by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 405

-Debroo-73 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 405. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 404 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana pertemuan pertama pangeran salim dan anarkali sejak mereka masih kecil yang tanpa disengaja dan saat itu tumbuh benih-benih cinta yg nantinya akan mengubah kehidupan pangeran salim namun mereka berdua belum mengenal satu sama lain.

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 405

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-405-1
Siang itu Raja Jalal sedang menikmati minumannya dikamarnya, tak berapa lama kemudian Ratu Amer datang kekamarnya bersama beberapa pelayan, “Kami mempunyai ritual untuk saudara ipar kami yaitu memberikan tilak dan hadiah” , “Saya menghargai semua tradisi anda” ujar Raja Jalal, semua pelayan menutup mukanya dengan dupatta mereka dan Ratu Jodha ada disalah satu diantara mereka. Kemudian Ratu Amer melakukan ritualnya, setelah semuanya selesai, Ratu Amer berpamitan ke Raja Jalal dan berlalu meninggalkan Raja Jalal,
Ketika mereka sedang menuju pintu kamar, Ratu Amer berkata ke Ratu Jodha “Apa aku bilang dia tidak bisa mengenalimu” tapi kemudian Raja Jalal menghentikan salah satu pelayan tersebut dan dia adalah Ratu Jodha, kakak ipar Ratu Jodha tersenyum dan meninggalkan mereka berdua. Sesaat kemudian Raja Jalal memegang tangannya “Tangan kau sangat indah dan kau kelihatannya juga sangat baik” dari balik dupattanya Ratu Jodha tersenyum, “Untungnya istriku sedang tidak ada disini, karena kalau begitu aku tidak bisa ngobrol sama kau” Ratu Jodha mulai kesal dengan Raja Jalal, “Kau tahu istriku itu cerewet, bla bla bla bla, dia selalu ngoceh sepanjang waktu dan membuat kepalaku pusing tapi ketika aku curhat padamu, kau diam mendengarkan, aku merasa telah menggenggam tanganmu selama hidupku” goda Raja Jalal,
Ratu Jodha sangat kesal sekali seketika itu juga membuka dupattanya dan menatap Raja Jalal dengan kesal. “Kau jadi sering berbuat seperti ini yaa kalau aku tidak ada?” ujar Ratu Jodha dengan nada marah, sementara Raja Jalal diam saja seperti tidak ada rasa bersalah sedikitpun, “Dan tadi apa kau bilang? aku cerewet? kau suka main mata yaa dengan pelayan?” , “Tapi itu kan kau” bela Raja Jalal, “Tapi kau kan tidak tau!” Raja Jalal tertawa melihat Ratu Jodha cemburu seperti itu, “Memalukan! kau malah tertawa, aku pergi saja” ketika Ratu Jodha mau pergi Raja Jalal langsung menyambar tangan Ratu Jodha dan menggegamnya erat sambil berkata menggunakan aksen seperti orang Gujrati “Bagaimana kau bisa pergi begitu saja istriku sayang” ,
“Aku ini adalah suamimu, aku bisa merasakanmu dari jauh” , “Itu artinya kau sudah mengenali aku, bagaimana caranya?” , “Ketika aku cuci tangan, aku melihat wajahmu yang tertutup dupatta itu didalam air”, “Jadi kau bercanda denganku tadi?”, “Kau yang bisa bercanda, kalau aku tidak bisa, Ratu Jodha” goda Raja Jalal, “Aku sudah bilang sama kakak ipar bahwa kau pasti bisa mengenali aku”, “Lihat, aku bisa mengenali kau, kau terlihat cantik dengan pakaian Gujrati seperti ini, sekarang berikan aku hadiah karena aku bisa mengetahui penyamaranmu” ujar Raja Jalal sambil berupaya untuk memeluk dan mencium Ratu Jodha tapi Ratu Jodha langsung menghentikannya “Yang Mulia, jangan, malu, nanti dilihat orang lain” , “Tapi kau harus tetap memberikan aku hadiah karena bercanda dengan aku” , “Biarkan aku pergi dulu, kakakku sepertinya memanggilku” Raja Jalalpun mengijinkan Ratu Jodha pergi, Ratu Jodha segera berlalu dari sana sambil tersenyum.
Digurun yang tandus, Pangeran Salim masih terus memperhatikan Anarkali yang pergi meninggalkannya, sesaat kemudian Farhan datang lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.
Dirumah Anarkali, Anarkali sedang tersenyum-senyum sendiri membayangkan pertemuannya dengan Pangeran Salim barusan, “Siapa namanya?” tanya Zil Bahar ibu Anarkali sambil memberikan minyak rambut kerambut Anarkali, “Kenapa kau tidak menghukumnya karena bagaimanapun juga dia sudah melempar kau kedalam kubangan lumpur” , “Itu bukan salahnya ibu, kudanya ketakutan ketika melihat ular, tapi pada kenyataannya dia menolong aku” , “Siapa dia ya?” tanya Zil Bahar penasaran, “Dia sepertinya orang Mughal” , “Apakah dia dari keluarga kerajaan?”, “Kalalu dia dari keluarga kerajaan, aku akan menghajarnya, kau tahu kan, bu, aku sangat membenci mereka, megapa kau membicarakan tentang mereka?” ,
“Kau benar-benar telah marah pada hal yang sepele” , “Jika dia dari keluarga kerajaan, dia tidak mungkin akan menolongku, malah mungkin dia akan menertawakan aku, dia selalu puas menghinaku tapi kalau yang ini sepertinya dia orang yang baik, bu, “ kata Anarkali, “Mengapa kau tidak bisa melupakan masalah lalu?” , “Bagaimana bisa aku lupa pada semua yang telah kita lalui, bu, itu semua karena mereka dan kita harus meninggalkan Agra, aku harus meninggalkan bangku sekolah, ayah harus meninggalkan pekerjaannya, kita hidup seperti orang asing disana, itu semua karena mereka, buu” ,
“Lupakanlah masa lalu, nak, lagian ibu telah memperbaiki gelang kakimu, kenapa kau tidak konsentrasi pada tarianmu saja?” bujuk ibunya, “Ibu tau kan? aku menari karena aku menyukainya tapi aku tidak ingin membuatnya menjadi mata pencaharian, bu” , “Lalu apa yang akan kau lakukan? kita tidak begitu kaya makanya kita tidak bisa memberikanmu pendidikan layaknya anak-anak anggota keluarga kerajaan” , “Ibu, kau tahu kan kalau aku pandai dalam hal merias wajah, tata rambut, aku jadi ingat, aku harus merias putri Maan Bai untuk perayaan pesta ini, dia sangat senang denganku, aku akan melakukan pekerjaan itu, bu” , “Aku harus menemui putri Bela” kata Anarkali sambil merias dirinya, “Kau memanggilnya putri Bela?” tanya ibunya penasaran, “Dia itu temanku, ibu” , “Iya, tapi dia tetap keluarga kerajaan, jadi jangan lupa pada batasanmu dengan mereka” pinta ibunya, lalu Anarkali pamitan dan pergi meninggalkan ibunya.
Di istana Amer, Maan Bai kesal sama Maan Sigh karena dia tidak membawakan Maan Bai kalung, “Aku tidak mau bicara denganmu!” , “Kalau aku tidak membawanya lalu kenapa?” kata Maan Sigh sambil mengusili adiknya, sesaat kemudian Raja dan Ratu Amer datang menemui mereka, “Kau sebentar lagi akan menjadi raja, kenapa bertingkah laku seperti anak kecil?” ,”Ini ayah, Maan Bai mengganggu aku, nikahkan saja dia” , “tidak ayah, Maan Sigh lah yang mengganggu aku dan aku tidak akan meninggalkanmu, ayah, aku tidak akan menikah dan meninggalkan ayah” kata Maan Bai sambil memeluk ayahnya,
“Seorang anak perempuan harus meninggalkan rumahnya suatu saat nanti dan apa yang dikatakan Maan Sigh benar, sudah waktunya buatmu untuk menikah” ujar Raja Amer, “Tapi sama siapa, ayah?” goda Maan Sigh, Maan Bai langsung merajuk keibunya “Ibuuu, Maan Sigh selalu menggoda aku, ”Maan Sigh, jangan goda adikmu terus, kami akan menemukan pengantin pria yang terbaik untuknya” , “Ini tidak akan berakhir sampai sini saja, aku akan meminta Pangeran Salim untuk menggoda kau juga, seperti dulu waktu kecil” kemudian mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.
Raja Bhagwandhas dan istrinya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku anak-anaknya, ”Pangeran Salim dan Maan Bai memang pasangan yang serasi” , “Ini pasti akan lebih menyenangkan jika Ratu Jodha jadi mertua Maan Bai, masa depannya pasti akan lebih terjamin” kata Ratu Amer, “Aku akan bicarakan hal ini dengan Raja Jalal” ujar raja Amer
Ditenda Pangeran Salim, Pangeran Salim mengenakan baju biasa, “Kenapa kau mengenakan pakaian yang biasa, Pangeran Salim?” tanya Farhan, “Aku tidak dalam posisi keluarga kerajaan” , “Kalian berdua yang selalu memposisikan aku diposisi tersebut” ujar Pangeran Salim, “Bagaimana aku bisa, Pangeran Salim, aku hanyalah prajurit biasa” , “Sudah jangan beradu pendapat, Qutub kau menemaniku kan?” ujar Pangeran Salim,
Tepat pada saat itu Ratu Jodha datang menemui mereka “Pangeran Salim, kenapa kau tidak mengenakan baju kebesaran kerajaan yang telah ibu siapkan secara khusus buat kau” , “Aku tidak suka” ujar Pangeran Salim,”Kau selalu beradu pendapat tentang semua hal tapi jangan bawa Farhan dan Qutub dalam posisi ini”, ”Aku adalah prajurit biasa juga, ibu jadi seharusnya tidak kesana juga” ujar Pangeran Salim tepat pada saat itu Raja Jalal datang menghampiri mereka, “Pangeran Salim ingin membawa teman-temannya, dia adalah calon pewaris tahta kerajaan, dia nantinya yang akan menjadi raja, seharusnya dia tidak berkeliaran bersama mereka” ujar Ratu Jodha,
“Baiklah, aku tidak akan kemana-mana juga” , “Lihat, keras kepala sekalikan anakmu ini” kata Ratu Jodha kesal, “Keras kepala apanya, kalau dia mau sama teman-temannya biarkan dia pergi dengan mereka” ujar Raja Jalal, “Tapi dia kan harus bertemu dengan beberapa raja disini” kata Ratu Jodha, “Itulah mengapa aku tidak ingin pergi kesana, ibu pasti meminta aku bertemu dengan para putri-putri tersebut, aku tidak tertarik, bu, mereka datang untuk bertemu dengan calon pewaris tahta kerajaan yang nantinya akan menjadi raja, aku ingin bertemu dengan seseorang yang ingin menemui Salim yang sederhana bukan Pangeran Salim” kata Pangeran Salim,
“Ibu, apakah ibu menikahi ayah karena dia seorang raja?” tanya Pangeran Salim, “tidak, dulu ibu membenci ayahmu tapi ibu tidak bisa mengijinkan kau untuk kesana bersama teman-temanmu, Pangeran Salim” , “Tapi kau juga membawa Moti sebagai temanmu kan Ratu Jodha, jadi bawalah teman-temanmu, ayah mengijinkanmu” ujar Raja Jalal, “Kalian berdua memang keras kepala!” kata Ratu Jodha kesal, kemudian berlalu meninggalkan mereka. “Jangan khawatir, ayah nanti yang akan mengurus ibumu, datanglah bersama teman-temanmu, ayah pikir mungkin ibumu telah terbiasa memberikan perintah,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-405-2
Pertama hanya sama ayah saja dia sering memberikan perintahnya tapi sekarang dia memberikan perintahnya padamu juga” Pangeran Salim dan Raja Jalal sama-sama tersenyum, “Tapi ayah suka ucapanmu tadi bahwa kau seharusnya mencintai seseorang yang mencintaimu sebagai Salim bukan sebagai seorang raja, itu adalah pemikiran yang bagus” kata Raja Jalal kemudian berlalu meninggalkan Pangeran Salim, Pangeran Salim memandangnya dengan tersenyum.
Diluar halaman Ratu Jodha bertemu dengan Birbal, ”Idemu sungguh luar biasa tuan Birbal, aku khawatir dengan gaya bicaraku ini karena aku tidak mempercayai semua ini dan aku juga khawatir jika Yang Mulia tahu kalau aku cuma bersandiwara tapi terima kasih banyak untuk semua ini” ujar Ratu Jodha, “Mereka telah memutarbalikkan masalah jadi kita harus memutarbalikkan ide, Yang Mulia Ratu, saat ini Pangeran Salim mulai percaya pada Yang Mulia Raja, sekarang dia akan mendiskusikan semua masalahnya hanya dengan Yang Mulia saja, anda harus ketat dengan hal ini” ujar Birbal sambil mencoba meyakinkan Ratu Jodha.
Dikamar Maan Baisa. Maan Bai sedang berdandan tak lama kemudian Jagat Gosain memasuki kamarnya “Kenapa kau belum siap juga sampai sekarang?” , “Aku akan bertemu Pangeran Salim setelah beberapa tahun lamanya, aku khawatir kalau nanti dia akan mengejek aku” ujar Maan sambil matanya berkaca-kaca,”Maan Sigh juga telah menggodaku, dia telah memperingati aku bahwa dia akan membuat Pangeran Salim menggodanya seperti yang dilakukan pada kanak-kanak dulu” ujar Maan Bai. “Kalau begitu kita akan balik menggodanya juga, kita ini perempuan, kita jangan kalah dengan mereka, kita akan memberikan pelajaran ke Maan Sigh dan Pangeran Salim!” kata Jagat Gosain,
“Jangan, nanti kalau Pangeran Salim marah bagaimana?” ,”Jangan khawatir, aku akan melakukan sesuatu sehingga perhatian Pangeran Salim hanya padaku saja tidak padamu, aku adalah Jagat Gosain, Pangeran Salim mungkin telah bertemu dengan banyak putri kerajaan tapi aku akan menunjukkan pada semua orang bahwa mata Pangeran Salim akan tertuju hanya pada diriku” tepat pada saat itu Anarkali menemui mereka. Maan Bai langsung memeluk Anarkali begitu melihat kedatangannya, kemudian Anarkali memeluk Jagat Gosain “Kenapa kau sangat terlambat hari ini? aku kira kau akan datang pada pesta ini secepat mungkin” ujar Maan Bai, “Maaf, tadi temanku memanggilku jadi aku harus kesana menemuinya” kata Anarkali,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-405-3
“Aku telah membuat sebuah baju buatmu, yaaa bajunya bukan baju baru tapi baju bekas pakai, tidak apa-apa kan?” ujar Jagat Gosain, “Aku malah sangat bahagia mendapat hadiah darimu” , kemudian Maan Bai meminta Anarkali untuk mendadaninya, Maan Bai sangat bahagia sekali “Kau ingat ketika dulu kau menata rambuntuku, semua orang memujiku, jadi bisakah aku meminta sesuatu, kau juga berharap untuk bertemu dengan Pangeran Salim kan? mengapa tidak? setiap gadis menjadi gila karenanya” ujar Maan Bai senang,
Sementara raut muka Anarkali langsung berubah masam “tidak! aku tidak suka dengannya!” kata Anarkali, “Yaaa kau benar, impian yang tidak bisa terpenuhi seharusnya tidak diperlihatkan, juga posisi ini hanya untuk anggota keluarga kerajaan saja jadi buat apa Anarkali datang kesini?” ucapan Jagat Gosain yang sedikit menyinggung dirinya tidak digubrisnya sama sekali, karena Anarkali malah sedang berfikir keras “Bagaimana caranya menceritakan pada mereka bahwa aku datang kesini bukan karena ingin mendatangi pesta atau melihat Pangeran Salim, aku kesini untuk memberikan sebuah pesan pada seseorang” bathinnya dalam hati. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 405 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 406 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *