by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 212

-Debroo-57 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 212. Dikerajaan Mewar, ketika Pangeran Mahaputra hendak membuka pintu kamar Ratu Bhatyani, Ratu Jaywanta langsung mencegahnya, kemudian Ratu Jaywanta yang membuka pintu kamar tersebut

sinopsis mahaputra antv - episode 212
sinopsis mahaputra antv – episode 212

Kamar Ratu Bhatyani tampak terang benderang tidak gelap seperti dulu, namun Ratu Bhatyani tidak tampak “Rani Bhatyani, keluarlah, kami sangat ingin bertemu denganmu” tak lama kemudian Ratu Bhatyani keluar menemui mereka berdua dengan dandannya yang sedikit berbeda

Ratu Jaywanta terpana melihat penampilan Ratu Bhatyani sambil teringat pada semua ucapan Ratu Bhatyani padanya, Ratu Bhatyani menghampiri Ratu Jaywanta kemudian memeluknya erat “Lupakan semua yang pernah terjadi, Rani Bhatyani” Ratu Bhatyani berterima kasih pada Ratu Jaywanta karena telah merawat dan menjaga anaknya, Jagmal selama dia mengurung diri dikamar

Kemudian Ratu Bhatyani memeluk Pangeran Mahaputra “Ibu dengar kalau kau mau menikah?” Pangeran Mahaputra hanya tersenyum dan berkata “Ayah dan ibu yang memikirkan tentang hal ini, pertama tama lebih baik ibu pergi dan temui ayah” ujar Pangeran Mahaputra

Ratu Bhatyani segera menemui Raja Uday Singh di kamarnya, saat itu Raja Uday Singh sedang berada di kamarnya sendirian, begitu Ratu Bhatyani memasuki kamar Raja Uday Singh, Raja Uday Singh terpesona dengan kecantikan Ratu Bhatyani, ketika Ratu Bhatyani memasuki kamar Raja Uday Singh, Ratu Bhatyani merasa silau dengan sinar matahari yang menembus masuk ke kamar itu.

Ratu Bhatyani langsung menutupi matanya dengan tangannya “Rana Ji, bisakah kau menutup tirai itu, sinar matahari begitu menyilaukan mataku” Raja Uday Singh segera beranjak menuju ke jendela hendak menutup tirai, tiba tiba dari belakang Ratu Bhatyani ikut menutup tirai tersebut dengan gayanya yang mesra, Raja Uday Singh sedikit terpana, setelah satu tirai sudah tertutup, Raja Uday Singh menutup tirai yang lain, jendela itupun tertutup.

Kemudian Ratu Bhatyani bertanya tentang alasan Raja Uday Singh membebaskan dirinya dari hukuman “Aku ingin membahas tentang pernikahan Pangeran Mahaputra” kemudian Raja Uday Singh menceritakan soal Phool dan Ajabde pada Ratu Bhatyani “Kalau begitu aku ingin bertemu dengan kedua gadis itu” ujar Ratu Bhatyani.

Sinopsis Mahaputra Episode 212. Di kerajaan Mughal di Agra, Jalal membagikan koin emas untuk para prajuritnya, semua orang mengelu elukan namanya “Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhamad! Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhamad! Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhamad!” Jalal sangat senang mendengarnya “Aku sangat senang melihat pekerjaan kalian, aku ingin melihat para pengikut kerajaan Mughal dimana mana dan untuk itu kita harus memenjarakan budak budak bangsa Rajput!”

Sementara itu di halaman istana, Ratu Bhatyani sedang ngobrol dengan Pangeran Mahaputra “Ayahmu ingin Phool yang menjadi calon pendampingmu dan ibumu ingin Ajabdelah yang menjadi calon pendampingmu” tepat pada saat itu semua putri raja menghampiri Ratu Bhatyani dan Pangeran Mahaputra sambil membawa hadiah untuk Ratu Bhatyani.

Ratu Bhatyani sangat senang dan berterima kasih pada semua putri raja itu, setelah mereka pergi meninggalkan mereka berdua, Ratu Bhatyani bertanya pada Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, siapa yang kau pilih diantara mereka? Siapa yang kau suka?”

Ratu Bhatyani sedikit menggoda Pangeran Mahaputra “Aku tidak menyukai siapapun, ibu” tepat pada saat itu Phool menghampiri mereka, Phool sangat terpesona dengan penampilan dan kecantikan Ratu Bhatyani “Ibu, kenalkan ini adalah Phool Kanwar, putri raja Marwar” ujar Pangeran Mahaputra

“Rupanya kau benar benar tahu tentang dirinya” goda Ratu Bhatyani, kemudian Ratu Bhatyani bertanya tentang Ajabde pada Phool, Phool sangat bersemangat mencari Ajabde kemudian mengajaknya menghadap ke hadapan Ratu Bhatyani, Ajabde segera mengenalkan dirinya dan meminta restu padanya, setelah itu Ratu Bhatyani berlalu bersama Pangeran Mahaputra

Di ruang pribadi Raja, saat itu Raja Uday Singh sedang berdiskusi dengan kedua istrinya, Ratu Jaywanta dan Ratu Sajja Bai “Aku tidak suka dengan pilihan Rani Bhatyani, dia pasti akan mendukung kau, Rana Ji” tepat pada saat itu Ratu Bhatyani memasuki ruangan itu seraya berkata

“Aku setuju dengan pendapatmu, kak Jaywanta, Ajabde memang benar benar refleksi dari dirimu, Ajabde memang sempurna untuk Pangeran Mahaputra tapi ada satu masalah yaitu Ajabde itu bukanlah bangsa Rajput!” Ratu Jaywanta tertegun “Bagaimana bisa kau mengatakan seperti itu, Rani Bhatyani? Dia itu benar benar bangsa Rajput!” Ratu Bhatyani tersenyum sinis

“Dia tidak bisa bertarung layaknya seorang bangsa Rajput yang pemberani” Ratu Jaywanta tidak terima dengan ucapan Ratu Bhatyani “Ajabde, bisa berdiri dan bertarung sewaktu waktu”, “Kalau begitu kita harus mengatur sebuah kompetisi untuk itu!”

Tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra memasuki ruangan tersebut dan bertanya “Apa yang terjadi?” Ratu Bhatyani tersenyum pada Pangeran Mahaputra “Aku dan ibumu sedang membahas tentang rencana pernikahanmu, pangeran”, “Kami akan mengatur sebuah kompetisi” sela Raja Uday Singh yang hanya diam sedari tadi.

Ratu Sajja Bai pun hanya mengiyakan saja, Pangeran Mahaputra juga menyetujui rencana tersebut, sementara Ratu Jaywanta nampak tidak suka “Aku tidak suka dengan hal ini, Ajabde itu sudah sempurna untuk Pangeran Mahaputra!”, “Ini adalah kesalahanmu, Maharani Jaywanta, kompetisi ini akan tetap berlangsung dan tidak ada seorangpun yang akan menghentikannya” ujar Raja Uday Singh lantang.

Di kerajaan Mughal, Agra, ketika Jalal sedang berdiskusi dengan para menterinya, tiba tiba ada seseorang yang tertawa dengan keputusan Jalal, orang itu adalah Faqat Mal yang tiba tiba tertawa terpingkal pingkal sambil maju ke depan Jalal “Yang Mulia Raja Jalalludin, aku tidak akan mengikuti keyakinanmu!” Jalal langsung membentak Faqat Mal “Kalau begitu lepas pakaianmu dan turban di kepalamu itu!” Faqat Mal segera membuka pakaiannya “Pertama tama turbanmu dulu!” Faqat Mal melepas turbannya dan ditaruhnya di lantai

Sinopsis Mahaputra Episode 212. Sementara itu di kerajaan Mewar, Pangeran Mahaputra sedang berlatih pedang di tempat latihan, tiba tiba para putri raja berlari lari ke dalam tempat latihan itu dan mengelilingi Pangeran Mahaputra dengan pakaian laki laki seperti seorang prajurit,

Pangeran Mahaputra bingung “Kalian semua akan menjadi kuat dan meninggalkan semua rasa malu kalian” tepat pada saat itu Phool menghampiri mereka dan menyela pembicaraan mereka, kemudian Pangeran Mahaputra meninggalkan Dangal “Aku tidak akan ikut dalam kompetisi ini” ujar Phool kemudian “Kau memang tidak bisa bertarung kan makanya kau tidak ikut bergabung dalam kompetisi ini” para putri raja yang lain mengejek Phool,

Sedangkan Ajabde saat itu sedang mengajari para pelayan tentang tanaman, Pangeran Mahaputra menghampirinya sambil bertanya “Ajabde, kau sepertinya tidak begitu tegang dengan kompetisi ini”, “Aku tidak begitu tertarik dengan kompetisinya” Pangeran Mahaputra terkejut

“Kenapa kau selalu menolak untuk menjawab setiap pembicaraanku”, “Jika kau mempunyai beberapa permasalahan maka jangan katakan padaku” tepat pada saat itu Ratu Jaywanta menghampiri mereka “Ajabde, bisakah kau membantuku?” Ajabde segera menuruti permintaan Ratu Jaywanta dan meninggalkan Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra tertegun menatap kepergian mereka Ratu Bhatyani memasuki kamar Raja Uday Singh yang saat itu sedang duduk sendirian, Ratu Bhatyani langsung memijat pundak Raja Uday Singh sambil berkata “Kau kelihatan sangat tegang memikirkan rencana pernikahan Pangeran Mahaputra, aku akan mengurus semuanya, Rana Ji” ujar Ratu Bhatyani,

Sementara itu Ratu Jaywanta mengajak Ajabde ke dapur, Ratu Jaywanta menyuruh semua pelayananya keluar meninggalkan mereka berdua “Aku tahu, bibi pasti membutuhkan bantuan untuk membuat makanan” Ratu Jaywanta hanya tersenyum dan berkata “Sekarang letakkan barang barang itu disini” Ajabde segera mendekati barang yang ditunjuk oleh Ratu Jaywanta, ternyata barang itu berat namun Ajabde terus berusaha untuk mengangkatnya dan menaruhnya di tempat yang di inginkan Ratu Jaywanta.

Ratu Jaywanta kagum dengan usaha Ajabde “Jika kau bekerja keras maka kau pasti akan menang!”, “Aku tidak memenuhi syarat dalam kompetisi ini, Maharani Jaywanta, aku tidak begitu berani” Ratu Jaywanta tersenyum “Aku akan memanggil Pangeran Mahaputra dan kerjakan latihanmu, jangan duduk selama aku memanggil Pangeran Mahaputra!” ujar Ratu Jaywanta kemudian berlalu dari sana, saat itu Ratu Sajja Bai juga ada disana, rupanya Ratu Jaywanta dan Ratu Sajja Bai sangat menyukai Ajabde untuk menjadi calon pendamping Pangeran Mahaputra, kemudian Ajabde pergi dari dapur itu

Sinopsis Mahaputra Episode 212. Di kerajaan Mughal, Agra, Faqat Mal membuka pakaiannya di depan semua orang, Bhairam Khan segera memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Faqat Mal “Jangan! Jangan Khan Baba! Tidak! Tidak sekarang!” Jalal lalu meminta sebuah cambuk, setelah mendapatkan cambuk itu Jalal kemudian mencambuki Faqat Mal yang duduk berjongkok didepannya sambil berkata “Jangan pernah mentertawakan perintahku! Ini adalah kesalahanmu dan kau akan mendapatkan hukumannya!” kemudian Jalal menyuruh anak buahnya untuk membunuh Faqat Mal.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *