by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 412

-Debroo-86 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 412. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 411 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana pangeran salim yang sudah berhasil membawa kabur bela dan bertemu dengan farhan, namun pangeran salim terluka oleh panah dari seorang prajurit ayah bela, sementara itu raja jalal sangat pusing dengan ulah dari anaknya. Mari Simak kelanjutanya

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 412

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-412-1
Siang itu Pangeran Salim menemui Farhan “Seharusnya kita menang tadi, kau bisa menikah tetapi kenapa kau malah menyuruhku untuk lari darisana, gadis itu sangat mencintaimu, bahkan kau juga mencintainya bukan? , “Aku memang sangat mencintainya tapi Yang Mulia Raja telah mengetahui kau disana, kau dalam sebuah masalah, aku tdak mau menciptakan banyak masalah buatmu” ujar Farhan, “Kau adalah temanku dan aku bisa berbuat apapun untuk temanku, aku telah berjanji pada seseorang bahwa aku akan membuat kalian berdua bersatu dan aku akan memenuhi janjiku, Bela sangat mencintaimu, dia telah memposisikan dirinya dalam keadaan bahaya demi kau, sekarang tugasmulah yang harusnya melindungi dia” kata Pangeran Salim.
Jauh dari istana Amer, Raja Jalal dan Bhagwandas nampaknya sedang ngobrol soal serius yang berkaitan dengan Pangeran Salim “Pangeran Salim tdak tahu kalau dia telah membunuh menantu suku Tribal, disatu sisi aku adalah Raja dan disisi lainnya ada calon pewaris tahta kerajaan Pangeran Salim yang telah kembali beberapa tahun lamanya dan disana ada Ratu Jodha yang sangat mencintai anaknya, aku bingung, apa yang harus aku lakukan?” Raja Jalal nampak gelisah “Kau adalah seorang Raja, kau bisa saja menyerang mereka dan memukul telak suku Tribal” ujar Bhagwandas,
“Aku memang bisa mengalahkan mereka tapi ini adalah sebuah peraturan dan janji, aku telah mengatakan pada mereka bahwa mereka bisa mengikuti peraturan mereka sendiri akan tetapi dengan membunuh mereka, ini akan menunjukkan bahwa aku telah membunuh banyak orang hanya untuk menyelamatkan anakku, ini akan ditulis dalam sejarah bahwa demi menyelamatkan nyawa anakku, aku harus membunuh seluruh suku Tribal” kata Raja Jalal, “Ada satu peraturan yang dapat membuat mereka bisa melepaskan Pangeran Salim, dengan cara ini Pangeran Salim akan selamat dan mereka akan mendapatkan keinginan mereka” jelas Bhagwandas, “Kalau begitu kita harus menemui raja suku Tribal” kata Raja Jalal kemudian mereka berdua meninggalkan tempat tersebut.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-412-2
Dirumah Anarkali, tiba-tiba saja Anarkali teringat bagaimana Pangeran Salim mengatakan tentang sebuah cinta kalau Pangeran Salim akan berdiri dihadapan Raja Jalalludin Muhammad Akbar, “Apa yang akan terjadi pada mereka? bagaimana jika Yang Mulia Raja memberikan dia hukuman?” bathinnya dalam hati, tepat pada saat itu teman Anarkali datang menemuinya “Kenapa kau kelihatan gelisah, Anarkali?” , “Ada yang tdak beres, Hina, ketika aku pergi kepesta pernikahan Bela” kemudian Anarkali menceritakan semuanya ketemannya yang bernama Hina “Kau itu selalu melibatkan dirimu sendiri dalam sebuah masalah” kata Hina, “Aku melakukan ini semua untuk cinta, Bela itu temanku, kau tahu ada temannya Farhan, yang sangat menghargai sebuah arti cinta, yang bisa pergi sejauh apapun untuk cinta orang lain, yang bisa berdiri dihadapan Yang Mulia Raja Raja Jalalludin untuk sebuah cinta, aku hanya berharap dia baik-baik saja saat ini” , “Apakah kau mulai mencintainya?” tanya Hina penasaran, “Bukan seperti itu, dia itu orang yang sangat baik” , “Aku akan mencari tahu apa yang terjadi pada Farhan dan Qutub” bathin Anarkali.
Sementara itu diistana Amer, Pangeran Salim sedang berlatih dengan panahnya, “Aku harus menemukan cara untuk membuat Farhan dan Bela bersatu” bathinnya dalam hati sambil melesatkan anak panahnya dan mengenai tempayan yang dijejer didepannya. Pada saat itu Maan Bai sedang memandangi Pangeran Salim dengan senyum bahagia, tiba-tiba dari arah belakang Ratu Jodha juga datang ketempat tersebut bersama Zakira dan Aram Bano yang menggeret tangan Ratu Jodha, agar Ratu Jodha melihat dengan mata kepala sendiri “Ibu, gadis ini sering sekali menatap kearah Pangeran Salim, dia itu seorang putri raja akan tetapi aku tdak mau siapapun yang menatap kakakku seperti itu terus menerus” gerutu Aram Bano, “Ibu akan memberinya pelajaran” lalu Ratu Jodha memanggil nama Maan Bai berulang kali, Maan Bai baru menyadari keberadaan Ratu Jodha kemudian dia menghampirinya “Kau itu suka memandangi laki-laki ya?” goda Ratu Jodha,
Maan Bai jadi salah tingkah didepan Ratu Jodha “Sebenarnya, aku cuma melihat dia berlatih, bibi” tepat pada saat itu dikejauhan Pangeran Salim beristirahat sebentar dan salah satu prajuritnya yang mengambil tempatnya untuk ikut latihan, kemudian Ratu Jodha menunjuk keprajurit tersebut “Apakah kau memandanginya?” goda Ratu Jodha, Maan Bai mengira itu adalah Pangeran Salim jadi tanpa melihat kearah Pangeran Salim, dia mengatakan iya saja, sementara Aram Bano cemberut melihat kearah Maan Bai. “Aku sangat menyukainya, dia itu seorang ksatria, aku suka melihatnya, hatiku merasa senang kalau melihatnya” ujar Maan Bai sambil menoleh kearah Pangeran Salim berdiri dan dia terkejut karena yang dilihatnya bukan Pangeran Salim melainkan salah satu prajurit “Maksudku bukan dia, bibi, tapi Pangeran Salim” , “Oooh jadi kau suka memandangi anakku ya??” goda Ratu Jodha,
“Melihat cara kau memandangnya, dia bisa saja terjebak jadi aku harus melakukan sesuatu, aku akan sesegera mungkin membuat kau menikah dengannya” kata Ratu Jodha, Maan Bai sangat bahagia sekali mendengarkan ucapan Ratu Jodha “Sungguh, bibi?” Ratu Jodha langsung mengangguk, Maan Bai langsung memeluk Ratu Jodha erat “Lihat pipimu langsung memerah, kau tau Pangeran Salim juga suka memandangimu” , “Aku tdak tahu, bibi, aku hanya berfikir tentang dia, aku tdak bisa tidur, makan” kata Maan Bai, “Kau seharusnya memeriksakan dirimu ketabib dan sepertinya hanya satu orang yang kau sukai yang bisa menyembuhkanmu” goda Ratu Jodha, “Apakah dulu bibi juga mempunyai perasaan yang sama untuk Yang Mulia Raja?” , “Tdak! sebelum menikah, aku dulu sangat membenci dia tapi kemudian perlahan-lahan kebencianku berubah menjadi sebuah cinta” kata Ratu Jodha.
Sementara itu dikerajaan suku Tribal, Raja Jalal dan Bhagwandas datang mengunjungi mereka “Kami akan menerima keputusanmu” ujar Raja Suku Tribal, “Apa yang telah terjadi adalah suatu kesalahan, kami menghargai konstitusimu” kata Raja Jalal, “Lalu kapan kalian akan memberikan Pangeran Salim dan Farhan pada kami?” , “Tdak semuanya” jawab Raja Jalal, “Lalu buat apa kau datang kesini?” , “Aku akan memberikan pajak sebagai ganti nyawa Pangeran Salim, aku janji padamu apapun yang kau minta akan aku berikan padamu”
Kemudian Bhagwandas memberikan sebuah surat pernyataan yang bercap kerajaan Mughal pada raja suku Tribal “Apapun yang kau inginkan akan ditulis disana, bahkan jika kau menginginkan nyawaku, aku akan memberikannya untukmu akan tetapi jangan meminta nyawa Pangeran Salim” , “Kami tdak membutuhkan apapun darimu, kau pikir bahwa kami akan sekarat untuk daerah kekuasaan, ini hanyalah tentang darah yang harus dibayar dengan darah, ini adalah tentang kehormatanku, aku tdak bisa menerima ini semua” bentak raja suku Tribal, “Lalu apa yang kau inginkan?” , “Kau janji bahwa apapun yang aku inginkan, akan kau berikan untukku” kata raja suku Tribal,
“Kalau Raja India mengatakan sesuatu dia akan memenuhi apapun untukmu, apakah kau tdak percaya padanya?”, “Ya aku percaya padamu! kehormatan anak perempuanku telah hilang, tdak ada seorangpun yang mau menikahinya, jadi aku menginginkan keadilan, kau harus menikahi anakku dan membuatnya sebagai istri kesayanganmu!” Raja Jalal langsung terkejut, “dengan begitu kami akan membebaskan Pangeran Salim” , “Jangan lupa pada batasanmu!” bentak Bhagwandas, “Yang Mulia, jangan dengarkan ucapan mereka! kita selesaikan ini semua dimedan perang!” kata Bhagwandas geram, “Baiklah, kau tdak mengikuti keadaan kami, ingkarilah janjimu!” bentak raja suku Tribal, “Cukup! beraninya kau mengatakan bahwa aku akan mengabaikan janjiku sendiri, jangan keluar dari batasanmu! aku siap memenuhi keinginanmu, aku akan menikahi anakmu” ujar Raja Jalal.
“Sebelum kami menikah, aku ingin bertemu dengan anak perempuanmu, sebab dalam ritual dan aturan diagamaku Islam, aku tdak boleh memaksa seorang gadis untuk menikahi aku, karena pernikahan itu akan dianggap tdak ada, jika anak perempuanmu tdak setuju menikah denganku maka aku tdak akan menikahinya walaupun aku harus menikah dengannya” ujar Raja Jalal.
Diistana Amer, Ratu Jodha masih asyik ngobrol dengan Maan Bai, “Cinta itu seperti burung yang selalu terbang diangkasa namun seuatu hari nanti dia akan turun kebumi dan membuat sebuah rumah dihati seseorang” kata Ratu Jodha, “Aku tdak tahu mulai kapan kebencianku berubah menjadi sebuah cinta, Yang Mulia Raja telah memenangkan hatiku dan aku juga telah memenangkan hatinya sejak saat itulah Yang Mulia Raja menjadi bagian yang sangat istimewa untukku, dia adalah segalanya, makanannya, tidurnya, pakaiannya, kemarahannya semuanya menjadi sangat istimewa buatku, kau akan merasakan hal yang sama, cinta itu seperti itu, kau menemukan hatimu pada diri seseorang kemudian kau akan mempunyai anak sebagai bukti cinta kalian berdua” jelas Ratu Jodha,
“Yang Mulia Raja mempunyai banyak istri akan tetapi bagaimana bibi tahu bahwa hanya bibi sajalah yang ada dalam hatinya?” tanya Maan Bai, Ratu Jodha tertawa terbahak-bahak “Bersamaan dengan waktu kau akan tahu segalanya, pernah suatu kali Yang Mulia Raja mengatakan padaku bahwa dia menikahi istri-istrinya itu untuk kepentingan politik akan tetapi hatinya hanyalah milikku saja, Pangeran Salim mungkin akan menikahi banyak putri raja akan tetapi dalam hatinya hanya ada kau saja, itulah cinta, cinta itu bisa menyembuhkan luka dan juga bisa memberikan luka, kau adalah gadis yang beruntung yang akan menikah dengan orang yang mencintai kehidupanmu, akan ada banyak istri untuk berbagi tahta dengan raja akan tetapi pasangan sejati adalah dia yang bisa berbagi masalah, semua masalah hanya dengan pasangan saja.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-412-3
Bela menemui Raja Jalal ditemani oleh ibunya, tak lama kemudian ibu Bela meninggalkan Bela tapi terus menatap Bela dengan tajam seolah oleh mengintimidasinya, Bela sangat gugup dihadapan Raja Jalal, Raja Jalal saat itu tdak memandang kearah Bela “Aku ingin bertanya sesuatu padamu, jangan takut, katakan apa yang ada didalam hatimu, apakah kau siap dengan pernikahan ini?” tanya Raja Jalal sambil terus membelakangi Bela, lama Bela terdiam kemudian “Ya saya siap” Raja Jalal sangat terkejut mendengarnya. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 412 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 413 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *