by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 407

-Debroo-53 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 407. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 406 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana pertemuan pangeran salim dan anarkali, Apalagi saat itu Anarkali sedang membicarakan keburukan pangeran salim didepan Salim sendiri. Mari Simak kelanjutanya

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 407

Farhan sedang memikirkan sesuatu dihalaman istana Amer, Pangeran Salim menghampirinya “Ada masalah apa, Farhan?” Farhan langsung kaget bergitu tau Pangeran Salim menemuinya, “Apa yang kau lakukan disini, kau seharusnya ada didalam diruang pesta” , “Aku kesini untuk melindungimu, Bela baru saja menemuimu kan? dan ayahnya juga datang kesini jadi aku sudah mengantarnya keluar” , “Itu bukan Bela, tapi itu temannya” ujar Farhan, “Jadi orang yang aku temui itu bukan kekasihmu?” tanya Pangeran Salim penasaran,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-407-1
“Bukan” Pangeran Salim langsung tersenyum mengembang dan berkata dalam hati: “Terima kasih, Yaa Khudaa” Pangeran Salim teringat ketika pertama kali bertemu dengan Anarkali, bagaimana dia menolongnya ketika Anarkali terjatuh kekubangan lumpur “Kenapa kau tersenyum, Pangeran Salim? , “tidak apa-apa” jawab Pangeran Salim sambil masih terbayang-bayang akan Anarkali, “Kalau begitu, lebih baik kita masuk kedalam”, “Jangan khawatir aku akan bersama dirimu” kemudian Pangeran Salim berlalu dari sana, sementara Farhan masih memikirkan Bela “Besok adalah upacara pernikahan Bela, apa yang harus aku lakukan?”
Dikamar Maan Bai, Jagat Gosain mengajak Maan Bai untuk menemui Pangeran Salim. “Tapi bagaimana kalau dia mengejek aku seperti yang sering dia lakukan dulu waktu kecil”
Sementara itu Murad mendatangi Qutub dan memakaian Qutub baju seperti Pangeran Salim, “Kenapa kau memanggil aku Pangeran Salim” tanya Qutub, “Karena ini adalah perintah Pangeran Salim agar kau berpura-pura menjadi Pangeran Salim, sehingga para putri raja akan memberikan salam padamu karena kau yang berperan sebagai Pangeran Salim” jelas Murad, Qutubpun memulai perannya sebagai Pangeran Salim, dia mendatangi ruangan dimana terdapat banyak makanan disana, semua putri raja yang bertemu dengannya langsung memberikan salam “Ada bagusnya juga sih berperan sebagai calon pewaris tahta kerajaan, sehingga semua putri raja akan memperhatikan aku” kata Qutub,
Kemudian Qutub duduk dikursi yang ada disana, tak berapa lama kemudian para putri raja tersebut satu persatu memberikan hidangan mereka untuk Qutub yang ditaruhnya diatas meja, Qutub langsung menikmati sajian makanan yang ada. Tepat pada saat itu Jagat Gosain dan Maan Bai datang keruangan tersebut dan mereka melihat Pangeran Salim yang sedang menikmati makanannya dengan lahap, “Apakah dia itu Pangeran Salim?” tanya Jagat Gosain penasaran, “Dia mengenakan mahkota psti dia itu Pangeran Salim” ujar Maan Bai, “Tapi dia sangat-sangat berbeda, walaupun dia tidak begitu tampan tapi mahkotanya itu sangatlah berharga” ujar Jagat Gosain.
Kemudian Qutub menyuruh pelayan untuk menyediakan makanan yang lebih banyak lagi. “Apa yang terjadi pada Pangeran Salim? mengapa dia memandangi gadis-gadis itu? sepertinya dia ingin menikahi semua gadis tersebut” kata Maan Bai, “Ya, sekali dia bertemu dengan aku, aku yakin dia akan melupakan semua gadis itu” tepat pada saat itu Anarkali menghampiri mereka yang masih ngobrol tentang Pangeran Salim, Anarkali melihat Qutub yang sedang menikmati makanannya, Anarkali juga mengira kalau Qutub itu adalah Pangeran Salim, “Itulah mengapa aku tidak suka dengan pangeran, mereka itu rakus untuk semua hal, untuk kekayaan, perempuan dan sekarang makanan juga”
Tepat pada saat itu Pangeran Salim menghampiri Qutub, “Bagaimana perasaanmu menjadi seorang Pangeran Salim?” , “Aku tidak mengerti kenapa kau pura-pura tidak menjadi seorang pangeran?” tanya Qutub, dari kejauhan Maan Bai, Jagat Gosain dan Anarkali yang masih mengobrol soal Qutub yang berpura-pura jadi Pangeran Salim, merasa penasaran dengan laki-laki yang baru datang menghampiri Qutub yang sebenarnya itu adalah Pangeran Salim sendiri, “Siapa laki-laki itu?” tanya Maan Bai, “Dia berpakaian rakyat biasa tapi tingkah lakunya seperti seorang pangeran” ujar Jagat Gosain, “Itulah mengapa dia menghormati seorang perempuan layaknya tidak seperti seorang pangeran” kata Anarkali,
“Tapi satu kesalahannya, dia tidak mempunyai sebuah mahkota didalam hatinya” ujar Jagat Gosain, Anarkali memperhatikan Pangeran Salim dengan seksama sedangkan Pangeran Salim ketika memandang keseluruh ruangan, matanya tertuju pada Anarkali dan mengajaknya tersenyum, Anarkali jadi teringat bagaimana Pangeran Salim mengatakan “Sebuah pertemanan dari hati dan hati tidak pernah salah” .
Tak berapa lama kemudian Raja dan Ratu Amer juga datang ketempat tersebut dan mengetahui bahwa anaknya Maan Bai sedang memperhatikan Pangeran Salim. “Kelihatannya dia sepertinya suka dengan Pangeran Salim” kata Raja, “Iya kau benar” ujar Ratu, “Aku akan meminta mereka untuk menikah sekarang” kata Raja Amer lalu mereka berlalu dari sana, sementara itu ketika gadis itu masih terus memperhatikan Pangeran Salim dari kejauhan dan tiba-tiba Aram Bano adik Pangeran Salim datang menghampiri Pangeran Salim, Pangeran Salim langsung menggendongnya dan memangkunya dipangkuannya, “Ada apa Aram Bano?” tanya Pangeran Salim, “Semua orang memperhatikan kau, mereka mungkin mempunyai rencana jahat denganmu, kak” kata Aram Bano,
“Kalau kau selalu bersama sama aku setiap saat, pasti tidak akan terjadi apa-apa, kau mau makan manisan?” bujuk Pangeran Salim “Jika aku tahu bahwa semua orang akan memandangimu, aku pasti tidak akan memaksamu untuk datang kesini” ujar Aram Bano, “Aku tahu kau pasti cemburu” , “Mengapa aku harus cemburu, apa yang mereka cari? kau adalah milikku” kemudian Pangeran Salim mencium kening adik kecilnya, dari kejauhan Anarkali melihat semua ini dan tersenyum. Birbal datang kesana dan melihat Pangeran Salim tidak tertarik dengan para putri raja tersebut, “Aku harus melakukan sesuatu’” bathin Birbal dalam hati.
Sementara itu dikamar Raja Jalal, Raja Jalal sedang sendirian sambil menyanyikan sebuah lagu, tak berapa lama Ratu Jodha datang menemuinya dan memperhatikan Raja Jalal dari arah belakang, Ratu Jodhapun tersenyum, ketika Raja Jalal lupa liriknya, Ratu Jodha langsung menyambung lirik yang dinyanyikan Raja Jalal dan merekapun bernyanyi bersama, mereka saling tersenyum. “Kau memandangi aku terus, Ratu Jodha” goda Raja Jalal, “tidak, aku sedang menemanimu bernyanyi, Yang Mulia” ujar Ratu Jodha, “Aku berharap aku bisa menghabiskan sepanjang malam bersamamu” kata Raja Jalal sambil mengajak Ratu Jodha duduk ditepi ranjang,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-407-2
“Akhirnya paling tidak kau mengerti keinginanku sekarang” ujar Ratu Jodha, “Kau telah memberikan aku hati, maka hati itu berdetak hanya untuk kau” goda Raja Jalal, “Aku tahu kenapa kau melakukan itu, kau ini nakal, aku harus pergi sekarang” kata Ratu Jodha namun Raja Jalal langsung memegang tangan Ratu Jodha, “Aku mohon tinggalah disini, aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu” , “Baiklah, aku akan tinggal disini menemanimu” kemudian Raja Jalal langsung berbaring dan meletakkan kepalanya dipangkuan Ratu Jodha, lalu Raja Jalal meminta Ratu Jodha untuk menyanyikan sebuah lagu, Ratu Jodhapun bernyanyi lagu in Ankhoon main tum, Saara Jahan tera saaya.. Preet ka ye rang.. Ishq hai who ehsas , sambil mendengarkan suara Ratu Jodha yang merdu, Raja Jalal memegang tangan Ratu Jodha yang sebelah kanan, sementara tangan Ratu Jodha yang sebelah kiri membelai rambut Raja Jalal dengan lembut.
Dihalaman istana, para pangeran sedang berkumpul disana sambil menghangatkan tubuh mereka didekat api unggun, “Semua putri raja menunggumu, Pangeran Salim dan kau malah duduk disini sambil memikirkan seseorang” goda Danial, “Kalau begitu coba ceritakan pada kami siapa yang ada dalam pikiranmu itu?” tanya Danial lagi, “Bukan seperti itu, aku tidak sedang memikirkan siapapun” bela Pangeran Salim, “Tapi aku sering memergokimu sedang memperhatikan seseorang secara diam-diam, siapa dia? apa yang kau sembunyikan dari saudaramu, Pangeran Salim?” tanya Qutub,
Pangeran Salimpun tersenyum “Aku memang menyukai seorang gadis tapi aku tidak tahu apa-apa tentang dia, aku juga tidak tahu siapa namanya” , “Seseorang yang selalu pergi melarikan diri dari para gadis malah sedang memikirkan seorang gadis, itu tidak baik” ujar Danial, “Lalu apa yang kau tentang dia, Pangeran Salim?” tanya Qutub penasaran, “Dia mengenakan baju yang biasa, namun kecantikannya tidak membutuhkan perhiasan yang indah atau baju mewah seorang putri raja, kesederhanaannya mampu mengisi ruang dihatiku ini, dia mengenakan perhiasan dikepalanya ’mang tikka’ dan itu semacam desain bulu burung merak” ujar Pangeran Salim,
“Kalau begitu kita harus tahu siapa dia sebenarnya” tepat pada saat itu pelayan datang sambil membawakan minuman dan makanan ringan untuk mereka, Murad mengajak Pangeran Salim untuk minum, “Ini anggur, aku tidak mau meminumnya” kata Pangeran Salim, lalu Murad menyuruh pelayan untuk membawakan jus buah untuk Pangeran Salim, dari kejauhan Birbal mendengarkan semua ini, kemudian dia mencoba mencampurkan minuman khusus untuk Pangeran Salim, tak lama kemudian Birbal mendatangi mereka sambil membawa minuman spesialnya yang dibuat khusus untuk Pangeran Salim, “Mengapa kau membawa jus?” tanya Pangeran Salim, “Aku tadi bertemu dengan pelayan dan aku meminta padanya segelas jus untuk aku berikan padamu pangeran” ujar Birbal sambil memberikan gelas tersebut ke Pangeran Salim, Pangeran Salim menerimanya lalu meminumnya dan berterimakasih ke Birbal, kemudian Birbal meninggalkan mereka.
Ketika Pangeran Salim minum lagi jus tersebut tiba-tiba Pangeran Salim batuk-batuk, dan dia merasakan kepalanya pusing, lalu dia memutuskan untuk balik kekamarnya, namun ketika mau menuju kamarnya, ditengah jalan Pangeran Salim bertemu Ratu Jodha, Ratu Jodha memintanya untuk mengikutinya lalu Ratu Jodha menggandeng tangan Pangeran Salim dan mendudukannya dikursi yang ada didekat mereka, dari kejauhan Birbal masih terus mengawasi Pangeran Salim.
“Pangeran Salim, ibu telah menyeleksi beberapa gadis untuk pernikahanmu kelak” ujar Ratu Jodha sambil menunjukkan beberapa gambar para putri raja dan menyuruh Pangeran Salim untuk memilih salah satunya yang nanti akan menjadi istrinya, “Aku tidak ingin menikah, ibu, mereka semua ingin menikah dengan aku karena mereka hanya ingin menikah dengan seorang Raja” kata Pangeran Salim, “Lalu bagaimana, kau ini memang seorang calon raja dan apakah seorang raja tidak menikah? ibu akan menyeleksi salah satu gadis untuk kau dan kau hanya menikah dengannya saja, ibu ini ibu kandungmu, Pangeran Salim” ujar Ratu Jodha,
“Ibu? seorang ibu yang membiarkan anaknya yang baru berusia 9 tahun pergi menjauhinya dan mengirimnya kemedan perang?” kata Pangeran Salim geram sementara Ratu Jodha sedih mendengarnya, sedangkan dari kejauhan Birbal melihat kalau rencananya ini bisa gagal “Aku harus memanggil Yang Mulia Raja” lalu Birbal berlalu dari sana.
Saat itu Pangeran Salim masih terus menggerutu “Seorang ibu yang membuat anak kandungnya sendiri bekerja seperti layaknya seorang pelayan dirumah orang lain, seorang ibu yang mengeluh pada Yang Mulia Raja setiap saat dan membiarkan anaknya menghadapi semua hukuman seorang diri, seorang ibu yang membuat anaknya diculik dan tidak berusaha untuk menyelamatkannya” tepat pada saat itu Raja Jalal sudah datang menghampiri mereka dan mengajak Pangeran Salim untuk masuk kekamarnya, sementara itu Ratu Jodha sangat sedih mendengar ucapan Pangeran Salim yang sangat menyuduntukan dirinya.
Saat itu kepala Pangeran Salim sangat pusing ketika Raja Jalal mengajak Pangeran Salim masuk kekamarnya, “Apakah kau mabuk?” tanya Raja Jalal, “Ya aku mabuk tapi tidak sengaja, ayah” , “Baiklah, ayah terima kalau mungkin memang ada seseorang yang membuat kau mabuk, tapi apakah seperti itu caramu bicara dengan ibumu sendiri?” tanya Raja Jalal, “Dia tidak mencintai aku, dia hanyalah Mariam Uz Zamani, dia tidak peduli dengan aku dan kau sendiri? kau tidak suka kan melihat aku mabuk tapi apakah kau tau apa yang aku makan selama tujuh tahun ini, kalian berdua menginginkan aku menjadi seorang raja, kalian memaksa aku untuk menikah tapi tidakkah kalian mengerti bahwa aku mempunyai penilaian sendiri, aku hanya seorang Salim, kalian semua menginginkan aku menjadi seorang Raja Salim tapi tidak ada seorangpun yang memperhatikan aku, semuanya hanya ingin melihat seorang Raja” Pangeran Salim mulai meracau,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-407-3
“Apakah kau tidak tahu betapa kami sangat mencintaimu, kami membuat kau menjauh dari kami agar kau bisa menjadi ksatria yang tangguh, seorang raja yang agung dan seseorang yang berkepribadian baik, lalu mengenai pernikahanmu, kami hanya memberikan padamu beberapa pilihan tapi jika kau tidak suka dengan mereka, itu tidak menjadi masalah, kau akan menikah kapanpun kau mau, kau akan menikah dengan siapapun yang kau inginkan, kau tinggal mengatakannya pada kami dan kami akan membuat pesta pernikahanmu seindah mungkin, ayah akan menenangkan ibumu tapi kau harus senang anakku” ujar Raja Jalal, Pangeran Salimpun tersenyum dan ayah anak itupun saling berpelukan. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 407 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 408 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *