ratu Bhatyani dan Ratu Umma Ji “Aku yakin, Raja Maldev Singh, suamiku pasti akan menghina habis habisan Raja Uday Singh” Ajabde tertegun mendengarnya dari balik jendela kamar.

Sementara itu Raja Jait Singh (Raja Kherba) sedang memerintah para prajuritnya untuk melayani tamu tamunya dengan baik, tak lama kemudian salah satu prajuritnya mengabarkan padanya kalau Raja Uday Singh telah datang ke benteng mereka, Raja Jait Singh segera berlari dan menyambut Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta

“Ini benar benar sebuah berita baik untuk kami, kalian mau datang ke benteng kami” kemudian Raja Jait Singh mengabarkan pada Raja Maldev Singh kalau Raja Uday Singh datang ingin menemuinya “Maharaja Maldev Singh, kau seharusnya menyambut mereka” pinta Raja Jait Singh “Kau tahu kan kalau aku ini seorang Raja maka aku akan memutuskan bagaimana aku akan memperlakukannya” ujar Raja Maldev Singh sombong, tak lama kemudian Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta memasuki ruangan dimana Raja Maldev Singh sedang duduk disana. Sinopsis Mahaputra Episode 218

Raja Maldev Singh berusaha menghina Raja Uday Singh, Ratu Jaywanta yang tidak suka dengan perlakuan Raja Maldev Singh pada suaminya segera menyela pembicaraan mereka “Maharaja Maldev Singh, kau tahu kalau kami datang kesini ingin mengajukan lamaran untuk cucumu, Phool Kanwar dengan anak kami Pangeran Mahaputra”

Raja Maldev Singh sedikit tertegun “Beraninya kalian datang kesini hanya untuk permasalahan itu?” ujar Raja Maldev Singh geram “Pangeran Mahaputra dan Phool Kanwar sudah menyetujui hubungan ini” Raja Maldev Singh semakin murka mendengarnya

Di kerajaan Mewar, Phool sedang ngobol dengan Ajabde dan Pangeran Mahaputra, mereka bertiga membahas soal ucapan Ratu Umma Ji tentang apa yang akan di lakukan oleh Raja Maldev Singh pada Raja Uday Singh “Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti antara kakekku dan Maharaja Uday Singh” ujar Phool cemas

“Jangan khawatir, Phool ,,, Pangeran Mahaputra pasti akan sampai disana tepat waktu”, “Kalau begitu aku akan bicara dengan nenekku” Ajabde segera mencegah Phool “Jangan! Kau jangan melakukan itu, Phool! Percayalah pada Pangeran Mahaputra! Aku yakin Pangeran Mahaputra pasti bisa” pinta Ajabde

Sementara pada saat itu Pangeran Mahaputra memacu kudanya begitu kencang menuju ke kerajaan Kherba untuk mencegah pertikaian antara ayahnya dan kakek Phool, Pangeran Mahaputra memikirkan ucapan Ajabde dan memuji idenya untuk membawa patung Dewi Khorba agar di berikan pada Raja Maldev Singh agar Raja Maldev Singh merasa senang

Di kerajaan Kherba, nampak Raja Uday Singh dan Raja Maldev Singh sedang bersitegang satu sama lain, keadaan semakin memanas “Kami telah melupakan tradisi kami sendiri dan datang kesini menghadap ke hadapanmu untuk hubungan ini, jika kita semua tidak bisa mengerti tentang mereka satu sama lain, maka bagaimana kita bisa tahu tradisi bangsa yang lain?” bela Ratu Jaywanta, Raja Maldev Singh kembali menghina Raja Uday Singh, Raja Maldev Singh tidak terima dengan ucapan Raja Uday Singh, ketika Raja Uday Singh berteriak ke arah Raja Maldev Singh, Raja Maldev Singh segera mengeluarkan pedangnya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *