by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 211

-Debroo-83 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 211. Dilorong istana, dikerajaan Mewar, Pangeran Mahaputra mengikuti Ajabde yang sedang membawa nampan aarti, mereka berdua berdebat soal makanan yang disiapkan oleh Ajabde untuk Pangeran Mahaputra “Jika kau tidak peduli denganku lalu mengapa kau mengirimkan makanan untukku kemarin?” Ajabde nampak bingung dan gelisah sambil terus berjalan mengindari Pangeran Mahaputra

sinopsis mahaputra antv - episode 211
sinopsis mahaputra antv – episode 211

“Tidak! Aku tidak melakukannya!” Pangeran Mahaputra semakin kesal dan ingin mendengar kejujuran dari Ajabde “Jika kau benar-benar tidak mengirimkan makanan itu untukku maka katakan padaku sambil tatap mataku! Aku tahu kau tidak bisa berbohong padaku!” Ajabde menghentikan langkahnya dan tertunduk malu dan bingung, entah jawaban apa yang harus dia katakan “Apa alasan dibalik semua itu, Ajabde?”

Tepat pada saat itu Ratu Sajja Bai menghampiri mereka dan berkata tanpa basa basi “Pangeran Mahaputra, kenapa kau tidak mengatakan kalau kau menyukai Ajabde?” Pangeran Mahaputra dan Ajabde terkejut mendengarnya, Pangeran Mahaputra segera berbalik menatap ibu tirinya itu “Rani Sajja, bukan seperti itu” namun Ratu Sajja Bai tidak menggubris Pangeran Mahaputra, sambil tersenyum Ratu Sajja Bai bertanya pada Ajabde hal yang sama “Ajabde, kau juga kan menyukai Pangeran Mahaputra?” Ajabde hanya terdiam dan tidak tahu mau menjawab apa-apa

Sinopsis Mahaputra Episode 211. Ratu Sajja Bai segera meninggalkan mereka berdua dan memasuki istana sambil bicara pada dirinya sendiri “Aku tidak tahu kenapa kakak Jaywanta percaya sekali kalau mereka berdua itu saling mencintai satu sama lain” tepat pada saat itu Ratu Jaywanta sudah berada didepannya dilorong istana

Ratu Sajja kaget ketika Ratu Jaywanta ada didepannya “Rani Sajja, apakah kau tidak bisa membaca wajah mereka meskipun mereka tidak memberikan jawaban?” Ratu Sajja Bai benar-benar bingung, apalagi ketika dihadapkan pada Raja Uday Singh yang meminta dukungannya untuk memilih Phool sebagai istri Pangeran Mahaputra “Rani Sajja, lalu apa keputusanmu?” Rani Sajja semakin bingung karena dirinya berada di dilema yang menyulitkan “Apakah Pangeran Mahaputra bisa menikah dengan gadis yang lain?”

Kemudian Ratu Sajja Bai memberikan contoh gadis yang lain, namun Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta menolak dengan keras “Baiklah, kalau begitu mari kita nikahkan Pangeran Mahaputra dengan Ajabde!” Ratu Jaywanta tersenyum senang dan segera memeluk Ratu Sajja Bai, ketika mereka berbalik ternyata Raja Uday Singh sudah tidak ada diruangan itu, rupanya Raja Uday Singh kecewa dengan keputusan kedua istrinya,

Raja Uday Singh teringat akan ucapan Ratu Jaywanta sambil berjalan menuju ke kamar Ratu Bhatyani yang masih tertutup, tiba-tiba seorang pelayan keluar dari kamar Ratu Bhatyani dan mengabarkan pada Raja Uday Singh kalau Ratu Bhatyani sangat marah pada rencana pernikahan Pangeran Mahaputra, Raja Uday Singh memikirkan keputusannya untuk menikahkan Pangeran Mahaputra dengan Phool

Dari dalam kamar Ratu Bhatyani bisa merasakan kehadiran suaminya dibalik pintu, Ratu Bhatyani sangat berharap Raja Uday Singh mau menemuinya setelah berbulan-bulan lamanya dia mengurung diri didalam kamar namun ternyata Raja Uday Singh tidak jadi masuk kedalam kamar Ratu Bhatyani, Raja Uday Singh segera berlalu dari sana

Raja Uday Singh kemudian menuju kekamar Pangeran Mahaputra, ketika hendak mengetuk kamar Pangeran Mahaputra ternyata Pangeran Mahaputra menghampirinya dan mengajaknya masuk kedalam kamar “Ayah, mari kita masuk kedalam kamar karena semua putri raja selalu menatapku setiap waktu” setelah berada didalam kamar Pangeran Mahaputra,

Raja Uday Singh bertanya pada Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, kau lebih suka kari beras atau manisan?”, “Kari beras!” jawab Pangeran Mahaputra, kemudian mereka berdebat satu sama lain, Raja Uday Singh tidak suka dengan ucapan Pangeran Mahaputra, Raja Uday Singh segera meninggalkan Pangeran Mahaputra dengan perasaan kesal dan marah

Raja Uday Singh berjalan menuju keruang pribadinya dimana Rawat Ji sudah menantinya disana “Rawat Ji, ada apa?” Rawat Ji mengabarkan padanya kalau Jalal telah melumpuhkan beberapa daerah kekuasaan mereka, Raja Uday Singh kaget dan panik dengan permasalahan ini

Sinopsis Mahaputra Episode 211. Dimedan perang, Jalal dan pasukan Mughal mampu melumpuhkan daerah kekuasaan bangsa Rajput, Jalal bertanya pada Faqat Mal “Faqat Mal, tipe kematian yang seperti apa yang kau inginkan?”, “Aku ingin mati seperti seorang prajurit yang pemberani!” sementara itu dikerajaan Mewar.

Raja Uday Singh mulai tegang mendengar aksi Jalal “Kita akan bisa melumpuhkan Jalal jika Mewar dan Marwar bisa bersama-sama” ujar Raja Uday Singh, sedangkan dikamar Ratu Bhatyani, Ratu Bhatyani berkata pada pelayannya “Aku yakin Maharaja Uday Singh pasti akan datang kekamarku!” ujar Ratu Bhatyani, pada saat yang bersamaan Raja Uday Singh kembali menghampiri kamar Ratu Bhatyani dan berdiri didepan pintu kamar Ratu Bhatyani sambil berkata “Kau adalah satu-satunya harapanku yang terakhir” ujar Raja Uday Singh sambil teringat peristiwa yang lalu ketika dirinya menceraikan Ratu Bhatyani.

Sementara itu dikamar Jaywanta, Pangeran Mahaputra sedang berdoa pada Dewa sambil memikirkan tentang ucapan Ajabde, Ratu Jaywanta menemuinya dan bertanya “Apa yang terjadi, Pangeran Mahaputra? Apa yang kau lakukan disini?” Pangeran Mahaputra salah tingkah didepan ibunya “Aku tidak tahu, ibu, kenapa ibu dan ayah selalu bertengkar setiap waktu tentang pernikahanku, lalu bagaimana caranya aku bisa konsentrasi pada perang nantinya?”

Saat itu Raja Uday Singh membuka pintu kamar Ratu Bhatyani, semua lampu diya dikamar Ratu Jaywanta langsung padam, bahkan kaca rias dikamar Ratu Sajja yang saat itu sedang bercermin tiba-tiba juga retak, semua orang terkejut, Ratu Sajja Bai segera menemui Ratu Jaywanta dan mengabarkan kalau cermin dikamarnya tiba-tiba retak, pada saat yang bersamaan Raja Uday Singh menemui Ratu Bhatyani yang sedang mengurung diri dikamarnya yang gelap, Ratu Jaywanta segera mencari Raja Uday Singh untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi,

Sinopsis Mahaputra Episode 211. Sedangkan didalam kamar Ratu Bhatyani “Ratu Bhatyani, aku memutuskan hukuman untukmu karena kau telah melakukan kesalahan tapi sekarang aku akan membebaskanmu maka semuanya akan baik-baik saja, kau harus melakukan semua hal hanya atas dasar perintahku saja”

Ratu Bhatyani yang membelakangi Raja Uday Singh kemudian bertanya “Mengapa aku harus percaya padamu? Jika kau nanti akan melemparkan aku kembali kedalam kegelapan, Rana Ji?”, “Aku berjanji padamu kalau aku tidak akan melemparkanmu” Ratu Bhatyani tersenyum sinis “Aku ingin sumpah ini dikatakan oleh Maharani Jaywanta!” Raja Uday Singh tertegun

Ratu Jaywanta akhirnya sampai didekat kamar Ratu Bhatyani dan melihat Raja Uday Singh keluar dari kamar Ratu Bhatyani, Raja Uday Singh segera menghampirinya dan berkata “Maharani Jaywanta, kau harus mengeluarkan Rani Bhatyani segera!” Ratu Jaywanta menolak permintaan suaminya.

Sementara itu dihalaman istana Pangeran Mahaputra mendapat kabar dari pelayan Ratu Bhatyani tentang keadaan Ratu Bhatyani, berita ini langsung menyebar keseluruh benteng dan semua orang meminta dengan amat sangat pada Ratu Jaywanta agar membebaskan Ratu Bhatyani, termasuk juga Pangeran Mahaputra yang meminta pada ibunya “Ibu, aku mohon keluarkan Chotti Ma (ibu tiri)” Ratu Jaywanta marah dan kesal dengan semua permintaan ini

“Pangeran Mahaputra, kalau kau tahu alasannya maka kau pasti tidak akan mengijinkan dia keluar dari kamar itu!” ujar Ratu Jaywanta sambil teringat semua tindakan kejahatan Ratu Bhatyani yang ingin membunuh Pangeran Mahaputra “Ibu, aku tidak tertarik untuk mengetahui alasannya” ujar Pangeran Mahaputra

Pelayan Ratu Bhatyani mengabarkan pada semua putri raja yang masih berada disana kalau Ratu Bhatyani sebentar lagi akan keluar dari kamarnya, Phool dan Ajabde juga membicarakan tentang Ratu Bhatyani “Kalau begitu kita harus bertanya pada seseorang, Ajabde” tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra bertemu dengan mereka, Phool bertanya ke Pangeran Mahaputra namun Pangeran Mahaputra malah melemparkannya ke Ajabde “Kau bisa bertanya ke Ajabde, dia tahu semuanya” ujar Pangeran Mahaputra,

Sementara itu Ratu Jaywanta sedang berdoa didepan patung Dewa Khrisna, pelayan setianya Girja Bai menghampirinya dan bisa ikut merasakan perasaan Ratu Jaywanta yang saat itu sedang berdoa sambil menangis “Girja Bai, bagaimana bisa aku mengatakan pada semua orang kalau Rani Bathyani itu tidak baik untuk benteng kita? Dia itu jahat, dia itu serigala berbulu domba” Girja Bai bisa memahami hal ini “Aku tahu Maharani Jaywanta tapi kau tetap harus mengeluarkan Ratu Bhatyani karena ini adalah permintaan suamimu”,

Pada saat yang sama saat itu Ratu Bhatyani sedang berdandan dibantu oleh para pelayannya, Ratu Bhatyani kembali ceria dan cantik seperti sebelumnya, Ratu Bhatyani merasa senang karena sebentar lagi dirinya akan bebas, tepat pada saat itu diluar kamar Ratu Bhatyani, Pangeran Mahaputra menghampiri kamar ibu tirinya itu dan berdiri didepan pintu kamar sambil teringat semua ucapan dan tindakan Ratu Bhatyani padanya, ketika Pangeran Mahaputra hendak mengetuk pintu kamar, Ratu Jaywanta datang kesana juga dan menghardik Pangeran Mahaputra keras “Pangeran Mahaputra! Hentikan!” Pangeran Mahaputra tertegun menatap ibu kandungnya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *