by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 409

-Debroo-76 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 409. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 408 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Raja Jalal dan Ratu Jodha sedang berusaha mengambil hati putranya dengan mendukung dan berusaha membantu Salim dalam mendekati seorang wanita yang disukai putranya itu, Namun Rupanya salah sasaran. Mari Simak kelanjutanya

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 409

Malam itu setelah selesai upacara penobatan Maan Sigh menjadi seorang raja. Murad dan Danial sedang ngobrol santai ditenda mereka. “Sekarang Maan Sigh sudah menjadi seorang raja, seharusnya kita pergi berburu” kata Murad, “Aku tidak mau ikut, aku cuma ingin makan saja” ujar Danial, tepat pada saat itu Pangeran Salim menghampiri mereka berdua, “Pangeran Salim, aku pikir bagaimana kalau kita pergi berburu ?” pinta Murad, “Boleh, tapi pertama, katakan padaku siapa yang telah menembakkan sebuah senjata dibahuku?”, “Apa yang terjadi, Salim?” tanya Danial penasaran,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-409-1
Tak lama kemudian Pangeran Salim mengeluarkan surat yang mereka tulis yang ditujukan untuk Anarkali, “Apakah ini caranya bergurau? aku tahu dengan pasti bahwa salah satu diantara kalian yang telah melakukan ini! katakan sejujurnya siapa yang telah melakukan ini!” bentak Pangeran Salim sambil melangkah menuju ke Danial “Kau bisa melakukan ini karena yang kau pikirkan itu cuma makanan saja!” Murad tersenyum girang melihat Salim curiga pada Danial namun kemudian Pangeran Salim berbalik kearah Murad, “Katakan padaku kenapa kau lakukan ini?” ,
“Aku sudah bilang padanya bahwa kau pasti akan marah tapi dia tdak mau mendengarkan aku, Pangeran Salim” jelas Danial, “Jadi kau Murad yang melakukan ini?” ujar Pangeran Salim sambil menjewer telinga Murad dan memukul perutnya hingga Murad jatuh tersungkur kekursi “Aku kira dengan begitu aku bisa membantumu, Pangeran Salim” , “Aku akan katakan padamu bagaimana caranya untuk mendapatkan itu semua” ujar Pangeran Salim sambil memukul perut Murad lagi, “Kau akan mendapatkan hukuman!” , “Aku akan meminta maaf jika kau ijinkan” pinta Murad, “Sekarang tdak ada yang bisa dilakukan!” kata Pangeran Salim,
Sementara Murad bergeser mendekati Danial yang berdiri dibelakang Pangeran Salim, “Bagaimanapun juga Pangeran Salim itu sangat peduli pada gadis itu” bisik Murad ke Danial, “Apakah kau mengatakan sesuatu?” tanya Pangeran Salim, “Tdak, tdak Pangeran Salim. “Setelah kejadian ini, kalau kalian berdua berbuat seperti ini lagi, aku tdak akan berbaik-baik lagi dengan kalian!” gertak Pangeran Salim, kemudian Pangeran Salim pergi meninggalkan mereka sambil tersenyum geli. “Untung kau selamat, seorang pewaris tahta kerajaan bisa melakukan apa saja” kata Danial, “Pangeran Salim itu lebih tua dari kita jadi aku menerima pukulannya, apakah kau juga ingin dipukul?” tanya Murad, “Jangan!” jawab Danial cepat , “Aku pikir Pangeran Salim tdak akan mau berburu, matanya hanya tertuju pada seseorang saja” kata Murad.
Sementara itu dikamar Maan Bai, Maan Bai sedang berdandan dibantu oleh para pelayannya ketika Ratu Jodha datang menemuinya, Maan Bai langsung senang begitu melihat Ratu Jodha dan memberi salam, “Bibi, kalau bibi ingin bertemu aku, bibi tinggal panggil aku saja, tdak usah bibi yang mendatangiku seperti ini” kata Maan Bai, “Siapa yang memanggilmu, aku tdak ingin memanggilmu tapi aku ingin mendadanimu” ujar Ratu Jodha, “Oh ya? mengapa?” ,
“Apakah aku boleh membantumu bersiap-siap? sudah beberapa tahun lamanya aku tdak menghabis waktuku bersamamu, dulu ketika terakhir kalinya aku datang ke Amer, kau masih sangat kecil dan sekarang, lihat kau telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, putri Rajvanshiku” puji Ratu Jodha sambil menyisir rambut Maan Bai, “Tapi tdak ada yang bisa menyaingi kecantikanmu, bibi” puji Maan Bai,
Ratu Jodha hanya tersenyum kemudian melihat perhiasan kepala yang bentuknya desain bulu burung merak dimeja rias Maan Bai. “Maan Bai apakah kau sudah bertemu dengan Pangeran Salim? dia juga sudah besar sekarang” ujar Ratu Jodha, “Sebenarnya, aku takut, dia selalu mengejek aku ketika masih kecil dulu jadi aku kira mungkin dia akan melakukan hal itu lagi padaku” , “Waktu itu kan dia masih kecil tapi sekarang dia sudah besar, dia tdak akan melakukan hal itu lagi sekarang, kalaupun dia mengejekmu lagi, katakan saja pada bibi, bibi akan memberinya pelajaran” kata Ratu Jodha sambil mendadani Maan Bai dengan mengepang rambutnya yang panjang, “Jadi, bagaimana kau pendapatmu? apakah dia tampan?” tanya Ratu Jodha penasaran,
“Sejak kecil dia sudah tampan, bibi” ujar Maan Bai, “yang bibi katakan yang sekarang bukan waktu kecil dulu, apakah kau menyukainya?” Ratu Jodha mulai bertanya lebih jauh lagi, sementara itu Maan Bai tampak malu-malu mendengar pertanyaan Ratu Jodha, pipinya langsung bersemu merah dan jantungnya berdetak sangat cepat, “Aku akan kembali lagi nanti, bibi” begitu ujar Maan Bai sambil pergi berlari meninggalkan Ratu Jodha, Ratu Jodha hanya tersenyum melihat tingkah keponakannya dan dilihatnya lagi perhiasan kepala yang berbentuk bulu burung merak.
Saat itu Maan Bai berlari keluar kehalaman istana, dadanya bergemuruh sangat kencang dan tanpa dia sadari ternyata diluar dia melihat Pangeran Salim sedang berlatih tali rantainya sambil bertelanjang dada, Maan Bai sangat senang melihat Pangeran Salim. Ditempat Pangeran Salim berdiri, saat itu Pangeran Salim berlatih sambil ditemani oleh Qutub “Aku harus bertemu dengan gadis itu, Qutub, aku harus meminta maaf padanya, dia pasti sangat terluka” kata Pangeran Salim sambil teringat kembali pertemuannya dengan Anarkali dan Pangeran Salimpun tersenyum mengingatnya.
Tepat pada saat itu ditempat Maan Bai berdiri yang masih terus terpesona melihat Pangeran Salim yang sedang latihan, Jagat Gosain menghampiri Maan Bai bersama beberapa pelayannya “Maan Bai, apa yang kau lihat?” tanya Jagat Gosain, namun Maan Bai hanya diam saja sambil terus memandangi Pangeran Salim, kemudian Jagat Gosain melihat juga kearah Pangeran Salim “Ooh pemandangan ini memang sangat berharga untuk ditonton, dia memang tampan dan seorang ksatria” kata Jagat Gosain, sementara itu Aram Bano adik Pangeran Salim yang masih kecil melihat mereka dari belakang “Gadis-gadis ini semuanya hanya memandangi Pangeran Salim saja” bathin Aram Bano.
Dikamar Raja Jalal, saat itu Raja Jalal sedang ngobrol bareng Bhagwandas kakak Ratu Jodha ketika Ratu Jodha datang menemui mereka, kemudian Bhagwandas mohon pamit. Sepeninggal Bhagwandas, Ratu Jodha bertanya ke Raja Jalal, “Kau mau kemana Yang Mulia?” , “Aku diundang kepernikahan suku Tribal, anak perempuan sang raja yang bernama Bela akan menikah, aku akan datang kesana” ujar Raja Jalal, “Ini adalah kebaikkanmu, Yang Mulia, kau adalah Raja India dan memberikan banyak penghormatan untuk suku Tribal” kata Ratu Jodha,
“Mereka telah hidup dihutan tapi mereka juga melindungi Negara kita dengan keberanian mereka, oleh karena itu aku telah membuat pernyataan bahwa mereka bisa menjalankan daerah kekuasaan mereka dengan peraturan mereka sendiri, peraturan kita tdak akan dipaksakan pada mereka” jelas Raja Jalal, “Kau juga harus ikut denganku, Ratu Jodha” pinta Raja Jalal, “Tdak, Yang Mulia, aku ingin ngobrol-ngobrol sama kakak ipar, kau saja yang pergi lalu kapan kau pulang?” tanya Ratu Jodha, “Kalau tdak ada kau, aku tdak akan tertarik untuk berlama-lama disana, aku akan segera pulang” , “Mengapa mereka tdak mengirimkan undangannya ke Agra?” tanya Ratu Jodha,
“Pernikahannya terjadi secara tiba-tiba” , “Kalau begitu ajak saja Pangeran Salim kesana, hubungan kalian berdua semakin baik akhir-akhir ini dan nanti kau juga akan tahu apakah dia menyukai Maan Bai atau tdak” tepat pada saat itu Aram Bano anak perempuan mereka datang menghampiri mereka “Salam Ayah” Raja Jalal sangat senang sekali melihat Aram Bano datang menemuinya, setelah menjawab salam Aram Bano, Raja Jalal menyuruh anaknya menghampirinya dan bermaksud memelukknya tapi Aram Bano segera menghentikan langkahnya dan duduk dikursi yang dekat tempat tidur,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-409-2
Raja Jalal bingung melihat tingkah anak perempuan kesayangannya ini “Ada apa ini? apa yang terjadi?” ujar Raja Jalal sambil menghampiri Aram Bano dan menggendongnya kemudian didudukkannya ditengah-tengah diantara Ratu Jodha dan Raja Jalal, “Aku bisa melihat apa yang tdak bisa ayah lihat” kata Aram Bano, “Oh ya, kalau begitu katakan pada kami, apa itu?” tanya Ratu Jodha, “Aku takut kalau Pangeran Salim dijahati sama orang lain, ibu, aku sudah melihat ada dua orang putri raja yang memperhatikan Pangeran Salim terus, satunya baik yang satunya lagi jahat” Raja Jalal dan Ratu Jodha tersenyum mendengarnya, “Lalu siapa yang baik?” tanya Ratu Jodha, “Maan Bai sangat baik, dia kalau berbicara padaku sangat lembut sekali” kata Aram Bano, “Abujaan (ayah) harus menyelesaikan semua ini, atau kalau tdak Pangeran Salim akan dijahati oleh orang lain” Ratu Jodha sangat gemas sekali dengan anak perempuannya ini, Ratu Jodha langsung memeluknya sementara Raja Jalal mencium kening Aram Bano.
Sementara itu Pangeran Salim mencoba mendatangi rumah Anarkali, saat itu Anarkali sedang mendekorasi tembok rumahnya dengan lumpur, “Aku ingin minta maaf atas kelakuan Pangeran Salim” kata Pangeran Salim, Anarkali kaget begitu tau Pangeran Salim datang kerumahnya “Ini adalah kesalahannya mengapa kau yang minta maaf?” , “Tdak bukan dia tapi saudaranya yang mencoba bercanda denganmu dan dia benar-benar telah menegur mereka ketika dia tahu apa yang terjadi sebenarnya” , “Aku tdak akan memaafkannya meskipun dia datang kesini, apakah dia akan datang kesini dan membantu aku seperti yang kau lakukan? apakah dia pernah menolong seorang rakyat biasa? dia adalah seorang calon pewaris tahta kerajaan bagaimana dia tahu bahwa seorang rakyat biasa juga mempunyai sebuah hati, aku benci dia!” jelas Anarkali.
“Dia adalah temanku tapi dia juga pewaris tahta kerajaan, kita tdak bisa mengatakan sesuatu padanya” , “Aku membencinya” , “Kau membencinya?” , “Aku membenci semua raja-raja dan pangerannya, mereka semua itu sama” kata Anarkali geram, Pangeran Salim bertanya-tanya dalam hati bagaimana dia bisa memperbaiki citranya didepan Anarkali, tepat pada saat itu prajurit suku Tribal lewat disamping rumah Anarkali, “Apakah kau pernah mencintai seseorang? seperti Farhan yang mencintai Bella, teman yang seperti apa kau ini? apakah kau tdak tahu?” Anarkali terus nyerocos sementara Pangeran Salim hanya diam membisu “Mengapa Farhan tdak menceritakan semua ini padaku?” Pangeran Salim pura-pura tdak tahu,
“Seperti yang aku bilang padamu, aku benci anggota keluarga kerajaan, mereka semua itu sama” , “Aku tdak akan membiarkan semua ini terjadi, aku akan membantu Farhan mendapatkan cintanya, aku akan melakukan semuanya untuk mereka, aku janji!” janji Pangeran Salim, “Tapi ini pesta pernikahan kerajaan, apa yang bisa kita lakukan? pernikahan hanya untuk kesepakatan dan keuntungan disini” , “Sebuah hubungan itu antara dua hati” kata Pangeran Salim, “Apakah kau pernah mencintai seorang putri raja? dia akan menyakiti hatimu untuk seorang raja, kalau aku selalu menjauh dari pangeran, mereka semua itu sama saja, dia akan menyakiti hatiku untuk seoang putri raja” kata Anarkali,
“Kau mengatakan semua ini karena kau tdak pernah bertemu dengan seorang pangeran” kata Pangeran Salim saat itu Anarkali mau naik keatas kursi untuk menyelesaikan pekerjaannya tapi tiba-tiba dia terpeleset dan terjatuh hingga mengenai Pangeran Salim, untung Pangeran Salim segera memeganginya, merekapun saling memandang satu sama lain dan lagu ‘tum se shuru ishq ki dastan’ mulai terdengar, tak lama kemudian mereka tersadar dan merenggangkan pelukan mereka “Maafkan aku, aku mengotori bajumu, aku akan mencucinya” ,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-409-3
“Tdak usah tdak apa-apa, aku harus pergi” kata Pangeran Salim, “Kau mau pergi ke Pangeran Salim? katakan padanya bahwa aku tdak bisa menerima permintaan maafnya, maafkan aku” ujar Anarkali, “Tdak, pertama aku akan pergi ke Farhan, dia lebih membutuhkan aku” , “Perkiraanmu benar, jika kau membutuhkan aku untuk soal ini, kau bisa memanggil aku” kata Anarkali, “Tentu saja dan aku janji aku akan membuat Bela dan Farhan bersatu, bahkan jika aku melakukan sesuatu untuk mereka” kemudian Pangeran Salim berpamitan dan pergi meninggalkan Anarkali, “Dia memang orang yang baik dan bukan seorang pangeran tapi hanya seorang prajurit biasa” ujar Anarkali.
Sementara itu diistana Amer, Ratu Jodha kembali menemui Raja Jalal yang baru selesai berdandan, Ratu Jodha membawakan kepingan-kepingan emas sebagai hadiah untuk raja Tribal yang mau menikahkan anak perempuannya “Yang Mulia, aku bawakan emas-emas ini untuk pengantin perempuan” , “Mereka sudah kaya dengan hasil tambang emas mereka, Ratu Jodha” , “Ini bukan tentang emasnya tapi perhatian kita dibalik hadiah ini” jelas Ratu Jodha, “Lalu mana Pangeran Salim?” , “Aku juga tdak tahu, dia telah melarikan diri dari pernikahan, maka diapun tdak ingin pergi kesetiap pesta pernikahan” kata Ratu Jodha,
“Aku dulu menikah pada usia 9 tahun, aku juga tdak tahu apa itu pernikahan, ketika kau datang dalam kehidupanku, aku baru tau apa itu artinya sebuah hubungan pernikahan, oleh karena itu aku ingin mengajak Pangeran Salim jadi dia bisa melihat bagaimana sebuah pernikahan itu terjadi, semua orang merayakan hubungan kedua pasangan ini” jelas Raja Jalal, “Sudah lupakan saja, kau kan mempunyai banyak istri, Yang Mulia” ujar Ratu Jodha sambil membenahi baju Raja Jalal,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-409-4
“Ini masalahnya, semua orang berfikir kalau kehidupan seorang raja itu menyenangkan karena dia mempunyai banyak istri tapi coba tanyakan padaku, bagaimana caranya mengurusi semua istri tersebut?” dari arah belakang Ratu Jodha memukul bahu Raja Jalal, “Lihat, aku adalah Raja Jalalludin Muhammad Akbar seorang raja yang bisa memukul semua musuh musuhnya tapi langsung menyerah ketika dipukul oleh istrinya sendiri” Ratu Jodha tertawa mendengarnya sedangkan Raja Jalal tersenyum bahagia. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 409 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 410 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *