by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 408

-Debroo-69 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 408. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 407 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana pangeran salim yang senang karena yang ia temui beberapa kali itu bukan kekasih farhan melainkan teman kekasihnya, mulai tumbuh rasa penasaran untuk mengetahui siapa gadis itu yang tak lain adalah anarkali, sementara itu kesalahpahaman antara pangeran salim dan ratu jodha masih terus terjadi karena pangeran salim belum bisa melupakan kejadian masa lalunya. Mari Simak kelanjutanya

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 408

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-407-3
Malam itu dikamar Pangeran Salim, Pangeran Salim memeluk ayahnya, Raja Jalal. Kemudian Raja Jalal mengajaknya untuk duduk bersamanya, merekapun duduk bersama, “Apakah kau menyukai seseorang?” Pangeran Salim langsung mengangguk “Iyaaa dan aku sangat menyukai gadis ini” , “Waaah, siapa namanya?” tanya Raja Jalal penasaran, “Aku tidak tau namanya, ayah tapi aku melihatnya kemarin dipesta, dia mengenakan perhiasan diatas kepalanya itu hiasan desain bulu merak” , “Apakah ayah harus bertanya padanya?” .
“Jangan, jangan ayah, dia tidak menyukaiku, dia membenciku” , “Ini satu hal yang cukup menarik, kau tahu, dulu ibumu juga membenci ayah, meskipun kami sudah menikah, tapi akhirnya ayah bisa membuat ibumu mencintai ayah” Raja Jalal mencoba memberikan penjelasan pada anaknya, “Ayah akan menjelaskan padamu apa itu artinya cinta, ayah akan selalu bersamamu, ayah akan memberitahumu bagaimana caranya mengubah kebenciannya menjadi sebuah cinta diantara kalian berdua” Pangeran Salim langsung tersenyum mendengarnya, namun ketika dilihatnya anaknya sedikit mengantuk, Raja Jalal langsung menyuruh Pangeran Salim untuk beristirahat dan membimbingnya untuk tidur diatas kasurnya,
“Ayah, tolong jangan katakan pada ibu yaaa kalau aku mabuk tadi, ibu pasti marah” pinta Pangeran Salim sambil berbaring ditempat tidurnya, “Ayah janji, ayah tidak akan mengatakan apapun pada ibumu, jangan khawatir, tidurlah” kemudian Pangeran Salimpun tertidur dan Raja Jalal dengan penuh perhatian menyelimuti anaknya dengan selimut, sesaat kemudian Raja Jalal tidur disofa dekat tempat tidur Pangeran Salim.
Keesokan harinya, ketika Pangeran Salim bangun, Pangeran Salim memanggil pelayannya untuk membawakannya air putih, tiba-tiba didepannya ada seseorang yang memberikan segelas air putih dan menyodorkan gelas itu kearahnya, namun ketika Pangeran Salim mendongak keatas untuk melihat siapa yang membawakannya gelas tersebut, dilihatnya ayahnya lah yang berdiri disana sambil membawa gelas untuk Pangeran Salim, Pangeran Salim langsung terkejut dan segera berdiri “Yang Mulia Raja, kau?” ujar Pangeran Salim sambil ketakutan.
“Minumlah dulu airnya” pinta Raja Jalal, Pangeran Salimpun meminumnya, “Apakah kau ingat apa yang terjadi semalam, Sekhu Baba? kau mabuk karena anggur” , kemudian Raja Jalal menunjukkan beberapa gambar putri raja “Dan sekarang sebagai hukumannya adalah kau harus menikahi salah seorang gadis yang telah dipilih oleh ibumu ini” , “Ayah kan tahu kalau itu bukan salahku, seseorang telah membuat aku mabuk, ayah” , “Tapi siapa yang nanti akan menenangkan ibumu?” tanya Raja Jalal, “Kata ayah semalam, ayah akan mengurus semuanya?” Pangeran Salim mulai bingung dengan sikap ayahnya, “Aku seorang raja, aku lupa apa yang aku katakan tadi malam, aku bisa berbuat apa saja”
Tepat pada saat itu Ratu Jodha datang menghampiri mereka, “Pangeran Salim, apakah kau sudah memutuskan siapa yang akan kau nikahi? Yang Mulia, katanya kau akan mengurus Pangeran Salim” tanya Ratu Jodha pada suaminya, lalu Pangeran Salim berbisik ditelinga Raja Jalal, “Ayah, jangan katakan kalau aku mabuk yaa” , “Ratu Jodha, aku telah memutuskan bahwa kita tidak akan memaksa Sekhu Baba untuk segera menikah, ini adalah hidupnya dan dia akan memilih sendiri siapa yang nanti yang akan dinikahinya dan tidak ada seorangpun yang boleh memaksanya” ujar Raja Jalal,
“Baiklah kalau begitu, kalau Yang Mulia berkata demikian, aku tidak akan memaksa Pangeran Salim dan lagi siapa sih yang bisa menentangmu juga” kata Ratu Jodha sambil menghampiri Pangeran Salim “Pangeran Salim, hari ini kau telah diselamatkan oleh ayahmu tapi secepatnya kau harus segera menikah” ketika Pangeran Salim baru hendak mengutarakan keberatannya pada Ratu Jodha, Ratu Jodha mencium ada bau anggur dimulut Pangeran Salim “Pangeran Salim kau minum anggur? baunya tercium dari mulutmu” tanya Ratu Jodha penasaran,
namun dengan sigap Raja Jalal langsung menengahi pertanyaan Ratu Jodha “Bukan dia tapi aku, aku yang minum anggur” kata Raja Jalal berusaha meyakinkan Ratu Jodha sambil memegang lengannya, “Baiklah, aku hanya berharap Pangeran Salim tidak pernah meminum anggur, kalau begitu aku pergi dulu Yang Mulia” ujar Ratu Jodha kemudian berlalu dari hadapan mereka. “Maafkan aku ayah, gara-gara aku ayah harus berbohong sama ibu” kata Pangeran Salim begitu Ratu Jodha telah menjauh dari mereka, “Ayah bisa melakukan apapun untukmu anakku, ayah janji, kau akan menikah dengan gadis pilihanmu, tidak ada seorangpun yang bisa menudingmu, kau akan selalu bahagia” lalu merekapun saling berpelukan dan Pangeran Salim tersenyum bahagia.
Siang itu Anarkali datang keistana, Murad dan Danial melihatnya “Sepertinya gadis itu sama yang seperti Pangeran Salim sukai, dia mengenakan perhiasan yang sama dikepalanya, pilihan Pangeran Salim memang benar-benar cantik” kata Murad, kemudian Murad meminta pada pelayannya untuk membawakan pena dan kertas, “Kau mau apa?” tanya Danial penasaran, “Hanya buat bersenang-senang saja” ujar Murad.
Dikamar Maan Bai, Anarkali sedang mendadani Maan Bai, Maan meminta Anarkali untuk menemaninya dipesta penobatan Maan Sigh, tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri Anarkali dan memberikannya sebuah surat, Anarkali langsung membacanya: “Aku langsung sekarat begitu melihat kecantikanmu, kau benar-benar sosok yang unik dan telah membuat aku jatuh cinta padamu, aku akan menunggumu ditenda, dari Raja Salim” , “Anarkali kau harus datang pada pesta penobatan nanti atau aku akan melaporkannya pada ibu Ratu” pinta Maan Bai dengan mengiba, “Baiklah aku akan datang” ujar Anarkali sambil berfikir “Tapi sebelumnya aku harus menegur Pangeran Salim” bathinnya dalam hati.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-408-2
Dihalaman istana, ditenda para tamu, “Pangeran Salim, sampai kapan aku harus mengenakan mahkotamu ini, hari ini adalah pesta penobatan Maan Sigh menjadi raja, aku tidak bisa mengenakannya sekarang, ambilah mahkotamu ini” ujar Qutub, “Baiklah, jangan khawatir, berikan padaku” tepat pada saat Pangeran Salim mau mengambil mahkotanya dari Qutub, Anarkali datang dan menghampiri mereka. “Pangeran Salim!” Anarkali memanggil nama Pangeran Salim dengan nada marah dari kejauhan, sementara Qutub dan Pangeran Salim terkejut mendengarnya dan melihat kearah Anarkali, Anarakali langsung menghampiri mereka berdua,
Kemudian Anarkali langsung mengarah ke Qutub “Kau itu calon pewaris tahta kerajaan tapi bukan berarti kau bisa berbuat sesuka hatimu, beraninya kau memanggil aku, aku tidak tahu apa maksudmu dan aku tidak ingin tahu betapa beraninya kau memanggil aku, kenapa kau diam saja? kau Pangeran Salim kan?” tanya Anarkali penasaran, Pangeran Salim langsung mencubit pinggang Qutub dan Qutub terpaksa mengatakan “Iyaaa, aku Pangeran Salim” , “Ingat satu hal! aku tidak suka anggota keluarga kerajaan, terutama kau Pangeran Salim, hatimu terbuat dari batu, seseorang yang bisa mengisi hatiku adalah orang yang mempunyai hati Yang Mulia” Pangeran Salim langsung menatap kearah Anarkali tajam.
“tidak seperti kau, anak nakal yang manja, jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi!” tegas Anarkali sambil memberikan sebuah surat ke Qutub dan berlalu dari hadapan mereka dengan marah, sementara Pangeran Salim hanya bisa memandang kearah Anarkali terus menerus “Apa yang terjadi hari ini? aku sangat menyukaimu” kata Pangeran Salim sambil tersenyum senang, “Yaaa, dan aku yang harus menanggung murkanya, padahal aku tidak menulis surat apapun untuknya” ujar Qutub, sesaat Pangeran Salim melihat surat yang diberikan oleh Anarkali “Aku tau siapa yang telah menulis surat ini”
Akhirnya pesta perayaan penobatan Maan Sigh mejadi Raja Amer pun berlangsung lancar, Maan Sigh memberikan salam ke Raja Jalal, sementara Raja Jalal masih asyik melihat-lihat kearah para putri raja, “Ini sungguh sangat aneh, diusianya saat ini seharusnya Pangeran Salim menikah tapi dia malah melarikan diri dari para putri raja, sementara ayahnya malah memandangi para putri raja terus dari tadi” ujar Ratu Jodha dengan nada cemburu, “Apakah semua anggota keluarga kerajaan ada disini?” ,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-408-3
“Yaa tentu, tapi kenapa kau jadi sangat tertarik, Yang Mulia?” Ratu Jodha semakin cemburu sama Raja Jalal, “Aku melihat lihat kearah mereka itu untuk Pangeran Salim, Ratu Jodha, dia telah mengatakan padaku bahwa dia menyukai seorang gadis”, “Kenapa kau tidak menceritakan padaku dari tadi, siapa dia?” tanya Ratu Jodha penasaran, “Kata Pangeran Salim gadis ini mengenakan sebuah perhiasannya yang berupa desain bulu burung merak” ujar Raja Jalal.
Dikamar Maan Bai, Anarkali sedang bersama Jagat Gosain dan Maan Bai, tiba-tiba perhiasan kepala Maan Bai rusak, “Bagaimana aku bisa menemui Pangeran Salim dengan keadaan seperti ini?” rajuk Maan Bai, “Jangan khawatir, ambil saja perhiasanku ini” lalu Anarkali mengambil perhiasan dikepalanya lalu diserahkannya ke Maan Bai, “Kau baik sekali Anarkali” , “Sekarang aku harus pergi”, “Baiklah tapi datanglah besok kesini” kemudian mereka meninggalkan tempat itu.
Jagat Gosain dan Maan Bai datang dipesta penobatan Maan Sigh, mata Raja Jalal langsung tertuju pada Maan Bai, “Ratu Jodha, lihat Maan Bai mengenakan perhiasan yang Pangeran Salim katakan padaku, jadi Maan Bhai orangnya yang disukai Pangeran Salim, baguslah kalau begitu” kata Raja Jalal, Ratu Jodhapun mengiyakan ucapan Raja Jalal sambil tersenyum senang.
Tak berapa lama kemudian Pangeran Salim mendatangi pesta penobatan Maan Sigh, “Untunglah dia tidak ada disini, tapi kenapa dia membenci Pangeran Salim?” Sementara itu Maan Bai bertanya pada Jagat Gosain, “Apakah dia itu Pangeran Salim?’ Tanya Maan Bai, Jagat Gosain tersenyum licik. Sementara ritual penobatan Maan Sigh menjadi raja berjalan dengan lancar, Bhagwandas membuat Maan Sigh mengenalan mahkotnya ini, semua yang hadir disana mengelu-elukan nama Maan Sigh, Maan Sigh terlihat sangat gagah dengan mahkotanya itu.
Kemudian Raja Jalal menghampiri Maan Sigh dan memeluknya, “Selamat yaaa” sesaat kemudian Raja Jalal mengajak Pangeran Salim untuk mendekatinya, Pangeran Salim menghampiri mereka, “Kalian berdua adalah ksatria Mughal, aku ingin memberikan daerah kekuasaan untuk kalian, kemudian Raja Jalal memberikan dua daerah kekuasaan sebagai hadiah untuk mereka dan merekapun menerimanya.
Ditempat duduknya Ratu Jodha mengatakan ke Birbal, “Pekerjaanmu memang bagus, keretakan diantara mereka akhirnya berkurang sedikit demi sedikit, mereka saling berbicara satu sama lain, saling menyetujui satu sama lain hari ini, dan kemarin Pangeran Salim bilang ke Yang Mulia bahwa dia menyukai seorang gadis” , “Aku tahu itu, Yang Mulia Ratu, Pangeran Salim akan mencurahkan hatinya ketika dia dalam keadaan mabuk, maafkan saya Yang Mulia Ratu, sayalah yang membuat Pangeran Salim minum anggur” ujar Birbal,
“Tapi Yang Mulia Raja bilang padaku kalau dia yang minum anggur, ooh, dia melindungi Pangeran Salim rupanya, kenapa kau membuatnya meminum anggur itu?” tanya Ratu Jodha penasaran, “Saya harus mencapai tujuan yang benar, Yang Mulia Ratu, lihat karena sebuah anggur, Pangeran Salim akhirnya mengatakan tentang isi hatinya ke Yang Mulia Raja, karena sebuah anggur, Yang Mulia Raja sangat memperhatikannya karena anggur pula Yang Mulia Raja berbohong pada anda demi Pangeran Salim, karena anggur pula anda jadi tahu bahwa akhirnya Pangeran Salim menyukai salah satu putri raja” jelas Birbal.
“Bagaimana kau tahu tentang putri raja itu?” , “Seorang pangeran pasti hanya akan mencintai seorang putri raja, apakah kau tahu namanya?” , “tidak, aku tidak tahu namanya tapi perasaanku mengatakan mungkin dia itu Maan Bai” jawab Ratu Jodha, “Anda seharusnya bahagia untuk hal itu bahwa Yang Mulia Raja dan Pangeran Salim bahagia juga saat ini” , “Aku melihat mereka berbicara seperti ayah dan anak bukan sebagai seorang raja dan calon pewaris tahta kerajaan” ujar Ratu Jodha. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 408 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 409 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *