by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 403

-Debroo-79 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 403. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 402 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Pangeran Salim yang menolak pergi ke amer untuk melihat pamannya maan shing dinobatkan menjadi raja dan membuat ibunya yakni ratu jodha terluka akibat Kata-kata kasar yang dilontarkan Salim. Mari simak kelanjutanya.

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 403

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-402-3
Pangeran Salim meminta Ratu Jodha untuk pergi meninggalkannya, “Tinggalkan aku Mariam Uz Zamani! tinggalkan aku seperti yang kau lakukan 7 tahun yang lalu!” bentak Pangeran Salim tanpa melihat kearah Ratu Jodha, Ratu Jodha yang berdiri dibelakang Pangeran Salim merasa terluka dan menangis kemudian dia pergi meninggalkan Pangeran Salim, tepat pada saat itu Ratu Ruqayah melintasi kamar Pangeran Salim dan melihat apa yang dilakukan Pangeran Salim ke Ratu Jodha, Ratu Ruqayah menyeringai senang sambil menguping pembicaraan mereka.Sepeninggal Ratu Jodha, Pangeran Salim segera mengambil kotak opiumnya yang dia sembunyikan dari tadi dan mulai menjilatnya, Ratu Ruqayah melihat semua ini, tubuh Pangeran Salim menggigil tapi sesaat kemudian kembali membaik setelah mengkonsumsi opium, dari balik tirai Ratu Ruqayah menyengir senang melihat Pangeran Salim kecanduan opium dan tak lama kemudian Pangeran Salim keluar dari kamarnya. Tanpa pikir panjang lagi, Ratu Ruqayah segera masuk ke kamar Pangeran Salim dan mengecek kotak yang disembunyikan Pangeran Salim dibawah lampu duduk, dia menemukan sebuah kotak opium didalamnya dan dirasakannya opium tersebut, “Aku telah membuatmu terbiasa akan benda ini dan sekarang kau masih kecanduan, itulah harapanku” ujar Ratu Ruqayah sambil tersenyum senang.
Sementara itu Ratu Jodha mencoba mencari solusi bagaimana caranya agar Pangeran Salim mau ikut dengannya ke Amer, Ratu Jodha meminta saran pada Birbal, “Tuan Birbal, bagaimana caranya agar kita dapat membuat ayah dan anak bersatu, aku ingin mengakhiri perseteruan diantara mereka” Birbal langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ratu Jodha, “Kenapa kau malah tertawa? ini adalah sebuah masalah yang besar, mereka tumbuh ditempat yang berbeda” ujar Ratu Jodha ketus, “Saya telah melihat kasus seperti ini sama seperti kasus antara ibu mertua dengan menantu perempuan” kata Birbal,
“Jangan bercanda, tuan Birbal, aku kesini untuk mendiskusikan masalah ini” , “Apakah anda akan terus marah sepanjang waktu? solusi permasalahan anda adalah gaya bicara anda, yang Mulia Ratu” , “Apa maksudmu?” tanya Ratu Jodha penasaran, “yang Mulia Raja itu tdak takut pada siapapun akan tetapi dia hanya takut pada anda, beliau selalu diam kalau didepan anda, apakah anda sering berteriak seperti itu hanya padanya?” jelas Birbal, “Yaaa, kadang-kadang” , “Sekarang aku dapat solusinya, solusi anda untuk mengatasi permasalahan ini, ketika seorang perempuan bisa membuat laki-laki berkelahi, maka dia juga bisa menyatukan mereka” , “Anda bisa lihat nanti, kita akan mengambil kesempatan untuk mengatasi permasalahan mereka diAmer” ujar Birbal, Ratu Jodhapun tersenyum.
Para pelayan mendatangi kamar Pangeran Salim sambil membawakan pakaiannya, Pangeran Salim menyuruhnya untuk meletakkan dimeja tapi para pelayan itu ragu-ragu, namun setelah Pangeran Salim mengambil salah satu nampan yang berisi pakaian tersebut, barulah para pelayan mengikutinya dengan menaruh nampan-nampan tersebut dimeja dan pergi berlalu meninggalkan Pangeran Salim, kemudian Pangeran Salim mengenakan jubahnya sambil bercermin, sesaat kemudian dari pantulan kaca cerminnya, Pangeran Salim bisa melihat adik kecilnya Aram Bano datang bersama Mehtab (anak Bhaksi Bano) Pangeran Salim tersenyum melihat kedatangan mereka, “Assalamualaikum kakak” sapa Aram Bano, “Waalaikumsalam” jawab Pangeran Salim,
“Apa yang bisa aku lakukan untuk putri-putri cantikku ini?” tanya Pangeran Salim, Mehtab dengan bahasa isyarat mengatakan kalau dia marah sama Pangeran Salim dan Mehtab menyuruh Aram Bano untuk menyampaikannya ke Pangeran Salim, “Kami marah sama kau” kata Aram Bano, “Apa yang aku lakukan?” tanya Pangeran Salim, “Karena kau tdak mau pergi bersama kami ke Amer” kata Aram Bano, “Aku sudah mengatakan sama Mariam Uz Zamani kalau aku tdak akan ikut pergi ke Amer” , “Kalau begitu kami juga tdak akan ikut!” kata Aram Bano kesal, “Kau itu yaa keras kepala” , “Kami ini adalah saudara perempuanmu, kami akan keras kepala” katanya lagi, “Baiklah, aku terima aku menyerah kalau didepan kalian berdua, aku akan pergi ke Amer buat kau Aram Bano dan buat kau Mehtab, sekarang katakan pada yang Mulia” bujuk Pangeran Salim,
Akhirnya mereka bertiga tersenyum bersama, kemudian Aram Bano langsung menggeret lengan Mehtab untuk meninggalkan kamar Pangeran Salim. Dari kejauhan Birbal dan Ratu Jodha melihat hal ini, “Lihat, apa yang orangtua tdak bisa lakukan, tapi bisa dilakukan oleh anak-anak” , “Jadi kau ingin mengatakan bahwa saya sudah tua?” tanya Ratu Jodha penasaran, “Bukan, bukan yang Mulia Ratu, yang saya katakan bahwa anak-anak itu masih sangat kecil, sekarang kita bisa menggunakan mereka untuk membuat hubungan antara yang Mulia Raja dan Pangeran Salim kembali membaik” , “Kalau begitu bersiaplah di Amer” kata Ratu Jodha, “Sekarang giliran anda yang melakukannya yang Mulia Ratu” ujar Birbal.
Setelah Raja Bharmal mangkat, Bhagwandaslah yang menjadi Raja Amer dan sekarang giliran Maan Sigh yang akan diangkat menjadi Raja. Rombongan Raja Jalal memulai perjalanannya menuju ke Amer, Pangeran Salim setuju pergi ke Amer karena desakan saudara-saudara perempuannya tapi sebenarnya dia tdak tahu bahwa masa depannya akan berubah sejak dari sana, dia akan bertemu dengan seseorang yang akan mengubah hidupnya. Sementara itu di Amer, Raja Amer meminta para menterinya untuk meningkatkan keamanan untuk penyambutan Raja Jalal dengan baik, para menteripun menggangguk. Tamu tamu mulai pada berdatangan, yang pertama Raja Uday Sigh datang bersama dengan keluarganya
Dikerajaan Amer, “Raja Jalalludin juga akan datang, pada penyambutan yang besar nanti, kau akan ada disini sebagai temanku, aku tdak ingin adanya pertarungan nanti, oleh karena itu aku meminta agar kau menjaga kedamaian selama disini” kata Raja Amer, “Maan Sigh itu seperti anakku sendiri, dari pihak kami bisa dipastikan bahwa tdak akan ada pertarungan”, tiba-tiba putri (anak Uday) bertanya: “Dimana putri Maan Baisa?” kemudian Ratu Amer menyuruh pelayanannya untuk mengantarnya menemui Maan Baisa.
Pangeran Salim sedang dalam perjalanan ke Amer ditemani oleh Qutub dan Farhan, “Aku suka sekali tempat ini, aku merasa seperti aku sudah mengetahui tempat ini tahunan lamanya, semua perasaan tdak berdaya hilang seketika.
Sementara itu dirumah Anarkali, tiba-tiba saja Anarkali memecahkan tempayan air yang terbuat dari tanah liat, “Hari ini sepertinya hari terburuk buatku, semuanya hancur berantakan dan aku merasa aku tdak bisa melakukan sesuatu apapun” kata Anarkali, “Kau tau, rombongan Raja Jalal sudah datang kesini” ujar Zainab (ibu Anarkali) “Apakah ibu tdak ingat, apa yang sudah kita lalui selama ini karena mereka semua?” kata Anarkali, “Lupakanlah masa lalu, nak, kau tahu Pangeran Salim juga ikut datang ke Amer” ujar ibunya, “Sekarang aku tahu mengapa hari ini semuanya terasa salah, ini semua karena pengaruh buruknya” , “Jangan katakan sepeti itu, nak, ayoolaah dan lihat dia sekali saja” pinta ibunya, “Tdak!” , “Tapi semua teman-temanmu datang kesana untuk melihatnya dari dekat, termasuk juga temanmu putri Maan Baisa, kau ingatkan ketika dulu dia meminta kau untuk menemaninya, juga ayahmu yang bekerja diistana, Ratu telah mengundang kita semua, apakah kau akan menghina mereka?” tanya ibunya, “Baiklah, aku akan datang kesana” akhirnya Anarkali menyerah.
Dilain sisi Pangeran Salim dan rombongan sudah memasuki Amer, semua raja diIndia diundang dan semua mata hanya menunggu kedatangan Pangeran Salim, banyak putri-putri yang datang kesana hanya untuk melihat Pangeran Salim, itu seperti Pangeran Salim adalah nafas mereka, dia telah menjadi hati bangsa tapi pertanyaannya adalah siapa yang akan mengisi hati Pangeran Salim?
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-403-1
Putri Maan Baisa sedang mengenakan ‘mehendi’ ditangannya, putri-putri yang lain mengatakan: ”Setelah Ratu Jodha, sekarang giliran Maan Baisa yang menjadi sangat terkenal” tak berapa lama kemudian pelayan memberitahu bahwa anak perempuan Uday yang bernama Jagat datang mau menemuinya, Maan Baisa langsung menyuruhnya masuk, saat itu Maan Baisa mau memeluknya tapi Jagat langsung mengelak karena mehendi ditangan Maan Baisa belum kering “Mehendi bias-bisa membasahi bajuku dan kau tahu kan kalau aku tdak suka kalau itu terjadi” kata Jagat, “Tapi kau tahu kan aku tdak akan berhenti sebelum melihatmu” balas Maan Baisa.
Kemudian Maan Baisa menyuruh pelayannya untuk menghiasi tangan Jagat dengan mehendi, “Aku kira kau tdak akan datang karena Raja Jalal dan raja Uday kan musuh bebuyutan tapi aku senang kau ada disini” ujar Maan Baisa tulus, kemudian Jagat melihat duppata Maan Baisa yang sedang dijahit, “Kau akan mengenakan duppata itu untuk penyambutan Raja Jalal?” Maan Baisa langsung mengangguk, “Indah sekali, apakah kau mengenakan ini untuk Pangeran Salim?”, “Ya tentu saja! dia pemberani, baik, ksatria yang tangguh dan seorang pangeran, siapa yang tdak ingin untuk hidup selamanya dengannya sebagai istrinya, kau tahu banyak para putri yang akan datang hanya untuk melihat Pangeran Salim” kata Maan Baisa, “Iyaa aku tau tapi matanya tdak akan berhenti memandangku” ujar Jagat, “Kau memang sangat cantik, Jagat, lalu kalau Pangeran Salim hanya melihatmu, berarti dia tdak melihat aku?” kata Maan Baisa lugu, Jagat Gosain hanya tersenyum.
Rombongan Raja Jalal akhirnya memasuki kerajaan Amer, Pangeran Salim mengenakan mahkota yang Raja Jalal buat untuknya untuk dikenakan sebagai anggota ruang sidang Dewan Khaas, dia mengenakannya sebagai penghormatan tapi dari dalam hatinya yang paling dalam Pangeran Salim masih meragukannya. Ritual penyambutan Raja Jalal dan Ratu Jodha dengan aarti sudah selesai, mereka disambut dengan gembira, juga putri-putri mereka, Raja Amerpun segera memeluk Pangeran Salim setelah ritual penyambutannya dan para pangeran yang lain selesai. Para putri kerajaan langsung menggosip tentang Pangeran Salim.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-403-2
Sesampainya dikamar, para pangeran langsung merebahkan tubuh mereka untuk beristirahat sambil bersenda gurau ”Rupanya semua putri diistana ini hanya melihat kearah Pangeran Salim saja” kata Qutub, “Tapi ada salah satu putri yang melihat kearahku” Murad pun tdak mau ketinggalan, “Iyaaa, yang agak tua, hahahaha “ ejek Haidar dan semuanya tertawa terbahak-bahak, “Apakah kau tdak suka dengan putri-putri itu, Pangeran Salim?” tanya Qutub, “Tdak!” jawab Pangeran Salim, “Yaaa, buat Pangeran Salim mungkin seorang tuan putri dari surga yang akan datang padanya” ujar Qutub, Pangeran Salim hanya tersenyum sambil memikirkan seorang gadis dimasa lalunya. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 403 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 404 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *