by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 204

-Debroo-78 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 204. Ditenda Jalal, Jalal masih marah pada Gohar, Gohar mengabarkan berita yang amat penting pada Jalal “Yang Mulia, saat ini Pangeran Mahaputra telah menjalin hubungan dengan putri Phool dan untuk membuat hubungan mereka rusak, berikan aku satu lagi kesempatan untuk melakukannya” Jalal hanya menatap tajam kearah Gohar.

Sementara itu di istana Bijolia, Ratu Hansa bersama anak-anaknya dan para pelayan juga Jagmal Singh mencoba berlindung dari serangan Afghanistan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, tiba-tiba Ratu Hansa melihat dari celah jendela, ada seseorang yang datang kearah istana yang terlihat samar-samar, lama kelamaan akhirnya terlihat jelas kalau orang itu adalah Pangeran Mahaputra.

sinopsis mahaputra antv - episode 204
sinopsis mahaputra antv – episode 204

Ratu Hansa dan semua orang yang ada kerajaan Bijolia merasa senang begitu melihat Pangeran Mahaputra yang datang, Ratu Hansa Bai dan semua orang segera menyambut Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra menatap mereka semua satu per satu dan langsung menghampiri Ajabde sambil menatapnya dalam yang saat itu sedang berdiri disebelah Shobagyawati

“Shobagyawati, kau tidak usah khawatir, Chakrapani baik-baik saja, dia selamat” ujar Pangeran Mahaputra, namun Ratu Hansa masih merasa cemas “Lalu bagaimana dengan suamiku? Bagaimana keadaan Raja Mamrat Ji, pangeran?” tiba-tiba terdengar suara dari sebelah “Aku baik-baik saja, istriku”

Raja Mamrat Ji datang sambil dipapah oleh salah satu prajuritnya, Raja Mamrat Ji berterima kasih pada Pangeran Mahaputra “Tidak ada seorangpun yang akan memasuki tanah kita lagi, Raja Mamrat! dan sekarang kita harus berterima kasih pada Ajabde karena dia telah mengirimkan pesan melalui Laksmi, sapi piaraannya”

Semua orang merasa senang, tak lama kemudian Pangeran Mahaputra meminta ijin pada Ratu Hansa dan Raja Mamrat Ji untuk pergi dari sana, Ratu Hansa Bai meminta Pangeran Mahaputra untuk tinggal di istana, namun Pangeran Mahaputra menolaknya, Pangeran Mahaputra tetap memohon pamit pada mereka dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada, Ajabde merasa sedih ketika Pangeran Mahaputra harus pergi lagi

Pangeran Mahaputra dan teman-temannya membuat tenda untuk tempat tinggal mereka, tiba-tiba salah satu prajurit menghampiri mereka seraya mengabarkan kalau Raja Mamrat Ji telah datang untuk menemuinya

Dikerajaan Bijolia, ketika Phool sedang memberikan instruksi pada para pelayannya, tiba-tiba Gohar memasuki ruangan tersebut, Phool merasa heran “Lal Baiji, kau dari mana saja?” tanya Phool penuh selidik “Aku baru saja membantu para penduduk, tuan putri”

Kemudian Phool berpaling pada Ratu Hansa “Apakah Pangeran Mahaputra akan datang kesini bersama paman Mamrat, bibi?” Raja Mamrat Ji datang dan berkata “Tidak, dia tidak akan datang” semua orang merasa kecewa, kemudian mereka mulai memasak untuk Pangeran Mahaputra dan teman-temannya.

Setelah semua masakan selesai Ratu Hansa Bai datang untuk bertemu dengan Pangeran Mahaputra, ketika Pangeran Mahaputra menemui Ratu Hansa Bai yang telah mengirimkan makanan untuk Pangeran Mahaputra dan teman-temannya, namun Pangeran Mahaputra menolak kiriman makanan tersebut meskipun makanan itu dibuat oleh Phool dan Ajabde, akhirnya Ratu Hansa Bai hanya bisa pasrah menerimanya.

Dikerajaan Bijolia, nampak Phool dan Ajabde sedang merapikan semua baju-baju untuk para penduduk “Ajabde, sangat penting sekali kalau kita memberikan semua pakaian pakaian ini untuk para penduduk”, “Iya, Phool!” Ratu Hansa Bai merasa pesimis kalau Pangeran Mahaputra mau datang ke istana Bijolia

“Aku tahu kenapa dia tidak mau datang ke istana ini, ini semua karena Ajabde!” Ajabde tertegun mendengar ucapan Phool “Iyaaa, Ajabde pergilah dan ajak dia kembali ke istana” pinta Ratu Hansa Bai, Ajabde akhirnya menuruti permintaan Phool dan ibunya untuk menemui Pangeran Mahaputra,

Saat itu Pangeran Mahaputra sedang berdiskusi dengan teman-temannya, Pangeran Mahaputra terkejut ketika Ajabde datang menemuinya, sesaat Pangeran Mahaputra seperti orang linglung ketika Ajabde mendekat kearahnya “Pangeran Mahaputra, aku ingin bicara denganmu”

Pangeran Mahaputra jadi salah tingkah didepan Ajabde kemudian mereka berdua berjalan bersama “Pangeran Mahaputra, kenapa kau tidak mau kembali ke istana, apakah karena aku? aku tahu ini bukanlah suatu alasan, kalau begitu apa alasannya?” ujar Ajabde

“Baiklah, itu memang alasannya jadi sekarang kau juga datang kesini untuk menyambuntuku?”, “Jika aku tidak menyambutmu, itu tidak akan baik, bukan?” Pangeran Mahaputra hanya tersenyum “Aku tidak masalah”, “Aku tahu kalau kau suka sekali melukai perasaan orang terdekatmu!” ujar Ajabde kesal kemudian berlalu dari sana meninggalkan Pangeran Mahaputra

Di Kerajaan Bijolia, Gohar sedang mendandani Phool dengan riasan rambut yang agak berbeda “Lal Baiji, dari mana kau belajar gaya tatanan rambut seperti ini?” Gohar mencoba menjelaskan pada Phool dan tak lama kemudian Ajabde datang sambil berlari tergopoh-gopoh

“Phool, aku telah melakukan kesalahan, aku tidak tahu apa yang telah aku katakan pada Pangeran Mahaputra” ujar Ajabde panik, sementara itu ketika Pangeran Mahaputra sedang berkumpul ditenda bersama teman-temannya, Pangeran Mahaputra memuji Chakrapani “Chakrapani pasti sangat mencintai Shobagyawati”

Chakrapani yang saat itu masih diobati dan Shobagyawati hanya tersenyum-senyum saja mendengar ucapan Pangeran Mahaputra “Iya, itu betul seperti putri Ajabde yang sepertinya juga menyukaimu, pangeran” Pangeran Mahaputra salah tingkah dengan ucapan Benidas

“Lebih baik lupakan putri Ajabde karena saat ini sepertinya putri Phool juga menyukaimu, pangeran” ujar Chakrapani lantang, sementara itu dikerajaan Bijolia, Phool merasa heran dengan Pangeran Mahaputra yang tidak mau kembali ke istana “Aku akan membujuk Pangeran Mahaputra” ujar Phool “Kenapa kau tidak mau datang ketika aku meminta kau kembali ke istana?” bathin Ajabde dalam hati.

Tak lama kemudian Phool mendatangi tenda Pangeran Mahaputra dan memaksa Pangeran Mahaputra untuk kembali ke istana, awalnya Pangeran Mahaputra heran dengan sikap Phool, namun akhirnya Pangeran Mahaputra mau kembali ke istana setelah Phool membujuknya.

Dikerajaan Bijolia, kedatangan Pangeran Mahaputra disambut oleh semua penghuni istana Bijolia, Ratu Hansa melakukan aarti untuk Pangeran Mahaputra, kemudian Pangeran Mahaputra meminta restu pada Ratu Hansa Bai dan Raja Mamrat Ji, Phool tersenyum senang melihat Pangeran Mahaputra

Sedangkan Ajabde terlihat gelisah dan murung kemudian berlalu dari sana, ketika Pangeran Mahaputra mencari Ajabde diantara kerumunan penghuni istana Bijolia, Ajabde sudah tidak ada “Dimana Ajabde?”, “Ajabde mungkin sedang memberikan makanan pada Laksmi” ujar Ratu Hansa Bai, sejurus kemudian Pangeran Mahaputra membisikkan sesuatu pada Phool, Ratu Hansa Bai dan Raja Mamrat Ji hanya bisa tersenyum senang melihat keakraban mereka.

Dikandang sapi Laksmi, Ajabde sedang ngobrol dengan Laksmi sambil mengucapkan terima kasih atas bantuan Laksmi “Aku juga mau mengucapkan terima kasih untuk Laksmi, tanpa bantuannya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada saat itu” ujar Pangeran Mahaputra sambil mengatupkan kedua tangannya didepan Laksmi kemudian berlalu dari sana tanpa menyapa Ajabde.

Ajabde tertegun melihatnya, bergegas Ajabde mengejar Pangeran Mahaputra yang terus berlalu didepannya “Pangeran Mahaputra! Kau datang kesini dan mengucapkan terima kasih pada Laksmi! Lalu kau pergi begitu saja tanpa bicara denganku satu patah katapun?” ujar Ajabde sambil terus mengekor dibelakang Pangeran Mahaputra

“Aku akan pergi lagi!” Ajabde berusaha untuk memaksa Pangeran Mahaputra, kenapa dia tega melakukan itu padanya, tiba-tiba Pangeran Mahaputra berhenti ditengah ruang istana dan memberikan kejutan buat Ajabde “Semua orang telah menunggumu, Ajabde” ujar Pangeran Mahaputra sambil menunjuk kearah para penghuni istana yang sudah berdiri disana.

Ajabde terkejut bukan kepalang, Ajabde tidak mengira kalau akan begini jadinya, Raja Mamrat Ji juga tertegun dengan rencana yang dibuat oleh Pangeran Mahaputra bersama Phool tadi “Semua orang berkumpul disini untuk memberikan penghargaan buatmu, Ajabde”

Ajabde tertegun melihat semua orang ada disana “Semua ini karena Ajabde dan kau harus memberikan restumu pada koin-koin emas ini karena mereka akan kita gunakan untuk membantu para penduduk” Ajabde menuruti permintaan Pangeran Mahaputra dengan menyentuh koin-koin emas itu, dari arah belakang Chakrapani berteriak lantang “Hidup putri Ajabde! Hidup putri Ajabde! Hidup putri Ajabde!” semua orang mengelu-elukan nama Ajabde, semua orang tersenyum senang.

Di lorong istana Phool berlari-lari dan merasa senang dengan perasaan yang tidak bisa digambarkannya, Phool memasuki kamarnya dan berbaring ditempat tidurnya sambil terkenang semua kenangan manis bersama Pangeran Mahaputra, Phool baru menyadari kalau dirinya mencintai Pangeran Mahaputra.

Pangeran Mahaputra nampak sedang menunggu Ajabde disebuah kuil, Ajabde segera menghampirinya, setelah ngobrol tentang banyak hal tiba-tiba Pangeran Mahaputra melepas kalung Ajabde yang selama ini dikenakannya dan memberikannya pada Ajabde.

Ajabde teringat bagaimana kalung itu menghilang dan bagaimana ucapan peramal wanita dipasar itu juga ucapan ibu kandunngnya ketika mengetahui kalungnya berada di Pangeran Mahaputra “Tidak! Aku tidak mau menerimanya, kau boleh menyimpannya” tiba-tiba terdengar teriakan Phool yang memanggil Ajabde, bergegas Pangeran Mahaputra membawa kalung itu berlalu bersama dirinya meninggalkan Ajabde, Ajabde merasa gelisah “Kenapa aku tidak mengambil saja kalung itu darinya? Aku akan menceritakan semuanya padanya” Ajabde segera menyusul Pangeran Mahaputra untuk menceritakan semuanya.

Ketika Ajabde sedang terburu-buru menemui Pangeran Mahaputra, Phool berteriak memanggil Ajabde, ketika sampai didepan Ajabde, Phool berkata “Ajabde, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” saat itu Ajabde terburu-buru karena ingin mengatakan sesuatu pada Pangeran Mahaputra, namun Phool memaksa Ajabde untuk mendengarkan curahan hatinya

Sambil menutup matanya Phool berkata “Ajabde, aku rasa aku mencintai Pangeran Mahaputra!” Ajabde terkejut mendengarnya “Aku tahu kau pasti tidak percaya denganku tapi aku sendiri juga tidak mempercayai diriku sendiri, aku tidak mengerti apa yang akan aku lakukan ini?”

Kemudian Phool menceritakan tentang kenangan-kenangan indahnya bersama Pangeran Mahaputra sambil tertawa-tawa senang, sementara Ajabde juga memikirkan kenangan manisnya bersama Pangeran Mahaputra, Ajabde menangis ketika mengetahui kalau ternyata Phool memiliki perasaan yang sama seperti dirinya “Ajabde, kenapa kau menangis?” Phool merasa heran ketika melihat Ajabde menangis

“Aku menangis karena kau akan membuat jarak denganku” Phool ikut terharu dan menangis kemudian memeluk Ajabde “Aku tidak akan meninggalkanmu, Ajabde, kau adalah sahabat terbaikku!” mereka saling berpelukkan dan saling menangis satu sama lain

Diluar teras halaman istana Bijolia, Pangeran Mahaputra dan teman-temannya melepas kepulangan Chakrapani dan Shobagyawati “Sekarang Shobagyawati sudah bersama sama dengan Chakrapani, jadi mengapa kita terus peduli sama Chakrapani?” semua orang tertawa dengan ucapan Benidas

Di kerajaan Mewar, Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta masih terus mempersiapkan pernikahan Pangeran Mahaputra “Ratu Jaywanta, apa yang terjadi? Mengapa kau pergi?”, “Rana Ji, kau telah mengirimkan lamaran pernikahan untuk setiap keluarga kerajaan tapi tidak seorangpun yang memberikan respon” ujar Ratu Jaywanta cemas.

Tiba-tiba pada saat itu Rawat Ji datang menghampiri mereka dan mengabarkan kabar baik bahwa Putri Surohi telah mengirimkan fotonya untuk Pangeran Mahaputra, Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta tersenyum senang mendengarnya

Sementara itu dikerajaan Bijolia, Raja Mamrat Ji nampak tersenyum senang sambil menghampiri Ratu Hansa Bai “Rana Ji, ada apa? Kenapa kau kelihatan sangat senang?” Ratu Hansa merasa heran dengan tingkah suaminya “Raja Uday Singh telah mengirimkan sebuah surat tentang pernikahan Pangeran Mahaputra”

Ratu Hansa sangat antusias mendengarnya kemudian Ratu Hansa menceritakan pada Raja Mamrat Ji tentang perasaan cinta Ajabde pada Pangeran Mahaputra, Raja Mamrat Ji tertegun “Beraninya kau mengatakan hal seperti ini, Ratu Hansa, kita harus tahu bagaimana posisi kita, dimana Pangeran Mahaputra dan dimana anak kita!”

Raja Mamrat Ji tidak setuju dengan usulan Ratu Hansa Bai “Ini semua karena kebencianmu pada anak perempuanmu kan? Raja Uday Singh sudah menganggap kau adalah temannya, Ratu Jaywanta juga sudah menganggap kita temannya juga dan Pangeran Mahaputra juga mencintai anak kita, Ajabde!” Ratu Hansa berusaha meyakinkan suaminya namun Raja Mamrat Ji tetap menolak permintaan istrinya itu, sementara dari kejauhan Ajabde mendengarkan semua pembicaraan kedua orangtuanya ini dengan perasaan sedih.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *