by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 410

-Debroo-55 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 410. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 409 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana pangeran salim mengerjai murad karena mengirim surat pada anarkali, lalu pangeran salim meminta maaf dengan berkata bahwa ia adalah qutub. Sementara itu ratu jodha dengan ketidaktahuannya mempercayai bahwa gadis yang disukai pangeran salim adalah Maan Bai. Mari Simak kelanjutanya

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 410

Malam itu Pangeran Salim sedang mengendarai kudanya dan segera menemui Farhan, “Apa yang kau pikirkan, kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau Bela itu mau menikah, seharusnya kau katakan padaku jadi kita bisa bersama-sama pergi ketempat Bela” kata Pangeran Salim, “Itulah mengapa aku tidak menceritakannya padamu karena kau pasti akan meninggalkan pesta itu, aku juga merasa menyerah dgn nasib cintaku ini” , “Waaah, dia adalah gadis yang telah menunjukkan nyalinya dan kau pasrah begini saja?” bujuk Pangeran Salim.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-410-1
“Aku memang mencintainya tapi dia seorang putri raja dan aku cuma rakyat biasa, kami tidak bisa bersatu”, “Lalu kenapa kau tidak memikirkan hal ini sebelum kau mencintainya?” tanya Pangeran Salim lagi, “Cinta tidak mempunyai batasan, hal itu bisa terjadi begitu saja” bela Farhan, “Kalau begitu kau harus mempertahankan cintamu, kau harus memenangkan cintamu, dia pasti sudah menunggumu, kau harus segera menemuinya dan buatlah kepastian bahwa kau bisa mendapatkan cintamu, aku adalah calon pewaris tahta kerajaan, aku memerintah beberapa daerah dinegeri ini” kata Pangeran Salim,
“Mereka hidup didalam hutan, mereka tidak mengikuti peraturan kerajaan Mughal, Yang Mulia Raja tidak bisa melawan mereka” jelas Farhan, “Tapi aku bisa! sebuah pesan cinta lebih besar dari apapun, aku telah berjanji pada seseorang bahwa seorang putri raja bisa mencintai seorang rakyat biasa, aku tidak akan mengecewakannya, pernikahanmu akan segera terjadi dan aku bisa memastikan bersama Bela” kata Pangeran Salim.
Sementara itu diistana Amer, ketika Raja Jalal sudah bersiap mau berangkat keacara pernikahan anak raja suku Tribal, “Mana Pangeran Salim? aku sudah siap mau berangkat memberikan selamat untuk pasangan pengantin” tanya Raja Jalal, “Aku juga tidak tahu dimana Pangeran Salim, Yang Mulia” ujar Ratu Jodha, tepat pada saat itu pelayan datang menghampiri mereka “Pangeran Salim tidak ada dikamarnya, Yang Mulia Raja”, “Mungkin Pangeran Salim tidak ingin pergi, jangan khawatir, pergilah saja” bujuk Ratu Jodha, “Jika Pangeran Salim tidak ada disini, aku akan memberikan selamat pada pasangan yang berbahagia itu sendiri” dilain sisi Pangeran Salim berkata ke Farhan “Pernikahan ini tidak akan terjadi, bagaimanapun keadaannya nanti!” ujar Pangeran Salim.
Ayah Bela memerintahkan bala tentaranya untuk mengatur acara penyambutan Raja Jalal dgn baik pada saat pesta pernikahan nanti. Ketika hari sudah malam, Pangeran Salim, Anarkali dan Farhan nampak sedang menggunakan sebuah perahu, “Nyawamu itu sangat berharga, lebih baik tinggalkan ini semua” pinta Farhan, “Kau tau kan kalau aku suka bermain dalam bahaya dan kali ini saatnya membantu kehidupan temanku jadi aku akan melakukan apapun!”ujar Pangeran Salim, “Terima kasih Pangeran Salim” Anarkali yang saat itu diam saja mendengarkan pembicaraan mereka berdua langsung tercengang, ”Bukankah dia itu Qutub?” Pangeran Salim langsung memberikan kode kearah Farhan untuk membenarkan dugaan Anarakali,
“Ooh iyaa, dia Qutub, aku tadi tiba-tiba saja teringat sama Pangeran Salim” jelas Farhan sambil masih terus mendayung, “Untung saja, dia tidak ada disini, kalau dia ada disini lebih baik aku lompat dari perahu ini” kata Anarkali, “Dia itu sebenarnya tidak jahat hanya saja dia itu seorang pangeran” ujar Farhan, “Iya , kau benar, Farhan, dia itu seorang calon pewaris tahta kerajaan jadi dia memiliki tingkah laku tersendiri”, “Pangeran Salim harusnya bersama kalian tapi itu tidak dia lakukan dan Qutub malah datang untuk menolong temannya, itulah mengapa aku lebih menyukai rakyat biasa dari pada anggota keluarga kerajaan” kata Anarkali, “Iyaaa aku juga” sahut Pangeran Salim.
Pangeran Salim lalu menyuruh Farhan untuk istirahat terlebih dahulu, sementara dia yang mendayung bersama Anarkali, sesaat kemudian Farhanpun tertidur. Pangeran Salim dan Anarkali saling berpandang pandangan satu sama lain tapi lalu mengalihkan pandangannya kesisi lalin, tapi kadang mereka saling curi-curi pandang, “Mengapa kau mengambil resiko untuk nyawamu sendiri demi Bela agar bisa bertemu dgn kekasihnya, Qutub?” Anarkali mencoba membuka pembicaraan, “Meskipun nanti kalau aku kehilangan nyawaku, aku tetap akan bahagia sebab aku dibunuh karena cinta, cinta yang membuat aku hidup, aku mati karenanya, kematian karena cinta lebih baik daripada sebuah surga” jawab Pangeran Salim,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-410-2
“Kau punya pemikiran yang bagus, perempuan yang kau cintai pasti sangat beruntung, karena kau seseorang yang bisa melakukan apapun untuk cinta orang lain, lalu apa yang akan dia lakukan untuk cintanya sendiri?” kata Anarkali, “Semuanya, cintaku adalah duniaku” , “Aku yakin anggota keluarga kerajaan tidak akan bisa berfikiran seperti itu” kata Anarkali lagi, “Aku pikir pangeran dan pengemis keduanya sama-sama harus mendapatkan cinta” , “Kalau begitu jagalah hatimu baik-baik, dari beberapa gadis” kata Anarkali, “Aku sudah memberikan hatiku untuk seseorang”, mereka saling menatap satu sama lain kemudian saling melemparkan senyuman, tiba-tiba Anarkali seolah-olah hendak jatuh dari perahu tapi dgn sigap Pangeran Salim langsung memegangnya, merekapun saling memandang satu sama lain, lagu ab tu hi bata tere hun main kia terdengar sangat indah.
Pangeran Salim segera membangunkan Farhan karena mereka sudah sampai ditujuan, “Aku tidak tahu bagaimana caranya membalas semua kebaikannmu” , “Kau dapat membalasnya dgn semua cintamu” jawab Pangeran Salim. Kemudian Pangeran Salim membantu Anarkali keluar dari perahu, dia meminta Anarkali untuk pergi menemui Bela dan mengajaknya keluar dari istana, kemudian mengajak Bela kesungai “Kalau kau tidak datang kesungai, maka aku akan mengira kalau nyawamu dalam bahaya dan aku tidak bisa berkonsentrasi, jadi berilah sebuah pesan ke Bela lalu kembalilah kemari” ujar Pangeran Salim, sesaat kemudian mereka pergi ketempat mereka masing-masing.
Sementara itu Raja Jalal dan Bhagwandas sudah datang kepesta pernikahan itu, mereka menyalami ayah Bela dan Raja Jalal memberikan beberapa hadiah untuk mereka “Kami ingin memberikan penghormatan kami pada anda” ujar ayah Bela, lalu ayah Bela memakaikan Raja Jalal sebuah turban khas suku Tribal, begitu pula Bhagwandas dan pestapun dimulai.
Saat itu Anarkali berhasil menghampiri Bela yang sedang dirias sebagai seorang pengantin sambil menangis, “Jangan menangis lagi, kekasihmu Farhan sudah datang untuk membawamu pergi, bersiaplah untuk menemuinya” bisik Anarkali, “Baguslah kalau begitu, dia sudah datang, kalau tidak aku sudah ingin mati saja karena pernikahan ini”.
Diluar halaman Raja Jalal bertemu dgn pengantin pria dan memberikan selamat pada sang pengantin. Tepat pada saat itu para gadis membawa Bela untuk melangsungkan pernikahannya, Anarkali terkejut dan Pangeran Salim dari kejauhan bisa melihat Bela mau menghampiri keruang pesta pernikahan, lalu Pangeran Salim menyuruh Farhan untuk mendatangi Bela dan dia yang akan mengawasinya. Anarkali juga sangat terkejut ketika melihat ternyata Raja Jalal juga ada disana “Yang Mulia Raja ada disini, kalau dia mengetahui Qutub dan Farhan ada disini, ini akan menjadi masalah besar, aku harus memberitahunya” ujar Anarkali namun pada saat itu Farhan sudah mendekati iring-iringan Bela dan langsung menggendong Bela keatas bahunya dan mulai berlari sekencang mungkin darisana, semua yang hadir disana terkejut, para gadispun berteriak kencang “Orang Mughal menculik Bela!” teriak mereka, ayah Bela langsung menyuruh bala tentaranya untuk mengikuti Farhan. “Siapa yang telah berani melakukan ini semua?” tanya Raja Jalal penasaran,
ayah Bela menyuruh bala tentaranya untuk menghajar mereka dgn panah, salah satu panah mereka mengenai Pangeran Salim, namun panah tersebut langsung dicabut seketika itu juga oleh Pangeran Salim dari balik punggungnya dan dia mulai melawan para tentara suku Tribal dgn pedangnya, “Farhan, pergilah kau dari sini! pergi!” perintah Pangeran Salim, saat itu Raja Jalal berusaha mencari tahu ada apa gerangan yang terjadi, “Farhan, kita telah dikepung tapi kita tidak mungkin meninggalkan Bela disini!” ujar Pangeran Salim sambil terus melumpuhkan bala tentara suku Tribal dgn panahnya, “Nyawamu lebih penting daripada cintaku, biarkan kita tinggalkan Bela disini!” kata Farhan, “Pergilah kalian! pergi! sebelum ayahku menangkap kalian!” ujar Bela, akhirnya Pangeran Salim dan Farhan mengendarai kudanya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Dari kejauhan Raja Jalal bisa mengenali anaknya “Dia itu Sekhu Baba!” kata Raja Jalal, tepat pada saat itu pengantin pria berusaha mengejar mereka dibelakang dgn tombaknya, namun Pangeran Salim berhasil melumpuhkannya dan segera pergi darisana, pengantin pria itu kehilangan keseimbangan kemudian dia berguling-guling jatuh ditanah dan kepalanya mengenai batu dan seketika itu juga meninggal dunia. Para bala tentara suku Tribal langsung membawa jenazah pengantin pria itu kehadapan ayah Bela, mereka semua terkejut. Raja Jalal langsung mendoakan arwah pengantin pria dan jenazahnya langsung dibawa darisana. “Apa yang telah terjadi seharusnya tidak boleh terjadi, dan bagian yang paling buruk adalah anakku Pangeran Salim ikut andil dalam hal ini” kata Raja Jalal,
“Karena pengantin pria telah wafat, maka kami akan mengambil orang Mughal yang telah berusaha menculik anak perempuanku, anakmu Pangeran Salim telah menolong seorang prajuritmu untuk menculik anak perempuanku, prajurit itu pasti telah mengambil keuntungan dari hubungan pertemanannya dgn Pangeran Salim” kata ayah Bela, sementara Raja Jalal dan Bhagwandas mendengarkan dgn seksama, “Aku telah kehilangan menantuku, Pangeran Salim adalah seorang penjahat!” kata ayah Bela,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-410-3
“Kalau Pangeran Salim telah melakukan hal ini pasti ada alasan tersendiri kenapa dia melakukannya, dia tidak bisa membunuh orang dgn cara seperti ini” ujar Raja Jalal tenang namun menahan amarah, “Dia adalah penjahat bagi suku kami, kami inginkan keadilan! kami ingin darah dibayar darah! aku ingin Pangeran Salim dibunuh juga!” kata ayah Bela, “Cukuupppp!” ujar Raja Jalal sambil mengeluarkan pedangnya yang diikuti oleh Bhagwandas. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 410 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 411 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *