by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 411

-Debroo-67 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 411. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 410 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana pangeran salim yang membantu farhan namun dengan cara yang salah ia menyusup kepernikahan kekasihnya farhan dan membantu bela keluar dari kerajaannya namun tanpa sengaja pengantin pria yang akan dijodohkan dengan bela mengejar bela namun ia terjatuh dan mati seketika dan ayah bela tidak terima akan hal ini. Mari Simak kelanjutanya

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 411

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-411-1
Ayah Bela meminta Raja Jalal untuk menyerahkan Pangeran Salim pada mereka dan mereka akan membunuhnya “Beraninya kau bicara seperti itu tentang anakku! dia adalah calon pewaris tahta Kerajaan Mughal!” bentak Raja Jalal, “Tapi kau berjanji bahwa kami boleh mengikuti peraturan kami sendiri, kami selalu mengikuti perintahmu, kami tdak pernah melawanmu, kami selalu mendukungmu” ujar ayah Bela, “Kau adalah seorang Raja yang mengirimkan pangerannya yang baru berusia 8 tahun untuk tinggal dirumah seorang nenek tua sebagai hukuman, kau telah mengatur itu menjadi sebuah contoh keadilan lalu kenapa sekarang kau mengatakan kebalikannya?” ujar ayah Bela lagi,
“Sekarang ketika seseorang yang ingin menikahkan anak perempuannya, aku inginkan keadilan, kami tdak pernah mengganggu peraturanmu dan sekarang adalah waktumu untuk memutuskan bahwa kau akan mengikuti aturanmu sendiri atau kau akan pergi dari sini dengan angkuh” ujar ayah Bela, “Jangan khawatir, kau akan mendapatkan keadilanmu, Raja Jalalludin Muhammad Akbar tdak akan melanggar peraturannya sendiri” kata Raja Jalal dan tak lama kemudian Raja Jalal dan Bhagwandas pergi dari tempat tersebut.
Pangeran Salim dan Farhan melarikan kudanya sekencang mungkin, “Pangeran Salim, lebih baik kau pergilah ketepi sungai sementara aku akan masuk kehutan untuk mengalihkan perhatian bala tentara suku Tribal” kata Farhan, merekapun terpisah ketempat mereka masing-masing, saat itu Pangeran Salim mendatangi Anarkali, “Dimana Farhan dan Bela?” Pangeran Salim hanya diam saja tdak menjawab pertanyaan Anarkali “Kau pasti menyuruh mereka untuk sembunyikan kan? kau melakukan pekerjaan yang bagus, Qutub, yaitu dengan menyatukan dua kekasih menjadi satu” , “Aku tdak bisa memenuhi janjiku, aku tdak bisa membuat mereka bersatu” ujar Pangeran Salim, “Ceritakan padaku apa yang terjadi disana?” tanya Anarkali penasaran,
“Aku tdak boleh menjadi lemah, aku akan pergi kesana” , “Jangan! kau tdak boleh kesana lagi, mereka tdak akan membiarkanmu, apalagi aku melihat Yang Mulia Raja disana juga” Pangeran Salim sangat terkejut begitu mendengar ucapan Anarkali, “Yang Mulia Raja juga melihatmu dan kau adalah prajurit dikesatuan tentaranya” , “Aku tdak bisa melupakan janjiku pada Raja alam semesta (Tuhan), hanya karena Raja India, aku harus kesana!” saat itu Pangeran Salim hendak pergi meninggalkan Anarkali, namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan langsung terjatuh dalam pelukkan Anarkali, Anarkali kebingungan melihat Pangeran Salim yang tiba-tiba pingsan dan ketika tangannya memeluk Pangeran Salim, tangannya merasakan banyak darah yang keluar dari punggung Pangeran Salim “Apa yang terjadi padamu, Qutub?” Pangeran Salim cuma diam saja sambil sempoyongan,
“Kau tdak akan apa-apa, Qutub” namun sesaat kemudian dari kejauhan Anarkali melihat iring-iringan rombongan Raja Jalal dan pasukannya menyusuri sungai tersebut, “Aku harus menyelamatkan Qutub, apapun yang terjadi” Anarkali langsung menyembunyikan Pangeran Salim dibelakang batu-batu yang besar sambil memeluknya, Pangeran Salim saat itu masih tak sadarkan diri. Anarkali langsung membuka baju Pangeran Salim dan memandangnya dengan sedih, Anarkali menangis melihat kondisi Pangeran Salim dan melihat kesekitar untuk mencari pertolongan, kemudian dia membawa air dan obat-obatan untuk mengobati lukanya, Anarkali kemudian menyeka luka Pangeran Salim dan mengikat luka itu dengan dupattanya, Pangeran Salim beristirahat dalam pelukkannya, Anarkali memandanginya terus.
Ketika Raja Jalal dan Bhagwandas sudah sampai diistana Amer, “Mereka itu keliru kalau mereka meminta nyawa Pangeran Salim, kita seharusnya menyerang mereka untuk membuat mereka bertekuk lutut” ujar Bhagwandas, “Jangan! ini perkara yang sangat sensitive, Pangeran Salim telah terlibat dalam kehidupan pribadi mereka dan aku telah memberikan hak pada mereka untuk menuruti peraturan mereka sendiri, Pangeran Salim telah membunuh menantu mereka, sebelum memutuskan semuanya ini, aku akan bicara dengan Pangeran Salim terlebih dahulu, tolong jangan katakan pada siapapun mengenai hal ini” tepat pada saat itu Ratu Jodha menghampiri mereka “Yang Mulia, kau pulang begitu cepat, kau sangat memenuhi janjimu rupanya, bagaimana acaranya?” tanya Ratu Jodha penasaran, “Acaranya berjalan lancar, kau seharusnya berada disana” kata Raja Jalal lalu mengajak Ratu Jodha untuk masuk kedalam kamar, sementara Bhagwandaspun menuju kekamarnya sendiri.
Sesampainya dikamar Raja Jalal, sambil membuka turban dan jubah Raja Jalal, Ratu Jodha menceritakan soal pembicaraannya dengan kakak iparnya, “Aku telah meminta kakak ipar secara tdak langsung dan dia siap untuk menyambut pernikahan Pangeran Salim dan Maan Bai, jika ini jadi mereka akan bertunangan terlebih dahulu sekarang, Pangeran Salim pasti akan sangat senang begitu mengetahui kalau dia akan menikah dengan gadis yang dia pilih” ujar Ratu Jodha sambil melepas kalung Raja Jalal,
Sementara Raja Jalal hanya diam saja sambil mendengarkan cerita Ratu Jodha “Dia telah begitu jauh dengan kita untuk waktu yang cukup lama, hidupnya hanya dihabiskan dimedan perang tapi dengan memberikan pasangan hidup yang sesuai dengan pilihannya, mungkin hal itu akan membuatnya bahagia” , “Pangeran Salim dimana?” Ratu Jodha langsung curiga begitu melihat muka Raja Jalal yang sedikit murung “Apa yang terjadi Yang Mulia” Raja Jalal segera menenangkan Ratu Jodha sambil membelai kepalanya “Tdak ada apa-apa, aku cuma ingin bertanya dengan Pangeran Salim apakah dia sudah siap untuk menikah?” ujar Raja Jalal sambil tersenyum “Aku hanya takut kalau saja Pangeran Salim melakukan kesalahan lagi dan kau akan menghukumnya lagi” , “Bukan seperti itu, Ratu Jodha, tdak apa-apa” ujar Raja Jalal lagi sambil tersenyum.
Keesokan harinya, Anarkali sedang mendayung perahu, sementara Pangeran Salim masih tdak sadarkan diri dan terbaring diperahu, ketika Anarkali sedang membasuh mukanya dengan air sungai sambil menciprat-cipratkan kewajahnya, tiba-tiba Pangeran Salim terbangun gara-gara terkena cipratan air dari Anarkali, Anarkali sangat senang melihatnya dan tersenyum sambil menatap kearah Pangeran Salim “Untunglah kau selamat, aku sudah takut begitu melihat luka dipunggungmu itu” Pangeran Salim hanya tersenyum sambil balas memandangnya, kemudian Pangeran Salim mendekati ketepi perahu bermaksud hendak mengambil air untuk minum tapi karena punggungnya sakit, Pangeran Salim merasa nyeri dibagian punggung “Biar aku tolong kau”
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-411-2
Kemudian Anarkali mengambil air sungai itu dengan tangannya dan disuapkannya kebibir Pangeran Salim berkali-kali, merekapun saling memandang satu sama lain, Anarkali tersipu malu, sementara Pangeran Salim hanya tersenyum menatapnya, setelah rasa hausnya berkurang, Pangeran Salim berusaha berdiri dan melihat kearah dupatta Anarkali yang membungkus lukanya, kemudian dilepasnya dupatta tersebut dan menggantinya dengan bajunya sendiri, Anarkali tampak malu-malu melihat Pangeran Salim, kemudian Pangeran Salim mengembalikan dupatta Anarkali, Anarkali segera mengambilnya dan langsung mengenakannya “Kau harus pergi sekarang, karena Yang Mulia raja pasti mencarimu” ,
“Aku tdak takut dengan Yang Mulia Raja, untuk seorang pejuang cinta, aku akan berdiri seperti sebuah dinding didepan Yang Mulia Raja, aku tdak akan membiarkan Farhan patah hati dan aku juga tdak akan membuat harapan Bela hancur, aku bisa melawan siapapun untuk sebuah cinta” kata Pangeran Salim, “Bukankah kau takut dengan Yang Mulia Raja?” , “Aku tdak peduli pada siapapun ketika cinta itu datang dan aku tahu aku tdak bersalah karena aku ini penuh dengan cinta” kata Pangeran Salim, Anarkali sangat kagum pada Pangeran Salim, kemudian Pangeran Salim menuju kudanya dan tiba-tiba menoleh kearah Anarkali “Terima kasih untuk pertolonganmu, sekarang aku memberikan kebahagiaan untuk hidup Farhan dan Bela, itu adalah janjiku!” , kemudian dia berlalu darisana dengan kudanya, Anarkali tersenyum bahagia.
Ketika Raja Jalal selesai melakukan sholat, tak berapa lama kemudian Pangeran Salim menemuinya , “Salam Yang Mulia” sapa Pangeran Salim, “Dari mana saja kau?” , “Aku yakin ayah tahu kemana aku pergi karena ayah disana juga, ayah bisa menghukumku akan tetapi aku tdak melakukan kesalahan apapun, Farhan dan Bela saling mencintai satu sama lain, Bela meminta Farhan untuk membawanya pergi darisana, aku hanya menolong mereka, buatku cinta itu bukanlah suatu kejahatan, ayah Bela memaksa Bela untuk menikah, tapi Bela tdak mencintai laki-laki itu, apakah itu sebuah kejahatan?” kata Pangeran Salim,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-411-3
Sementara Raja Jalal diam saja sambil mendengarkan secara seksama, “Itulah mengapa aku ada disana dan menghentikan pernikahan itu, aku tdak bermaksud melawan siapapun dan kalau ayah pikir tindakanku ini salah, ayah boleh menghukumku tapi aku tetap tdak akan membiarkan Bela menikahi pangeran itu” jelas Pangeran Salim kemudian berlalu dari hadapan Raja Jalal, dalam hati Raja Jalal berkata : “Yaa Khudaa, Pangeran Salim tdak tahu kalau dia telah membunuh pangeran tersebut”. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 411 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 412 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *