by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 208

-Debroo-74 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 208. Dikerajaan Mewar, ketika Phool hendak berlalu meninggalkan Raja Uday Singh, Raja Uday Singh bertanya pada Phool “Oh iya, siapa namamu?” kedua istri Raja Uday Singh dan Phool nampak panik dan bingung

sinopsis mahaputra antv - episode 208
sinopsis mahaputra antv – episode 208

“Oooh, apakah aku belum menyebuntukan namaku? Apakah anda tidak bisa mengidentifikasi namaku?” Raja Uday Singh nampak bingung dan menerka-nerka nama Phool “Anda hanya bisa mengindentifikasi namaku, lalu dimana kamarku?” Phool berusaha untuk bersikap biasa didepan Raja Uday Singh, tepat pada saat itu salah seorang prajurit mengabarkan padanya kalau Rawat Ji telah kembali, Raja Uday Singh segera berlalu meninggalkan mereka.

Sementara itu Pangeran Mahaputra dan Ajabde sedang berjalan disepanjang lorong menuju ke kuil Meera Bai “Apa yang kau lakukan itu benar juga dengan melawan Gohar Jaan” ujar Pangeran Mahaputra, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra dan Ajabde berpapasan dengan para ratu bangsa Rajput bersama putri mereka.

Semua putri raja bangsa Rajput terpesona begitu melihat Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra sedikit bingung sedangkan Ajabde tertawa geli melihat tingkah Pangeran Mahaputra, tiba-tiba salah satu putri menjatuhkan nampan yang dibawanya yang berisi bunga.

Pangeran Mahaputra segera berjongkok dan membantu mengumpulkan bunga-bunga itu bersama salah satu putri yang menjatuhkan nampan, putri tersebut tidak mengalihkan pandangannya menatap Pangeran Mahaputra terus, Pangeran Mahaputra jadi salah tingkah dan bingung, setelah semua bunga dimasukkan kedalam nampan, tiba-tiba semua putri raja itu menjatuhkan nampan mereka sehingga semua bunga jatuh berserakan.

Ajabde tertawa geli ketika Pangeran Mahaputra semakin kebingungan, semua putri raja berharap agar Pangeran Mahaputra mau memunguti bunga-bunga yang berjatuhan itu, Pangeran Mahaputra segera memanggil pelayannya dan menyuruh mereka untuk memunguti bunga-bunga tersebut sambil berkata “Hari ini rupanya grafitasi bumi cukup kuat, itulah mengapa piring piring mereka berjatuhan” Ajabde masih tertawa geli, sedangkan para putri raja itu merasa kecewa kemudian Pangeran Mahaputra mengajak Ajabde untuk melanjuntkan perjalanan mereka menuju ke kuil Meera Bai

Ratu Sajja Bai saat itu sedang mengantar Phool menuju kekamarnya, ketika mereka berjalan menyusuri lorong, tiba-tiba Phool berhenti dan melihat kamar Ratu Bhatyani, sementara Ratu Bhatyani masih mengurung dirinya dikamar dengan mengenakan pakaian hitamnya sebagai tanda berduka

“Rani Sajja, kamar siapa ini?” tanya Phool sambil memperhatikan pintu kamar yang tertutup dan mendekat kearahnya, ketika Phool hendak memegang pintu kamar yang besar itu, Ratu Sajja langsung berteriak “Putri Phool! Mari sini, kita tidak bisa membicarakan tentang kamar ini, ayooo kita kekamarmu” pinta Ratu Sajja

Kemudian mereka beriringan menuju kekamar Phool, ketika Phool sudah memasuki kamarnya tiba-tiba salah seorang putri raja datang menghampirinya sambil berkata “Aku ingin kamar ini!” ujarnya dengan nada manja, namun Phool kesal dan marah sambil menghardik putri raja itu “Kau tahu, aku mempunyai barang yang sangat banyak, itulah alasannya aku harus tinggal dikamar ini!” putri raja itu akhirnya menyerah pada Phool

Diruang pribadi raja, Raja Uday Singh sedang berdiskusi dengan Rawat Ji, Raja Uday Singh sangat marah ketika mengetahui pertarungan antara Pangeran Mahaputra dan Jalal “Aku benar-benar tidak tahu, Maharaja, kalau Jalal ada disana pada saat itu”

Sementara itu Pangeran Mahaputra dan Ajabde sudah sampai dikuil Meera Bai, mereka berdua melihat patung Dewa Khrisna, Pangeran Mahaputra teringat akan Meera Maa dan juga Jalal, kemudian Pangeran Mahaputra dan Ajabde berdoa pada Dewa Khrisna, setelah selesai berdoa, mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan pandangan penuh arti, namun tak lama kemudian Raja Uday Singh memasuki kuil Meera Bai dengan perasaan marah

“Pangeran Mahaputra! Kenapa kau tidak menceritakan pada ayah kalau kau bertarung dengan Jalal?” Pangeran Mahaputra tertegun “Ayah, aku tidak mengatakannya padamu karena aku tahu kalau ayah percaya padaku” Raja Uday Singh terharu mendengar ucapan Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, ayah hanya merasa takut ketika mendengar semua ini” ujar Raja Uday Singh

Dikerajaan Mughal di Agra, Bhairam Khan akhirnya sampai juga di Agra, Maham Anga sangat khawatir dengan keadaan Jalal, sementara ibu suri Hamida, ibu kandung Jalal menemui mereka “Aku tahu dimana Jalal berada saat ini, dia sekarang pergi ke makam ayahnya di Delhi” ujar ibu suri Hamida.

Sementara pada saat itu Jalal sedang menangis di makam ayahnya sedangkan Pangeran Mahaputra sedang meminta restu pada ayahnya, Raja Uday Singh mengajak Pangeran Mahaputra memasuki ruangan dimana gambar para leluhurnya terpampang disana, Raja Uday Singh mengatakan pada semua para leluhurnya

“Hari ini Pangeran Mahaputra telah menghajar Jalal telak jadi berikan restu kalian padanya”, sementara itu di makam ayah Jalal, tiba-tiba Jalal mendengar sebuah suara yang mengatakan “Jalal, kau telah membuat kami kecewa!” Jalal tertegun mendengarnya, di tempat Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra bertanya pada ayahnya “Ayah, apakah kau mendengar suara mereka, aku yakin Jalal akan datang dan bertarung dengan kita”

Ajabde sedang melakukan persiapan Gangaur di ruangan para putri raja bersama para putri raja yang lain, Ajabde teringat akan hadiah ibunya untuk Ratu Jaywanta, lalu Ajabde bertemu dengan Ratu Jaywanta “Maharani Jaywanta, ibu mengatakan padaku untuk memberikan Lehanga ini untuk anda”

Ajabde memberikan hadiah dari Ratu Hansa Bai itu ke Ratu Jaywanta “Ajabde, kenapa kau ragu-ragu untuk masuk, masuklah tidak apa-apa”, “Maharani Jaywanta, anda ini benar-benar seorang ratu yang sangat besar sedangkan ayahku adalah orang yang sangat kecil dihadapan Maharaja Uday Singh”

Ratu Jaywanta tersenyum menatap Ajabde “Aku ini seperti ibumu, Ajabde, kau bisa memanggil aku ibu” pada saat itu Pangeran Mahaputra menghampiri mereka dan memberikan perhiasannya yang rusak, Ajabde merasa tidak enak ketika melihat hal itu, tak lama salah satu pelayan datang dan mengabarkan kalau semua orang sedang menunggu dirinya, Ratu Jaywanta segera pergi kesana.

Raja Uday Singh mengumumkan pada salah anak buahnya kalau dia akan mengadakan meeting dengan semua raja Rajput, saat itu Phool mengintip dari balik pintu sambil mendengarkan semua pembicaraan mereka kemudian memberanikan diri bertanya pada Raja Uday Singh

“Maharaja Uday Singh, apakah pertemananmu hanya dengan kerajaan rajput yang terdekat saja?” Raja Uday Singh melirik ke arah Phool “Kenapa kau bertanya seperti itu?” mereka berdua sedikit berdebat, lalu Phool pergi dari sana Ratu Jaywanta mengambil sumpah Pangeran Mahaputra, kemudian Ratu Jaywanta melihat perhiasan yang rusak itu dan menaruhnya di baki peralatan.

Sementara itu di ruang para putri raja, saat itu Phool dan Ajabde sedang berkumpul disana bersama para putri raja yang lain “Ajabde, seseorang mungkin lebih cantik dari aku tapi satu satunya pesaingku adalah Maharaja Uday Singh” Ajabde tertegun mendengar ucapan Phool

“Phool, lebih baik kau fokus memikirkan puja ini saja, jangan memikirkan yang lain” pinta Ajabde tepat pada saat itu Ratu Jaywanta sampai di ruangan tersebut dan mengatakan tentang Gangaur puja “Phool, dengarkan, kau harus konsentrasi pada pujanya, jangan yang lain” dari arah luar terdengar kalau Pangeran Mahaputra hendak memasuki ruangan itu.

Semua putri raja sangat senang dan antusias mendengarnya, begitu pula Phool dan Ajabde, Pangeran Mahaputra memasuki ruangan tersebut, Ratu Jaywanta mencoba mengenalkan para putri raja itu satu per satu pada Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, ibu akan mengenalkan kau dengan setiap putri raja yang hadir disini” semua orang di kenalkan dengan Pangeran Mahaputra sambil mengambil nampan aarti mereka

“Ajabde, bagaimana kalau Pangeran Mahaputra memilih salah putri raja di antara mereka?” ujar Phool cemas “Kalau kau ingin mengenalkan dirimu sendiri maka pergilah!” ujar Ajabde tepat pada saat itu Ratu Jaywanta melihat kalau nampan aartinya (thaal) tersisa satu “Lalu thaal siapa ini? Thaal nya tinggal satu” Ajabde dan Phool tersenyum manis, Phool sudah yakin kalau thaal itu miliknya “Ibu, aku tahu siapa yang memiliki thaal ini yaitu Ajabde!” ujar Pangeran Mahaputra sambil menatap tajam ke arah Ajabde.

Ajabde tertegun sambil berjalan ke depan mendekat ke arah Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra memberikan thaal itu ke Ajabde, mereka berdua saling berpandangan satu sama lain, semua putri raja yang ada di sana nampak sedikit kesal melihat Pangeran Mahaputra dan Ajabde yang saling memandang namun kemudian Ajabde mengatakan kalau thaal itu bukan miliknya tapi milik Phool.

Pangeran Mahaputra terkejut sedangkan Phool tersenyum senang ketika Ajabde memberikan thaal itu padanya, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kecewa, sepeninggal Pangeran Mahaputra, Ratu Jaywanta mengabarkan agar para putri raja mencari Pangeran Mahaputra dan memberikan hadiah mereka padanya.

Semua putri raja bergegas mencari Pangeran Mahaputra, Phool sedikit kesal ketika mengetahui hal ini “Ajabde, kenapa semua putri raja itu mencari Pangeran Mahaputra? Ayoo katakan padaku, kemana dia pergi?” ujar Phool kesal “Mungkin dia sedang berlatih di tempat latihan” ujar Ajabde yang sedang asyik dengan tanah liat di depannya.

Phool langsung menyeringai senang sambil berlari keluar mencari Pangeran Mahaputra, di luar halaman Phool berusaha untuk mengelabui putri raja yang lain yang mencari Pangeran Mahaputra, mereka semua percaya saja dengan ucapan Phool, sementara Phool bergegas pergi ke tempat yang di maksud Ajabde, salah satu putri raja nampaknya mengetahui rencana Phool

Di halaman nampak Pangeran Mahaputra sedang berjalan sambil menggerutu pada dirinya sendiri “Aku tidak tahu mengapa ibu memanggil semua putri raja ini?” tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra berpapasan dengan Phool yang memang sengaja mencarinya

“Pangeran Mahaputra, aku datang kesini untuk memberikan hadiah buat kau tapi hadiahnya tidak ada disini sekarang, bagaimana kalau kita mengambil hadiah itu?” tiba-tiba salah satu putri raja menghampiri Pangeran Mahaputra sambil membawakan kheer untuk Pangeran Mahaputra namun Phool berusaha mengacaukannya dengan menjatuhkannya ke tanah, begitu pula hadiah yang lain yang di berikan oleh para putri raja tersebut, semua putri raja marah dan kesal pada Phool, sedangkan Pangeran Mahaputra hanya diam saja dan segera pergi dari sana

Di tempat makam ayah Jalal, Raja Humayun, Jalal mengambil sumpah kalau dia akan menang melawan tidak hanya bangsa Rajput tapi seluruh India dan dia akan di sebut sebagai Raja India.

Baca Juga : Sinopsis Mahaputra Episode 209

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *