by

"No Bra Day", Aksi Galang Kewaspadaan Kanker Payudara

-Debroo-64 views

Debroo.com. “No Bra Day”, Aksi Galang Kewaspadaan Kanker Payudara. aksi ini, menjadi trending pada google trends indonesia. Memang, No Bra Day yang dilakukan Di Amerika, setiap tanggal 13 Oktober 2015. Di hari ini, perempuan-perempuan di Amerika diminta berpartisipasi untuk tidak menggunakan bra seharian penuh.

no bra day
no bra day

Perlu diingat loh Broo, mereka melakukan hal ini bukan sekadar untuk bergaya. No Bra Day sendiri dilakukan sebagai wujud keprihatinan dan solidaritas terhadap para penderita kanker payudara.
Oktober juga menjadi bulan peringatan dan waspada kanker payudara. Aksi No Bra Day tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan perempuan tentang bahaya kanker payudara.
Kanker payudara termasuk jenis kanker tertinggi yang menyerang perempuan di Indonesia. Data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 menunjukkan kasus kanker payudara yang menimpa perempuan Indonesia mencapai 12.014 kasus.
Bahkan dari sumber yang dihimpun oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), jumlah penderita kanker payudara di negara berkembang sebanyak 691.300 dengan angka kematian sebanyak 30 persen. Padahal, sebenarnya sebanyak 98 persen penderita kanker payudara bisa selamat jika dilakukan deteksi dini.
Lalu bagaimana cara mendeteksi dini yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksakan diri di mobil mammografi yang tersedia.
Cara yang lebih mudah dan bisa dilakukan sendiri adalah dengan metode SADARI.
Dokter spesialis bedah onkologi, Walta Gautama mengungkapkan untuk melakukan sadari, hal yang paling penting adalah tahu batas-batas payudara.
“Payudara itu bukan cuma yang menonjol. Batas dari atas dua jari di bawah tulang bahu. Batas tengah, garis tengah. Batas samping, garis tengah ketiak. Batas bawah yang melingkar,” katanya beberapa waktu lalu.
Selain itu dia juga menambahkan bahwa prinsip untuk melakukan sadari adalah memeriksa semua bagian secara lengkap dan teratur.
Ada beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Anda bisa melakukannya di rumah secara rutin demi mengontrol kesehatan payudara Anda.
1. Berdiri tegak menghadap cermin. Lihat apakah ada perubahan bentuk atau permukaan kulit, pembengkakan atau perubahan puting. Tapi tak perlu khawatir jika bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris.
2. Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan, lalu cermati payudara. Kemudian dorong siku ke belakang dan cermati bentuk dan ukuran payudara. Saat melakukan gerakan ini otot dada Anda akan berkontraksi dengan sendirinya.
3. Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung dan dorong kedua siku ke depan lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda.
4. Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Gunakan ujung jari tangan untuk meraba dan menekan area payudara dan cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan memutar membentuk lingkaran kecil mulai dari atas ke bawah.
Kemudian buatlah gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya. Lakukan gerakan ini pada kedua payudara Anda.
5. Cubitlah kedua puting Anda. Cermati, apakah puting mengeluarkan cairan atau tidak. Jika ditemukan cairan segera konsultasikan ke dokter.
6. Pada posisi telentang, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan kiri ke atas dan lakukan gerakan meraba dengan menggunakan satu jari secara melingkar pada seluruh bagian dada sampai ketiak.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *