by

Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 196

-Debroo-52 views

Debroo.com. Serial TV : Sinopsis Mahaputra Episode 196. Ratu Hansa berjalan seorang diri di lorong istana dan mengatakan “aku tahu kalau ada seseorang disini” kemudian Rao Surtan mengeluarkan sebuah belati dan bergerak menuju Ratu Hansa dan ingin membunuhnya, Ratu Hansa melihat bayangan Rao, dia berteriak memanggil prajurit, kemudian dia lari, Rao Surtan mengatakan “ini bukan aku”

sinopsis mahaputra antv - episode 196
sinopsis mahaputra antv – episode 196

Disis lain, Gohar masih menari, Gohar mengajak Phool untuk menari, tapi Phool tidak mau, Gohar menghampirinya dan mengajaknya, Phool berteriak padanya, Gohar mengatakan “ikutlah dengannku untuk menari, dan bagaimana aku datang tanpamu, kemudian Phool meminta Ajabde, kemudian Ajabde dan Phool menari bersama.

Gohar melihat Jhumar dan berniat untuk memotongnya, Chakrapani dan Benidas meminta Pangeran Mahaputra untuk menari, tiba-tiba Ratu Hansa datang menemui Raja Mamrat dan mengatakan semuanya kepadanya, Gohar meminta Phool untuk mengajak Pangeran Mahaputra ketempat menari.

Phool datang dan berkata kepada Pangeran Mahaputra “ikulah dengannku dan menari bersama, ini adalah pernikahan temanmu, kemudian Pangeran Mahaputra dan teman-temannya bergabung dengan mereka, Gohar sedang menunggu Rao Surtan,

Raja Mamrat tidak percaya pada Ratu Hansa dan mengatakan “kita telah memberikan keamanan Istana” tapi Ratu Hansa mencoba untuk menjelaskan, nanum Raja Mamrat masih tidak percaya, tidak lama Rao Surtan datang dan memotong tali Jhumar.

Pangeran Mahaputra melihat melihat Ratu Hansa dan Raja Mamrat sedang dalam masalah, Pangeran Mahaputra menghampiri mereka dan bertanya, Ratu Hansa menceritakan semuanya, tiba-tiba Pangeran Mahaputra melihat kalau Jhumar hendak jatuh, dia menyelamatkan semua orang dengan menarik tali itu, semua orang terkejut.

Pangeran Mahaputra melihat Rao Surtan, semua orang berlari kearah Rao Surtan, Rao Surtan meletidakkan pisau kearah leher Pangeran Pratap, Pangeran Mahaputra mengatakan “jika kau berani, bunuhlah aku, Rao Surtan mencoba untuk membunuh Pangeran Mahaputra tapi Gohar menyelamatkannya.

Raja Mamrat berhasil menangkap Rao Surtan, Raja Mamrat ingin membunuh Rao Surtan, tapi Pangeran Mahaputra menghentikannya dan mengatakan “masukkan dia ke dalam penjara, kemudian prajurit membawa Rao Surtan ke penjara, Pangeran Mahaputra meminta pelayan untuk mengobati Gohar, kemudian Gohar tersenyum licik,

Di Mewar, Raja Uday berkata pada Ratu Jaywanta “Pangeran Mahaputra membutuhkan ruangan yang baru sekarang, Ratu Jaywanta mengatakan “aku tidak berpikir kalau Pangeran Mahaputra membutuhkan ruangan yang baru, Raja Uday mengatakan “aku tahu Pangeran Mahaputra bisa tidur dirumput, sekarang aku pikir aku akan mengundurkan diri dari tahta kerajaan, tiba-tiba seorang prajurit datang dan memberikan kunci pada Raja Uday dan mengatakan “aku bisa membersihkannya, Raja Uday mengatakan “tidak, pertama-tama, aku akan melihat nya, kemudian dia pergi,

Dipenjara Bijolia, Tabib sedang mengobati Rao Surtan, kemudian Tabib itu mengobati Gohar, seorang pelayan bertanya pada Gohar “kau tidak tahu bagaimana Rao Surtan, tiba-tiba Jalim datang dan mengatakan “pelayan ini tidak tahu bagaimana keberanianmu,

Ratu Hansa berkata pada Gohar ”Raja Mamrat dan Pangeran Mahaputra ingin menanyakan sesuatu kepadamu, bagaimana kau tahu Rao Surtan? Gohar mengatakan “semua karena Maldev dan aku berpikir bahwa Rao Surtan membunuh duta dan menjadi duta, kemudian Gohar menujukkan sebuah surat, Jalim membaca surat itu, dia mengatakan “surat ini adalah nyata, Ratu Hansa mengatakan “Kau akan diberikan penghormatan oleh Pangeran Mahaputra dan Raja Mamrat segera, Gohar tersenyum licik,

Pangeran Mahaputra dan teman-temannya datang ketempat kejadian, Pangeran Mahaputra teringat akan semua kejadian itu, temannya bertanya “ada apa, Pangeran Mahaputra mengatakan “Rao Surtan pasti mendapat bantuan dari seseorang yang ada di Istana, aku ingin mencari tahu siapa yang membantu dia, tiba-tiba seorang prajurit datang dan mengatakan “Rao Surtan melarikan diri, Pangeran Mahaputra terkejut mendengarnya

Raja Mamrat marah pada semua orang, tidak lama Pangeran Mahaputra datang dan bertanya, Raja Mamrat mengatakan “Rao Surtan selalu berhasil melarikan diri jika dia dipenjara, lalu Raja Mamrat menceritakan semua kejadian ketika Rao Surtan dikubur hidup-hidup.

Pangeran Mahaputra mengatakan “jadi semuanya telah direncanakan bahwa setiap kali Rao Surtan dipenjara dia selalui melarikan diri, Pangeran Mahaputra mencari Rao Surtan, diterowongan Rao Surtan teringat tentang kata-kata Gohar, Rao Surtan bergerak keluar dari terowongan, dia terkejut melihat ada beberapa prajurit sedang menunggunya, dia sangat ketakutan.

Prajurit mengatakan kalau mereka adalah prajurit Gohar, prajurit memberikan seekor kuda pada Rao Surtan, Rao Surtan pergi, diterowongan Pangeran Mahaputra sedang mencari Rao Surtan, para prajurit Rao Surtan memasuki terowongan, Pangeran Mahaputra melihat prajurit Gohar,

Pangeran Mahaputra mengalahkan mereka semua, melihat seorang prajurit hendak pergi, Pangeran Mahaputra bertanya padaya “untuk siapa kau bekerja? Prajurit itu bunuh diri, Pangeran Mahaputra bergerak keluar dari terowongan, Pangeran Mahaputra melihat jejak kaki kuda dan mengikutinya.

Rao Surtan memasuki sebuah goa, Pangeran Mahaputra mencari Rao Surtan dengann menggunakan kuda, Rao Surtan melihat semua harta yang mereka curi dari Bijolia, dia senang melihatnya, Rao Surtan membuka sebuah kotidak, dan dia melihat ular, Tidak lama ular itupun menggigit Rao Surtan dan akhirnya ia pingsan, ternyata itu semua adalah rencana Gohar,

Disamping itu Pangeran Mahaputra masih mencari Rao Surtan, Gohar melihatnya datang, Gohar bersembunyi, Pangeran Mahaputra mencari Rao Surtan,

Di Mewar, Raja Uday membuka sebuah ruangan yang lama tidak dipakai, disisi lain, Pangeran Mahaputra melihat Rao Surtan tergeletidak tidak berdaya, Rao Surtan mencoba mengatakan sesuatu, Rao Surtan mengatakan “Jalal” Pangeran Mahaputra terkejut mendenganrnya, Rao Surtan ingin mengatakan kalau Gohar dibalik itu semua, tapi sebelum dia mengatakannya, dia meninggal karena racun ularnya,

Di Mewar, seekor ular ingin menggigit Raja Uday, tapi Raja Uday mengetahuinya, Gohar melemparkan seekor ular pada Pangeran Mahaputra, Raja Uday berhasil membunuh ular itu, sedangkan Pangeran Mahaputra digigit oleh ular, Ratu Jaywanta berkata pada Raja Uday “ini adalah suatu pertanda yang tidak baik,

Di goa, Gohar melemparkan pisau ke Pangeran Mahaputra dan terluka kemudian Pangeran Mahaputra bergerak keluar dari goa, Pangeran Mahaputra ingin pergi menunggang kuda, namun dia terjatuh, Pangeran Mahaputra meresa kesakitan akan gigitan ular tersebut, tidak lama Raja Mamrat datang dan melihat kuda, dia bergerak menuju goa,

Pangeran Mahaputra menderita kesakitan, didalam Raja Mamrat melihat bahwa Rao Surtan terbunuh, kemudian dia melihat harta-hartanya, Raja Mamrat berjalan kelokasi lain, Pangeran Mahaputra mencoba untuk menunjukkan beberapa tanda tapi dia tidak bisa.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *