by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 201

-Debroo-62 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 201. Di kerajaan Bijolia, Pangeran Mahaputra akhirnya pergi dari kerajaan tersebut bersama kedua temannya dan para pelayannya, dari atas benteng Ajabde yang melihat kepergian Pangeran Mahaputra sebenarnya ingin memanggilnya namun diurungkan niatnya itu.

Ajabde menangis melepas kepergian Pangeran Mahaputra, pada saat yang bersamaan salah seorang pelayan menghampiri Ajabe dan mengabarkan kalau Laksmi (sapi perliharaan Ajabde) berusaha untuk melepaskan dirinya, Ajabde kaget dan langsung turun kebawah untuk melihat Laksmi

sinopsis mahaputra antv - episode 201
sinopsis mahaputra antv – episode 201

Sementara itu dibawah dihalaman istana, Phool menangis sambil memikirkan Pangeran Mahaputra, Phool menyesal karena tidak bisa memberikan suratnya pada Pangeran Mahaputra, sedangkan Ajabde sudah sampai dikandang Laksmi, Laksmi berusaha melepaskan dirinya dari tali yang mengekangnya

“Laksmi, aku tahu kau pasti sangat mengkhawatirkan kepergian Pangeran Mahaputra, ini memang sangat sulit buat diriku sendiri untuk mengatakan hal ini, oleh karena itu aku mengatakan hal ini padamu, aku mohon Laksmi maafkan aku, maafkan kalau aku telah berkata kata yang buruk pada Pangeran Mahaputra sehingga dia harus meninggalkan Bijolia, aku mohon, Laksmi, maafkan aku” ujar Ajabde sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada dan menangis menyesali perbuatannya, dari kejauhan Raja Mamrat Ji yang kebetulan melintas di dekat kandang Laksmi, mendengar pembicaraan Ajabde dengan sapi peliharaannya itu, Raja Mamrat Ji benar-benar marah.

Sementara itu Phool yang sedang berjalan di halaman istana, merasa sedih “Aku fikir perasaanku ini akan tertinggal dalam surat ini, lebih baik aku sobek saja surat ini!” namun ketika Phool hendak menyobek suratnya itu, tiba-tiba diurungkan niatnya “Lebih baik aku ceritakan saja tentang perasaanku ini pada Ajabde”

Phool segera berlari memasuki istana, tepat pada saat itu Raja Mamrat Ji sedang menggeret tangan Ajabde, Ajabde hanya bisa menuruti kehendak ayahnya, Phool yang melihat mereka berdua, mencoba berteriak dari kejauhan memanggil mereka berdua “Ajabde! Apa yang terjadi? Paman Mamrat Ji, ada apa dengan Ajabde?” namun mereka tidak menggubris teriakan Phool di sepanjang lorong, Raja Mamrat Ji terus membawa Ajabde menuju ke kamar Ratu Hansa Bai.

Sesampainya disana, Raja Mamrat Ji segera menghempaskan Ajabde ke tempat tidur seraya berkata “Ratu Hansa Bai, lihat! Ternyata Ajabde Lah yang menyuruh Pangeran Mahaputra untuk meninggalkan Bijolia!” Ratu Hansa Bai kaget dengan ucapan suaminya.

Ajabde berusaha berlindung dari kemarahan ayahnya dengan memeluk ibunya erat, awalnya Ratu Hansa Bai tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raja Mamrat Ji, kemudian Ratu Hansa Bai mencoba bertanya pada Ajabde tentang hal tersebut.

Ajabde mengatakan kebenarannya, Ratu Hansa Bai kaget dan langsung menampar pipi Ajabde dengan keras, Ratu Hansa Bai tidak percaya kalau Ajabde melakukan hal semacam itu pada Pangeran Mahaputra, Raja Mamrat Ji yang kesal dengan Ajabde segera meninggalkan mereka berdua sementara Phool juga merasa kesal dengan Ajabde, Phool segera merobek robek surat yang dibawanya sedari tadi

Dikamar Ratu Hansa Bai, Ajabde yang membelakangi ibunya merasa sedih memikirkan peristiwa ini, Ratu Hansa Bai mencoba mendapatkan penjelasan dari Ajabde “Ajabde, ibu tahu kalau kau tidak ingin membiarkan Pangeran Mahaputra pulang ke kerajaan Mewar, tapi mengapa kau melakukan hal ini, nak?”

Ajabde membalikkan tubuhnya menatap kearah ibunya “Ini semua karena aku tidak ingin ayah merasa cemas dan gelisah dalam situasi ini, ibu” kemudian Ajabde menceritakan bagaimana keadaan ayah dan ibunya ketika merawat Pangeran Mahaputra.

Ajabde tidak ingin mereka berdua cemas oleh karena itu Ajabde menyuruh Pangeran Mahaputra pulang, agar kondisi dikerajaannya tidak menegangkan “Kalau begitu, kau harus minta maaf pada ayahmu dan ceritakan alasanmu ini padanya”

Pangeran Mahaputra dan teman-temannya sedang dalam perjalanan menuju ke kerajaan Mewar, ketika dipersimpangan jalan tiba-tiba Pangeran Mahaputra mau berbelok kejalan tersebut, namun Benidas segera menghentikannya “Pangeran Mahaputra, kau mau kemana? Jalan itu akan menuju ke kerajaan Bijolia lagi” ujar Benidas.

Pangeran Mahaputra yang saat itu setengah melamun merasa bingung perasaannya sendiri “Aku tidak tahu, Benidas, kenapa perasaanku mengatakan kalau aku tidak ingin pergi dari kerajaan Bijolia ini?” ujar Pangeran Mahaputra heran, akhirnya mereka memutuskan melanjutkan perjalanan ke kerajaan Mewar lagi, sementara itu tanpa sepengetahuan mereka, Gohar yang menyamar menggunakan pakaian laki-laki dengan cadar yang menutupinya mengikuti mereka dari belakang dengan kudanya.

Prajurit Jalal mengabarkan pada Jalal kalau tidak ada benteng pertahanan mereka didaerah Rajputana, sementara prajurit Mahmud Shah mengabarkan kalau Pangeran Mahaputra telah pergi dari Bijolia, Mahmud Shah merasa senang,

Sedangkan di kerajaan Mewar, Raja Uday Singh dan Ratu Jaywanta sedang berlatih mempersiapkan pernikahan Pangeran Mahaputra dengan menyiapkan pakaian pengantin, mereka berdua ingin melihat Pangeran Mahaputra segera menikah, Ratu Jaywanta memenuhi ruangan itu dengan semua perlengkapan untuk pernikahan.

Sementara itu rombongan Pangeran Mahaputra singgah di sebuah pasar “Kita akan tinggal disini dulu pada malam ini” ujar Pangeran Mahaputra kepada kedua temannya, sedangkan Ajabde menghampiri Phool yang marah padanya “Phool, apa yang sedang kau lakukan?”, “Tinggalkan aku sendirian, Ajabde!” ujar Phool kesal

Ajabde menuruti permintaan Phool menuju ke kamarnya sendiri dengan perasaan sedih “Aku melakukan ini semua semata-mata hanya untuk ayahku, jika aku berada pada situasi seperti ini maka aku harus memilih antara Pangeran Mahaputra dan kau, maka aku akan memilih Pangeran Mahaputra” ujar Ajabde sedih.

Saat itu, beberapa prajurit Mahmud Shah memata-matai perbatasan kerajaan Bijolia, pasukan Mahmud Shah mencoba untuk berdamai dengan pasukan Rajput dengan membawa bendera putih tanda perdamaian, pasukan Rajput menerima perdamaian itu, lalu mereka bersama-sama masuk kedalam hutan, ternyata didalam hutan, prajurit Mahmud Shah membohongi prajurit Rajput dengan menumpas mereka satu per satu, prajurit Afghanistan merasa senang karena berhasil mengalahkan musuh-musuhnya.

Sementara di kerajaan Mewar, Raja Uday Singh menemui Ratu Jaywanta dikamarnya dan berkata “Pakaian Pangeran Mahaputra rupanya sudah kependekan sekarang, aku akan membicarakan hal-hal yang lain untuk nya” Raja Uday Singh kemudian berusaha membicarakan sesuatu yang lain tapi tidak bisa dan ketika melihat persiapan yang dilakukan oleh istrinya itu, Raja Uday Singh tertawa lebar “Ternyata kau juga melakukannya, istriku?” Ratu Jaywanta tersenyum “Kau juga kan?” mereka berdua sama-sama tersenyum sambil membayangkan pernikahan Pangeran Mahaputra kelak.

Jalal dan Bhairam Khan bersama rombongan dalam perjalanan menuju ke kerajaan Bijolia, mereka mulai memasuki pasar dimana Pangeran Mahaputra juga berada disana

“Aku merasa ada kehadiran putri Phool disini” ujar Jalal sambil menatap ke sekelilingnya, Gohar yang sedari tadi terus mengikuti Pangeran Mahaputra akhirnya juga sudah sampai di pasar tersebut, Gohar terus membayangi Pangeran Mahaputra dibelakangnya

Sementara itu Pangeran Mahaputra yang sedang berjalan jalan di pasar bersama teman-temannya, merasa ada seseorang yang mengikutinya dibelakang, ketika Pangeran Mahaputra berbalik ternyata tidak ada siapa¬-siapa dibelakangnya, rupanya Gohar segera bersembunyi, Pangeran Mahaputra nampak menatap pada seseorang dengan perasaan waspada.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *