by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 198

-Debroo-60 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 198. Dikamar Pangeran Mahaputra, Phool bicara pada Pangeran Mahaputra “aku suka setiap kali kau membunuh prajurit Afghanistan, tiba-tiba Pangeran Mahaputra menutup matanya, Phool mengatakan dengan keras “jangan tutup matamu, apa kau masih ingat bagaimana kita bertemu?”

Disebuah desa, Raja Mamrat dan Ajabde sampai dirumah Vaidya, Ajabde ingin ikut masuk, tapi Raja Mamrat menghentikannya dan mengatakan “aku tidak akan mengizinkanmu untuk masuk, Ajabde sedih mendengarnya.

sinopsis mahaputra antv - episode 198
sinopsis mahaputra antv – episode 198

Dikamar Pangeran Mahaputra, Ratu Hansa bicara pada Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra, aku dan ibumu adalah teman baik karena Phool dan Ajabde adalah …., tiba-tiba Pangeran Mahaputra tertidur, Ratu Hansa dan Phool khawatir, kemudian Pangeran Mahaputra kembali membuka matanya.

Didesa, Ajabde mendengar Vaidya berkata pada Raja Mamrat “pergi jauh dari rumahku, Ajabde merasa khawatir, kemudian Raja Mamrat keluar dan berkata pada Ajabde “lihat! tak seorangpun yang akan bisa menyelamatkan Pangeran Mahaputra, Ajabde sedih mendengarnya, kemudian Raja Mamrat dan Ajabde pergi.

Dikamar Pangeran Mahaputra, Ratu Hansa dan Phool berusaha menjaga Pangeran Mahaputra agar tidak menutup matanya, Gohar melihatnya dari luar, di sisi lain, Ajabde berpikir tentang Pangeran Mahaputra dan kemudian Ajabde membuka semua perhiasannya dan pergi menuju Vaidya.

Di Mewar, Ratu Jaywanta dan Raja Uday sedang melakukan doa untuk Pangeran Mahaputra, disisi lain, Ajabde sampai dirumah Vaidya, Ajabde berkata padanya “aku adalah gadis nelayan, aku membutuhkan bantuan Anda, Vaidya mengatakan “aku disini memang untuk membantu orang, kemudian Vaidya memberikan obat untuk Ajabde, Ajabde berterima kasih dan hendak pergi, tapi dia kembali berbalik dan mengatakan semua kebenaran padanya bahwa dia adalah anak Raja Mamrat, Vaidya menjadi marah padanya.

Dikamar Pangeran Mahaputra, Ratu Hansa mencoba untuk mengajak Pangeran Mahaputra bicara, tak lama pelayan datang dan mengatakan pada Ratu Hansa “pangeran menangis, Phool memintanya untuk membawanya kesini, tapi Ratu Hansa mengatakan “tidak, disini Pangeran Mahaputra sedang tidur, Phool mengatakan “ibu pergilah ke sana, aku yang akan merawatnya, kemudian Ratu Hansa pergi, Gohar tersenyum melihat kepergian Ratu Hansa.

Didesa, Ajabde berkata pada Vaidya “motif dasar Anda adalah menyembuhkan orang-orang, jadi jangan peduli siapa dan mengapa anda akan membantu, Vaidya bertanya “siapa yang sakit, Ajabde mengatakan “Pangeran Mahaputra, jika anda tidak setuju denganku, maka anda bisa mengambil obat ini kembali”

Melihat Ajabde yang tulus, Vaidya membiarkan Ajabde membawa obat-obatan dan mengatakan “berikan obat ini pada Pangeran Mahaputra dan berhati-hatilah, Pangeran Mahaputra tidak boleh tidur, jika itu terjadi, maka obat ini tidak akan bekerja, kemudian Ajabde pergi, Ajabde meminta prajurit untuk cepat, kemudian dia meminta prajurit berhenti, dia keluar dari tandu dan kemudian dia berlari

Dikamar Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra menutup matanya, Phool menjadi khawatir, tiba-tiba Gohar datang, Phool bertanya “apa yang kau lakukan disini? Gohar mengatakan “aku akan membantu Anda, Anda bisa pergi dan beristirahat.

Phool mengatakan “tidak, aku akan disini, ibuku telah berkata padaku bahwa aku tidak boleh pergi kemanapun, Phool bercerita pada Gohar “Ajabde sangat ketakutan, dia pergi untuk bertemu Vaidya, Gohar mencoba untuk membuat Phool pergi, kemudian Phool pergi dari kamar itu

Gohar mulai bertindak, disisi lain, Ajabde sedang berlari menuju ke Bijolia, Gohar berkata pada Pangeran Mahaputra “betapa beruntungnya aku, banyak orang yang terbunuh untuk melindungimu, Ajabde sampai di Istana, Pangeran Mahaputra menutup matanya, lampu Pooja di Mewar padam, obat-obatan yang dibawa Ajabde terjatuh, Ajabde berusaha mengumpulkan obat itu dengan bajunya.

Di Mewar, Ratu Jaywanta berkata pada Raja Uday “Pangeran Mahaputra dan Pangeran Shakti sekarang tidak ada di Istana, Raja Uday mengatakan “Pangeran Shakti baik-baik saja, Ratu Jaywanta. Ratu Jaywanta mengatakan “kalau begitu, Pangeran Mahaputra, Raja Uday mengatakan “anakmu juga akan baik-baik saja, jadi jangan khawatir, Purohit kembali memulai untuk berdoa

Gohar berkata pada Pangeran Mahaputra “sekarang kau berada dalam maut, dan sekarang kau akan meninggal, tiba-tiba Pangeran Mahaputra bangun, Gohar terkejut melihatnya, Pangeran Mahaputra kembali menutup matanya

Raja Mamrat sampai di Istana, dia ingin menulis surat, Ratu Hansa bertanya “apa yang terjadi? untuk siapa Anda menulis surat, Raja Mamrat mengatakan “Yang Mulia Raja Uday, Ratu Hansa terkejut mendengarnya, Raja Mamrat menulis surat dan mengakui bahwa Pangeran Mahaputra telah meninggal karena kesalahannya, Ratu Hansa mengatakan “itu berarti Vaidya tidak memberikan obat, Raja Mamrat mengatakan “Ya, kemudian Ratu Hansa bertanya tentang Ajabde,

Dikamar Pangeran Mahaputra, Ajabde berteriak memanggil nama Pangeran Mahaputra, Gohar terkejut melihat kedatangan Ajabde, Gohar mengatakan padanya “dia sedang tidur, Ajabde terkejut melihatnya, Gohar berpura-pura membangunkan Pangeran Mahaputra, Ajabde sedih melihatnya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *