by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 207

-Debroo-126 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 207. Disebuah bukit, Jalal dan Phool masih berhadap-hadapan dengan perasaan mereka masing-masing, Jalal merasa senang sedangkan Phool merasa ketakutan.

Dari jauh Pangeran Mahaputra memperhatikan pertemuan Jalal dan Phool, kemudian Jalal mengenalkan dirinya pada Phool “Aku adalah yang Mulia Raja Jalaludin Muhammad!” Phool dan Pangeran Mahaputra terkejut mendengarnya, Jalal berjalan terus menuju kearah Phool.

sinopsis mahaputra antv - episode 207
sinopsis mahaputra antv – episode 207

Phool nampak sangat waspada terhadap Jalal “Ini memang berlaku untukmu tapi jika kita hidup bersama-sama maka kau akan berbicara dengan bahasa cinta denganku, aku akan membangun sebuah benteng yang sama persis dengan benteng Marwar untukmu tapi pertama-tama kita harus saling mengenal satu sama lain” ujar Jalal penuh semangat dengan tatapan cinta yang membara

“Pangeran Mahaputra akan membunuhmu!” ujar Phool sambil berjalan mundur perlahan-lahan sementara Jalal terus mendekat kearah Phool, Jalal tersenyum sinis mendengar ucapan Phool “Hari ini aku datang kesini dengan persiapan yang lengkap dan Pangeran Mahaputra akan dibunuh!”

Phool semakin waspada terhadap Jalal yang terus mendekat kearahnya, dari kejauhan Pangeran Mahaputra berteriak memanggil nama Jalal, Jalal dan Phool kaget ketika melihat kemunculan Pangeran Mahaputra yang berlari kearah mereka.

Phool merasa senang dan menangis haru, Phool segera mendekat kearah Pangeran Mahaputra memohon perlindungan dengan mendekatkan tubuhnya didada Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputrapun memeluknya perlahan, Jalal yang melihatnya terbakar api cemburu, kemudian perlahan Pangeran Mahaputra meminta Phool untuk menyingkir dibelakangnya, Pangeran Mahaputra dan Jalal saling berhadap hadapan untuk pertama kalinya sebagai seorang musuh

“Aku tidak percaya apa yang kita lakukan kali ini, persahabatan atau permusuhan” ujar Pangeran Mahaputra sambil menatap Jalal tajam “Aku sudah tahu kalau kamu adalah Pangeran Mahaputra dan aku telah memutuskan untuk membunuhmu” ujar Jalal sengit sambil tak kalah menatap tajam kearah Pangeran Mahaputra

“Kita telah memainkan sebuah permainan ketika kita berteman, sekarang biarkan kita menyelesaikannya”, “Baiklah, aku setuju” Pangeran Mahaputra menyetujui usulan Jalal sambil mencabut pedangnya, Phool menyingkir menjauh dari Pangeran Mahaputra, pertarunganpun tak terelakkan antara Pangeran Mahaputra dan Jalal.

Mereka berdua saling menyerang dengan penuh kebencian satu sama lain, tak lama kemudian Ajabde berlari mendekat kearah mereka, Phool merasa nyaman begitu ada Ajabde namun tak berapa lama Gohar Jaan juga berlari menghampiri mereka sambil mengeluarkan belatinya dan melihat pertarungan antara Jalal dan Pangeran Mahaputra.

Hingga akhirnya Pangeran Mahaputra mampu mengalahkan Jalal dengan melempar pedang Jalal, Jalal dan Gohar kaget, Jalal segera mendekat kearah Gohar dan mencengkram lengan Gohar sambil mengacungkan belati keleher Gohar “Lihat! Apa yang akan aku lakukan pada Gohar Jaan!” Pangeran Mahaputra terkejut dan tidak bisa berkutik kemudian melempar pedangnya sendiri ketanah, namun tiba-tiba Jalal melepaskan cengkramannya dileher Gohar Jaan, mereka berdua tersenyum puas melihat Pangeran Mahaputra yang terpana menatap mereka

“Ya, memang betul, Pangeran Mahaputra, Gohar Jaan ini adalah mata-mataku dan dia berusaha untuk membunuhmu pada saat di Bijolia dan sekarang kau akan dibunuh!” ujar Jalal sengit “Aku sudah tahu semuanya dari awal dan aku tahu bahwa kau datang ke Bijolia itu untuk aku” Gohar kaget begitu mendengar ucapan Pangeran Mahaputra

“Jika kau tahu kalau dia ini mata-mataku lalu kenapa kau tidak membunuhnya?”, “Aku memang tidak membunuhnya karena aku ingin tahu siapa yang berada dibelakangnya? Ternyata kau, Jalal!” Pangeran Mahaputra dan Jalal reflek mengambil pedang mereka lagi dan bersiap-siap untuk bertarung kembali,

Phool dan Ajabde segera menyingkir dari sana menjauhi mereka, Gohar Jaan bergegas mengejar kedua putri raja itu, Gohar berteriak-teriak meminta Ajabde dan Phool untuk segera berhenti hingga akhirnya mereka berada diujung tebing, Phool dan Ajabde sangat ketakutan “Ajabde, sekarang kita akan pergi kemana lagi? Aku takut” ujar Phool cemas “Tenang, tenang, Phool, Lal Baiji tidak melihat ini” Ajabde berusaha menenangkan sahabatnya itu, tepat pada saat itu Gohar Jaan sudah sampai dibelakang mereka dengan nafas yang terengah-engah

Sementara itu Pangeran Mahaputra dan Jalal masih terus bertarung dengan sengit hingga akhirnya Pangeran Mahaputra mampu melumpuhkan Jalal dengan menghempaskan kepala Jalal ditanah sambil berkata “Jika kau terlihat ditanahku maka kau harus selalu menundukkan kepalamu!” ujar Pangeran Mahaputra marah.

Jalal tidak bisa berkutik ketika kepalanya digenjet oleh tangan Pangeran Mahaputra, sedangkan Gohar Jaan yang saat itu bermaksud untuk menangkap Ajabde dan Phool tiba-tiba terperosok dan jatuh kedalam tebing, namun untung saja kedua tangannya masih bisa memegang pinggiran tebing.

Ajabde dan Phool kaget, Ajabde berusaha untuk menyelamatkan Gohar Jaan dengan memegang tangannya namun karena tubuh Gohar Jaan berat, Gohar Jaan sendiri tidak mampu menahan tangannya lebih lama lagi akhirnya Gohar Jaan jatuh kedalam tebing yang dalam

Ajabde berteriak memanggil Gohar Jaan “Laaaaaallll Baaaaiiijiiiiii!!!!” Phool hanya bisa menangis dan tertegun melihat pemandangan didepannya, Ajabde juga menangis melihat tubuh Gohar Jaan yang melayang jatuh kebawah tebing.

Pangeran Mahaputra masih memegang kepala Jalal yang terkapar ditanah, tak lama kemudian nampak rombongan Bhairam Khan datang dan menghampiri mereka, Bhairam Khan tidak percaya ketika melihat Jalal mampu dikalahkan oleh Pangeran Mahaputra.
“Pangeran Mahaputraaa!!!” Bhairam Khan berteriak marah kearah Pangeran Mahaputra “Sekarang aku akan membunuhmu, Pangeran Mahaputra!” ujar Bhairam Khan sengit “Aku tidak tahu kalau Afghanistan memberikan penghargaan padamu, Bhairam Khan!” ejek Pangeran Mahaputra

“Khan Baba, bunuh Pangeran Mahaputra!” bentak Jalal, sejurus kemudian Pangeran Mahaputra dan Bhairam Khan saling bertarung satu sama lain kemudian prajurit Jalal menyerang Pangeran Mahaputra, Bhairam Khan segera menghindar dan berlari kearah Jalal yang masih terkapar ditanah

“Jalal, kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja kan?” Bhairam Khan membantu Jalal berdiri, Jalal sangat marah dan tidak terima dikalahkan begitu saja oleh Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra berhasil membabat habis prajurit Jalal, tinggal Bhairam Khan dan Jalal yang menghadapi Pangeran Mahaputra, tiba-tiba datang sepasukan Afghanistan membantu Jalal.

Bhairam Khan tersenyum senang karena kali ini dirinya merasa mampu membunuh Pangeran Mahaputra, namun belum juga mereka bertarung tiba-tiba datang pasukan Mewar dipimpin oleh Rawat Ji yang datang membantu Pangeran Mahaputra, giliran Pangeran Mahaputra yang tersenyum senang “Pangeran Mahaputra, kau tidak apa-apa?”, “Aku tidak apa-apa, Rawat Ji, ayoooo kita hadapi mereka!” ujar Pangeran Mahaputra “Hidup Mewar! Hidup Mewar!”

Pasukan Mewar bertarung dengan pasukan Afghanistan, termasuk Jalal dan Pangeran Mahaputra juga Bhairam Khan dan Rawat Ji, pertempuran mereka berjalan sengit, ketika lengan Jalal tersayat pedang, Bhairam Khan segera mengajak Jalal untuk melarikan diri dari sana dengan kuda mereka.

Pangeran Mahaputra yang melihatnya merasa marah dan berusaha mengejar Jalal namun Rawat Ji segera mencegah Pangeran Mahaputra “Jangan! Jangan, pangeran! Biarkan mereka pergi!”, “Apakah ayahku tahu kalau kau kesini, Rawat Ji?” tanya Pangeran Mahaputra setelah dirinya tenang

“Tidak, ayahmu tidak tahu, saat ini ayahmu sedang sibuk mempersiapkan suatu acara” Pangeran Mahaputra heran “Acara apa?”, “Penyambutan kepulanganmu ke Mewar, pangeran, Raja Uday Singh sangat senang dengan acara ini dan sangat sibuk mempersiapkannya” Rawat Ji sedikit berbohong ke Pangeran Mahaputra.

Sementara itu, di kerajaan Mewar, semua ratu bangsa Rajput datang kebenteng Chittor bersama putri-putri mereka, semua orang menyambut mereka dengan sukacita diiringi oleh tarian dan nyanyian serta dekorasi yang sangat meriah, Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta yang menyambut mereka juga sangat senang

“Rana Ji, aku sangat senang melihat semua putri raja yang datang dan aku tidak tahu siapa nanti yang akan menjadi pendamping hidup Pangeran Mahaputra?” ujar Ratu Jaywanta sambil terus menyambut kedatangan para ratu Rajput satu per satu, setelah semuanya berkumpul, Ratu Jaywanta menyapa para tamunya dan berkata “Pangeran Mahaputra akan datang besok, jadi silahkan saja kalian menikmati apa yang kami sediakan untuk kalian dibenteng Chittor” ujar Ratu Jaywanta namun tiba-tiba terdengar suara terompet dari arah depan pertanda ada seseorang yang penting yang datang

Ternyata Pangeran Mahaputra memasuki benteng Chittor, semua orang menyambut kepulangan Pangeran Mahaputra, Phool dan Ajabde mengekor dibelakang Pangeran Mahaputra, Ratu Jaywanta sangat terkejut ketika melihat kedatangan Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra memohon restu ibunya dan Ratu Sajja yang juga ada disana “Ibu, aku merasa kalau aku memasuki benteng yang berbeda” Ratu Jaywanta dan semua orang yang hadir disana tersenyum melihat Pangeran Mahaputra “Gangaur telah datang, Pangeran Mahaputra”.

“Aku tahu, ibu pasti berbohong padaku” Ratu Jaywanta yang tidak mampu menjawab pertanyaan Pangeran Mahaputra langsung mengalihkan pembicaraan dengan meminta pada Pangeran Mahaputra untuk mengenalkan dua gadis yang datang bersama Pangeran Mahaputra

“Pangeran Mahaputra, siapa gadis-gadis yang cantik itu yang datang bersamamu?” Pangeran Mahaputra akhirnya mengenalkan Ajabde dan Phool satu persatu kehadapan ibunya, Ratu Jaywanta nampak terkejut ketika melihat Ajabde, anak sahabatnya Ratu Hansa Bai yang ternyata sudah besar, Ratu Jaywanta juga nampak terkejut ketika Pangeran Mahaputra menyebuntukan kalau Phool berasal dari kerajaan Marwar, Ajabde dan Phool memohon restu pada Ratu Jaywanta

Di lorong istana, ketika Ratu Jaywanta dan Ratu Sajja mengajak Ajabde dan Phool memasuki istana, mereka mendengar pembicaraan Raja Uday Singh dengan para menterinya, nampaknya Raja Uday Singh sangat marah “Siapa yang telah mengirimkan undangan tersebut ke Marwar?” bentak Raja Uday Singh marah

“Rana Ji, aku yang telah mengirimkan undangan itu” sela Ratu Jaywanta “Maharani Jaywanta, jika putri Phool datang kesini maka aku akan sangat marah!” bentak Raja Uday Singh sambil melihat kedua gadis yang bersama Ratu Jaywanta, Phool dan Ajabde kaget dan takut mendengarnya.

kemudian Raja Uday Singh sedikit melunak dan meminta maaf pada kedua putri raja itu yang tak lain adalah Ajadde dan Phool sambil bertanya “Siapa mereka, Maharani Jaywanta?” Ratu Jaywanta nampak bingung namun akhirnya mengenalkan mereka satu per satu “Ini putri Ajabde, anaknya Raja Mamrat Ji dari Bijolia” Ajabde meminta restu pada Raja Uday Singh, kemudian ketika Ratu Jaywanta hendak mengenalkan Phool, Phool menggelengkan kepalanya, dengan bahasa tubuhnya Phool meminta Ratu Jaywanta untuk tidak menyebut namanya.

Tepat pada saat itu Pangeran Mahaputra datang dan memanggil ayahnya, Raja Uday Singh sangat senang melihat kepulangan Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra meminta restu ayahnya, Raja Uday Singh segera memeluk anak sulungnya itu.

Phool mendekat kearah Ratu Jaywanta “Maharani Jaywanta, aku mohon sembunyikan indentitasku” ujar Phool cemas “Baiklah, aku akan mencoba tapi aku tidak tahu sampai kapan aku harus menyembunyikan identitasmu dari Maharaja Uday Singh” sementara itu Pangeran Mahaputra yang masih kangen-kangenan sama ayahnya bertanya “Aku ingin bertanya beberapa pertanyaan penting” ujar Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra bertanya tentang patung Meera Maa pada kedua orang tuanya, Ajabde juga ikut menimpali pembicaraan mereka “Pangeran Mahaputra, pergilah dan ajaklah Ajabde untuk melihat patung Dewa Khrisna dikuil Meera Bai” Pangeran Mahaputra merasa canggung dengan permintaan ibunya.

Akhirnya Pangeran Mahaputra dan Ajabde pergi menuju kekuil Meera Bai yang terdapat dibenteng Chittor sementara Phool diajak menuju kekamarnya oleh Ratu Sajja, ketika Phool hendak pergi bersama para Ratu, tiba-tiba Raja Uday Singh bertanya pada Phool “Oh iya, kau tadi, siapa namanya?” Phool dan kedua ratu itu nampak panik dan bingung.

Baca Juga : Sinopsis Mahaputra Episode 208

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *