by

Serial TV : Sinopsis Shehrazat Episode 88

-Debroo-123 views
sinopsis sehrazat episode 88
sinopsis sehrazat episode 88

Lalu kareem pun bergegas pergi meninggalkan pesta setelah berbicara sebentar pada Bennu. Bennu yang masih terlihat bingung tak mampu mencegah Kareem.

Sementara itu Shehrazat dan Onur masih berkeliling dari meja satu ke meja lain untuk menyapa para tamu undangan. Eda selalu memandang sinis kearah kedua pasangan ini.

Kareem telah tiba dikediaman Semih diantar oleh seorang penjaga. Dia memanggil Sezen namun tidak ada sahutan. Tanpa sengaja dia melihat tumpukan surat-surat didalam laci yang terbuka. Di amplop surat-surat itu tertulis nama Semih dan nama mendiang ibu Kareem (sepertinya surat cinta orang tua Kareem).

Acara pesta dikediaman keluarga Aksal masih berlangsung meriah. Para penyanyi bergantian turut andil mengisi acara, selain itu juga disempurnakan dengan hadirnya kue pernikahan ditengah panggung diiringi suara kembang api yang turut menambah kemeriahan acara. Onur dan Shehrazat tak henti-henti nya mengulas senyum kebahagiaan, lalu Onur juga mengecup Shehrazat.

Dalam satu kesempatan, Onur bertanya pada Shehrazat tentang Burhan yang tidak datang di acara pesta tsb, Shehrazat mengaku tidak tahu menahu. Lalu Shehrazat pun melanjuntukan menyapa para tamu undangan sementara Onur berbincang-bincang dengan Bennu tentang Kareem yang tiba-tiba meninggalkan pesta. Tidak jauh dari tempat Onur dan Bennu berdiri, Shehrazat berjalan tertatih sambil memegang perutnya dan menahan sakit.

Dia berusaha memanggil Onur namun karna terlalu ramainya acara, Onur tidak mendengarnya. Shehrazat trus meronta dan memanggil2 Onur sambil trus meringis kesakitan memegang perutnya. Onur dan Bennu hanya terdiam sejenak melihat ke arah Shehrazat. Darah bercucuran menembus gaun pengantin Shehrazat, seketika itu Shehrazat langsung shock menjerit ketakutan melihat kondisinya sendiri.

Eda yang berdiri tidak jauh tampak tegang melihat ke arah Shehrazat. Sementara Onur yang sedari td diam pun lgsg berlari kearah Shehrazat yang saat itu jatuh pingsan. Dia sangat bingung dan panik melihat kondisi istrinya itu.

(Beberapa bulan kemudian,,,,)

Onur menyusuri sungai menaiki kapal, lalu berhenti tepat didepan sebuah rumah megah dan mewah yang ternyata adalah rumah baru keluarga Aksal.

Saat itu Onur baru tiba dirumah, sementara Shehrazat dan anak-anak sedang berada didapur membuat adonan kue sembari bercanda saling mengoleskan krim ke muka. Onur langsung menuju ke dapur, awalnya dia berdiri sejenak memperhatikan keseruan anak dan istrinya, lalu dia mendekati mereka dan ikut bermain krim, dia tak mau kehilangan kesempatan untuk menggoda Shehrazat dengan menempelkan krim ke muka Shehrazat, lalu mereka berciuman.

Onur meminta anak-anak nya agar mencuci muka, lalu dia berdiri memeluk Shehrazat dan mengatakan telah membuat janji dengan dokter (entahlah, dokter kandungan atau apa). Shehrazat langsung memotong pembicaraan Onur, dia mengatakan tidak mau membahas hal itu.

Di lain sisi, dirumahnya Kareem nampak serius ketika membaca surat-surat milik Semih.

Mihriban sedang berpamitan dengan keluarga Aksal, sepertinya Mihriban akan kembali ke Baku (kota asalnya). Sementara itu Bennu yang perutnya kian membesar sedang menuruni tangga lalu berjalan mendekati Kareem yang masih saja kepo dengan surat-surat milik ayahnya.

Mereka sedikit berdebat ketika membicarakan surat-surat itu, Bennu mencoba merebut surat dari tangan Kareem, tapi Kareem tidak memberikannya. Ditengah perdebatan, tiba-tiba Kareem terdiam memikirkan sesuatu tentang ibunya lalu dia bergegas pergi menuju kamar tanpa mempedulikan Bennu. Bennu pun berusaha mengejar suaminya itu.

Sepeninggal Mihriban, Shehrazat dan Onur mengobrol ringan tentang rumah baru mereka sembari menyusuri jalan setapak dihalaman. Mereka berhenti sejenak lalu berdiri saling berhadapan dan berciuman.

Kareem menemui Sheval untuk meminta penjelasan tentang isi surat-surat milik Semih tersebut. dia sgt emosi ketika berbicara pada ibu angkatnya itu. Sementara Sheval hanya terdiam menahan sesak, dan mencoba menghindari pertanyaan Kareem. Karna tidak mendapat penjelasan apapun, Kareem pun membanting surat-surat tersebut.

Sheval Yang tidak tahan dengan kemarahan Kareem mulai membuka mulutnya, dia menceritakan yang sebenarnya pada Kareem. Kareem bertambah emosi setelah mendengar kenyataan tentang ibunya, dia memegang leher Sheval sambil berkata hal yang membuat Sheval menangis.

Dirumahnya, Bennu nampak cemas menunggu kedatangan Kareem, tidak berapa lama Kareem pun tiba. Mereka pun kembali bertengkar, Bennu sempat menyebut nama Mellek dan Sezen.

Semih sedang resah memikirkan Sezen, lalu diapun berinisiatif menghubungi anaknya itu. Saat itu Sezen tengah berda dicafe dengan Burak. Sezen merasa sedih ketika berbicara dengan Semih lewat telf. Sementara dimeja seberang, bbrp orang tampak bergunjing menyebut nama Burak Inceoglu.

Diruang tamu, keluarga inti Burhan sedang berkumpul. Saat itu Ali Kemal sedang memperlihatkan lukisan bergambar Fusun pada Burcu dan Buket, mereka sangat menyukai lukisan tersebut.

Tak berapa lama, Ahu dan Neriman berjalan kearah mereka. Nadide pun menyuruh kedua cucunya pergi kekamar. Neriman mulai membicarakan tentang kesepakatan pembagian aset untuk Ahu apabila bercerai dengan Ali kemal. Dia meminta bbrp aset Burhan berupa Apartment di Suadiye, toko di Kaesery dll.

Burhan naik pitam mendengar perkataan Neriman yang tak tau malu itu, lalu dia membentaknya. Selanjutnya Burhan pun menelfon sesoerang (mgkin pengacara untuk perceraian Alikemal). Ahu hanya bisa menangis, sementara Neriman trus saja berbicara ngotot pd Burhan. Tapi Burhan mengabaikan dan berlalu pergi begitu saja.

Kareem tiba dirumah Semih membawa serta surat-surat milik Semih. Berulangkali dia mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam rumah. Dihalaman rumah, Neriman dan Ahu sdh bersiap2 akan meninggalkan rumah keluarga Burhan diantar sopir.

Kembali Neriman mulai berbicara yang membuat Nadide marah, sementara Ahu terus saja diam nampak sedih. Nadide tidak terlalu menanggapi besannya yang kurang waras itu, dia pun pergi begitu saja tak mempedulikan ocehan Neriman.

Neriman dan Ahu pun bergegas menaiki mobil sementara Burhan hanya melihat dari atas balkon. Onur membawa keluarganya ke pacuan kuda. Saat itu Liliput mengatakan keinginanya untuk menaiki kuda tapi ragu, Onur pun menjelaskan bahwa nanti penjaga akan membantunya. Lalu kuda lainnya datang, Shehrazat menyukai kuda itu dan ingin menungganginya.

Onur mengingatkan bahwa Shehrazat masih dalam masa pemulihan stlh keluar dari RS. Tapi Shehrazat keras kepala dan ttp melakukan keinginanya, Onur hanya diam sambil menatap Shehrazat yang pergi menuntun kudanya.

Dalam perjalanan, Neriman masih trus saja mengumpat karna kekesalannya pada keluarga Burhan. Ahu tidak terlalu menanggapi ibunya itu, dia terlihat memikirkan hal lain. Lalu tiba-tiba Ahu meminta sopir untuk menghentikan mobil tepat di pangkalan taxi.

Nadide dan Burhan sedang mengobrol berdua diruang tamu, membicarakan tentang lukisan Fusun. Tidak berapa lama Ali kemal datang untuk mengambil lukisan tersebut, dan berencana akan membawanya kerumah Fusun bersama Nadide juga.

Dilain sisi masih diarea pacuan kuda, Onur dan anak-anaknya sedang bercakap2 dikedai sembari menunggu Shehrazat yang masih menunggang kuda.

Hunner datang kerumah Fusun untuk menengok Ghani. Hunner jg membawakan oleh2 pada saat itu. Fusun menyambutnya dengan hangat lalu mengantarka Hunner ke tempat Ghani sedang duduk. Selanjutnya mereka pun bercakap2. Disaat yang sama,,, Nadide, Ali kemal dan anak-anaknya juga tiba dariumah Fusun.

Burcu dan Buket bermaksud mengejuntukan Fusun dengan membawakan Lukisan bergambar wajah ibunya. Fusun tidak menyukai lukisan yang dibuat oleh Selim tsb, namun dia berusaha menyembunyikannya dari anak-anak dan mantan suaminya. Lalu dia memandang ke arah Nadide dengan perasaan sungkan, sebaliknya Nadide memandangnya tajam.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *