by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 206

-Debroo-61 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 206. Pangeran Mahaputra dan rombongan bersiap-siap pulang ke Mewar, sementara Ajabde hanya bisa melihatnya dari jendela kamarnya yang terletak diatas dengan perasaan sedih, Phool nampak memasuki tandunya.

sinopsis mahaputra antv - episode 206
sinopsis mahaputra antv – episode 206

Sementara teman-teman Pangeran Mahaputra bertanya pada Pangeran Mahaputra yang nampak gelisah karena tidak dilihatnya Ajabde disana “Apakah kita harus pergi, pangeran?” sesaat Pangeran Mahaputra nampak bingung dan berkata “Baiklah, kita pergi sekarang”.

Saat itu Gohar sedang berada diatas balkon dengan seekor burung merpati ditangannya “Pangeran Mahaputra akan pergi ke Mewar, melalui jalan yang sama seperti yang akan dilalui oleh yang Mulia Raja Jalal” ujar Gohar sambil menerbangkan burung merpati tersebut yang membawa pesan untuk Jalal

Tak lama kemudian Gohar memasuki tandunya dan rombongan mulai bergerak meninggalkan Bijolia, dari atas balkon Ajabde melihat kepergian mereka sambil menangis, Ratu Hansa Bai menghampirinya, AJabde langsung memeluk ibunya.

Para prajurit Jalal sedang menyiapkan diri mereka untuk perang “Aku dengar kalau orang-orang Afghanistan itu akan melakukan apa saja yang aku inginkan” semua orang mengelu-elukan nama Jalal “Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad! Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad! Hidup yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad!” Tak lama kemudian salah seorang prajurit Jalal mengabarkan padanya bahwa mereka mendapat kabar dari Gohar Jaan melalui seekor merpati, Jalal meminta prajurit itu untuk membacanya.

Sementara itu, Pangeran Mahaputra merasa perasaannya tidak enak, berkali-kali Pangeran Mahaputra menengok kebelakang memperhatikan rombongannya, saat itu mata Pangeran Mahaputra bersiborok dengan tatapan Gohar Jaan, Gohar Jaan terkejut kemudian tersenyum kearah Pangeran Mahaputra namun Pangeran Mahaputra hanya diam saja.

Sedangkan Phool sedang tersipu malu sambil membayangkan impiannya menikah dengan Pangeran Mahaputra dan kenangan kenangan manis diantara mereka berdua, tiba-tiba Phool teringat pada Ajabde dan menyuruh pelayannya untuk bilang ke Ajabde namun pelayannya mengabarkan kalau Ajabde tidak ikut bersama mereka ke Mewar.

Phool kaget dan segera menghentikan para pelayannya yang memanggul tandunya, Pangeran Mahaputra heran ketika Phool turun dari tandunya “Ada apa, Phool?”, “Pangeran Mahaputra, aku akan kembali pulang kebenteng Bijolia untuk menjemput Ajabde dan aku fikir jika kau meminta dihadapannya, aku yakin dia pasti mau ikut dengan kita” pinta Phool namun Pangeran Mahaputra menolaknya “Tapi aku akan tetap membawa Ajabde ikut bersamaku ke Mewar!” ujar Phool bersikeras, Pangeran Mahaputra tidak bisa berbuat banyak, Pangeran Mahaputra membiarkan Phool kembali pulang ke Bijolia dengan para pelayannya

dikerajaan Bijolia Ajabde sedang memberikan instruksi pada pelayannya untuk membersihkan bekas kamar yang ditinggali Pangeran Mahaputra, Ajabde membayangkan kenangan yang pernah dia alami bersama Pangeran Mahaputra dikamar tersebut ketika Pangeran Mahaputra mencari-cari kalungnya dan ketika Ajabde membantu Pangeran Mahaputra membersihkan kamar yang akan ditinggalinya.

Ajabde segera menyuruh pelayannya untuk merubah semua yang ada dikamar tersebut tiba-tiba Phool muncul didepan Ajabde, Ajabde kaget “Phool, kenapa kau pulang lagi kesini?” ujar Ajabde heran

“Kenapa kau tidak ikut bersamaku ke Mewar? Aku tahu kau pasti memikirkan Pangeran Mahaputra, aku akan memberikan waktu untukmu” ujar Phool kesal “Phool, Chittor akan menjadi seperti rumahmu sendiri, percayalah padaku” Ajabde berusaha untuk membujuk Phool

“Aku membutuhkan bantuanmu yang lebih banyak kali ini dan jika kau tidak mau ikut denganku maka aku juga tidak akan pergi ke Chittor!” ujar Phool kesal sambil memasuki salah satu kamar dan langsung mengunci pintu kamar itu dari dalam, Gohar Jaan yang mengikuti Phool sedari tadi juga merasa cemas “Yang Mulia Raja Jalal pasti akan menunggu dia dan dia bisa saja terlambat untuk menemuinya, bagaimana ini?” bathin Gohar Jaan cemas sambil mondar mandir didekat kamar.

Jalal yang saat itu juga sedang dalam perjalanan menuju ke Bijolia teringat akan kedua mata Phool yang selalu membuatnya terbayang-bayang tapi tiba-tiba Jalal teringat akan Pangeran Mahaputra, Jalal marah dan menyuruh prajuritnya agar bergerak cepat,

Gohar Jaan mencoba meminta pada Ajabde “Tuan putri Ajabde, aku mohon, pergilah kebenteng Chittor bersama Phool”, “Bagaimanapun juga benteng Chittor itu akan menjadi rumahnya Phool sendiri, sedangkan aku, akan datang bersama ayah dan ibuku kebenteng Chittor”

Ajabde juga bersikeras tidak mau ikut ke Mewar, Ajabde dan Ratu Hansa meminta agar Phool keluar dari kamar dan membicarakannya diluar namun tetap tidak mau keluar kamar “Ajabde, ibu mohon, hadapilah situasi ini dan pergilah ke Chittor bersama Phool” Ajabde bingung dan cemas “Baiklah, Phool, aku akan ikut bersama denganmu ke Chittor” dari dalam kamar Phool merasa senang ketika mendengar ucapan Ajabde.

Gohar Jaan juga tersenyum senang Tak berapa lama kemudian, Phool dan Ajabde sudah sampai dimana Pangeran Mahaputra tadi berada, Phool sangat mengkhawatirkan Pangeran Mahaputra ketika dia tidak menemukan Pangeran Mahaputra dan teman-temannya dimana-mana “Dia tidak mungkin melakukan hal ini!” ujar Ajabde cemas.

Tiba-tiba Pangeran Mahaputra muncul dengan kudanya dari kejauhan dan mendekat kearah mereka, mereka semua senang melihat kedatangan Pangeran Mahaputra “Phool, kau telah melakukan kesalahan!” ujar Pangeran Mahaputra sambil turun dari kudanya, Gohar kemudian menanyakan tentang teman-teman Pangeran Mahaputra “Teman-temanku itu telah pergi, ayoo sekarang kita berangkat!” akhirnya rombongan Pangeran Mahaputra kembali melanjuntukan perjalanan ke Mewar

Jalal dan Bhairam Khan memisahkan prajurit mereka untuk perang dengan Pangeran Mahaputra “Pertama-tama, aku akan memenangkan hati Phool lalu ketika dia melihat Pangeran Mahaputra mati ditanganku maka lakukan sesuatu untukku dan pertemuanku dengan Phool” ujar Jalal lantang.

Salah satu prajurit Jalal memberikan informasi kalau Pangeran Mahaputra dan rombongannya akan segera datang, sementara itu Gohar Jaan menatap kearah samping dan melihat ke map yang dibawanya dan berkata “Ini adalah tempat dimana yang Mulia Raja Jalal memutuskan untuk menyerang Pangeran Mahaputra” bathin Gohar dalam hati sambil memandangi sungai disampingnya.

Gohar akhirnya menghentikan rombongan itu dan bersandiwara didepan Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, aku sangat lelah, apakah kita bisa tinggal disini sementara waktu?” ujar Gohar dengan wajah pura-pura memelas “Kau ini kan seperti seorang prajurit, Gohar, tapi sekarang kau melakukan perajalanan panjang layaknya seorang putri raja” ujar Phool heran

Pangeran Mahaputra akhirnya memutuskan untuk tinggal disana sementara waktu “Phool, kenapa kau sangat tegang?”, “Bagaimana nanti reaksinya kalau Pangeran Mahaputra memikirkan tentang pernikahannya, Ajabde?” Ajabde tersenyum “Sudahlah, Phool, serahkan semuanya pada waktu, hanya waktu yang akan menjawab semuanya” ujar Ajabde

Saat itu dibenteng Chittor, semua orang sedang mempersiapkan penyambutan para putri raja yang nantinya akan dijodohkan dengan Pangeran Mahaputra “Aku ingin memeluk Pangeran Mahaputra” ujar Raja Uday Singh sambil tersenyum senang.

Pangeran Mahaputra mendapat bantuan dari penduduk sekitar untuk membuat tenda untuk mereka beristirahat, Gohar mendekati salah satu penduduk yang ternyata utusan Jalal, utusan tersebut memberikan surat Jalal pada Gohar, Gohar membaca surat tersebut.

Dari kejauhan Pangeran Mahaputra menatap curiga pada Gohar, Gohar terkejut dan salah tingkah didepan Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra mengampiri Gohar Jaan namun tiba-tiba salah satu prajurit Pangeran Mahaputra memanggil Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra segera berbalik dan menemui prajuritnya itu. Sementara itu ditenda para putri, Phool merasa khawatir dengan pernikahan yang akan dialaminya “Jangan khawatir, Phool, ayo kita lihat situasinya, lalu kau bisa mengatakannya padanya” bujuk Ajabde

“Ajabde, aku akan pergi melihat ketempat yang terdekat” Ajabde merasa heran “Phool, kau mau kemana?”, “Aku sepertinya telah melakukan keputusan yang salah, Ajabde” ujar Phool sambil melirik kearah Gohar yang memintanya untuk keluar menemuinya, akhirnya Phool keluar dan menemui Gohar “Ada apa, Lal Baiji? Kau memanggilku?” Gohar tersenyum ketika Phool sudah berada didepannya “Tuan putri, saat ini Pangeran Mahaputra sedang menunggumu dibalik bukit, pergilah dan temui dia!” Phool menyeringai senang begitu mendengar kabar dari Gohar

Pangeran Mahaputra sedang melihat sebuah peralatan memasak yang rusak dan jejak kaki beberapa orang, kemudian Pangeran Mahaputra melihat Jalal yang berpakaian sama seperti dirinya berjalan keatas bukit, Pangeran Mahaputra terkejut melihat Jalal dan berusaha mengejar Jalal namun tepat pada saat itu Ajabde memanggil Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra menghentikan langkahnya mengejar Jalal, sedangkan Phool saat itu berlari-lari menuju kebalik bukit seperti yang dikatakan Gohar, Phool merasa takjub dengan dekorasi tempat yang dihias disana, sementara itu Ajabde mengabarkan pada Pangeran Mahaputra kalau Phool tidak ada ditendanya

“Lebih baik kau pergi ketendamu sendiri, aku akan melihat keadaan sekeliling mraencari Phool” ujar Pangeran Mahaputra, ditempat Phool, Phool memanggil-manggil Pangeran Mahaputra sambil menyeringai senang, Phool mengira Pangeran Mahaputralah yang mengundangnya kesana “Pangeran Mahaputra! Pangeran Mahaputra! Dimana kau? Aku merasa khawatir untuk mengatakannya didepanmu” ujar Phool penasaran

“Aku juga ingin melihatmu” tiba-tiba Jalal sudah muncul didepan Phool dengan senyumnya yang menawan, Phool merasa heran dan ketakutan, Phool tidak kenal dengan laki-laki yang ada didepannya ini “Siapa kau ini?”

Ditempat Ajabde, Ajabde bertanya pada Gohar tentang Phool namun Gohar pura-pura tidak tahu “Aku telah mengirim Pangeran Mahaputra untuk mencari Phool” ujar Ajabde “Aku juga ingin pergi bersamanya” ujar Gohar, sementara ditempat Jalal “Kau tahu, aku selalu memikirkanmu, aku ini adalah milikmu dan kau adalah milikku” ujar Jalal senang, Phool semakin merasa ketakutan, dari kejauhan Pangeran Mahaputra melihat pertemuan Jalal dan Phool ditempat itu, Pangeran Mahaputra terkejut dan kembali memikirkan ucapan Jalal ketika mereka bersama-sama.

Baca Juga Sinopsis Mahaputra Episode 207

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *