by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 209

-Debroo-166 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 209. Pangeran Mahaputra akhirnya mencapai tempat rahasia didalam sebuah gua, ketika Pangeran Mahaputra memasuki gua itu ternyata Rawat Ji, orang kepercayaan ayahnya telah ada disana “Pangeran Mahaputra, ada apa? Apa yg terjadi?”

sinopsis mahaputra antv - episode 209sinopsis mahaputra antv - episode 209
sinopsis mahaputra antv – episode 209

Pangeran Mahaputra nampak sedikit kesal “Aku benar-benar kesal dengan gadis-gadis itu!” Rawat Ji tersenyum penuh arti “Pangeran Mahaputra, semua gadis-gadis itu datang kesini untuk mengajukan lamaran untuk pernikahanmu” Pangeran Mahaputra terkejut

Sementara itu ketika Ratu Jaywanta memasuki ruangan para putri raja ternyata disana tidak ada seorangpun putri raja yg hadir, yg ada hanya Ajabde yg sedang sibuk mendadani boneka boneka yg dibuatnya dengan tanah liat, Ratu Jaywanta nampak terkesan dengan Ajabde.

Tak lama kemudian Raja Uday Singh menghampiri Ratu Jaywanta “Rana Ji, saat ini aku sudah mendapatkan seorang pengantin perempuan untuk Pangeran Mahaputra” Raja Uday Singh tersenyum dan bertanya “Siapa?” dengan bahasa tubuhnya, Ratu Jaywanta melihat Ajabde sambil tersenyum penuh arti “Kau yg mengambil keputusan, Maharani Jaywanta”,

“Kita akan bertanya pada Pangeran Mahaputra” tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra menghampiri kedua orangtuanya, sementara Ajabde masih asyik mendandani boneka tanah liatnya dengan duduk membelakangi mereka. Ketika kedua orangtuanya bertanya pada Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra langsung menolak menikah dengan Ajabde, Ajabde yg sedang asyik dengan boneka tanah liatnya begitu mendengar namanya di sebut langsung berdiri dan berbalik ke arah mereka sambil berkata “Aku juga tidak tertarik untuk menikah denganmu!” teriak Ajabde.

Pangeran Mahaputra dan kedua orang tuanya terkejut kemudian Ratu Jaywanta menyuruh Pangeran Mahaputra untuk pergi ke kamarnya sendiri, Ajabde jadi tidak enak hati, Ajabde kemudian pamit mau pergi ke kuil “Maharani Jaywanta, kau telah menyeleksi seorang pengantin perempuan untuk Pangeran Mahaputra tapi mereka berdua saling bertengkar satu sama lain tapi aku setuju dengan hubungan ini” ujar Raja Uday Singh sambil tertawa senang,

Tak lama setelah itu salah satu prajurit menghampiri Raja Uday Singh dan mengabarkan kalau ada sesuatu yg penting yg harus dilihatnya Di luar halaman istana, anak buah Raja Uday Singh menunjukkan mayat prajurit Mughal, prajurit juga menunjukkan sebuah surat dari kerajaan Mughal, tak lama kemudian Raja Uday Singh dan Rawat Ji nampak sedang membahas sesuatu yg sangat penting, Pangeran Mahaputra juga ada disana “Aku tahu kalau dia akan kembali!” ujar Pangeran Mahaputra,

Sementara itu di kerajaan Mughal, di Agra, Maham Anga sedang menunggu Jalal, tak lama Jalal kembali ke Agra, Jalal menemui Bhairam Khan “Khan Baba, panggil aku Akbar sekarang! dan aku minta maaf untuk semua kesalahanku, aku benar benar membutuhkan kau, Khan Baba” ujar Jalal dengan nada sedih.

Bhairam Khan terpana dengan ucapan Jalal “Aku benar benar ingin mendengar ini semua dari kau, Jalal” Bhairam Khan memeluk Jalal erat kemudian mencium dahinya “Mulai dari sekarang, semua orang akan memanggil kau dengan penuh rasa hormat” Bhairam Khan tertegun mendengarnya “Lalu bagaimana dengan Phool Kanwar, Jalal?”, “Jangan sebut namanya lagi!” ujar Jalal dengan nada marah

Di kerajaan Mewar, Ajabde sedang berbicara dengan dirinya sendiri “Kenapa Pangeran Mahaputra jadi bertengkar denganku tadi?” Ajabde merasa heran, Phool mendekatinya dan berkata “Ajabde, aku sangat khawatir dengan hubungan antara kerajaan Mewar dan Marwar, tapi aku akan memberikan hadiah ini untuk Maharaja Uday Singh!” ujar Phool,

Sementara di tempat Jalal, Jalal dan Bhairam Khan memasuki ruang sidang di kerajaannya di Agra dan mengumumkan kalau Bhairam Khan saat ini menjadi menterinya, Maham Anga yg juga berada disana terkejut dan tidak percaya dengan ucapan Jalal, Maham Anga tidak suka dengan pengangkatan Bhairam Khan.

Kemudian Jalal dan para menterinya sedang membahas daerah daerah yg hendak di kuasainya sambil melihat peta negeri India yg terpampang di dinding, sedangkan Pangeran Mahaputra bersama Raja Uday Singh dan menterinya juga sedang membahas tentang keamanan kerajaan, Sinopsis Mahaputra Episode 209

Di tempat Jalal, Bhairam Khan menunjukkan daerah mana saja yg hendak mereka taklukkan di dalam peta “Aku akan mendapatkan kemenanganku di seluruh pelosok negeri India, Khan Baba, kita akan mendapatkan kemenangan di kerajaan yg terdekat dan kita akan memulainya dari sini, ini akan sangat mudah untuk kemenangan kita” ujar Jalal.

Di kerajaan Pangeran Mahaputra “Pertama tama kita harus menjalin persahabatan dengan kerajaan terdekat kemudian kita akan menyerang Marwar” ujar Rawat Ji, di tempat Jalal “Aku telah berjanji pada ayahku bahwa aku akan menang di seluruh negeri India” ujar Jalal sambil menempelkan bendera kerajaan Mughal di tengah tengah peta tersebut sambil tersenyum senang

Di kerajaan Mewar, Ratu Jaywanta sedang berada di kuil dan berdoa di depan patung Dewa Khrisna, Phool juga datang kesana dan berkata “Semua putri raja itu telah mengatakan ucapan yg keliru!” ujar Phool kemudian Phool pergi menemui Raja Uday Singh

Saat itu Raja Uday Singh sangat marah ketika Phool memberikan hadiah untuk Raja Uday Singh “Apa yg kau pikirkan? Kau pikir aku tidak bisa mengidentifikasi kau?” Phool kaget ketika Raja Uday Singh menatapnya dengan penuh kebencian “Pangeran Mahaputra, beraninya kau membawa putri Phool ke benteng kita?” bentak Raja Uday Singh “Musuhnya tidak hanya berasal dari mereka saja, ayah, tapi kita termasuk di dalamnya”

Raja Uday Singh semakin marah pada Pangeran Mahaputra dan berkata pada Rawat Ji “Katakan pada Pangeran Mahaputra, Rawat Ji, bahwa apa yg dia katakan itu adalah salah!”, “Tidak, Maharaja!” Rawat Ji membela Pangeran Mahaputra, Raja Uday Singh kaget “Apa? Jadi kau menerima apa yg Pangeran Mahaputra ucapkan?” bentak Raja Uday Singh

Phool menangis dan mengutarakan semua kesedihannya pada Ajabde “Ajabde, aku tidak mau tinggal disini lagi” Ajabde memeluk Phool sambil berusaha menenangkan sahabatnya itu “Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi, Phool” Ajabde teringat akan surat ayahnya yg di tulis untuk Raja Uday Singh

Ajabde segera mengambilnya dari peti pakaiannya dan bergegas menuju menemui Raja Uday Singh, Ajabde mencegat Raja Uday Singh di lorong istana yg saat itu sedang berjalan bersama Pangeran Mahaputra, Ajabde meminta maaf pada Raja Uday Singh kemudian memberikan surat yg di buat oleh ayahnya

Sesaat Raja Uday Singh terpana, Raja Uday Singh membaca surat dari Raja Mamrat Ji yg berisi tentang rencana pernikahan Phool dan Pangeran Mahaputra “Ini akan baik untuk Rajputana dan untuk itu kita harus mewujudkan hal ini, aku mohon ijinkanlah pernikahan ini antara Pangeran Mahaputra dan putri Phool Kanwar” Pangeran Mahaputra terkejut sambil menatap Ajabde,

Hati Raja Uday Singh mulai melunak, Raja Uday Singh berusaha menemui Phool dikamarnya bersama Ajabde, saat itu Phool sedang mengemasi barang barangnya hendak pergi dari kerajaan Mewar namun Raja Uday segera mencegahnya, Phool sangat senang ketika Raja Uday Singh mulai bisa menerima dirinya, sedangkan Pangeran Mahaputra merasa terluka dan kecewa dengan ucapan Ajabde, Pangeran Mahaputra merusak perhiasannya lagi

Ratu Jaywanta memasuki kamar Pangeran Mahaputra dan melihat perhiasan Pangeran Mahaputra yg baru diperbaiki kemarin ternyata rusak kembali, padahal perhiasan itu diperbaiki oleh Ajabde, Ratu Jaywanta bisa membaca perasaan anak semata wayangnya ini

“Pangeran Mahaputra, apakah kau menyukai Ajabde?”, “Pertama tama ibu dan ayah mendapatkan satu pilihan” ujar Pangeran Mahaputra sedih “Ibu akan coba ngobrol dengan ayahmu” tak lama kemudian Ratu Jaywanta mencoba menemui Raja Uday Singh

Mereka berdua bertemu di lorong istana saling memandang satu sama lain “Rana Ji, aku akan menikahkan Pangeran Mahaputra dengan Ajabde!” ujar Ratu Jaywanta “Aku telah memutuskan untuk kebaikan Rajputana, aku akan menikahkan Pangeran Mahaputra dengan Phool!” Ratu Jaywanta dan Raja Uday Singh saling berbeda pendapat satu sama lain

Di kamar Ajabde, Ratu Jaywanta sedang mendandani Ajabde dengan perhiasan perhiasan yg indah, tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra memasuki kamar tersebut dan melihat semua perlakuan ibunya pada Ajabde, Pangeran Mahaputra benar benar bingung, kemudian Pangeran Mahaputra bertanya pada salah satu pelayannya dimana ayahnya berada, saat itu ternyata Raja Uday Singh sedang menyuruh para pelayan untuk mendadani Phool secantik mungkin.

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 210

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *