by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 402

-Debroo-63 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 402. Pada Kisah dalam Sinopsis Jodha Akbar Episode 401 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana Pangeran Salim yang menolak untuk menjadi penerus ayahnya karena ia belum siap. Selain itu, Anarkali kini telah tumbuh menjadi wanita cantik dan itu nantinya yg akan membuat pangeran salim tergila2. Mari simak kelanjutanya.

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 402

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-402-1
Disidang Dewan Khaas, Pangeran Salim mengatakan pada Raja Jalal: “Aku belum siap untuk mengambil tanggung jawab ini” ujar Pangeran Salim, semua yang hadir disana terkejut dan tegang, “Aku ingin berbicara dengan calon pewaris tahta kerajaan secara pribadi, tolong semuanya pergi” kata Raja Jalal, semua yang hadir disana menuruti perintah Raja Jalal, meninggalkan tempat sidang tersebut. “Aku tdak bermaksud untuk menghinamu tapi aku belum siap” kata Pangeran Salim, “Kenapa?” tanya Raja Jalal, “Kenapa? jika kau menginginkan aku menjadi seorang Raja, lalu mengapa kau mengirimkan aku pergi jauh? jika kau mencintai aku, lalu mengapa kau mengirimkan aku kemedan perang? mengapa?” tanya Pangeran Salim, “Mengapa? mengapa? mengapa?” ujar Raja Jalal dan tanpa berkata apapun,Raja Jalal langsung memanggil prajuritnya dan menyuruh mereka untuk menahan Pangeran Salim, kemudian Raja Jalal duduk disinggasananya. “Jangan dekati aku!” bentak Pangeran Salim sambil mengacungkan pedangnya, “Tahan dia!” perintah Raja Jalal dengan nada tinggi, sesaat kemudian Pangeran Salim bertarung dengan para prajurit, segera Pangeran Salim menyerang mereka dengan semangat yang tinggi dan mulai melumpuhkan mereka satu per satu.
Raja Jalal menatapnya dan akhirnya Pangeran Salimpun menang, Raja Jalal langsung menghampiri Pangeran Salim “Para prajuritku terlihat lemah didepanmu tapi bukan karena kekuatanmu, ayah pikir kau tahu mengapa ayah mengirimkan kau kemedan perang, ayah ingin membuatmu menjadi seorang ksatria dan lihat sekarang kau adalah prajurit yang agung, kau sendirian sekarang tapi bisa melawan seluruh pasukan, tapi selain menjadi seorang prajurit, ayah juga ingin menjadikan kau sebagai seorang raja yang agung, itulah mengapa ayah memanggilmu kesidang karena disini kau bisa belajar sesuatu, ayah berharap denganmu anakku, ayah harap kau bisa mengerti semua ini” kata Raja Jalal, “Dimasa kanak-kanakku, kau yang memutuskan apa yang seharusnya aku pelajari tapi sekarang aku akan memutuskan apa yang akan aku pelajari dan jika kau mengira aku menghinamu lalu kau menghukum aku kembali, kirimkan aku kemedan perang lagi tapi sejujurnya adalah aku belum siap untuk menjadi calon pewaris tahta kerajaan” ujar Pangeran Salim, kemudian dia berlalu dari hadapan Raja Jalal, Raja Jalal hanya bisa menatapnya sedih.
Pangeran Salim keluar dari ruang Dewan Khaas, Ratu Jodha berusaha untuk mengajaknya berbicara tapi dia tdak memperdulikan Ratu Jodha, Pangeran Salim terus berjalan. “Perasaanku rasanya tdak enak, Moti, mungkin yang Mulia dan Pangeran Salim bertengkar tadi” , “Mereka mempunyai pemikiran yang berbeda, yang Mulia berfikiran seperti raja sedangkan Pangeran Salim berfikir dengan hati” ujar Moti, “Aku tdak ingin keluargaku hancur, aku tdak akan membiarkan mereka bertengkar” kata Ratu Jodha.
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-402-2
Pangeran Salim berjalan menuju teras yang berada ditengah taman istana, para putri mengikutinya dari belakang, sesampainya diteras dilihatnya beberapa pedang yang berderet disana, tak lama kemudian dia mencopot bajunya dan bertelanjang dada sekarang, diambilnya salah satu pedang yang ada dan dia mulai berlatih, semua putri memperhatikan Pangeran Salim secara diam-diam dengan seksama, “Kira-kira siapa yaa akan menjadi istrinya?” kata salah seorang putri.
Sementara itu Anarkali dan temannya sedang didalam perjalanan menggunakan gerobak sapi menuju ke Amer, “Gara-gara kau, kita tdak bisa melihat Pangeran Salim dari dekat tadi” kata teman Anarkali, “Apa sih yang spesial dari dia?” tanya Anarkali, “Dia itu tampan sekali, seseorang yang memenuhi syarat dan raja berikutnya” , “Tapi dia tdak punya hati, aku benci dengannya!” kata Anarkali, “Ada garis yang sangat tipis antara benci dan cinta dan kau tdak melewati garis itu” kata teman Anarkali, , “Kita telah dekat dengan Amer dan aku dengar bahwa putri-putri yang ada disini sedang menunggu Pangeran Salim tapi kau malah membenci orang yang menjadi idaman setiap gadis” kata teman Anarkali lagi,
“Yaa, dia juga impian buatku, sebuah nama yang membuat aku harus mengganti namaku juga, hari ini semua orang diAgra membenciku karena mereka pikir gara-gara aku, Pangeran Salim harus meninggalkan Agra, aku bahkan tdak bisa menyelesaikan pendidikanku karena dia, itulah mengapa aku membenci dia” kata Anarkali sambil teringat kembali kisah masa lalunya ketika masih kanak-kanak, ketika dia terjatuh dikolam, lalu bagaimana dia pergi meninggalkan Agra karena Pangeran Salim. “Para gadis mungkin akan tergila-gila dengan menikahinya tapi aku yakin siapapun yang nanti akan menikahinya akan hidup sengsara selama hidupnya, gadis itu akan mendapatkan semuanya kecuali satu kata yaitu CINTA, Pangeran Salim itu menjadi sangat kejam, dia tdak mempunyai perasaan seperti raja, aku tdak hanya mengatakan satu kata untuknya tapi sebuah kalimat bahwa dia itu pembenci bukan pecinta. Diistana Agra, Pangeran Salim masih berlatih dengan pedangnya dengan penuh semangat.
Sementara itu Ratu Jodha menemui Raja Jalal, “Apa yang kau katakan pada Pangeran Salim, yang Mulia? tanya Ratu Jodha, “Aku hanya bertanya padanya mengapa dia nenolak aku?” jawab Raja Jalal, “Pikirannya tdak sama dengan pikaranmu, yang Mulia dan mengapa kau ingin menjadikan dia robotmu, yang selalu menuruti semua perintahmu layaknya orang buta, kau harus membimbingnya sesuai dengan jalannya, yang Mulia” kata Ratu Jodha, “Aku tdak ingin dia terlihat lemah, Ratu Jodha” ujar Raja Jalal, “Berfikir menggunakan hati itu bukanlah suatu kelemahan, yang Mulia, berikan dia waktu” pinta Ratu Jodha, “Aku telah memberikan dia waktu selama tujuh tahun, berapa lama lagi waktu yang dia butuhkan sekarang?” tanya Raja Jalal,
“Waktu tdak akan menghentikan seseorang, waktu terus berjalan dan Pangeran Salim bisa tertinggal dibelakang, aku tdak ingin Pangeran Salim tertinggal dibelakang, kau tahu kan, aku mengambil tanggung jawab ini diusiaku yang masih sangat muda, aku telah mempelajari banyak hal, aku ingin Pangeran Salim belajar hal yang sama, aku ingin Pangeran Salim bisa mengendalikan waktu” kata Raja Jalal, “Aku hanya khawatir tentang anakku saja sekarang, raja itu ibarat bapak bangsa, aku juga khawatir tentang anak-anak yang lain juga, aku ingin memberikan seorang raja yang agung untuk mereka, agar mereka menghormati Pangeran Salim, untuk itulah Pangeran Salim harus mendengarkan aku, aku juga berharap, tdak ada siapapun yang mencampuri urusan diantara kami berdua, aku tdak mentoleransi itu” kata Raja Jalal, Ratu Jodha sangat terkejut mendengarnya.
Haidar sedang duduk duduk bareng paman dari ayahnya, kemudian Haidar melihat sepasang burung merpati yang berada didalam sangkar, kemudian dia mengambil salah satu burung tersebut dan mengeluarkannya dari sarangnya dan memisahkan kedua pasangan burung tersebut. “Apa yang sedang kau lakukan, Haidar?” tanya paman Haidar , “Pangeran Salim telah menghina yang Mulia didepan banyak orang, itu artinya ada percikan api yang sedang membara diantara mereka dan api ini akan semakin dinyalakan oleh musuh-musuh Raja Jalal, sebagai teman aku akan mendukung Pangeran Salim untuk semakin menjauh dari Raja Jalal, bahkan bisa sangat jauh dari Raja Jalal” kata Haidar.
Ketika Raja Jalal dan Ratu Jodha masih ngobrol soal Pangeran Salim, Todar Maal menemui mereka bersama Maan Sigh untuk memberitahukan soal surat dari Raja Bharmal, Todar Maal kemudian membacakan sebuah surat dari raja Bharmal untuk Raja Jalal bahwa Maan Sigh akan diumumkan sebagai calon Raja Amer segera, Ratu Jodha dan Raja Jalal sangat senang mendengarnya, dalam suratnya raja Bharmal mengundang Raja Jalal dan keluarganya serta Maan Sigh untuk datang keAmer, “Aku telah memberikan kau gelar Raja Maan Sigh dan kau pantas untuk gelar ini juga jadi aku siap untuk berangkat ke Amer tapi aku tdak tahu apakah Pangeran Salim akan siap pergi ke Amer atau tdak” kata Raja Jalal, “Aku akan membuat dia setuju untuk menemani kita kesana” ujar Ratu Jodha.
Malam itu Ratu Jodha pergi kekamar Pangeran Salim namun ditengah jalan dia bertemu dengan Ratu Salima, “Kau mau kemana, Ratu Jodha?” tanya Ratu Salima, “Maan Sigh sebentar lagi akan diumumkan sebagai seorang Raja Amer jadi aku akan mengajak Pangeran Salim untuk ikut ke Amer” jawab Ratu Jodha, “Ohh, ya pergilah” kata Ratu Salima.
Sementara itu Pangeran Salim sedang mengambil kotak opiumnya, tepat pada saat itu Ratu Jodha datang menemuinya, “Pangeran Salim, apa yang terjadi diruang sidang tadi adalah suatu kesalahan, jika kau menemukan sesuatu yang salah kau bisa berbagi dengan ibu, aku adalah ibu kandungmu, nak” kata Ratu Jodha, “Aku tdak tahu apa yang ayah perintahkan, dia itu keras kepala dan selalu menginginkan agar aku mengikuti semua perintahnya, dia ingin menjadikan aku seperti robotnya” ujar Pangeran Salim, “Ayahmu telah menerima semua yang kau inginkan, dia tdak memaksamu, ada yang harus aku katakan padamu bahwa Maan Sigh akan segera diumumkan sebagai raja Amer, kita semua akan pergi kesana” kata Ratu Jodha,
Cerita-Jodha-Akbar-Episode-402-3
tepat pada saat itu tubuh Pangeran Salim mulai merasakan kecanduan akan opium, “Aku tdak ingin pergi kesana, kalian semua pergilah” , “Maan Sigh adalah kakakmu, dia adalah pembimbingmu selama ini, jika kau tdak pergi kesana, dia pasti akan merasa kecewa, tolong mengertilah, jangan marah, Pangeran Salim” pinta Ratu Jodha, “Selama ini Maan Sighlah yang selalu merawat dan memperhatikan kau, dia salah satu menteri dikerajaan Mughal, jika kau tdak pergi kesana dia akan merasa kecewa, nak” bujuk Ratu Jodha, “Sudah aku katakan pada ibu bahwa aku tdak akan pergi kesana, apakah kau bisa mendengarkannya Mariam Uz Zamani? tinggalkan aku seperti yang sudah kau lakukan tujuh tahun yang lalu!” kata Pangeran Salim dengan nada tinggi, Ratu Jodha benar-benar terkejut mendengarnya. Dengan Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 402 pun berakhir. Ayo simak terus Kisah selanjutnya pada Episode 403 berikutnya Hanya di Debroo.com
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *