by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 217

-Debroo-64 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 217. Pangeran Mahaputra memasuki ruangan para leluhurnya dan mulai mengutarakan keluh kesahnya pada para leluhurnya tentang perasaannya dan tentang siapa yang akan dipilihnya menjadi istri.

sinopsis mahaputra antv - episode 217
sinopsis mahaputra antv – episode 217

Pangeran Mahaputra sedih lalu menangis, dari kejauhan Ratu Jaywanta bisa melihat kesedihan Pangeran Mahaputra, yang dihadapkan pada pilihan sulit, karena mau tak mau Pangeran Mahaputra harus bisa menerima Phool sebagai istrinya, hal ini demi kebaikan semua orang untuk bersatunya bangsa Rajput

Ratu Jaywanta segera menghampiri Pangeran Mahaputra, Ratu Jaywanta juga mengutarakan kekesalannya, Ratu Jaywanta marah karena anaknya dipaksa untuk menerima suatu hal yang tidak dia inginkan, Pangeran Mahaputra tertegun melihat kemarahan ibunya dengan linangan air mata.

Ratu Jaywanta juga menangis dihadapan gambar semua leluhur kerajaan Mewar, tiba-tiba Ajabde juga masuk kesana, Ratu Jaywanta bertanya pada Ajabde “Ajabde, kenapa kau memberikan keputusanmu? Keputusanmu itu tidak akan ditulis sebagai kata-kata emas, kau ini pengecut, Ajabde!” ujar Ratu Jaywanta kesal “Rani Ma, kau benar-benar menjadi buta karena rasa keibuanmu itu, apakah aku mengatakan hal yang salah?”

Ratu Jaywanta dan Pangeran Mahaputra tertegun dengan ucapan Ajabde “Para leluhur kita telah mengorbankan diri mereka untuk Rajputana maka kenapa kita tidak bisa melakukan hal itu?” ucapan Ajabde semakin membuat Ratu Jaywanta dan Pangeran Mahaputra tetegun memperhatikan Ajabde

“Pikiranku telah aku alihkan untuk kepentingan tanah air kita sementara waktu, ibu, sekarang aku akan melakukan segalanya demi tanah air kita, jadi aku mohon dengan amat sangat padamu, ibu, lupakanlah semuanya” ujar Pangeran Mahaputra sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada memohon pada ibunya sambil menangis

Ratu Jaywanta merasa terharu akan pengorbanan Pangeran Mahaputra dan Ajabde, Ratu Jaywanta memeluk Pangeran Mahaputra erat kemudian memeluk Ajabde dan Pangeran Mahaputra bersama-sama, mereka bertiga saling menangis satu sama lain.

Pangeran Mahaputra sedang melatih para prajuritnya tentang taktik berperang di dangal, tempat latihan bertarung, “Dengan taktik ini maka kita bisa bertarung dengan musuh manapun!” ujar Pangeran Mahaputra lantang, pada saat yang bersamaan salah seorang pelayan menghampirinya dan mengabarkan kalau Phool ingin ngobrol dengan Pangeran Mahaputra dan saat ini sedang menunggu Pangeran Mahaputra di teras

Pangeran Mahaputra mengiyakan permintaan Phool, setelah membubarkan prajuritnya, Pangeran Mahaputra segera menemui Phool yang sudah menantinya sedari tadi “Ada apa, Phool? Kau memanggilku?” Phool tersenyum sambil menatap Pangeran Mahaputra penuh dengan kecemasan “Pangeran Mahaputra, kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau melakukan persiapan berperang?”

“Perang bisa terjadi sewaktu waktu, Phool, untuk itulah kita harus bersiap siap” tepat pada saat itu Ajabde sedang berjalan menuju ke tempat mereka, sesaat Pangeran Mahaputra terpana oleh kehadiran Ajabde, Phool merasa Pangeran Mahaputra tidak memperhatikan apa yang dikatakannya, ketika Phool menoleh kebelakang ternyata ada Ajabde yang tersenyum manis di sebelahnya.

Di tempat Jalal, Jalal sedang menunggu jawaban dari Haji Khan (orang Afghanistan) untuk bergabung dengannya membentuk sebuah kesatuan, tiba tiba datang utusan Haji Khan, begitu melihat pasukan Mughal, utusan Haji Khan ketakutan dan hendak melarikan diri dari sana namun Jalal langsung melempar belatinya ke arah utusan Haji Khan itu, kemudian mendekati mayat si utusan dan membaca surat yang dibawanya, setelah membaca surat tersebut Jalal dan Bhairam Khan sangat marah

Semua anggota keluarga kerajaan Mewar sedang menyambut tamu di kerajaannya, ternyata tamu itu adalah nenek Phool, Ratu Uma Ji dari kerajaan Marwar datang ke sana, Ratu Bhatyani sangat senang bisa bertemu dengan Ratu Uma, tak lama kemudian Phool berlari lari dari dalam istana dan menemui neneknya itu “Neneeeek!!”

Phool segera memeluk neneknya erat “Phool, sayang” saat itu Ajabde ada dibelakang Phool, Ratu Umma hanya memandangnya sebelah mata ketika Ajabde menyambutnya “Mana Pangeran Mahaputra?”, “Dia sedang sibuk melakukan beberapa pekerjaan” sela Ratu Jaywanta

“Aku datang ke sini untuk hubungan yang akan di jalin antara Phool dan Pangeran Mahaputra jadi jangan di ganggu dengan berbagai macam pekerjaan” Ratu Umma mengejek Ratu Jaywanta dengan gayanya yang sombong, Ratu Bhatyani merasa senang karena pendukungnya bertambah satu lagi kini “Maharani Jaywanta, tolong letakkan barang barangku itu di kamarku” pinta Ratu Umma dengan gayanya yang culas.

Ratu Sajja Bai dan Ratu Bhatyani mengajak Ratu Umma ke Dangal untuk melihat Pangeran Mahaputra yang sedang berlatih pedang disana, saat itu Phool dan Ajabde juga ada disana “Maharani Umma Ji, Pangeran Mahaputra itu sangat cocok sekali untuk cucumu” puji Ratu Sajja Bai.

Tak lama kemudian seluruh anggota sedang berkumpul di ruang keluarga, Ratu Umma Ji juga hadir disana “Aku nanti akan mengirimkan Pangeran Mahaputra ke Kherwa” Ratu Jaywanta merasa heran dengan ucapan suaminya itu “Apakah ada yang salah, Rana Ji?” tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra memasuki ruangan itu.

Raja Uday Singh segera memanggilnya untuk ikut bergabung dan mengenalkan Ratu Umma Ji pada Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra meminta restu pada Ratu Umma Ji dengan menyentuh kakinya “Maharaja Uday Singh, jika kau pergi dengan Pangeran Mahaputra maka suamiku pasti akan langsung memilih Pangeran Mahaputra sebagai pengantin pria untuk Phool”

Pangeran Mahaputra tertegun dan menolak permintaan Ratu Umma Ji “Maaf Maharani Umma Ji, saya tidak bisa pergi karena saya mempunyai banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan disini, di Mewar, saya harus segera menyelesaikannya” ujar Pangeran Mahaputra

“Baiklah, aku akan mencari cara yang lain” ujar Raja Uday Singh sambil melirik ke arah Ratu Bhatyani “Rani Dheer Bai, kita akan pergi bertemu dengan Raja Maldev Singh” Ratu Bhatyani tersenyum sambil melirik ke arah Ratu Jaywanta “Tidak, Rana Ji, kak Jaywanta yang akan menemani kau kesana” ujar Ratu Bhatyani, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra meninggalkan ruangan tersebut.

Di tempat Jalal, Jalal dan pasukannya menyerang pasukan Haji Khan, pasukan Jalal mampu melumpuhkan pasukan Haji Khan, Haji Khan segera menyerah pada Jalal, Jalal kembali mendapat satu daerah yang di kuasainya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *