by

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 362

-Debroo-138 views
Debroo.com – Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 362. Pada Kisah Jodha Akbar Episode 361 sebelumnya, Debroo menuliskan tentang bagaimana putra Ratu Jodha (Salim) yang kini telah berumur 9 tahun memiliki sifat penyayang mirip Ibunya. Hal itu diakui oleh Raja Jalal sebagai ayahnya. Dikisahkan pada episode lalu bahwa Salim menangkap merpati dan mengelus-elusnya dengan kasih sayang, lalu menerbangkanya, tak berselang lama Merpati itu terjatuh karena luka panah dari seseorang. Betapa sedihnya Salim melihat hal itu. Mari simak Cerita nya kali ini.

Inilah Sinopsis Jodha Akbar Episode 362

Cerita-Jodha-Akbar-Episode-362-1

Salim sedang memberikan air pada luka ditubuh merpati dan mengatakan, Aku akan mengobatimu, tak berapa lama kemudian muncul anak-anak lainnya datang( yang dipanggil dengan nama Murad dan temannya). Dengan marah Murad berteriak ke Salim, Heiii.. Kembalikan ! itu adalah merpatiku, aku yang memburunya tadi. Salim sangat kasihan dengan Kondisi Merpati itu dan berkata pada Murad, Kamu seharusnya tidak melakukan hal seperti itu, itu salah, lihat betapa lucunya dia. Murad tetap memaksa mengambil Merpati hasil buruanya itu, Namun Salim juga bersikukuh akan pendirianya bahwa ia telah menyelamatkan burung itu dan menolak memberikanya. Perkelahian pun tak dapat dihindarkan. Sampai akhirnya beberapa parajurit datang dan memisahkan mereka, lalu kata Murad, Baiklah, sekarang kita pergi ke ayah, dia yang akan memutuskan hal ini !.
Saat itu, Jalal sedang berlatih pedang dengan seseorang, keduanya berkelahi dengan menggunakan dua pedang, lawan main Jalal berhasil menyudutkan Jalal, Bagus Khanekhana (mungkin panggilan utk Rahim dewasa), aku senang mendapatkan pelajaran dari mu, ujar Jalal mengakui kekalahanya. Lalu mereka menghentikan pertarungan dan beristirahat sejenak. Rahim, jangan berfikir menggunakan hati saat kamu sedang berada dalam peperangan, ujar Jalal lagi. Rahim mencoba mendengarkan dengan seksama ilmu yang diajarkan oleh ayah angkatnya ini.
Tak berapa lama kemudian Salim dan Murad beserta anak anak yang lain datang menemui mereka, saat itu Salim membawa merpati yang terluka tadi. Salim melapor kepada Ayahnya, Ayah! Murad telah memburu merpati ini. Salim juga melapor pada ayahnya, aku telah menyelamatkannya jadi merpati ini adalah milikku, bukan begitu kan ayah ? Melihat anak-anaknya menghadap meminta keadilan padanya, Jalal lalu mengajak mereka untuk berkumpul disebuah tenda dan Jalal mencoba mendengarkan keluhan mereka. Salim berkata, Kata ibu, kita tidak boleh memukul hewan, iya kan Ayah ?. Murad mencoba membela diri katanya, Tapi ayah juga suka berburu, iya kan ?.
Saat itu Jodha dan para pelayannya datang menemui mereka sambil membawa nampan parsad. Jalal memberi nasihat, Oooo.. aku tau permasalahannya, Murad telah memburu merpati ini dan Salim telah menyelamatkannya, betul begitu ? Nah, bagaimanapun juga seorang penyelamat itu lebih baik dari pada seorang pemburu, jadi, merpati itu milik Salim. Begitu mendengar jawaban Jalal, Murad dan Adam langsung cemberut. Kemudian Jodha ikut menimpali, Kalian berdua ini saudara jadi kalian berdua tidak boleh saling berkelahi, seharusnya kalian berdua saling mencintai satu sama lain, kata Jodha sambil memberikan ‘parsad’ (persembahan) ke mereka semua satu per satu dan mereka langsung memakannya. kemudian Jodha juga memberikan ‘parsad’ ke Jalal dan Jalalpun memakannya, lalu anak anak pamit dari hadapan Jalal.
Saat Salim mau beranjak pergi, Jodha bertanya, Salim ! kenapa kamu bermain lumpur?. Sambil berlalu Ayahynya membela, Biarkan saja, dia kan masih anak-anak, lagi pula hari ini kan ulang tahun kakek Humayun, aku ingin memberikan sedekah untuk fakir miskin, nanti kita akan mengadakan perayaan. Jodha langsung menoleh ke anaknya dan berkata, Salim! kamu harus mandi sekarang, walaupun agak malas, Salim pun patuh, Yaa ibuuu.. sekarang ? tanya salim. Iyaaa sekarang ! ayo. Ujar Jodha sambil menggandeng tangan Salim.
Saat itu Murad menemui Salima (Murad adalah anak angkat Salima), Ibuuu.. kenapa ayah selalu selalu menolong Salim ? aku benci sama Salim !, kata Murad. Kemudian Salima menjelaskan, Heiii ! kamu itu yang salah, ayah benar, seorang penyelamat lebih baik dari pada seorang pemburu, Salim adalah kakak kamu, kamu seharusnya menghormatinya. Namun Murad tetap mengeyel, Tapi aku kan juga anak ayah, ujar Murad. Iyaaa, tapi Salim adalah pewaris tahta kerajaan Mughal, dialah nantinya yang akan menjadi seorang raja, kamu sudah sepantasnya menghormati dia, kata Salima lagi, “Aku yang memburu merpati itu seharusnya merpati itu adalah milikku, aku tidak melakukan kesalahan apa apa, ibu“ kata Murad lagi , “Kamu ini … apa kamu tidak dengar apa yang dikatakan ayah tadi ?” tanya Salima.
Sementara itu didalam kamar mandi kerajaan, Jodha sedang memandikan Salim dan berkata, Kamu seharusnya bisa memberikan pengertian ke Murad, sayang … tapi tidak dengan berkelahi dengannya, kamu seharusnya berbicara dengannya, dia adalah adik mu, kamu seharusnya tidak mengajaknya berkelahi. “Ibuuu … merpati itu bisa mati kalo aku ngobrol sama Murad” kata Salim membela diri.
Dikamar Javeda, anak laki laki Javeda dan Adam almarhum datang menemuinya, “Ibuuu … Yang Mulia juga telah membunuh banyak merpati tapi kenapa dia mengatakan seorang penyelamat itu lebih baik ? aku pernah melihat kepala singa didalam kamarnya, Yang Mulia tidak adil !” katanya. Ibunya kaget namun tetap lembut, Heiii ! tidak baik berbicara seperti itu, nak. Namun putranya tetap mengeyel, Kenapa tidak ??? aku tahu siapa itu Yang Mulia, dialah yang telah membunuh ayahku, dia juga yang telah memasukan nenekku ke penjara, dia sekarang melawan aku ! kata Adam persis pada saat itu sebuah tamparan Javeda mendarat tepat di pipinya, Cukup ! jangan katakan itu lagi , ibu tidak suka !, bentak Javeda.
Jodha sedang siap berdandan dikamarnya dibantu oleh Shamshad dan Zakira … “Hari ini adalah ulang tahun Raja Humayun almarhum jadi Mariam Uz Zamani harus kelihatan cantik dan menarik” kata Zakira. Tak lama kemudian Jalal datang menemui mereka, “Kamu sudah siap, Ratu Jodha” tanya Jalal. “Iyaa … aku sudah siap, Yang Mulia” jawab Jodha. para pelayanpun berlalu dari hadapan mereka. lalu Jalal memandang istrinya yang cantik itu melalui cermin rias “Rasanya ada yang kurang” kata Jalal. “Apa ??? ada yang kurang ???” tanya Jodha, lalu Jalal menaruhkan sebuah titik hitam dibelakang telinga Jodha “Semoga selalu dilindungi” ujar Jalal. “Heiii, mana Salim ? apakah dia belum siap ?” tanya Jalal. “Iyaaa … dia belum siap” jawab Jodha. Jalal masih teringat dan merasa bangga atas sikap anaknya yang penuh kasih sayang menyelamatkan Merpati tadi. “Itulah anakku ! aku kagum ketika dia menyelamatkan merpati tadi, dia memang anakku” ujar Jalal. “Ooooh … lalu kalau dia nakal, dia adalah anakku iiya ?? sedangkan kalo dia berbuat kebaikan, dia adalah anakmu” gerutu Jodha.

Lanjut Halaman Berikutnya –>

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *