by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 210

-Debroo-119 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 210. Dikerajaan Mewar, semua orang memasuki ruangan aula untuk Gangaur puja, dimana terdapat sebuah kolam yang penuh dengan air didalamnya, semua putri raja sudah berkumpul disana dan menatap tajam dengan penuh harapan kearah Pangeran Mahaputra.

Ajabde juga sedang berjalan diruangan tersebut mengekor dibelakang Ratu Jaywanta, sementara Pangeran Mahaputra mengekor dibelakang Raja Uday Singh, mereka berdua berjalan bersebrangan ditepi kolam sambil saling melirik satu sama lain.

sinopsis mahaputra antv - episode 210
sinopsis mahaputra antv – episode 210
Kemudian semua orang berdoa didepan Gangaur Mata (patung boneka yang dibuat oleh Ajabde) saat itu Raja Uday Singh tidak melihat kehadiran Phool “Dimana putri Phool?” tak lama kemudian Phool memasuki ruangan tersebut sambil tersenyum manis pada semua orang.

Raja Uday Singh tersenyum senang melihat calon menantu pilihannya, kemudian Ratu Jaywanta menceritakan pada semua orang tentang tujuan pemujaan tersebut “Jika seorang gadis melihat bayangan pria impiannya didalam pantulan air, maka pria tersebut akan selalu bersama dengannya” semua putri raja nampak antusias dengan acara pemujaan itu

Ratu Jaywanta berbisik pada Ajabde “Ajabde, pergilah dan berdoa!” Ajabde segera menuruti permintaan Ratu Jaywanta menuju ketepi kolam dan berdoa, kemudian Ratu Jaywanta menyuruh Pangeran Mahaputra untuk berjalan disekeliling tepi kolam,

Raja Uday Singh tahu rencana Ratu Jaywanta, Raja Uday Singh juga tidak mau kalah, Raja Uday Singh juga berbisik ke Phool “Phool, kau juga pergi dan lakukan pujamu” bergegas Phool juga menuruti permintaan Raja Uday Singh, sementara pada saat itu ketika Ajabde hendak menaruh lampu diya dikolam, tiba-tiba Pangeran Mahaputra melintas dibelakangnya sehingga bayangan tubuhnya terpantul diair kolam itu.

Ajabde tertegun ketika melihat bayangan Pangeran Mahaputra, Ajabde terlihat cemas, smentara pada saat itu Phool berusaha menyingkirkan semua putri raja yang ada disana yang sedang mengambil nampan aarti satu per satu, semua putri raja mengeluh atas tindakan Phool.

Kemudian Raja Uday Singh berkata “Phool, pergilah dan berdoalah dengan Ajabde” ujar Raja Uday Singh sambil menunjuk Ajabde yang sedang berdoa, Phool kembali menuruti permintaan Raja Uday Singh, Phool duduk disebelah Ajabde, tak lama kemudian ketika Phool sedang berdoa, Phool melihat bayangan Pangeran Mahaputra didalam air, Phool terkejut kemudian mengutarakannya dengan nada senang sambil menoleh kearah Pangeran Mahaputra

Pangeran Mahaputrapun berbalik dan menatap kearah mereka berdua, setelah itu kembali berjalan, Phool benar-benar tidak menyangka kalau dirinya melihat bayangan Pangeran Mahaputra didalam air, Ajabde hanya bisa terdiam dan cemas

Sinopsis Mahaputra Episode 210. Setelah Ratu Jaywanta selesai melakukan pemujaan untuk keluarganya, saat itu Ratu Jaywanta dan Raja Uday Singh kembali berselisih pendapat tentang Pangeran Mahaputra, Phool dan Ajabde, Pangeran Mahaputra menghampiri mereka sambil membawakan air untuk ibunya

“Aku hanya mengirimkan Pangeran Mahaputra untuk berkeliling ditepi kolam, tidak lebih” ujar Ratu Jaywanta sambil membasuh kaki Raja Uday Singh, Raja Uday Singh memberikan restu Ratu Jaywanta “Aku yakin kau pasti akan mendapatkan menantu yang sangat sempurna nanti” ujar Raja Uday Singh.

Sementara Ajabde berkata pada dirinya sendiri ketika teringat bayangan Pangeran Mahaputra yang dilihatnya didalam kolam “Apa yang aku lakukan disini?” Phool yang masih terkenang-kenang akan bayangan Pangeran Mahaputra yang dilihatnya dikolam, nampak ingin selalu membicarakan hal tersebut

“Ajabde, aku belum pernah melihat bayangan Pangeran Mahaputra, kalau kau, bayangan siapa yang kau lihat didalam air?” Ajabde hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Phool, kemudian Ajabde segera meninggalkan Phool dengan perasaan kesal tiba-tiba berpapasan dengan Pangeran Mahaputra hingga menumpahkan wadah air yang dibawa oleh Pangeran Mahaputra hingga membasahi kaki Pangeran Mahaputra “Oooh maaf, aku tidak sengaja” ujar Ajabde sambil berlalu meninggalkan Pangeran Mahaputra, Ratu Jaywanta dan Raja Uday Singh melihat insiden tersebut, Ratu Jaywanta tersenyum senang

Para prajurit Jalal mengelu-elukan nama Jalal “Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad! Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad! Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad!” Jalal tersenyum senang “Aku tahu, kalian semua ini sangat hebat tapi kalian harus menunjukkan keberanian kalian” ujar Jalal bangga.

Kemudian Jalal mengatakan pada Bhairam Khan tentang strategi yang akan dia lakukan nanti, Bhairam Khan mengungkapkan strategi Jalal pada semua prajurit, salah satu prajurit datang terlambat dan berkata “Maafkan aku, yang Mulia, aku datang terlambat”

“Aku disini bukan untuk mengampunimu!” ujar Jalal sambil membunuh prajurit itu “Tidak ada seorangpun yang akan pulang kerumah dan tidak ada seorangpun yang akan menghubungi keluarganya, kita harus bisa melumpuhkan daerah Rajputana yang terdekat segera!” bentak Jalal lantang

Raja Uday Singh, Ratu Jaywanta dan Pangeran Mahaputra sedang menikmati makanan mereka “Kita harus membawa pengantin perempuannya untuk Pangeran Mahaputra, Rana Ji”, “Aku tidak akan memilih pengantin perempuan hanya untuk ini” ujar Raja Uday Singh “Kenapa kalian berdua selalu bertengkar?” Pangeran Mahaputra merasa bingung dengan tingkah kedua orangtuanya yang selalu berbeda pendapat

“Pangeran Mahaputra, katakan pada ayahmu, dengan siapa kau ingin menikah?” tanya Ratu Jaywanta, sementara itu dikamar Phool, Phool juga menanyakan tentang makan siang pada Ajabde, Ajabde menolak untuk makan “Ajabde, aku tidak ingin makan siang sendirian” pinta Phool dengan wajah kesal sambil duduk menjauh dari Ajabde ditepi tempat tidur, sedangkan ditempat Pangeran Mahaputra dan kedua orangtuanya,.

Ratu Jaywanta mengungkapkan pendapatnya tentang Phool “Aku tidak mengatakan kalau Phool itu gadis yang tidak baik tapi aku merasa kalau Ajabde itulah yang tepat dan sempurna untuk Pangeran Mahaputra” Raja Uday Singh menggelengkan kepalanya “Tapi sayang sekali, Maharani Jaywanta, aku telah memutuskan hubungan Pangeran Mahaputra dengan kerajaan Marwar hanya untuk Rajputana” ujar Raja Uday Singh tak kalah sengit “Aku tetap akan menikahkan Pangeran Mahaputra dengan Ajabde!” ujar Ratu Jaywanta lantang “Phool Kanwar!”, “Ajabde!” ayah dan ibu Pangeran Mahaputra saling bersahut sahutan dengan pendapat mereka masing-masing.

Sinopsis Mahaputra Episode 210. Pangeran Mahaputra segera mengakhiri pertikaian kedua orang tuanya dan berkata “Cukup! Aku tidak ingin menikah gadis manapun, tidak itu Ajabde atau Phool Kanwar atau gadis yang lain! ayah mengatakan tentang pernikahan yang berujung pada penyatuan Rajputana tapi ayah bertengkar hanya pada satu permasalahan saja” ujar Pangeran Mahaputra kesal kemudian pergi dari sana tanpa menyentuh makanannya sedikitpun, sepeninggal Pangeran Mahaputra

Ratu Jaywanta menangis, Raja Uday Singh merasa heran “Maharani Jaywanta, kenapa kau menangis?”, “Kau tidak mencintai aku, Rana Ji” Ratu Jaywanta mulai merajuk “Baiklah, aku akan memikirkan tentang hal ini” ujar Raja Uday Singh.

Dikamar Phool “Aku pernah mendengar meskipun kita tetap menahan kelaparan maka sinar diwajah kita akan benar-benar hilang” ujar Phool “Baiklah, kalau begitu aku akan ikut denganmu” Ajabde dan Phool kemudian keluar kamar hendak menikmati makan malam mereka

dilorong istana mereka berdua berpapasan dengan Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra hanya terdiam sambil memperhatikan mereka berdua kemudian berlalu begitu saja tanpa menyapa Phool ataupun Ajabde, Phool dan Ajabde merasa bingung “Ada apa dengan dia? Apa yang terjadi pada Pangeran Mahaputra?” tanya Phool cemas,

Kemudian mereka berdua segera menuju kedapur dimana ada Ratu Jaywanta dan Ratu Sajja Bai “Apakah Pangeran Mahaputra tidak makan tadi?” Phool terkejut ketika mendengar ucapan Ratu Sajja Bai “Apa? Pangeran Mahaputra tidak makan?” Ratu Sajja mengiyakan “Dia tidak makan itu karenamu” ujar Ratu Sajja

Sementara itu dilorong istana, semua putri raja sedang bersenda gurau dengan Ajabde “Aku senang kalau akhirnya Pangeran Mahaputra tidak jadi menikah dengan salah satu diantara kalian” ujar Ajabde, para putri raja malah menggoda Ajabde, Ajabde segera meninggalkan mereka menuju ke Dangal tempat latihan Pangeran Mahaputra, disana Ajabde melihat Pangeran Mahaputra yang saat itu sedang berada di Dangal

Pangeran Mahaputra sedang mengendarai kuda dan berlatih dengan pedangnya “Dia tidak makan kemudian langsung melakukan latihan bertarung dengan senjatanya” bathin Ajabde dalam hati, Pangeran Mahaputra terus berkeliling mengendarai kudanya dengan mengambil senjatanya

Ajabde terus memperhatikan Pangeran Mahaputra hingga akhirnya Pangeran Mahaputra menyadari kalau Ajabde melihatnya sedari tadi, Pangeran Mahaputra langsung turun dari kudanya sambil tersenyum senang dan berjalan kearah Ajabde namun ternyata Ajabde tidak ada disana, Ajabde telah pergi menghindari Pangeran Mahaputra

Dilorong istana, ketika Ratu Jaywanta hendak memberikan makanan pada Pangeran Mahaputra, tiba-tiba ditengah jalan, Ajabde muncul dengan sepiring makanan menuju kekamar Pangeran Mahaputra, Ratu Jaywanta segera bersembunyi dibalik tirai ketika Ajabde merasa ada seseorang dibelakangnya.

Kemudian Ajabde melanjuntukan perjalanannya kekamar Pangeran Mahaputra “Rupanya Ajabde pergi memberikan makanan untuk Pangeran Mahaputra” namun ternyata ditengah jalan Ajabde berhenti, dirinya teringat kalau dia tidak berhak melakukan hal ini, hanya Phool yang bisa melakukan, Ajabde segera berbalik menuju kekamar Phool, sesampainya dikamar Phool “Phool, pergilah dan bawakan makanan ini kekamarnya Pangeran Mahaputra” pinta Ajabde “Tidak! Aku tidak akan pergi kekamarnya, Ajabde.

Pangeran Mahaputra tidak mau melihatku sama sekali, dia selalu memikirkan hal lain, katakan padaku, Ajabde, apa yang harus aku lakukan?” Ajabde tersenyum “Kalau begitu pergilah dan berikan makanan ini pada Pangeran Mahaputra, lakukan apa yang aku katakan” ujar Ajabde sambil memberikan piring berisi makanan itu ke Phool, Phool terhenyak

Sementara itu Ratu Sajja sedang berada didapur, pelayan mengabarkan padanya kalau Raja Uday Singh akan memasuki dapur, Ratu Sajja Bai sangat senang mendengarnya dan menyuruh semua pelayannya pergi meninggalkannya, begitu Raja Uday Singh muncul didapur, Ratu Sajja Bai meminta maaf pada suaminya “Rana Ji, aku minta maaf jika aku telah melakukan kesalahan”,

“Rani Sajja Bai, aku ingin ngobrol denganmu saat ini” ujar Raja Uday Singh, saat itu Phool sudah bertemu dengan Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, kau harus makan, kau belum menyentuh makananmu sama sekali” ujar Phool sedih “Aku akan makan nanti, kau pergilah saja” ujar Pangeran Mahaputra dingin sambil memperhatikan peta didinding kamarnya

Kemudian ketika Pangeran Mahaputra hendak pergi dari kamarnya, Phool segera berkata “Pangeran Mahaputra, sebenarnya ini ide Ajabde yang memintamu untuk makan, aku hanya melaksanakan saja” Pangeran Mahaputra berbalik dan menatap Phool tajam “Berikan padaku, aku akan makan makanan ini” Pangeran Mahaputra kemudian mulai menikmati makanannya “Bolehkah aku duduk disini?” Pangeran Mahaputra hanya mengangguk

Sinopsis Mahaputra Episode 210. Diteras Raja Uday Singh sedang ngobrol dengan Ratu Sajja Bai “Rani Sajja Bai, kau tahu kalau aku tidak bisa hidup tanpa Maharani Jaywanta, meskipun jika aku bertengkar dengannya” sementara itu Phool masih memperhatikan Pangeran Mahaputra yang sedang makan “Pangeran Mahaputra, aku ingin bertanya sesuatu padamu, apakah kau mencintai seorang gadis?”

Pangeran Mahaputra hanya terdiam, sementara itu kembali keteras Ratu Sajja Bai berusaha memahami perasaan suaminya “Aku tahu kau pasti merindukan Ratu Bhatyani” Raja Uday Singh kesal karena bukan itu tujuan pembicaraan mereka kali ini, Raja Uday Singh ingin mendapatkan dukungan dari Ratu Sajja Bai tentang Phool Knawar “Ratu Sajja Bai, kau harus memilih Phool Kanwar untuk kebaikan kedua daerah, aku tidak ingin melepaskannya dari tanganku”, sementara ditempat Pangeran Mahaputra “Kenapa kau bertanya demikian, Phool?” Phool tersenyum seraya berkata “Aku tahu ini akan terjadi dan kau telah selesai menikmati makananmu” sesaat Pangeran Mahaputra merenung dan berkata dalam hati “Aku benar kalau Ajabde pasti akan mengirimkan makanan ini untukku” bathin Pangeran Mahaputra dalam hati

Sinopsis Mahaputra Episode 210. Ratu Jaywanta sedang melakukan puja pada Dewa matahari dan menunggu matahari terbenam, tepat pada saat itu Raja Uday Singh menghampirinya dan berkata “Kau tahu Maharani Jaywanta kalau kita melupakan ibunya Pangeran Mahaputra yang satu lagi” Ratu Jaywanta langsung memikirkan Ratu Bhatyani “Untuk siapa kau bicara, Rana Ji?”, “Maksudku Ratu Sajja Bai, Maharani Jaywanta, biarkan dia mengutarakan pendapatnya” ujar Raja Uday Singh

Sementara itu dikamar Ratu Jaywanta, Ratu Jaywanta sedang ngobrol dengan Ratu Sajja Bai “Kakak, aku menyukai Phool Kanwar” ujar Ratu Sajja Bai “Aku tidak percaya kau mengatakan seperti itu, Rani Sajja, katakan padaku dari hatimu yang paling dalam, siapa yang kau pilih? Kau tahu kalau Pangeran Mahaputra dan Ajabde itu saling menyukai satu sama lain?” Ratu Sajja Bai nampak terkejut “Benarkah itu, kakak? Aku akan bertanya langsung pada Pangeran Mahaputra!”.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *