by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 205

-Debroo-104 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 205. Raja Mamrat Ji dan Ratu Hansa masih membahas tentang perasaan cinta Ajabde pada Pangeran Mahaputra namun Raja Mamrat Ji menolaknya karena bagaimanapun juga status mereka tidak sama.

sinopsis mahaputra antv - episode 205
sinopsis mahaputra antv – episode 205

Raja Mamrat Ji hanyalah seorang menteri, berbeda dengan Raja Uday Singh yang seorang Maharaja “Rana Ji, aku yakin kalau Pangeran Mahaputra itu juga menyukai Ajabde, anak kita” Raja Mamrat Ji tidak suka dengan ucapan istrinya itu “Jangan bermimpi seperti itu karena kita tidak akan bisa memenuhinya, aku tahu kalau aku telah bertindak tidak baik padanya meskipun aku menyadari bahwa apa yang telah aku lakukan ini salah, tapi ini sudah sangat terlambat, dia pasti sangat terluka dan jika kerajaan Mewar menolak hubungan ini maka dia pasti akan patah hati, Ratu Hansa Bai” dari kejauhan Ajabde masih terus mendengarkan pembicaraan kedua orangtuanya, Ajabde merenungkan ucapannya ayahnya

Ratu Hansa Bai menemui Ajabde dikamarnya, Ajabde terlihat salah tingkah ketika melihat ibunya “Ajabde, ibu ingin bicara denganmu, ibu tahu kalau kau sangat mencintai Pangeran Mahaputra tapi ayahmu tidak menyukai hal ini” Ratu Hansa Bai merasa sedih

“Ibu, bagaimana kalau ayah mengajukan nama Phool untuk menjadi istri Pangeran Mahaputra” Ratu Hansa Bai tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut anak sulungnya ini “Jadi kau mendengar semua pembicaraan ayah dan ibu?”

Ajabde menganggukkan kepalanya sambil berkata “Putri Marwar dan pangeran Mewar, itu akan menjadi pasangan yang terbaik untuk kita semua, apakah ibu tidak memikirkan Phool?” Ratu Hansa Bai merasa sedih sambil memeluk Ajabde “Lalu apa yang Pangeran Mahaputra inginkan, nak?”

Ajabde juga membalas pelukkan ibunya “Aku tidak tahu, bu, tapi aku yakin, Phool adalah yang terbaik untuk dia”, “Apakah kau tidak terluka dengan semua ini?” Ajabde menggelengkan kepalanya “Setiap orang tidak bisa mencapai matahari, ibu, aku tidak ingin impian ibu menjadi hancur” ibu dan anak itu saling berpelukkan dan menangis bersama-sama

Raja Mamrat Ji dan Ratu Hansa Bai mengutarakan maksud mereka pada Jalim Singh, mereka memberikan saran agar Phool melamar pada Pangeran Mahaputra untuk menjadi istrinya “Itu tidak akan mungkin pernah terjadi, Raja Mamrat Ji” Jalim Singh merasa cemas

“Kami akan mengirimkan Phool ke Pangeran Mahaputra, maka itu pasti akan terjadi, Jalim Singh” dari kejauhan Phool dan Ajabde sedang mendengarkan pembicaraan mereka “Aku tidak mengira kalau hal ini akan terjadi secepat ini” ujar Phool “Cepat atau lambat, hal ini akan terjadi, Phool” tiba-tiba Pangeran Mahaputra menghampiri mereka,

Phool merasa malu ketika bertemu dengan Pangeran Mahaputra, Phool segera berlalu menghindari Pangeran Mahaputra, sehingga hanya Ajabde yang menemaninya “Ajabde, katakan padaku satu alasan yang kuat, mengapa kau tidak mau menerima kalungku?”

Ajabde kebingungan menjawabnya lalu berkata “Pangeran Mahaputra, ayahku saat ini sedang menunggumu” ujar Ajabde sambil berlalu meninggalkan Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra memasuki ruangan dan mendengarkan pembicaran Raja Mamrat Ji dan Jalim Singh “Siapa yang akan pergi ke Chittor?” Raja Mamrat Ji dan Jalim Singh jadi salah tingkah di depan Pangeran Mahaputra

Ditenda Jalal, Jalal mendapat kabar dari Gohar kalau Pangeran Mahaputra akan menikah dengan Phool, Jalal sangat marah “Aku yakin Phool akan pergi ke Chittor bersama Pangeran Mahaputra!” ujar Jalal kesal “Raja Mamrat Ji ingin menikahkan Phool dengan Pangeran Mahaputra” ujar Gohar Jaan

“Kalau Phool tidak bisa menjadi milikku maka dia tidak akan bisa menjadi milik orang lain! Aku akan pergi ke Chittor sekarang juga!” Jalal membentak Bhairam Khan “Lalu apa rencanamu, Jalal?” tanya Bhairam Khan “Siapakan sebuah perang untuk Pangeran Mahaputra!” ujar Jalal sinis

Dikamar Pangeran Mahaputra sedang bersiap siap untuk melakukan perjalanannya dan mengecek semua senjata-senjatanya, teman-teman Pangeran Mahaputra memasuki kamarnya dan membuat lelucon dengan Pangeran Mahaputra “Sudah sudah sudah hentikan” pinta Pangeran Mahaputra

Sementara itu dikamar Ratu Hansa Bai, Ajabde juga nampak tertawa-tawa senang ketika ngobrol dengan ibunya “Apakah ibu benar-benar menyukai pakaian Maharani Jaywanta?” Ratu Hansa Bai mengangguk “Maharani Jaywanta pasti akan merawat kau dengan baik, ibu tahu kalau dia sangat menyukaimu”

Saat itu ketika Pangeran Mahaputra sedang bercanda dengan teman-temannya tiba-tiba aksesoris yang dipegangnya jatuh dan rusak, Pangeran Mahaputra memikirkan Ajabde yang mungkin bisa memperbaiki aksesoris itu, sementara pada saat itu di lorong istana Ratu Hansa Bai nampak mengejar-ngejar Ajabde yang sudah berjalan didepannya

“Ajabde, kenapa kau tidak pergi kebenteng Chittor?” belum juga Ajabde menjawab dari ujung lorong istana sana ada Pangeran Mahaputra yang sedang berjalan kearahnya, Ajabde langsung bersembunyi dibalik tirai, Ratu Hansa merasa heran dengan sikap Ajabde “Ratu Hansa Bai, dimana Ajabde?”, “Aku tidak tahu, pangeran”

Pangeran Mahaputra kemudian berlalu meninggalkan Ratu Hansa Bai, Ajabde keluar dari persembunyiannya “Sekarang ibu tahu apa jawabannya, kenapa kau tidak mau kebenteng Chittor, karena Pangeran Mahaputra kan? Tapi tadi ibu liat dari matanya dia juga mencari carimu” ujar Ratu Hansa Bai.

Ditenda Jalal sedang mempersiapkan perangnya dengan Pangeran Mahaputra “Aku akan menunjukkan pada Phool kalau aku ini yang terbaik untuknya” ujar Jalal bangga “Kau tidak tahu, Jalal, kita tidak membawa pasukan kita” sela Bhairam Khan “Sekarang saatnya kita mengambil kembali semua senjata senjata kita di Mahmud Shah!” ujar Jalal lantang

Phool nampak kesal dengan pakaiannya, Ajabde segera menenangkannya “Phool, kau harus bisa mengontrol kemarahanmu dan jika kau menunjukkan kemarahanmu seperti ini maka bagaimana kau akan menunjukkan kesan yang baik didepan Pangeran Mahaputra?”.

“Aku lihat Pangeran Mahaputra sepertinya lebih nyaman denganmu, dia itu tidak nyaman denganku” ujar Phool kemudian berlalu dari kamarnya, sementara Ajabde membantu pelayan memaking baju-baju Phool, Pangeran Mahaputra sangat bahagia ketika dia mendengar suara Ajabde.

Pangeran Mahaputra segera memasuki kamar itu, para pelayan bergegas meninggalkan mereka berdua, Pangeran Mahaputra meminta bantuan agar Ajabde memperbaiki aksesorisnya, Ajabde memanggil pelayannya dan menyuruh pelayannya untuk memperbaiki aksesoris Pangeran Mahaputra kemudian berlalu meninggalkan Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra bingung dengan sikap Ajabde “Kalau kau tidak bisa memperbaikinya, lebih baik aku akan memperbaikinya di Chittor saja” ujar Pangeran Mahaputra sambil mengambil aksesorisnya lagi dari tangan pelayan, Ajabde yang sempat berhenti di depan pintu kamar menangis menyesali perbuatannya pada Pangeran Mahaputra dan segera berlari dari sana.

Dikerajaan Mewar, Chundawat menunjukkan beberapa gambar putri raja yang akan bersanding menjadi istri Pangeran Mahaputra “Ada beberapa putri raja yang telah kita kirimi undangan lamaran itu, Raja Uday Singh” Raja Uday Singh nampak sedikit kesal “Kita tidak ingin hubungan ini, Chundawat”

sementara itu Phool berkata pada Jalim Singh “Jalim Singh, aku akan pergi kebenteng Chittor sebentar lagi” Jalim Singh pun tidak mau kalah “Iya, kalau aku akan pulang kembali ke Marwar, aku akan mengutarakan semua keluhanku tentangmu, sedangkan salah satu prajurit Jalal mengabarkan pada Jalal tentang keberadaan Mahmud Shah

Dikerajaan Bijolia, Pangeran Mahaputra sedang berkumpul dengan orang-orang kepercayaannya “Di Bijolia kita harus selalu waspada dan jangan mengira kalau musuh kita akan datang didepan kita sewaktu-waktu” Gohar mendengarkan semua pembicaraan ini tepat pada saat itu Ajabde menghampiri Gohar dan bertanya

“Lal Baiji, kau dari mana saja? Phool mencari-carimu kemana-mana” Gohar salah tingkah didepan Ajabde “Lal Baiji, apakah kau bisa ikut denganku?” Gohar menerima undangan Pangeran Mahaputra “Beberapa keputusan diambil dari dalam hatiku yang paling dalam” ujar Pangeran Mahaputra!

Ajabde sedang ngobrol dengan Phool dikamarnya “Phool, kau kelihatan cantik sekali” puji Ajabde “Aku sangat ketakutan” ujar Phool “Tuan putri apakah kau mencari aku?” sela Gohar yang tiba-tiba muncul didepan mereka “Lal Baiji, bagaimana penampilanku?”

ujar Phool dengan matanya berbinar terang “Waaah Jalal pasti akan tergila-gila dan Pangeran Mahaputra akan dibunuh!” Ajabde dan Phool tertegun dan heran dengan ucapan Gohar “Apa maksudmu?” tanya Ajabde penuh selidik “Ketika Pangeran Mahaputra melihatmu maka dia akan benar-benar terbunuh” Gohar salah tingkah didepan mereka berdua

Ditempat persembunyian Mahmud Shah, Jalal dan Bhairam Khan menemuinya disana “Mahmud Shah, sekarang kau disebut dengan Langda” ejek Bhairam Khan “Kau nanti juga akan kalah, Bhairam Khan!”, “Marilah kita lakukan ini! Mahmud Shah telah mengkhianati kita” bentak Bhairam Khan “Iyaa betul, kau telah menipu kami”, “Sekarang aku bersama kau, yang Mulia dan aku akan membunuh Pangeran Mahaputra! Aku tahu hanya kau yang bisa membantu aku, yang Mulia” ujar Mahmud Shah dengan nada memelas “Aku akan memberikan kesempatan berikutnya ke Mahmud Shah, aku akan membunuh Pangeran Mahaputra ketika dia dalam perjalanan dari Bijolia ke Chittor” ujar Jalal sinis

Sementara itu Pangeran Mahaputra meminta ijin untuk pulang kebenteng Chittor pada Raja Mamrat Ji “Aku tahu, kami akan mendapatkan undangan dari Chittor segera” ujar Raja Mamrat Ji, Pangeran Mahaputra merasa bingung “Memangnya kenapa?” Pangeran Mahaputra melirik kearah Phool.

Jangan Lupa Baca Juga : Sinopsis Mahaputra Episode 206

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *