by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 203

-Debroo-53 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 203. Dipasar, Pangeran Mahaputra berusaha menghampiri Jalal dengan senyum nya yang mengembang, Pangeran Mahaputra ingin mengulang kembali kenangan bersama Jalal.

Gohar yang melihatnya dari kejauhan merasa heran, Gohar mencoba menghentikan Pangeran Mahaputra agar tidak mendekati Jalal, Gohar menghampiri seorang anak kecil yang sedang memakan jalebi, kemudian dengan sengaja Gohar menyenggol jalebi yang dimakan oleh anak itu sehingga jalebi itupun jatuh ketanah,

sinopsis mahaputra antv - episode 203
sinopsis mahaputra antv – episode 203

Anak kecil itu langsung menangis tersedu-sedu, Pangeran Mahaputra yang saat itu hendak ke Jalal langsung menengok kebelakang dan melihat kearah suara anak kecil yang sedang menangis, Pangeran Mahaputra menghampiri anak kecil itu yang menangis karena jalebinya terjatuh,

Ibunya juga menghampirinya kemudian Pangeran Mahaputra mengajak anak kecil itu untuk membeli jalebi lagi, rupanya tangisan anak kecil itu juga mengalihkan perhatian Jalal sehingga Jalal melihat Pangeran Mahaputra yang sedang berjalan kearah penjual jalebi, Jalal marah sambil mengeluarkan pedangnya, Bhairam Khan kembali mencegah Jalal untuk menemui Pangeran Mahaputra secara face to face

Didesa, prajurit Bijolia dan Raja Mamrat Ji sudah sampai di desa ayah mertua Chakrapani “Lepaskan anak itu!” bentak Raja Mamrat Ji pada pasukan Afghanistan, di pasar Jalal marah ketika melihat Pangeran Mahaputra “Aku akan membunuh Pangeran Mahaputra, Baba Khan! Dia fikir aku ini temannya maka dengan cara ini aku akan membunuhnya” ujar Jalal kesal dan marah “Tidak! Tidak yang Mulia, Pangeran Mahaputra akan membunuhmu!”

Bhairam Khan menceritakan pada Jalal bagaimana Pangeran Mahaputra membunuh musuh-musuhnya “Aku adalah yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad, aku sangat berani dan aku tidak akan menyembunyikan diriku sendiri!” ujar Jalal sambil berbalik hendak mendekat kearah Pangeran Mahaputra berada, dalam perjalanan menuju ketempat Pangeran Mahaputra, Jalal teringat pada ucapannya Maham Anga, ibu asuhnya.

Tiba-tiba semua orang berlari-larian dan berjalan menuju kearah Pangeran Mahaputra, semua orang berlari-lari kesana kemari sambil mengikuti seekor sapi yang berlari-larian ditengah pasar, Pangeran Mahaputra merasa heran dengan keramaian yang terjadi tiba-tiba dipasar.

Pangeran Mahaputra melihat Laksmi sapi piaran Ajabde “Laksmi? Mengapa dia ada disini?” Pangeran Mahaputra melihat ada dupatta Ajabde yang terikat dileher Laksmi, Pangeran Mahaputra bisa mengetahui kalau ada keadaan genting yang disampaikan oleh Ajabde.

Pangeran Mahaputra bergegas pergi dari sana dengan menunggangi kudanya, Jalal hanya bisa tertegun ketika melihat Pangeran Mahaputra pergi begitu saja “Kenapa Pangeran Mahaputra langsung pergi cepat-cepat begitu melihat sapi ini?” Jalal merasa penasaran dengan keberadaan Laksmi “Yang Mulia, sapi ini adalah sapi piaraan anak perempuan Raja Bijolia” ujar Gohar.

Dikerajaan Mewar, Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta merasa senang karena mempersiapkan pernikahan untuk Pangeran Mahaputra, anak sulung mereka “Pangeran Mahaputra akan segera menikah, Ratu Jaywanta” Ratu Jaywanta tersenyum senang “Kita akan mencari seorang pengantin perempuan untuk Pangeran Mahaputra, Rana Ji” sementara itu prajurit Mahmud Shah mulai bertarung dengan prajurit Raja Mamrat Ji.

Raja Mamrat Ji terluka, sedangkan dikerajaan Bijolia, Ratu Hansa Bai merasa khawatir memikirkan suaminya, Raja Mamrat Ji “Ayah pasti akan baik-baik saja, ibu” ujar Ajabde, Ratu Hansa Bai merasa heran dan cemas “Bagaimana bisa, Ajabde?”, “Karena aku telah mengirimkan sebuah pesan untuk Pangeran Mahaputra” Ajabde mencoba menenangkan ibunya.

Sementara itu didesa tempat Raja Mamrat Ji bertarung dengan pasukan Afghanistan, Mahmud Shah mengejek Raja Mamrat Ji yang kalah oleh pasukannya “Apa yang akan Pangeran Mahaputramu katakan pada kami? Jika seseorang akan memasuki tanah kami maka kami akan memotong tangannya, iya kan!” ujar Mahmud Shah sambil tertawa terbahak-bahak kemudian Mahmud Shah dan pasukannya yang tersisa menuju kebenteng kerajaan Bijolia, semua orang merasa khawatir dengan pasukan Afghanistan.

Sepeninggal pasukan Afghanistan, Chakrapani yang tersungkur lemas ditanah dengan kondisi babak belur tersenyum senang, salah satu orang kepercayaan Mahmud Shah yang tertinggal disana merasa heran “Kenapa kau tersenyum?” Chakrapani semakin tersenyum senang “Sekarang kau akan mendapatkan hasilnya dengan menyerang Mewar” ujar Chakrapani sambil mendengar derap kuda Pangeran Mahaputra yang menghampiri kearahnya.

Orang kepercayaan Mahmud Shah terkejut begitu melihat kedatangan Pangeran Mahaputra yang langsung membunuh para prajurit Afghanistan dari atas kudanya, Pangeran Mahaputra segera turun dari kudanya dan mengecek kondisi Raja Mamrat Ji dan Chakrapani “Pangeran, aku minta maaf, karena saat ini pasukan Afghanistan sedang bergerak menuju kerajaan Bijolia” ujar Chakrapani, Pangeran Mahaputra sangat marah mendengarnya, tanpa menunggu lama Pangeran Mahaputra langsung membunuh menteri Mahmud Shah tersebut.

Pada saat yang sama, Mahmud Shah dan para prajuritnya telah sampai didepan gerbang utama kerajaan Bijolia, dengan mudah prajurit Bijolia mampu dilumpuhkan oleh pasukan Afghanistan, Mahmud Shah merasa senang karena akhirnya bisa menduduki kerajaan Bijolia, namun belum juga Mahmud Shah memasuki gerbang utama tersebut tiba-tiba dari arah belakang Pangeran Mahaputra datang dan langsung memotong kaki Mahmud Shah dengan pedangnya.

Mahmud Shah jatuh terkapar ditanah, Mahmud Shah meminta maaf didepan Pangeran Mahaputra sambil menangis dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada dalam posisinya terbaring lemah ditanah, Pangeran Mahaputra mengampuninya dan menyuruh pasukan Afghanistan agar membawa Mahmud Shah pergi dari sana

Ditenda Jalal, Jalal marah karena tidak bisa membunuh Pangeran Mahaputra, padahal Pangeran Mahaputra sudah sangat dekat sekali dengan dirinya “Cukup sudah buatku! Aku hanya ingin membunuh Pangeran Mahaputra! Aku telah menghabiskan banyak uang koin emas hanya untuk menghabisi Pangeran Mahaputra!”

Gohar hanya bisa diam saja mendengarkan amukan Jalal padanya, tak lama kemudian salah seorang prajuritnya mengabarkan pada Jalal kalau Pangeran Mahaputra telah menghajar Mahmud Shah “Kalau begitu kita harus segera pergi dari sini, yang Mulia” ujar Bhairam Khan, namun Jalal menolak “Aku kesini untuk membawa putri Phool bersamaku, aku tidak mau meninggalkan tempat ini!” bentak Jalal lantang.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *