by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 216

-Debroo-62 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 216. Apakah Broo sudah membaca Sinopsis Mahaputra Episode 215! kali ini Sinopsis Mahaputra Episode 216 bisa dibaca loh broo.. semakin seru saja serial Mahaputra di Antv.

sinopsis mahaputra antv - episode 216
sinopsis mahaputra antv – episode 216

Ajabde masih melakukan percakapan dengan Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra mengatakan, “aku menentukan pilihanku kepadamu dan aku tidak tahu mengapa kau mengatakan salah.” “aku telah memberitahu segala sesuatu tentang hatiku padamu tapi kau tidak mengatakan apa-apa, kau dapat memberitahu kepadaku bagaimana perasaanmu.” Ujar Pangeran Mahaputra kembali.

Ajabde tetap diam dan hendak meninggalkan Pangeran Mahaputra namun Pangeran Mahaputra tidak membiarkan Ajabde pergi sebelum dia mengatakan isi hatinya. Dengan berlinangan air mata Ajabde mengatakan, “Menikahlah dengan phool, Pangeran Mahaputra.” Pangeran Mahaputra marah mendengar Ajabde membicarakan phool dan dengan amarahnya Pangeran Mahaputra mengatakan, “Phool, Phool, aku tidak ingin mencintainya, jadi mengapa kau terus membicarakan namanya didepanku.”

Ajabde tampak menangis dan berteriak pada Pangeran Mahaputra kalau dia tidak bisa bersamanya. Setelah itu Ajabde segera berlari meninggalkan Pangeran Mahaputra sendirian. Hati Pangeran Mahaputra tampak hancur melihat kepergian Ajabde.

Didalam istana, tampak Phool tengah berjalan sendirian. Namun tak lama setelah itu beberapa Rajkumari (putri) datang menghampiri Phool. Semua Rajkumari itu tampak mengejek Phool atas nama ajabde yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut. Namun Phool membantah semua ucapan Rajkumari dan Phool mengatakan,

“aku Rajkumari dari marwar dan Pangeran Mahaputra akan menikah denganku.” Phool segera pergi meninggalkan semua Rajkumari. Dikamar, tampak Ajabde tengah menangis mengingat ucapan Pangeran Mahaputra yang sudah mengungkapkan isi hatinya.

Ajabde menangis terisak-isak mengingat semua ungkapan Pangeran Mahaputra untuknya. Namun isakan Ajabde terhenti ketika ia mendengar suara Phool yang masuk kedalam kamarnya. Ajabde segera mengusap air matanya. Saat Phool sudah berdiri dihadapan Ajabde,

Phool segera mengungkapkan kekesalannya pada Ajabde tentang ejekan semua Rajkumari terhadap dirinya. Phool ingin mendapatkan kepastian pada Ajabde kalau Pangeran Mahaputra bakalan memilih dirinya, sedangkan Ajabde hanya bisa terdiam mendengar perkataan Phool.

Ia mengingat semua ucapan Pangeran Mahaputra yang tidak mencintai Phool, Ajabde tampak sedih mengingat semuanya. Phool yang melihat Ajabde hanya diam saja, langsung memanggilnya secara berulang kali hingga Ajabde tersadar dari lamunananya. Ajabdepun mulai meyakini sahabatnya itu kalau Pangeran Mahaputra pasti akan menjadi milik Phool dan Phool segera memeluk ajabde dengan perasaan bahagia.

Diruangan penyimpanan senjata, tampak Raja Uday memerintahkan kepada Prajuritnya untuk membuat senjata baru untuk keamanan mereka.” Setelah Pembicaraan selesai, prajurit tadi segera meninggalkan ruangan, dan kini tinggalah Raja Uday yang masih berada diruangan tersebut. Tak lama kemudian, Ratu Bathiyani datang menghampiri Raja Uday.

Ratu Bathiyani mengatakan, “Ranaji, aku tahu kita bersatu pada titik yang sama, tetapi apakah Anda tahu Pangeran Mahaputra mencintai Ajabde dan Ajabde juga mencintai Pangeran Mahaputra.” Raja Uday singh mengatakan, “Mengapa kau berbicara seperti Ratu Jaywanta.”

Ratu Bathiyani mengatakan, “sebaiknya kau bicaralah dengan Ajabde dan katakan padanya agar menjauhi Pangeran Mahaputra.” Raja Uday Singhpun menjawab, “aku tidak ingin membicarakan masalah ini.”

Raja Uday segera melangkah meninggalkan Ratu Bathiyani. Namun Ditengah jalan Raja Uday bertemu dengan Rawat ji, ia memberikan kabar bahwa Jalal sudah mencapai negara terdekat mereka.

Disisi lain tampak Jalal dan Bhairam khan sudah berdiri didepan benteng alwar bersama pasukan mereka. dan jalal mengatakan,” aku akan memberikan satu kesempatan untuk haji khan karena dia benar-benar seorang raja yang baik.” Jalal mengirim pesan kepada haji khan kalau ia akan mengambil alih Benteng alwar”. haji khan mengatakan, “aku perlu beberapa waktu” kemudian ia memberitahu tentaranya untuk menginformasikan kepada mewar, kalau ia membutuhkan bantuan. Jalal melihat peta alwar. Sinopsis Mahaputra Episode 216

Dibenteng mewar, tepatnya didapur istana tampak Ratu Jaywanta tengah mempersiapkan Laku untuk pernikahan Pangeran Mahaputra dan memberikan permen itu pada Ratu Bathiyani. Ratu Jaywanta mengatakan, “laku ini adalah untuk pernikahan.” Ratu Bathiyani mencicipi sedikit laku pemberian Ratu Jaywanta.

Ratu Jaywanta tampak senang berbicara dengan Ratu Bathiyani namun kesenangan Ratu Jaywanta menghilang ketika ia mendengar ucapan Ratu Bathiyani kalau Raja Uday saat ini tengah menemui Ajabde karena Raja Uday ingin Ajabde menjauh dari Pangeran Mahaputra.

Mendengar hal tersebut Ratu Jaywanta segera pergi meninggalkan dapur, Ratu Bathiyani tampak tersenyum licik melihat kepergian Ratu Jaywanta, latu yang dimakannya tadi kembali dikeluarkan dari dalam mulutnya.

Ditempat Ajabde, tampak Ajabde sedang membersihkan kamarnya dan seorang pelayan datang menghampiri Ajabde, ketika Ajabde tengah berbicara pada pelayanya, Saat itulah Ajabde melihat kedatangan Raja Uday yang masuk kedalam kamarnya, keteganganpun terjadi dan ajabde tampak gugup.

Raja uday singh mengatakan kepada Ajabde, “aku akan bangga kepada ayahmu dan sekarang kali ini giliranmu yang harus melakukanya untuk mewar.” Ajabde menjawab, “aku akan melakukan apapun untuk mewar.” Raja Uday singh mengatakan, “sekarang aku tahu mengapa Ratu Jaywanta sangat menyukaimu.” Setelah selesai berbicara pada Ajabde, Raja uday singh kemudian pergi dari kamar Ajabde.

Dikediaman Phool, tampak Phool memberi perintah pada pelayanya untuk menyusun kelopak bunga serapi mungkin dianak tangga. Saat itulah ratu Jaywanta datang mengahmpiri Phool dan ia heran melihat kelopak bunga tersebut. Ratu Jaywanta menanyakan apa yang dilakukan Phool, Phool tampak salah tingkah dan memerintahkan dayangnya untuk membersihkan kembali kelopak bunga tersebut.

Phool mengatakan, “aku melakukan semua ini untuk menyambut Anda.” Phool tampak bersemangat berbicara pada Ratu Jaywanta, sedangkan Ratu Jaywanta tampak tegang mendengar semua ucapan Phool. Ratu Jaywanta hanya mengatakan, “semoga dewa, membalas perasaanmu.” Kemudian Ratu Jaywanta segera pergi meninggalkan Ruangan Phool, Phool tampak senang mendengar pujian Ratu Jaywanta.

Dilorong istana tampak Ratu Bathiyani gelisah menunggu kabar dari Ratu Jaywanta, ketika melihat Ratu Jaywanta datang menghampirinya. Ratu Bathiyani segera bertanya pada Ratu Jaywanta, “Apakah kau sudah mengatakan segalanya kepada Phool. Ratu Jaywanta mengatakan, “Tidak, karena aku tidak ingin merusak suasana hati Phool yang tampak bahagia.” “Namun Pangeran Mahaputra dan Ajabde pasti akan mendapatkan haknya.” Sambung Ratu Jaywanta atas ucapanya tersebut.

Ajabde bertemu dengan Pangeran Mahaputra yang sedang berlatih dengan pedangnya dan Pangeran Mahaputra mengatakan, “sekarang aku akan menebak mengapa kau datang kesini. kau datang kesini pasti untuk minta maaf padaku.” Ajabde mengatakan, “Menikahlah dengan phool.” Pangeran Mahaputra tampak marah mendengar permintaan Ajabde.
Sinopsis Mahaputra Episode 216

Pangeran Mahaputra tidak ingin lagi mendengar ucapan Ajabde dan menyuruhnya untuk pergi. Kemudian Pangeran Mahaputra melanjuntukan latihan pedangnya dengan penuh amarah. Namun latihan Pangeran Mahaputra terhenti ketika ia mendengar pernyataan Ajabde yang juga mencintai Pangeran Mahaputra

Pangeran Mahaputra meminta kepastian dari Ajabde. “aku mencintaimu ketika aku pertama kalinya melihatmu Pangeran.” Bayangan pertemuan merekapun mulai bermunculan diantara keduanya. Kemudian Pangeran Mahaputra mengatakan, “sekarang aku tidak sedih lagi, karena kau juga mencintaiku.”

Namun kebahagiaan Pangeran Mahaputra sirna ketika Ajabde kembali meminta Pangeran Mahaputra menikahi Phool. “Menikahlah dengan phool untuk mewar pangeran.” Pangeran Mahaputra membalas ucapan Ajabde, “aku tidak butuh bantuan marwar.” Ajabde kemudian mencoba meyakinkan Pangeran Mahaputra, “kau harus melakukan ini untuk negara kita. Kau harus berkorban untuk ini.” Ujar Ajabde pada Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra mengatakan, “baiklah aku akan menerima pernikahan ini, tidak hanya aku melakukan pengorbanan ini, kau juga harus melakukan pengorbanan.” Ucap Pangeran Mahaputra dengan mata yang berkaca-kaca, setelah itu Pangeran Mahaputra segera pergi meninggalkan tempat pelatihanya sambil mengusap air matanya. Ajabde juga menangis dan mengusap air matanya.

Diruang makan, Raja Uday dan ketiga Ratunya tampak ada ketegangan diantara mereka saat makan siang. Namun Phool berusaha memecahkan ketegangan itu dengan tingkah kecerewetanya. Saat itulah Ajabde datang untuk bergabung dengan mereka, dan Raja Uday tampak tidak suka melihat kedatangan Ajabde. Raja Uday mengatakan, “Aku akan mencari Pangeran Mahaputra.”

Namun Ratu Bathiyani mencegahnya,”Tidak Perlu yang mulia, Pangeran Mahaputra pasti akan datang kemari. Benar saja, detik itu juga Pangeran Mahaputra datang dan mengatakan, “aku ingin melakukan pernikahan itu”. Raja Uday singh bertanya, “dengan siapa?”

Pertama-tama Pangeran Mahaputra melirik kearah Ajabde lalu pandangannya beralih pada Phool hingga akhirnya Pangeran Mahaputra menjawab, “Phool Kanwar.” Seluruh orang yang ada diruang makan tampak terkejut mendengar ucapan Pangeran Mahaputra. dan Phool sangat senang Pangeran Mahaputra akhirnya mau menikah dengan dirinya.

Namun lain yang terjadi pada Ajabde, dimana matanya tampak berkaca-kaca menahan kesedihan atas pernyataan Pangeran Mahaputra barusan. Raja Uday merasa senang, akhirnya Pangeran Mahaputra menjatuhkan pilihanya pada Phool. Raja Uday Sing segera memeluk putranya dengan perasaan bahagia.

Dalam pelukan Raja uday singh tampak pandangan Pangeran Mahaputra tertuju kearah Ajabde, dan Ajabde hanya tertunduk sambil melepaskan genggaman Phool dari lengannya. Ratu Jaywanta terkejut melihat putranya. Raja Uday singh mengatakan, “kau selalu menghapus keteganganku, aku bangga padamu.” Namun Ratu Jaywanta ingin meminta kepastian pada Pangeran Mahaputra, “apakah ini benar-benar keputusan akhirmu, Pangeran Mahaputra. Pangeran Mahaputra mengatakan, “ya, rani maa!!!!

Phool segera membawa Ajabde pergi kekamarnya. Sesampainya mereka dikamar, Phool berteriak kesenangan atas berita tersebut. Phool mengatakan, “aku orang yang sangat beruntung yang akan menikah dengan Pangeran Mahaputra. Aku sangat berutang padamu. Aku sangat senang denganmu, Ajabde.”

Ajabde menjawab hanya sekenannya saja. Namun ekspresi wajah Phool berubah menjadi sendu ketika ia mengingat bagaiamana reaksi orang tuanya nanti “Ajabde, apa Reaksi ayah jika nantinya ia mendengar berita ini. Karena hubungan dia dengan mewar tidaklah baik.” Ajabde kembali menenangkan sahabatnya itu, Ajabde mengatakan biarkan Raja Uday yang mengurus semuanya nanti.

Dikediaman Raja Uday, Raja Uday singh tampak tegang memikirkan bagaimana caranya ia mengabarkan hal ini kepada marwar. dan Ratu Bathiyani datang menghampiri Raja Uday dan mengatakan, “Rana Ji, mengapa kau begitu tegang? Seharusnya kau mendistribusikan permen itu.”

Raja Uday singh mengatakan, “Aku akan memberitahu hubungan ini ke marwar. Kita dapat menggabungkan segala sesuatunya dengan marwar, mewar dan mawar akan menjadi kuat.” Ratu Bathiyani mengatakan, “kita akan mengirimkannya. Uday singh mengatakan, “apa kau juga mengirim undangan itu untuk adikmu?” Ratu Bathiyani mengatakan, “aku sudah kirim undangan ini kepada adikku.” Raja Uday tampak tersenyum memandang kearah Ratu Bathiyani.

Pangeran Mahaputra tampak menyendiri diruangan leluhurnya, Pangeran Mahaputra berpikir tentang Ajabde dia mengingat semua kata-kata Ajabde untuknya. Pangeran Mahaputra minta maaf kepada nenek moyang mereka.

Ratu Jaywanta menghampiri Pangeran Mahaputra dan mengatakan, “mereka semua bertanggung jawab untuk itu. tidak ada cinta dalam benteng ini tapi sekarang kau juga mengorbankan cintamu Pangeran Mahaputra, mereka telah menciptakan masa depanmu Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra mengatakan, “ibu mengatakan semua ini karena ibu sedang marah. Ratu Jaywanta mengatakan, “aku tidak marah. Mengapa kau berkata seperti ini, semua yang aku lakukan untuk putraku. ketika ayahmu memberi pujian kepadamu, aku telah melihat air matamu.” Ratu Jaywanta tampak emosi mengatakan hal tersebut dan Pangeran Mahaputra langsung mengatupkan kedua tanganya didepan Ratu Jaywanta.

Pangeran Mahaputra mengatakan, “Ranima Aku mohon, jangan katakan seperti itu lagi. Ketegangan keduanya terhenti ketika mereka melihat Ajabde datang menghampiri keduanya dan mengatakan, “biarkan aku berbicara dengan Pangeran Mahaputra.”

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *